Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Pertarungan Kedua dan Ling Bai Xie Dalam Bahaya


__ADS_3

“Tidak sialan, jangan kembali dulu woee,, aku belum bertarung serius,” teriak Tu Long tidak terima.


Dret..!!


Tap tap..!!


“Pemenangnya adalah Tuan Tu Long,” teriak Bai Han yang dengan cepat muncul sambil menghentikan pamannya yang terlihat ingin mengejar De Long.


Tu Long yang merasakan tekanan Bai Han di pundaknya, hanya bisa pasrah.


“Iya ya, aku akan turun,” ucap Tu Long tertunduk lemas.


Di saat Tu Long melangkah turun, terdengar suara teriakan yang menggema dari seluruh para penonton. Tapi Tu Long terlihat tidak peduli. Karena sedari awal, ia memang tidak menginginkan kepopuleran.


Tap tap..!!


Melihat Tu Long sudah berubah menjadi cahaya dan kembali ke tubuh aslinya. Bai Han pun langsung melangkah ke tengah arena.


“Baiklah, pertarungan selanjutnya, apakah para peserta kedua sudah siap?” Tanya Bai Han melirik ke arah Han Liu dan para jenius klan yang tadinya ingin melawannya.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Tanpa basa basi, para jenius klan termasuk beberapa calon pemimpin klan bermunculan di dalam arena.


Tap tap..!!


Terlihat Han Liu muncul terakhir.


“Apa kalian sudah siap?” Tanya Bai Han kini melirik para jenius klan yang rata-rata pengguna pedang dan beberapa memegang sebuah tombak.


Melihat semuanya mengangguk penuh semangat, Bai Han pun tersenyum kecil.


Seperti biasa, ia kini melirik ke arah para penatua, nenek dan terahir ayahnya.


Melihat semuanya mengangguk, Bai Han pun langsung melayang.


“Baiklah, langsung saja, pertarungan kedua di mulai,” teriak Bai Han.


Dret..!!


Crash crash..!!


Tanpa basa basi, para jenius klan langsung mengayunkan pedang mereka dan di arahkan ke Han Liu.


Mereka yang mengayunkan pedang ke Han Liu adalah para jenius yang sangat ingin melawan Han Liu.


Sret sret..!!


Terlihat Han Liu dengan santai menggerakkan kakinya untuk menghindari beberapa bilah pedang yang mengarah ke dirinya.


Tap tap..!!


Tepat setelah langkah kaki Han Liu tidak bergerak lagi. Han Liu pun langsung mengayunkan tangan kanan dengan jari telunjuk di arahkan ke depan.


Crash.. Crash..!!


Argh..!!


Tanpa mereka sadari, mereka yang menyerang Han Liu tadi, kini tubuh mereka berubah menjadi butiran energi setelah terkena bilah pedang yang tiba-tiba saja sudah memotong-motong tubuh mereka.


“I..Ini,” gumam para calon penerus pemimpin klan langsung mundur setelah melihat teknik pedang Han Liu yang luar biasa mengerikan.

__ADS_1


Mereka yang awalnya ingin menantang Han Liu, seketika mengurungkan niatnya, karena yakin akan langsung kalah jika tanpa rencana dan keyakinan.


Melihat itu, Han Liu pun tersenyum tipis.


Dret..!!


Ia pun langsung mengeluarkan pedangnya dari sarungnya. “Akan ku buat kalian terpaksa menyerangku,” gumam Han Liu.


Wung..!!


Seketika pedang Han Liu sedikit bersinar dan langsung redup. Bertepatan dengan itu, terdengar suara tubuh terpotong-potong di sertai suara teriakan.


Crash crash crash..!!


Argh.. Argh.. Argh..!!


Mata para jenius klan langsung melebar sebelum tubuh mereka berubah menjadi butiran energi. Terlihat jelas jika mereka tak terima mati semudah ini, tanpa adanya pertarungan atau mencoba teknik mereka.


Melihat itu, para calon penerus pemimpin klan dan para jenius membelalakkan mata mereka.


Shi Long, salah satu kandidat yang di katakan terkuat akan jadi pemimpin klan selanjutnya terdengar langsung berteriak saat ia melihat Han Liu akan mengayunkan pedangnya lagi.


“Dia akan mulai lagi, kalahkan dia dulu sebelum membunuh kita tanpa perlawanan,” teriak Shi Long.


Dret..!!


Wung..!!


Trank..!!


Bom bom bom..!!


Tubuh Han Liu dan Shi Long seketika terdorong mundur saat melakukan bentrokan.


“Inilah musuh yang selama ini aku cari-cari,” gumam Shi Long menyeringai tipis.


