Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Sosok Sang Pencuri dan Xiu Bai di Tangkap oleh Penduduk Desa


__ADS_3

“Haha,, dasar bodoh, mana ada pencuri mau berhenti, hanya orang idiot saja yang mau mendengar teriakanmu,” ejek pemuda tersebut di sertai tawa terbahak-bahak.


“Dasar pencuri sialan, awas saja jika kau tertangkap, akan ku hajar kau,” teriak para penduduk desa terdengar meraung penuh amarah.


Wuss..!!


Wuss..!!


Sementara pemuda tersebut terlihat hanya tersenyum mengejek sambil terus berlari menuju hutan yang di penuhi kabut.


Tap tap..!!


Saat melihat sang pencuri telah memasuki kabut, para penduduk Desa langsung menghentikan pengejaran mereka.


“Sial, dia meloloskan diri lagi, padahal aku sudah membuat jebakan serapi mungkin, tapi bisa-bisa ia selalu tidak pernah terkena jebakanku,” umpat salah satu pria yang terlihat berumur 60 tahunan.


“Pemimpin Desa, mungkin ia mirip seperti air, kan air selalu bisa menembus tanah lalu membuat jalurnya sendiri, bahkan batu pun bisa membentuk lubang jika setetes air terus menerus menjatuhinya.” Ucap salah satu pemuda yang selalu meneriaki sang pencuri beberapa waktu lalu.


“Jika dia seperti air, maka sudah tidak ada untuk menghentikannya, akan sangat berbahaya kalau terus seperti ini.” Ucap salah satu penduduk Desa.


“Huuf,, ayo kita pikirkan cara lain untuk menangkapnya saat kembali ke desa, kita tidak akan bisa menemukan petunjuk jika berpikir sambil berdiri di sini,” ajak Pemimpin Desa langsung melangkah kembali ke desa bersama para penduduk.


***


Tap tap..!!


Sementara pemuda yang tadi mencuri, kini terlihat melangkah menuju sebuah Gua, walau di penuhi kabut dan banyak Binatang Buas di tempat tersebut, tapi pandangan pemuda tersebut masih jelas melihat area sekitanya dan tidak terhalangi apapun.


“Huuh,, Sangat membosankan,” gumam pemuda tersebut kini menaruh barang curiannya di sisi Gua.


Terlihat tumpukan-tumpukan seluruh curian pemuda tersebut kini seperti sebuah bukit-bukit kecil dan berada dimana-mana.


“Sudah 10 tahun aku tiba-tiba muncul di tempat aneh ini, aku yakin jika aku tidak terlahir kembali atau di Reinkarnasi, melainkan di pindahkan oleh seseorang.” Gumam pemuda tersebut, kini mencoba berpikir siapa yang memindahkannya ke tempat ini. Tapi ia tidak menemukan jawaban apapun.


“Huh,, cara keluar dari sini pun aku masih belum tahu, kenapa aku malah berpikir siapa yang memindahkanku,” sambung pemuda tersebut terus cemberut.


“Lebih aneh lagi, kenapa aku tidak bisa mengingat namaku dan aku hanya mengingat nama keluargaku serta hanya mengingat semua yang aku lakukan saat menjadi Penguasa,” gumam pemuda tersebut menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Aah sial, yang pastinya ini sangat membosankan, karena keseharianku hanya mencuri di desa itu-itu saja. Seandainya aku bisa keluar dari sini, atau mereka datang menjemputku,” gumam pemuda tersebut langsung mengingat dua pembuat onar.

__ADS_1


Terlihat kini pemuda tersebut membayangkan jika ia bisa keluar dari sini, maka ia berniat akan mencuri semua apapun yang ia lihat nantinya.


“Ah membayangkannya saja langsung membuatku merasakan bahagia, tapi kapan itu bisa terjadi?” Ucap pemuda tersebut langsung bangkit.


Tap tap..!!


***


Sementara Xiu Bai yang melesat ke arah kawah yang ada sebuah Desa, kini mendaratkan kakinya tepat di depan gerbang desa.


“Hem..!! Kenapa aku bisa merasakan aura familiar di tempat seperti ini?” Gumam Xiu Bai langsung mengerutkan keningnya.


“Terlebih rasa familiar ini terasa sama saat aku merasakan dan bertemu dengan Duan Du dan Tu Long. Jadi apakah ada lagi yang mengenalku tapi aku tidak bisa mengingatnya di tempat ini?” Sambung Xiu Bai langsung bertanya-tanya dalam hati.


Tepat saat Xiu Bai selesai bergumam dan akan melangkah masuk ke dalam Desa, sebuah teriakan yang tertuju ke arahnya langsung terdengar.


