Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kota Li dan Kegaduhan di Seluruh Kota Li


__ADS_3

“Hais,, wanita memang menyusahkan,” gumam Xiu Bai terpaksa mengikuti langkah kedua wanita tersebut.


Tap tap..!!


Saat melangkah, terlihat banyak orang yang memandang Xiu Bai, Li Hin'er dan Jing Mui. Saat beberapa orang berniat mendekati mereka bertiga. Orang-orang tersebut langsung mengurungkan niat mereka saat merasakan aura ganas dari Du Jian.


“Ayo kesana kakak,” tarik Li Hin'er dengan wajah berseri-seri saat melihat ke arah toko perhiasan.


“Selamat datang di toko kecil kami Tuan muda dan nona muda,” sapa salah satu wanita dewasa langsung menyapa Xiu Bai, Li Hin'er dan Jing Mui.


Melihat ketiganya berpakaian sederhana, tidak menyurutkan niat pelayan tersebut untuk melayani ketiganya dengan sopan.


“Silahkan pilih yang Tuan dan nona muda cari, kami memiliki banyak jenis perhiasan,” ucap pelayan tersebut menjelaskan.


“Woah kakak, aku mau lihat yang itu,” tunjuk Li Hin'er sambil melirik ke arah Xiu Bai yang terlihat tersenyum paksa setiap saat.


“Baiklah Hin'er, pilihlah yang kau sukai,” ucap Xiu Bai tersenyum hangat.


Saat Li Hin'er akan mengambil sebuah gelang yang memiliki mata giok biru. Seorang wanita dewasa berumur 40 tahun dengan gaun bewarna ungu lebih dulu mengambilnya.


“Aku mau yang ini, berapa harganya?” Tanya wanita tersebut dengan nada angkuh sambil melirik ke arah Li Hin'er dengan tatapan jijik.


“Hei bibi, aku lebih dulu melirik gelang itu, kenapa kau malah merebutnya,” teriak Li Hin'er kini melototi wanita tersebut.


“Apa kau bilang Bibi? Siapa yang bibi mu dasar rakyat jelata, pergi sana hus hus, siapa sih yang memberikan orang miskin seperti kalian masuk,” ucap wanita tersebut ingin mendorong Li Hin'er.


Dengan cepat Xiu Bai menarik adiknya sambil menatap tajam wanita tersebut. Wanita tersebut langsung ketakutan saat melihat tatapan Xiu Bai yang mengerikan.


“Mau apa kau rakyat jelata, penjaga, ada yang ingin merampok ku,” teriak wanita tersebut mundur.


Tap tap..!!


Tak lama, beberapa penjaga toko langsung mendatangi Xiu Bai, Li Hin'er dan Jing Mui.


“Cepat tangkap mereka bertiga, mereka terlihat seperti pencuri,” teriak wanita tersebut menunjuk Xiu Bai.


“Siapa yang ingin mencuri hah, kami juga kesini ingin membeli, jangan asal menuduh kau nenek peot,” teriak Li Hin'er terdengar sangat marah saat ini.

__ADS_1


“Sudah, jangan di lanjutkan, kita cari perhiasan yang lain saja Hin'er, mungkin wanita ini sangat membutuhkan gelang tersebut,” ucap Xiu Bai menenangkan adiknya.


“Tapi kakak-” kata-kata Li Hin'er terhenti saat melihat senyum kakaknya yang hangat. “Baiklah, ayo kita lihat yang lain,” ucap Li Hin'er mengangguk senang.


Melihat Xiu Bai, Li Hin'er dan Jing Mui akan pergi, wajah wanita dewasa tersebut terlihat memerah lantaran merasa di permalukan dan di abaikan.


“Siapa yang mengizinkan kalian pergi pencuri, cepat geledah dia, aku yakin mereka tidak mempunyai uang, dan jika ada perhiasan, maka mereka pasti mencurinya,” teriak wanita dewasa tersebut sambil melotot ke arah para penjaga yang terlihat ragu.


“Apa yang kalian ragukan hah, aku adalah seorang Bangsawan Ying, istri dari kepala penjaga Paviliun Naga Emas, apa kalian ingin toko ini di tutup karena mengabaikan perintahku,” teriak wanita dewasa yang bernama Ying Ciyun.


Para penjaga yang mendengar nama Bangsawan Ying langsung bergetar ketakutan. Dengan cepat mereka mengepung Xiu Bai.


Tap Tap..!!


Tepat saat para penjaga mengarahkan senjata mereka ke arah Xiu Bai, Li Hin'er dan Jing Mui, terdengar suara langkah kaki besar dengan tekanan memasuki toko.


