
Suara ledakan di sertai guncangan seketika terdengar dan membuat puncak gunung tersebut sedikit bergoyang layaknya ada gempa bumi, hanya akibat bentrokan kekuatan fisik semata.
Glek..!!
Terdengar jelas oleh semua orang, suara orang menelan ludah.
Orang tersebut tak lain Tu Long, karena Tu Long saat ini tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Ia sangat percaya diri dengan kekuatan fisiknya, bahkan orang-orang yang ada di tambang pun memuji kekuatan fisik Tu Long.
Buukk...
Duan Du yang melihat ekpresi Tu Long saat ini langsung menepuk jidatnya. “Si otak dongol ini menyamakan orang-orang yang berada di tambang dengan orang yang ada di depannya.” Gumam Duan Du dalam hati.
“Tentu saja itu jauh berbeda tolol, bagaimana bisa kau menyamakan orang lemah itu dengannya, jika orang-orang tambang itu kuat, ia tak mungkin akan menjadi budak,” teriak Duan Du dalam hati dengan wajah sedikit berkerut lantaran kesal.
...
“Apa apaan ini,” teriak Tu Long kini kembali menarik kepalan tangannya yang di tahan hanya dengan jari telunjuk Du Jian.
“Heeh,, kenapa dengan ekpresi jelekmu itu, dasar idiot lemah,” ejek Du Jian sambil terkekeh kecil.
“Jangan sombong kau Babi kerdil, akan ku buat kau-” sebelum Tu Long menyelesaikan teriakannya.
Du Jian langsung mengangkat tangannya sambil berkata. “10 detik itu waktu yang cukup singkat, jadi akan ku rontokkan beberapa gigimu dulu agar kau tidak mengoceh yang tidak jelas lagi,” dengus Du Jian.
Wuss..!!
Bam..!! Krak krak..!!
Duar..!!
Tu Long yang menahan tamparan Du Jian hanya bisa melototkan matanya tak percaya, karena kedua tangannya langsung retak hanya dengan tamparan saja.
Bukan hanya itu saja, terlihat beberapa beberapa gigi Tu Long benar-benar rontok sebelum tubuhnya terlempar lalu menabrak dinding tebing.
Uhuk..!!
Tu Long segera bangkit sambil memuntahkan darahnya.
Bukannya merasakan rasa sakit atau takut yang Tu Long tampilkan saat ini, melainkan seutas senyum lebar tanda ia menikmati apa yang ia rasakan.
“Hehehe,, lagi, ayo lagi,” teriak Tu Long langsung melesat.
Wuss..!!
__ADS_1
Bam..!!
Tepat saat Tu Long akan melesat, Du Jian lebih dulu muncul di depan Tu Long sambil menepak kan tangannya yang langsung membuat Tu Long jatuh berlutut.
Mata Du Jian sedikit melebar saat melihat Tu Long tidak langsung terbaring saat ini. “Ooh,, kekuatan fisik yang benar-benar alami kuat untuk seukurunan setengah manusia dan setengah Naga,” ucap Du Jian kagum.
Dengan cepat Du Jian kembali mendorong telapak tangannya untuk membuat Tu Long terjatuh.
Bam..!!
Bukannya terjatuh, malah kini kaki Tu Long tertanam.
Saat Du Jian menikmati apa yang ia lihat, kembali ia ingin menekan telapak tangannya.
Tap tap..!!
“Cukup, ini sudah 10 detik,” ucap Xiu Bai.
Du Jian yang merasa belum melakukan apa-apa pun langsung cemberut.
“Cih,, waktunya terlalu singkat, seharusnya setengah jam, agar aku bisa melihat ekpresi teguhmu itu hancur,” ucap Du Jian dengan nada kesal sambil menatap Tu Long dengan wajah mengejek.
“Heng,, dasar Babi kerdil, awas saja kau, akan ku balas kau nanti,” dengus Tu Long sambil melototkan matanya.
Cihh..!!
“Awas saja, akan ku injak-injak mulut kotormu kerdil,” dengus Tu Long.
“Terus saja beromong kosong idiot,” balas Du Jian sambil terus menampilkan wajah tersenyum bahagia.
Tak lama, Du Jian dan Tu Long kini terdengar terus beradu mulut.
Walau begitu, Du Jian terlihat membantu Tu Long berdiri sambil mengalirkan energinya untuk menyembuhkan Tu Long dan Tu Long pun menerima uluran tangan Du Jian sambil mengumpati Du Jian dan menantang Du Jian nantinya.
