Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Meminta Bantuan Nenek Xiu Bai Untuk Membuka Segel Ingatan


__ADS_3

Tekanan mengerikan langsung Wang Daexin rasakan seorang diri. Wajah dan seluruh tubuhnya langsung berubah menjadi biru saat tersadar jika Du Jian jauh lebih mengerikan dari Han Liu.


Hoek..!!


Tak lama Wang Daexin memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, terlihat bukan hanya dari mulut saja, melainkan dari hidung, mata, dan telinga.


Tap tap..!!


Sret..!!


Tangan Du Jian langsung mencengkram erat kepala Wang Daexin. “Setelah ini selesai, maka aku akan bisa bermain-main denganmu bocah,” ucap Du Jian menyeringai tipis.


Dret..!!


Argh..!!


Wang Daexin langsung berteriak kesakitan saat merasakan kepalanya kini panas dan jiwanya seolah terkoyak-koyak.


Blush..!!


Tidak sampai dua detik Du Jian ingin menyerap ingatan Wang Daexin, kini Du Jian melepaskan tangannya sambil melebarkan matanya.


“Hehehe,, kau kira bisa dengan mudah menjelajah seluruh ingatanku,” ejek Wang Daexin sambil terkekeh ke arah Du Jian.


“Ada apa senior apa ada segel di ingatannya?” Tanya Han Liu yang dari tadi diam, kini mulai bertanya karena penasaran.


“Semacam itu, tapi lebih dari sekedar segel.” Ucap Du Jian.


Tap tap..!!


“Ada apa paman? Kenapa wajahmu terlihat bingung,” tanya Xiu Bai muncul tepat di depan pamannya.


“Ingatan orang ini telah di segel dengan segel ledakan, jika di paksa menelusuri ingatannya, maka kepala orang ini akan langsung meledak.” Ucap Du Jian sambil melirik ke arah Xiu Bai.


Xiu Bai yang penasaran langsung mendekati Wang Daexin lalu mengulurkan tangannya.


Srek..!!


Saat Xiu Bai menggunakan tekniknya seperti biasa, jiwa Xiu Bai pun langsung masuk ke dalam ingatan Wang Daexin.


Namun baru saja Xiu Bai melangkah, tubuhnya langsung terlempar.


“Ini,” gumam Xiu Bai membuka matanya di sertai darah menetes dari mulutnya.


“Kekuatan orang yang menyegel ingatan orang ini setidaknya setara dengan paman Cung,” ucap Xiu Bai.


Xiu Cung adalah orang yang selalu berburu bersama ayahnya, dan Xiu Cung adalah orang ke 6 terkuat di Klan.

__ADS_1


Untuk Du Jian dan Meng Chen, dapat di katakan mereka orang terkuat ke 20 ke atas. Karena banyak yang setara dengan keduanya.


Namun karena memang sering berkontribusi, mereka berdua pun di jadikan penjaga gerbang dan kadang di tugaskan ikut berburu.


Sebenarnya anggota klan Asura yang boleh berburu hanyalah anggota yang memiliki peringkat 20 besar saja. Karena kekuatan mereka jauh di atas rata-rata dari para penjaga gerbang.


...


Mendengar nama Xiu Cung di sebut. Du Jian pun tersadar. “Benar, kekuatan yang menanamkan segel ini setara dengan kakak Cung,” ucap Du Jian sambil mengangguk.


“Heemm..!! Paman, awasi dia, jangan biarkan ia bunuh diri atau melakukan hal yang mencurigakan selama aku pergi,” ucap Xiu Bai akan melangkah pergi.


“Eeh eh,, kau mau kemana Tuan muda?” Tanya Du Jian heran.


“Menghubungi seseorang,” jawab Xiu Bai terus melangkah tanpa melirik ke belakang.


Tap tap..!!


Saat melangkah Xiu Bai terus merenung sambil bergumam. “Dia adalah salah satu petunjuk penting, terlebih ingatanku juga ikut mendorongku untuk mengungkap tujuan Kekaisaran QianLong serta apa yang ada di Kekaisaran tersebut.” Gumam Xiu Bai.


“Tapi apakah ayah mau membantuku?” Gumam Xiu Bai menghentikan langkah.


Semenjak ia keluar mengembara, ia sadar jika itu adalah resiko dan tidak boleh mengandalkan orang lain ataupun klan. Karena sebelum keluar dari klan, ia di beritahu untuk tidak boleh mengharapkan klan selama masa mencari pengalaman di dunia luar.


“Hehe,, aku melupakan nenek,” kekeh Xiu Bai tersenyum licik.


10 menit berlalu, Xiu Bai pun membuka mata dengan senyum cerah.