“Siapa yang berani? Siapa yang berani menuduh dan mengarahkan senjatanya terhadap Cucu ku akan langsung di hukum penggal bersama seluruh kuarganya,” ucap Li Zhang dengan tatapan dingin di arahkan ke Ying Ciyun.


“Si..Siapa kau beraninya ikut campur hah, apakah kau tidak tahu siapa aku dan suamiku,” teriak Ying Ciyun menunjuk Li Zhang.


Plak..!!


Li Zhang langsung muncul lalu menampar Ying Ciyun. “Lancang sekali kau berani menunjuk ku,” ucap Li Zhang.


“Panggil semua orang yang mendukungmu kesini, akan ku tunggu dia, dan jangan sekali-sekali mencoba untuk melarikan diri,” sambung Li Zhang langsung mengayunkan tangannya.


Sebuah energi tak kasat mata langsung melempar Ying Ciyun keluar toko.


Bruk..!!


“Argh,, berani sekali kau tua bangka miskin, awas kau jangan lari, aku akan kembali,” teriak Ying Ciyun terlihat berantakan sambil berlari dengan rasa malu.


Tatapan Li Zhang pun mengarah ke para penjaga dan pelayan yang terdiam. Terlihat mereka semua cukup takut dengan Li Zhang dan merasa iba.


Tentu saja jarang ada yang mengenali Li Zhang walau ini adalah kota tempat ia lahir dan di besarkan.


Terlebih dengan orang sekuat Li Zhang yang menjabat sebagai Leluhur, sangat sedikit orang kalangan bawah mengenalnya.

__ADS_1


Tap tap..!!


Tidak sampai beberapa menit, terdengar banyak suara langkah kaki di luar toko.


“Di sana, dia ada di dalam sayang, bunuh dia karena ia telah mempermalukan dan mencoba melecehkan istrimu ini,” teriak Ying Ciyun menunjuk ke arah Li Zhang.


Saat suami Ying Ciyun melirik ke arah Li Zhang dengan wajah penuh amarah. Dalam sekejap wajahnya berubah menjadi ungu karena saking takutnya.


“Le..Leluhur Li,” ucap suami Ying Ciyun dengan nada bergetar ketakutan.


A..Apa?


Seketika semua penduduk kota yang menyaksikan keributan langsung gaduh saat mendengar kata Leluhur Li.


“I..Ini ini tidak mungkin kan sayang, dia pasti bukan leluhur klan Li, mungkin wajahnya hanya mirip saja atau kau sedang mabuk. Benar, dia pasti penipu,” tunjuk Ying Ciyun ke arah Li Zhang yang terlihat masih tidak percaya.


Tap tap..!!


Para penjaga kota seketika datang saat mendengar suara keributan tentang di sebutnya Leluhur klan Li.


Banyak dari penjaga kota sedikit tidak percaya karena biasanya para leluhur, tetua klan Li utama sangat jarang keluar atau memperlihatkan diri.


Tapi tak lama, ketua penjaga kota langsung berlutut saat melihat wajah Li Hin'er dan Li Zhang.


“Salam kepada Leluhur Li Zhang dan Nona muda Li Hin'er,” ucap ketua penjaga kota lalu di ikuti oleh para penjaga kota.


Li Zhang pun mengangkat tangannya. “Tangkap wanita itu beserta semua orang yang berhubungan dengannya, jangan sisakan satupun atau kau yang akan menanggung akibatnya.” Ucap Li Zhang dengan nada tegas.


Semua penduduk seketika tercengang di sertai kagum. Banyak orang yang mengenal nama Li Zhang yang sangat tegas dalam hal apapun. Walau mereka tidak pernah melihat wajahnya secara langsung, kini semua semua berkerumunan di luar pintu toko agar bisa melihat dan mengingat wajah Li Zhang beserta Li Hin'er.


Sementara Ying Ciyun yang mendengar dirinya akan di tangkap langsung memberontak di sertai berteriak-teriak tidak jelas.


“Hais,, kedatanganku pasti akan di ketahui oleh Patriak, para leluhur serta para tetua akibat insiden ini,” gumam Li Zhang menghela nafas.


Benar saja, tidak sampai beberapa menit, para leluhur, tetua yang memiliki persahabatan dan hubungan baik dengan Li Zhang langsung bermunculan datang ke toko.


Bahkan Patriak Klan Li pun ikut datang menemui Li Zhang hingga membuat kegaduhan sampai ke seluruh Kota Li.

__ADS_1


__ADS_2