Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mempermainkan Jendral Perang Dinasty Kuno


__ADS_3

“Dasar sialan, akan ku hancurkan tubuh kalian semua, berani sekali kalian mempermainkanku,” teriak Pemuda berjubah putih ingin mengeluarkan senjatanya yang ia simpan di dalam Cincin Penyimpananya.


Saat ia mengulurkan tangannya sambil mengalirkan energinya, ia terlihat mencoba mencengkram sesuatu, tapi tidak merasakan apapun dari genggamannya.


Tak lama, mata Pemuda berjubah putih seketika melebar saat tersadar jika Cincin penyimpanannya juga sudah tidak ada di jarinya.


“Hahaha..!! Ba..Bagaimana bisa aku tidak menyadari hal ini? Ini sungguh memalukan, seumur hidupku, baru kali ini ada seseorang yang mampu mencuri semua yang ku punya tanpa sisa dan tanpa ku sadari,” teriak pemuda berjubah putih kini terdengar seperti penuh tawa bahagia atau tawa penuh amarah.


Sementara pemuda yang tadinya berjubah hijau, ia diam saja karena sudah tidak mampu mau mengekspresikan wajah maupun amarahnya seperti apa lagi. Terlebih lagi ia sampai saat ini tidak habis pikir ada seseorang yang bisa mencuri cincin penyimpanannya tanpa ia sadari. Padahal ia saat itu dalam keadaan tersadar.


Mungkin jika dalam keadaan tertidur, ia bisa memaklumi hal tersebut. Tapi saat itu ia dalam keadaan tersadar.


Dan yang ia tidak habis pikir, bagaimana bisa pencuri tersebut begitu rakus, bahkan pakaian yang ia kenakan pun ikut di curi.


“Saudara pertama. Ayo, ayo kita cari kedua orang itu, aku yakin jika ia memiliki hubungan dengan semua harta kita yang di curi,” ucap pemuda yang tadinya berjubah putih, tapi kini ia sudah telanjang tanpa mengenakan busana apapun, bahkan ****** ******** pun di sikat habis.


“Baiklah tapi sebelum itu, kita sebaiknya mencari kota terdekat lebih dulu, karena saat ini kita sama sekali tidak mengenakan apapun,” ucap pemuda yang di panggil saudara pertama.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tak lama kemudian, kedua Jendral Perang pun langsung melesat sembarang arah untuk mencari kota terlebih dahulu.


***


Wuss..!!


Wuss..!!


“Hahaha,, aku tak menduga jika mereka berdua begitu sombong dan angkuh, mungkin karena mereka percaya diri terlalu kuat sehingga mereka mengendurkan penjagaan mereka.” Teriak Sang Pencuri kini tertawa bahagia dan saat ini adalah hari paling bahagianya selama 10 tahun tetahir.


“Aku yakin jika saat ini mereka pasti di penuhi rasa malu bercampur amarah,” sambung Sang Pencuri kini terlihat mengenakan kedua jubah Jendral Perang.


Bahkan saat ini Sang pencuri terlihat memamerkan jubah hasil curiannya ke arah Qian Liyun.


“Apa hah? iri,” dengus Sang Pencuri. “Kerja keras dong,” sambung Sang Pencuri dengan wajah mengejek.


Qian Liyun yang saat ini di selimuti oleh energi Xiu Bai pun hanya bisa menelan ludah.


“Tu..Tuan muda, dari mana asal orang ini? Kenapa aku merasa ia sama merepotkan dengan dua orang yang tak lain Tuan Du dan Tu,” bisik Qian Liyun.


“Kau salah, ia malah jauh lebih merepotkan, tapi aku rasa ia sedikit bisa di kendalikan, sementara untuk dua pengacau itu, malah mereka yang sulit di kendalikan,” balas Xiu Bai terlihat kini mengerutkan keningnya.


Tap tap..!!


“Kakak, ambil semua pakian yang ada di kota ini, apakah kau bisa melakukannya dalam kurun waktu-” sebelum Xiu Bai menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


Sang Pencuri yang mendengar kata ambil pun dengan cepat melesat sambil memasang wajah semakin di penuhi bahagia.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tidak sampai 1 menit, Sang Pencuri pun muncul. “Hehe, apalagi adik ku tersayang? Apakah kau akan menyuruhku untuk menelanjangi semua penduduk?” Tanya Sang pencuri kini terkekeh sambil menaikkan kedua alisnya secara bergantian.


“Untuk saat ini kita lanjutkan perjalanan, karena tidak lama mereka berdua akan datang kesini, ayo,” ajak Xiu Bai.


Wuss..!!


Dengan cepat Xiu Bai melesat membawa Qian Liyun dan Sang Pencuri pun dengan cepat menyusul.


...


Tap tap..!!