“Ada orang asing di sini, dia pasti temannya pencuri sialan itu,” teriak salah satu penduduk yang secara tidak sengaja kebetulan melihat Xiu Bai.


Tap tap..!!


“Dimana? Dimana kau melihat orang asing?” Tanya pemuda yang pernah mengumpati dan meneriaki sang pencuri.


“Itu dia, dia masih berdiri di depan gerbang Desa,” tunjuk penduduk Desa yang pertama kali melihat Xiu Bai.


“Hemm..!! Ada yang aneh, kenapa mereka menuduhku seorang teman pencuri?” Gumam Xiu Bai merasa sedikit tertarik. Ia juga hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tindakan bodoh pemuda yang kembali hanya untuk memanggil yang lain.


Xiu Bai merasa pemuda tersebut adalah seorang pengecut jika sendiri, dan hanya akan berani di depan banyak orang.


Tap tap..!!


“Itu dia, ayo kita tangkap dia, jangan biarkan dia melarikan diri seperti temannya,” teriak pemuda yang bernama Zu Xen.


Penduduk desa pun langsung mengangguk lalu mengepung Xiu Bai.


Xiu Bai yang memang tidak memiliki niatan untuk melarikan diri hanya bisa terdiam saja.


Srek..!!


“Berani sekali kau mengeraskan tanganmu pencuri sialan,” teriak Zu Xen yang kini ingin mengikat kedua tangan Xiu Bai dari belakang.

__ADS_1


Tap tap..!!


Tak lama pemimpin Desa pun muncul dan saat ia melihat wajah Xiu Bai, ia pun langsung berkata. “Dia tidak mungkin temannya pencuri itu, karena pencuri itu sudah 10 tahun mencuri di Desa kita seorang diri. Jadi aku yakin dia bukan temannya.” Ucap pemimpin Desa.


“Tapi karena kau adalah orang asing yang tiba-tiba muncul dalam 10 tahun terahir sebelum pencuri itu, kami tentu harus mengintrogasimu, apakah kau setuju?” Sambung pemimpin Desa sambil bertanya ke arah Xiu Bai.


Xiu Bai pun langsung mengangguk santai.


Sementara Zu Xen dan beberapa penduduk yang mendengar ucapan pemimpin Desa, seketika menjadi kurang puas.


Tapi mereka hanya diam saja, karena seorang pemimpin Desa tidak bisa di bantah.


“Ayo bawa dia ke alun-alun Desa, kita akan mengintrogasinya di sana dan kalian semua akan menjadi saksinya nanti, agar tidak ada kesalah pahaman,” ajak pemimpin Desa.


Mereka pun langsung menggiring Xiu Bai menuju alun-alun Desa.


Sementara Zu Xen dan beberapa pemuda Desa saling melirik satu sama lain, tak lama mereka pun langsung memisahkan diri dari rombongan penduduk Desa yang menuju alun-alun.


Tap tap..!!


“Sialan, kalian semua harus kompak, ingat, apapun yang aku katakan nanti, kalian harus mengangguk setuju dan apapun yang aku tolak, kalian harus menolak.”


“Karena jika kita membiarkan orang asing itu pergi, aku yakin semua barang kita pasti akan di curi setelah ia di bebaskan. Jadi kita semua harus menghukum orang asing itu minimal di penjara. Apa kalian paham?” Ucap Zu Xen melirik para pemuda Desa.


“Apakah tidak apa-apa Zu Xen? Aku takut jika kitalah nanti yang akan di hukum karena mencoba menyalahkan orang yang tidak bersalah?” Tanya salah satu pemuda Desa dengan nada khawatir.


“Dasar bodoh, tadi aku hanya bilang kalian cukup setuju dan menolak di setiap apa yang aku ucapkan dan tolak saja. Jadi jika Pemimpin Desa ingin menyalahkan seseorang, maka akulah orang yang akan di salahkan.” Dengus Zu Xen.


“Aku juga sudah memiliki rencana nantinya, agar kita semua di anggap pahlawan oleh Pemimpin Desa dan para penduduk,” sambung Zu Xen langsung tersenyum licik.


“Ba..Baiklah jika begitu,” ucap para pemuda Desa terlihat mengangguk pasrah, karena jika mereka menolak, maka mereka pasti akan di pukuli oleh Zu Xen.


“Hehe bagus, jika begitu ayo kita susul mereka,” kekeh Zu Xen tersenyum menjijikkan.


Tap tap..!!


Zu Xen dan para pemuda Desa pun langsung menuju alun-alun Desa.


...

__ADS_1


Wuss..!!


Tepat setelah Zu Xen dan pemuda Desa melangkah pergi, seorang pemuda langsung muncul.


__ADS_2