Tatapannya pun langsung mengarah ke para jenius yang terlihat menerjang ke arah Han Liu.


Ia pun dengan cepat mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Pedang Shi Long langsung berubah menjadi sebuah cambuk.


Dret..!!


Crash crash crash..!!


Tanpa mereka ketahui siapa yang membunuh mereka, kini para jenius yang terkena serangan Shi Long, langsung berubah menjadi butiran energi.


...


“Hemm..!! Ini mirip seperti pertarungan tadi, mereka seolah-olah bekerjasama mengeliminasi para peserta yang lainnya terlebih dahulu agar bisa bertarung tanpa gangguan.” Ucap Xiu Bai saat melihat Shi Long menyerang dari belakang dan membunuh orang-orang yang akan menyerang Han Liu.


“Kau benar Bai'er, pertarungan sebelumnya De Long sengaja mundur, karena sadar tidak mampu menang melawan anggota keluargamu. Tapi kali ini berbeda, Shi'er tidak akan pernah mau mundur sebelum dirinya benar-benar kalah telak. Bahkan setelah kalah, ia pasti akan mencari lawan yang mengalahkannya lalu menantangnya kembali.” Balas Hua Qian.


“Itu artinya mirip dengan Tu Long, yang gila akan pertarungan,” sambung Xiu Bai terlihat tersenyum kecil.


“Tapi ia jauh lebih cerdas dari orang yang kau sebut Bai'er,” balas Hua Qian.


Xiu Bai pun mengangguk membenarkan.


Kini pandangan mereka pun kembali ke arena dimana Han Liu, Shi Long, dan beberapa calon penerus pemimpin klan membunuh lawan-lawan mereka.

__ADS_1


***


Dret..!!


Wung..!!


Bom bom bom..!!


Duaaarrrr..!!


Argh...!!


“Lari, mereka terlalu mengerikan,” teriak salah satu topeng Ungu yang terlihat akan membalikkan badan saat melihat anggota kelompok yang ia pimpin di bantai habis oleh Du Jian, Meng Chen, Jing We, Jing Chen, Jing Lujie dan 3 Pemimpin Klan Kuno yang terjatuh.


Wuss..!!


Dret..!!


Arghhh....!!


Tepat saat topeng ungu membalik badan, kepalanya langsung merasakan rasa panas hingga membuat kepalanya kesakitan.


Bom..!!


Tidak sampai hitungan detik, kepala topeng ungu tersebut langsung meledak.


Tap tap..!!


“Bagaimana Nona Xie? Apakah kau sudah dapat menemukan cara untuk mendapatkan informasi yang tersimpan di dalam kepalanya?” Tanya Meng Chen yang kini mendekati Ling Bai Xie.


“Sedikit lagi kakek, aku sudah menemukan celah untuk menyerap ingatannya agar tidak sampai meledak,” ucap Ling Bai Xie.


Mendengar itu, Meng Chen dan yang lainnya seketika memasang wajah kagum terhadap Ling Bai Xie yang sangat cerdas dalam segala bidang.


Bahkan Meng Chen merasa kecil dan tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan Ling Bai Xie selama mereka melawan kelompok organisasi Menara yang datang perkelompok.


“Ayo kakek, kita harus kembali memulihkan energi kalian terlebih dahulu sebelum melawan kelompok yang akan datang nanti,” ajak Ling Bai Xie langsung melesat menuju Benua Dinasty Kuno.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Dengan cepat Meng Chen, Du Jian dan yang lainnya langsung mengejar Ling Bai Xie.


Tap tap..!!


Tepat saat Ling Bai Xie menapakkan kakinya di tanah, tubuhnya seketika membeku.


“Perasaan ini,” gumam Ling Bai Xie langsung menatap ke arah atas.


“Aku yakin perasaan bahaya ini adalah perasaan yang sama seperti aku berada di Bumi dulu,” gumam Ling Bai Xie langsung melirik ke arah kakeknya dan yang lainnya.


“Aktifkan formasi Benua, berikan sinyal bahaya,” teriak Ling Bai Xie melalui telepati.


Wung..!!


Dret..!!


Tepat setelah Ling Bai Xie selesai berteriak, sebuah pusaran lubang hitam muncul tepat di atas kepala Ling Bai Xie.


Dan pada saat yang bersamaan, sebuah tangan muncul terlihat akan menangkap Ling Bai Xie.


“Sial, apakah aku akan tertangkap,” gumam Ling Bai Xie terlihat tidak mampu bergerak karena tekanan yang berasal dari pusaran lubang hitam tersebut.

__ADS_1


__ADS_2