Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menunggu Kedatangan Musuh dan Memasang Perangkap


__ADS_3

“Nah, jika kau membunuhnya, bagaimana kita tahu siapa dalang yang sesungguhnya yang ingin menghancurkan klan Li dan yang ingin membunuhmu di masa lalu, termasuk apa tujuan mereka yang sesungguhnya,” dengus Xiu Bai.


Mendengar itu, semua orang yang ada di sana terkejut luar biasa, termasuk Han Liu, walau ia tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Xiu Bai, ia hanya pura-pura ikut terkejut.


“Da...Dari mana anda tahu Tuan muda?” Tanya Meng Chen sedikit tergagap.


“Tentu saja dari tetua Wei yang ku serap ingatannya beberapa waktu lalu, aku yakin paman pasti mengawasiku bukan,” jawab Xiu Bai sambil tersenyum tipis ke arah Meng Chen.


Meng Chen pun sedikit malu saat ketangkap basar mengawasi Xiu Bai.


Sementara Li Zhang dan Li Hin'er yang mendengar itu sedikit salah paham, ia mengira klan Wei yang Xiu Bai maksud adalah tetua Wei yang Xiu Bai bunuh di salah satu kota mati yang pernah tetua Wei itu jadikan markas.


“La..Lalu bagaimana Tuan muda? Apakah aku harus diam saja?” Tanya Du Jian dengan tubuh sedikit bergetar.


Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Du Jian dengan senyum tipis.


“Jika paman ingin membalas dendam, maka paman harus mengawasinya, cari tahu siapa sebenarnya orang itu, asal-usulnya dan siapa yang mengirimnya. Jika paman sudah mendapatkan itu semua, maka paman boleh melakukan apa saja terhadapnya,” ucap Xiu Bai.


Wajah Du Jian seketika cerah. “Yakinlah, aku akan melakukan tugasku dengan baik Tuan muda,” ucap Du Jian dengan nada bersemangat.


Tak lama, pandangan Du Jian pun mengarah ke Li Hin'er. “Tunggu kakek Hin'er, kakek akan membalas apa yang telah dia perbuat karena berani membunuh nenek mu di masa lalu,” ucap Du Jian mengusap rambut Li Hin'er.


Dret..!!


Du Jian pun langsung menghilang dari tempatnya setelah berpamitan.


“Hemm..!! Aku tak yakin ia melakukan tugasnya dengan benar, paman, apakah kau bisa mengawasinya?” Tanya Xiu Bai melirik Meng Chen.


Saat Meng Chen akan menjawab. Han Liu yang sedari tadi menatap Xiu Bai langsung mengangkat tangannya.


“Aku, biarkan aku yang mengawasi Senior,” ucap Han Liu, tanpa menunggu jawaban dari siapapun, Han Liu langsung melesat pergi.


Dret..!!


“Hemm..!! Apakah paman tahu siapa dia? Apakah dia bisa di percaya?” Tanya Xiu Bai melalui telepati.


“Tuan muda dapat yakin, dia sangat dapat di percaya.” Jawab Meng Chen melalui telepati.


Xiu Bai pun mengangguk ringan. Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Li Zhang.

__ADS_1


“Li Zhang, mungkin keberadaanmu saat ini telah di ketahui, dan saat ini kau di targetkan oleh beberapa orang dari klan Wei dan tentunya salah satu dari klan Li juga akan mumbunuhmu malam ini,” ucap Xiu Bai dengan nada serius.


Wajah Li Zhang seketika berubah. “Apakah anda yakin akan hal ini Tuan muda?” Tanya Li Zhang.


“Jika benar, maka siapa orangnya?” Sambung Li Zhang.


Xiu Bai hanya mengangguk ringan sambil memberitahu semua yang ia tahu dari ingatan dua tetua Wei utama yang ia bunuh dan selidiki dari Wang Daexin tadi.


Setelah mendengar itu, wajah Li Zhang seketika menghitam. “Aku sudah menyadari ini, terlihat dari dulu ia selalu menentang apa yang aku usulkan di masa lalu, Li Cheon Dang, akulah yang akan membunuhmu dasar pengkhianat, beraninya kau bekerjasama dengan klan Wei,” ucap Li Zhang dengan nada geram.


“Kendalikan emosimu tua bangka, apa kau ingin menyakiti adik ku,” dengus Xiu Bai saat melihat Li Hin'er tertekan akibat aura membunuh yang keluar dari tubuh Li Zhang.