Tak lama setelah kepergian Xiu Bai, Qian Liyun dan Sang Pencuri, terlihat dua pemuda muncul tanpa mengenakan pakaian dan hanya menutupi alat kelamin mereka dengan dedaunan yang ada di hutan.


Melihat dua pemuda tampan muncul, para penduduk yang kehilangan semua pakaian mereka seketika merasa iba.


“Hei,, kita masih untung kehilangan pakaian yang ada di rumah kita, lihatlah mereka, bahkan mereka sampai kehilangan pakaian yang mereka kenanakan,” bisik salah satu penduduk.


Mendengar bisikan-bisikan. Wajah kedua pemuda yang tak lain Jendral Perang semakin jelek karena menahan rasa malu.


***


Wuss..!!


“Aku yakin mereka pasti akan membunuh para penduduk kota, apa tidak apa-apa kita tidak membantu mereka Tuan?” Tanya Qian Liyun terlihat khawatir.


“Hem...!! Kau tenang saja, mereka tak akan melakukan itu, karena saat ini mereka terbawa amarah, mereka akan langsung mengejar kita, dan tak akan lama mereka akan menyusul kita,” ucap Xiu Bai dengan nada tenang sambil terus melesat.


Pandangan Xiu Bai juga terlihat mengarah ke depan, tepat di depannya ada sebuah bukit kecil dan di puncak bukit tersebut Meng Chen, Du Jian dan Tu Long sudah menunggu kedatangan Xiu Bai.


Dret..!!


Tap tap..!!


“Tuan muda, dimana mereka? Aku sudah tidak sabar ingin melawan kedua utusan dari Dinasty Kuno?” Tanya Du Jian dengan nada penuh semangat saat melihat Xiu Bai kini muncul tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Sedangkan Meng Chen yang melihat kedatangan Xiu Bai dengan pemuda asing kini mengerutkan keningnya.


Pandangan Meng Chen pun mengarah ke Tu Long yang kini membeku, terlebih ia juga melihat pemuda yang bersama Xiu Bai juga mematung saat melihat ke arah Tu Long.

__ADS_1


“Tu..Tuan muda Tian, aku tak menduga akan bertemu dengan mu di sini,” ucap Tu Long langsung mendekati Tuan muda Tian.


Bruk..!!


“Hoho,, bocah sialan, aku lebih tak menduga jika kau sudah lebih dulu bersama adik ku,” kekeh Tuan muda Tian.


Saat berpelukan, terlihat tangan Tuan muda Tian bergerak cepat ingin menarik cincin penyimpanan Tu Long.


Tap..!!


“Apa yang kau lakukan hah, berani sekali kau mencuri terhadap seseorang yang kau kenal tanpa rasa malu,” dengus Meng Chen kini menatap tajam Tuan muda Tian sambil mencengkram erat tangan Tuan muda Tian.


“Heh,, siapa yang mencuri,” dengus Tuan muda Tian kini menggaruk kepalanya.


Eeh..!!


Melihat tangan kanan Tuan muda Tian, Meng Chen pun melirik ke arah tangan kanan yang ia cengkram. Saat ia melihat tangan yang ia pegang kini tangan Tu Long sendiri.


Betapa malunya Meng Chen karena mencoba menuduh Tuan muda Tian mencuri.


Xiu Bai, Qian Liyun dan Tu Long seketika tersenyum tipis saat melihat Meng Chen begitu mudahnya di tipu.


Sementara Du Jian yang melihat mereka hanya bisa plonga plongo ke arah kiri kanan.


“Ada apa ini? Kenapa aku tidak mengerti ya?” Tanya Du Jian.


“Tentu saja kau tidak mengerti paman Kerdil, kau kan dungu,” ejek Tu Long.


Mendengar itu, wajah Du Jian terlihat menahan amarah, jika Xiu Bai tidak ada di sini, mungkin ia akan menghajar Tu Long.


Wung..!!


Saat sedang menahan amarah, wajah Du Jian seketika menyeringai. “Hehe,, beruntung sekali ada tempat untuk melampiaskan amarahku, jika tidak, wajahmu mungkin sudah tidak di kenali lagi,” ucap Du Jian sambil melirik Tu Long dengan cibiran.


Tap tap..!!


“Itu, silalan ternyata kau orangnya,” tunjuk saudara kedua ke arah Tuan muda Tian.


“Aku? Apa maksudmu menunjuk ku?” Tanya Tuan muda Tian memasang wajah bingung.


Blush..!!


Blush..!!


Kedua Jendral Perang pun terlihat semakin tidak bisa menahan amarahnya saat tersadar kini ia semakin di permainkan.


“Akan ku hancurkan tubuhmu bocah sialan,” teriak saudara kedua langsung melesat ke arah Tuan muda Tian.

__ADS_1


Dret..!!


Wuss..!!


__ADS_2