Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kembali ke Penginapan Li dan Gejolak Pasar Gelap


__ADS_3

“Heeh,, apakah kau takut,” ejek Du Jian.


“Dengan kekuatan ku saat ini, melawan satu sekte saat ini, aku sudah mampu, karena kekuatan ku sudah setara bahkan sedikit lebih kuat dari setiap Master Sekte,” sambung Du Jian dengan mendengus kecil.


“Walau aku sadar kau sedikit lebih kuat dariku, kau sadar bahwa kau tidak mampu menekanku selama setahun penuh jika kita bertarung dengan sungguh-sungguh,” balas Du Jian melirik Meng Chen.


“Huuf,, otakmu itu memang benar-benar harus di bongkar ulang rupanya, cobalah untuk sedikit berpikir idiot, jangan hanya menggunakan tubuhmu saja dalam mengambil tindakan,” dengus Meng Chen.


“Apa kau tidak ingat di masa lalu, jika bukan karena kecerobohanmu atau mungkin karena kecepercayaan dirimu saat itu yang langsung menyerang Sekte Elang Petir, kau hampir saja mati karena masuk jebakan mereka. Beruntung aku datang dengan cepat.” Ucap Meng Chen terdengar serius.


“Bahkan saat aku datang pada waktu yang tepat pun, kita hampir saja mati waktu itu.”


“Sekte tidak sesederhana yang kau bayangkan saudara Jian, setiap dari mereka pasti mempunyai seorang jenius dalam berbagai bidang. Seperti Han Riu Sang Strategi yang berasal dari Sekte Elang Petir dan Han Liu Sang Pedang Abadi. Bukankah karena mereka berdua kita hampir saja terbunuh.” Sambung Meng Chen langsung membuat Du Jian terdiam.


“Hemm..!! Itu karena saat itu kita masih sangat lemah bukan, bahkan itu baru dua tahun setelah kita keluar dari klan, jika tidak salah, umurku waktu itu baru 12 tahun,” ucap Du Jian kini memegangi dagunya di sertai senyum kecil.


“Aku penasaran dengan kedua pemuda yang kita hadapi di masa lalu itu, aku yakin jika mereka berdua masih hidup, rupanya aku perlu mengunjungi mereka saat ada waktu luang.” Sambung Du Jian menyeringai licik.


Meng Chen yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut karena saudaranya ini memang benar-benar sangat bodoh dan gila akan bertarung. Saking gilanya, ia seorang diri langsung menyerang Sekte ternama yang tak lain Sekte Elang Petir.


Sekte Elang Petir di katakatan berada dalam posisi ke 5 terkuat dari 100 sekte. Dan di Alam Xiu Bai berada saat ini, tidak ada yang namanya sekte kecil, menengah atapun besar, mereka semua di sama ratakan. Hanya peringkat saja yang menentukan.


Dan jika ada yang ingin mendirikan sekte, maka orang tersebut harus menantang Sekte peringkat 100 terlebih dahulu, jika mereka menang, maka posisi sekte akan berubah, yang kalah akan terjatuh dan yang baru akan memulai dari yang terahir menuju ke yang tertinggi, yaitu posisi ke 100 ke peringkat angkat terkecil, semakin kecil angkanya, maka semakin kuat pula sekte tersebut.


Xiu Bai masih belum mengetahui perihal posisi peringkat Sekte ini, namun lambat laun ia akan mengetahuinya.


Brak..!!

__ADS_1


“Sadarlah dasar idiot, apakah kau ingin mengabaikan tugasmu? Apa perlu aku kembali memberitahu penetua agung jika kau mengabaikan tugasmu,” dengus Meng Chen langsung menyadarkan Du Jian yang saat ini tersenyum-senyum sendiri.


“Uhh,, jangan dong saudara Chen, kau adalah sahabat sekaligus saudaraku yang terbaik. Apapun yang kau inginkan akan aku teraktir asal kau menutup mulutmu itu,” ucap Du Jian berkeringat dingin saat mendengar kata Penetua Agung.


Bukan karena ia seorang wanita atau memiliki posisi sebagai Penetua Agung yang membuat Du Jian ketakutan. Melainkan karena kekuatannya yang sangat mengerikan, bahkan ada rumor jika Penetua Agung jauh lebih kuat dari Pemimpin klan mereka, jika itu benar, ia bisa-bisa di jadikan daging cincang jika ketahuan mengabaikan perintah.


“Hehehe,, inilah yang aku tunggu, terimakasih Tuan muda karena mengikuti sedikit trikmu agar bisa makan gratis,” gumam Meng Chen tersenyum tipis.