“Eeh,, maafkan aku Tuan muda, aku tidak dapat mengendalika emosiku,” ucap Li Zhang dengan nada tulus.


Bukannya senang, Xiu Bai malah semakin kesal. “Heng,, kenapa kau malah minta maaf kepadaku, bukannya ke cucumu,” dengus Xiu Bai.


Li Zhang seketika berkeringat dingin saat melihat mata Xiu Bai mulai berubah.


“Kakak hentikan, kakek tidak salah, ia hanya meluapkan amarahnya karena ada seorang pengkhianat yang ingin membunuh kakek dan aku,” ucap Li Hin'er memegang lengan Xiu Bai.


Tatapan Xiu Bai yang awalnya mengerikan seketika berubah menjadi senyum hangat saat ia menatap Li Hin'er. “Hehe,, tadi kakak hanya bercanda saja, kakak juga ingin mengetes reaksi kakekmu, apakah ia bisa mengendalikan emosinya,” ucap Xiu Bai secara asal.


“Hem hem,, aku tahu kakak memang yang terbaik,” ucap Li Hin'er tersenyum bahagia.


Tepat setelah Li Hin'er menenggelamkan kepalanya ke lengan Xiu Bai. Xiu Bai langsung memukul leher belakang Li Hin'er hingga ia pingsan.


“Jangan libatkan Hin'er, jaga dia paman malam ini paman, jangan biarkan seseorang pun mendekatinya, jika ada, maka langsung saja bunuh,” ucap Xiu Bai melirik Meng Chen.


“Serahkan nona kecil padaku Tuan muda,” ucap Meng Chen dengan wajah penuh keyakinan.


Xiu Bai pun mulai bangkit. “Ayo Li Zhang, jangan biarkan musuh bergerak bebas malam ini,” ajak Xiu Bai.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Xiu Bai dan Li Zhang pun melangkah menuju luar Kota Harimau Langit.

__ADS_1


“Ini masih sore, kita akan tunggu mereka di tempat ini,” ucap Xiu Bai menemukan lembah yang cukup baik untuk bersembunyi.


Tepat setelah Li Zhang mengangguk, Xiu Bai yang baru duduk kembali bangkit.


“Aku lupa memasang perangkap, kau tunggu di sini,” ucap Xiu Bai tersenyum kecil.


Wuss..!!


Dret..!!


Xiu Bai pun langsung melesat sambil memasang ribuan bahkan puluhan ribu benang energi di setiap langkahnya yang mengitari seluruh Kota.


Tap tap..!!


“Aku rasa ini cukup, setelah itu membuat mereka harus melalui satu jalan saja,” gumam Xiu Bai menggerakkan tangannya.


Dret..!!


“Aku rasa mereka akan bisa tertipu dengan ini, aku juga yakin jika mereka tak berani melompati tembok karena mereka takut terhadap pria itu,” gumam Xiu Bai membayangkan wajah Wang Daxin dan membuat ilusi terhadap 3 gerbang utama Kota dan tertuju ke salah satu gerbang yang tidak jauh dari lembah tempat Xiu Bai dan Li Zhang menunggu kedatangan mereka tadinya.


“Hemm..!! Semoga saja berhasil,” gumam Xiu Bai terlihat sedikit menyesal karena tidak mempelajari formasi ilusi lebih baik saat masih di klan.


...


Malam harinya.


Tap tap..!!


Beberapa sosok terlihat mendarat di depan Kota Harimau Langit.


“Hemm..!! Aku rasa dulu ada gerbang di tempat ini, apakah Tuan sengaja menutupnya?” Ucap pria tua berjubah hitam sambil melirik kedua rekannya.


“Aku rasa begitu. Tuan kan cukup berhati-hati, ia mungkin hanya membuat dua atau satu gerbang yang menjadi pintu masuknya agar memudahkannya mengetahui siapa saja yang masuk.” Sambung pria terlihat berusia 45 tahun dengan jubah hijau.


“Kau benar, jika tidak, bagaimana ia tahu dengan mudah Leluhur Li Zhang datang ke kota ini,” balas pria tua berjubah putih.


“Ayo kita cari gerbangnya,” ajak pria tua berjubah hitam langsung melesat ke arah barat.


...

__ADS_1


Tap tap..!!


“Apakah kakek yakin jika Leluhur Li Zhang dan Hin'er ku ada di kota ini?” Tanya Li Cheon Rong dengan nada bersemangat dan terlihat wajahnya sangat mesum saat membayangkan wajah Li Hin'er yang sangat cantik.


__ADS_2