Tepat saat Xiu Bai bangkit, hembusan angin langsung menerpa wajahnya.


Bersamaan dengan itu, sebuah suara familiar terdengar bagi Xiu Bai.


“Dasar bocah nakal, berani-beraninya kau memanfaatkan nenekmu,” dengus Xiu Mu Lian mengangkat kerah leher belakang Xiu Bai.


“Aduh duh, nek aku bukan anak kecil lagi,” gerutu Xiu Bai saat di angkat layaknya anak kecil.


Melihat cucunya dalam bentuk manusia dan cukup tampan, Xiu Mu Lian tersenyum kecil sambil menurunkan Xiu Bai.


“Dimana manusia yang kau maksud Bai'er?” Tanya Xiu Mu Lian.


Xiu Bai pun membalik badannya. “Woah,, nenek, kau sangat cantik sekali dalam wujud manusia,” ucap Xiu Bai membuka mulutnya lebar-lebar.


“Hentikan pujianmu itu bocah nakal, itu sudah basi,” dengus Xiu Mu Lian melototi cucunya yang kini tersenyum kecil.


“Ayo ikuti Bai'er,” ajak Xiu Bai langsung melangkah.


...

__ADS_1


“Urgh,, kenapa wanita iblis itu ada di sini,” gumam Du Jian dan Meng Chen kini berkeringat dingin saat berkumpul di aula kediaman milik Wang Daexin.


Terlihat di aula kini hening semenjak Xiu Mu Lian datang. Bahkan Li Zhang dan Han Liu yang tidak mengenal Xiu Mu Lian ikut diam dengan tubuh berkeringat dingin saat merasakan tekanan luar biasa dari tubuh Xiu Mu Lian.


Hanya Xiu Bai dan Li Hin'er saja yang santai.


“Hemm..!! Ini hanya segel anak-anak, kenapa sampai harus memanggil nenek kesini untuk membukanya, apakah kedua bocah tidak berguna ini tidak bisa melakukannya?” Tanya Xiu Mu Lian melirik ke arah Xiu Bai sambil menjentikkan jarinya.


Tak lama, sebuah cahaya langsung melesat ke kening Xiu Bai.


Xiu Bai langsung terdiam, tidak sampai beberapa menit setelah menyerap ingatan Wang Daexin yang di berikan neneknya. Xiu Bai pun membuka mata sambil tersenyum kecil.


“Hehe,, itu mungkin hanya masalah kecil bagi nenek, tapi berbeda bagi Bai'er maupun paman Jian dan paman Chen. Nenek juga tidak perlu memarahi paman, ia tidak salah hanya karena tidak bisa membuka segel tersebut,” ucap Xiu Bai membela kedua pamannya.


Bukannya merasa bahagia saat di bela, Du Jian dan Meng Chen malah mengutuk Xiu Bai dalam hati mereka.


Mereka sangat mengenal kepribadian Xiu Mu Lian yang sedikit aneh dan tentunya mengerikan.


“Hemm..!! Baiklah, kali ini nenek tidak menyalahkan mereka berdua demi cucu nenek,” ucap Xiu Mu Lian langsung mengusap kedua pipi Xiu Bai dengan sedikit gemas.


“Nenek akan kembali dulu, karena masih banyak tugas yang nenek lakukan di klan,” ucap Xiu Mu Lian tersenyum lembut.


Tak lama, tatapan Xiu Mu Lian sedikit teralih ke Du Jian dan Meng Chen.


Glek..!!


“Mati aku, ini gara-gara sialan itu, kenapa harus ingatannya tersegel,” kutuk Du Jian dengan penuh amarah menyalahkan Wang Daexin.


Berbeda dengan Meng Chen. Ia malah mengutuk Du Jian.


“Si idiot ini, kenapa ia menyeretku ke dalam masalah ini,” umpat Meng Chen dalam hati.


Tap tap..!!


Saat Xiu Mu Lian melangkah, waktu seolah berhenti.


Prok..!!


Bertepatan dengan Xiu Mu Lian menjentikkan jarinya, ia menghilang dari pandangan semua orang termasuk Xiu Bai.


“Eeh,, apa yang terjadi kakak?” Tanya Li Hin'er merasa bingung.


“Tidak ada, ayo kita istirahat,” ajak Xiu Bai tersenyum kecil.


Bukan hanya Li Hin'er, Li Zhang dan Han Liu juga sedikit bingung, ia merasa ada yang kurang dan aneh dengan daya ingat mereka selama beberapa detik.


Sementara Du Jian dan Meng Chen hanya bisa membeku di tempat setelah mendapat pesan telepati dari Xiu Mu Lian tanpa di ketahui oleh Xiu Bai.

__ADS_1


“Si..Sial.”


__ADS_2