...
Xiu Bai yang melihat itu langsung tersenyum tipis. “Lumayan, ia terlihat semakin semangat saat di kalahkan dengan menyakitkan, biasanya orang lain pasti akan langsung terpukul dan frustasi, tapi ia berbeda,” gumam Xiu Bai saat melihat pancaran mata Tu Long yang bersinar penuh tekad dengan tujuan mengalahkan Du Jian suatu saat nanti.
Dan tujuan Xiu Bai membiarkan Tu Long bertarung dengan pamannya juga untuk melihat apakah Tu Long cocok untuk mengikutinya. Dan sesuai harapannya saat ini, ia merasa Tu Long kandidat terbaik.
Xiu Bai tentu ragu untuk membawa ketiga pamannya saat ini, ia ragu jika ada sosok kuat kebetulan lewat dan menyadari ketiga pamannya yang sangat kuat. Itu bisa menyebabkan masalah yang tidak ia inginkan secara tak terduga mengancam bahaya nantinya.
Dan niatnya saat ini, jika Tu Long dan Duan Du mengikutinya nanti, ia hanya menyuruh ketiga pamannya mengawasinya saja, seperti waktu di Hutan Tanpa Batas, dan tentunya sesekali ia menyuruh pamannya keluar untuk meluangkan waktu bersama.
“Hemm..!! Tapi sebelum itu, kenapa si sialan ini kini tidak berhenti mengoceh,” gumam Xiu Bai menatap tajam Tu Long.
__ADS_1
Tu Long yang terus mengejek dan meminta Du Jian mengajarinya cara meningkatkan kekuatan fisiknya di sertai menantangnya kembali bertarung, kini seketika membeku saat merasakan adanya yang menatapnya dan seolah ingin memakannya hidup-hidup.
Saat Tu Long membalik badan, ia melihat Xiu Bai kini melotot ke arahnya.
“Hehe,, Tuan muda, tadi itu hanya bercanda saja, aku tidak mengejek paman kerdil kok, benar kan,” ucap Tu Long kini mengusap kepala Du Jian.
Wajah Du Jian seketika berubah memerah saat di anggap anak kecil.
“Dasar bocah idiot sialan,” teriak Du Jian langsung mengayunkan tangannya.
Bam bam bam..!!
“Aduh duh,, ampun paman kerdil,” tak lama, terdengar rintihan di sertai suara ampunan dari Tu Long.
Hal tersebut membuat semua orang yang ada di sana tersenyum, termasuk Xiu Bai.
“Ah sial, jika begini aku tak akan bisa memarahi mereka, mereka semua sangat pintar berkilah,” gumam Xiu Bai langsung melangkah pergi.
Tap tap..!!
Dengan cepat Duan Du dan Meng Chen langsung mengikuti Xiu Bai.
Tidak ada orang yang menyadari selain Xiu Bai, jika kini ada juga yang sedang bertarung melui tatapan mata saja.
Mereka tak lain Duan Du dan Meng Chen yang terlihat terus saling menatap jika ia lebih pantas bersama Xiu Bai.
Sementara Han Liu, ia masih berdiri sambil memasang wajah bersinar cerah saat melihat Du Jian yang kini menghajar Tu Long.
“Ayo pukul lagi, lebih keras.”
“Ayo semangat berteriaknya,” terdengar Han Liu kini menyemangati keduanya.
Du Jian dan Tu Long yang mendengar itu langsung menatap Han Liu dengan tatapan mengerikan.
Menyadari jika keduanya sedang bersandiwara agar tidak terkena hukuman dari Xiu Bai lantaran berdebat dan saling mengumpati. Han Liu seketika memasang wajah cemberut.
“Dasar pengecut,” dengus Han Liu.
“Apa kau bilang hah,” teriak Du Jian dan Tu Long serempak.
“Itu namanya akting, dasar bocah palsu,” dengus Du Jian.
“Heh heh,, jadi dia palsu ya? Pantas saja aku menyadari jika ada yang jauh lebih idiot dari ku dan paman kerdil saat ini,” Sambung Tu Long.
“Dasar otak gila, kenapa kau melibatkanku juga, tapi apa yang kau katakan ada benarnya juga, dia jauh lebih lebih idiot. Hahaha,” ucap Du Jian yang awalnya kesal kini langsung tertawa.
__ADS_1