“Ehem..!! Karena kita saudara, kali ini aku akan melupakannya, tapi ingat, arak terbaik buatan Dinasti Awan Surgawi, jika tidak,” Meng Chen seketika tersenyum hangat.


Glek..!!


“Sialan, aku tertipu lagi oleh rubah jantan ini,” gumam Du Jian langsung mengutuk Meng Chen.


“Heh heh,, apa kau ingin mengutuk ku hah, tambah menjadi 3 botol, jika tidak, aku akan langsung kembali ke klan,” ejek Meng Chen yang membuat Du Jian seketika memasang wajah jelek.


***


“Kakak Bai, kau kemana saja,” teriak Li Hin'er saat melihat kedatangan Xiu Bai.


Bruk..!!


“Kakak, kenapa kau memukulku hingga pingsan semalam hah, kau sangat jahat,” teriak Li Hin'er mengerucutkan bibirnya.


Xiu Bai seketika mengusap rambut Li Hin'er yang masih terlihat ia memiliki wajah jejak penderitaan selama sisa hidupnya 17 tahun ini.


“Hin'er mau kakak belikan apa? Sebutkan saja, apapun itu akan kakak kabulkan, termasuk Bibi Li Ning Wu,” ucap Xiu Bai tersenyum penuh kehangatan, seolah tidak pernah terjadi apa-apa semalam.

__ADS_1


Li Ning Wu yang berada di belakang Li Hin'er seketika menggeleng.


Bruk..!!


“Terimakasih telah menyelamatkan saya Tuan muda, wanita tua ini memang tidak pandai dalam bertarung, namun jika mengurus urusan rumah tangga, Tuan muda dapat mengandalkan wanita tua ini. Biarkan wanita tua ini membalas budi untuk mengabdikan diri sebagai pelayan anda Tuan muda.” Ucap Li Ning Wu dengan nada tulus dan di penuhi oleh tangisan bahagia.


“Bibi, apa yang kau lakukan? Cepat bangun, kakak tidak menyukai hal seperti ini,” ucap Li Hin'er langsung membangunkan Li Ning Wu.


“Hemm..!! Jika bibi ingin mengabdikan diri, maka mohon bantu Bai'er untuk mengurus penginapan ini agar bisa berkembang lebih jauh lagi. Apakah bisa,” ucap Xiu Bai tersenyum lembut.


“I..Ini,” pandangan Li Ning Wu melirik ke arah Li Hin'er. Li Hin'er pun langsung mengangguk setuju.


Lalu pandangan Ning Wu mengarah ke Patraik klan cabang dan beberapa tetua klan cabang yang sedari tadi diam mengikuti dalam diam di sertai tubuh berkeringat dingin. Melihat mereka semua mengangguk cepat tanpa ragu, Ning Wu terahir melirik ke arah Leluhur Li Zhang.


“Sebuah berkah bagimu menerima permintaan Tuan muda, bahkan jika ia menyuruhku bertani, aku akan melakukannya dengan segenap jiwaku. Aku sangat iri terhadapmu Ning Wu, terimalah,” ucap Leluhur Li Zhang penuh dengan dorongan.


Li Ning Wu pun sedikit terkejut, ia sebenarnya tidak tahu identitas dari Xiu Bai. Tapi dalam hatinya, ia merasa jika pemuda yang ia temui semalam bukan pemuda biasa, apa yang ia pikirkan terbukti, karena semua orang sangat menghormatinya saat ini.


***


Waktu berlalu begitu cepat.


Satu bulan setelah insiden kehancuran Kelompok Jubah Hitam secara misterius tanpa di ketahui oleh semua pihak.


Itu karena Wei Fusen telah menutupi semua bukti-bukti yang ada dengan bersih, terlebih, ia juga di bantu oleh beberapa kata-kata Xiu Bai agar pekerjaan bersih tanpa jejak.


“Bagaimana? Apakah ini ada kaitannya dengan pemuda yang muncul dari Rumah Bunga Malam?” Tanya salah satu sosok yang berasal dari Distrik Mu yang memiliki kekuatan setara dengan Leluhur Li Zhang.

__ADS_1


Bukan hanya yang berasal dari Distrik Mu, semua Distrik kecuali Distrik Wei kini mempertanyakan Xiu Bai dan ingin mencari tahu siapa pemuda tersebut termasuk asal usulnya.


Saat ini, Pasar Gelap kini mulai bergejolak lantaran pemuda yang datang dan pergi secara misterius tanpa mereka sadari.


__ADS_2