Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Keserakahan Vs Kelicikan = Si Idiot Menderita


__ADS_3

Dengan cepat Duan Du kembali bergerak ke arah timur.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tu Long yang melihat itupun langsung mengejarnya dengan hati-hati.


Tak henti-hentinya Tu Long tersenyum lebar saat mengikuti Duan Du.


Tap tap..!!


10 menit berlalu, Tu Long yang terus mengikuti Duan Du pun langsung merasakan ada yang tidak beres, karena Duan Du selalu membawanya berkeliling tanpa tujuan.


“Apa hanya perasaanku saja jika aku saat ini di permainkan atau tidak ya?” Gumam Tu Long kini menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


...


Sementara Duan Du yang kini berhenti sambil melirik area sekitar terlihat mengeluarkan senyum tipis.


“Bingung-bingung sudah kau otak dongol, karena sekali dongol tetap saja dongol,” kekeh Duan Du dalam hati.


Dret..!!


Setelah bergumam sambil tertawa bahagia karena bisa mempermainkan Tu Long dari awal, kini Duan Du kembali melesat ke arah barat.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tu Long yang melihat itu pun langsung mengikutinya.


Tap tap..!!


8 menit lagi kembali berlalu, kini sudah 18 menit berlangsung pertaruhan, tersisa 2 menit lagi baru pertaruhan habis atau di tutup.


Tap tap..!!


“Dimana ya, kenapa susah sekali mencari Binatang Iblis Ular Hitam sih,” teriak Duan Du memasang wajah kesal.


“Huuh,, jika begini, aku akan kalah dari si otak idiot itu,” sambung Duan Du memasang wajah jelek.


Tap tap..!!


Setelah mengeluh dan mengumpati pamannya, Duan Du pun melangkah dengan perlahan menuju ke arah tempat mereka berkumpul.


Tu Long yang mendengar itu awalnya tertawa bahagia, tapi tak lama ia memasang wajah ganas saat di ejek oleh keponakannya.


“Awas saja kau bocah huh,” dengus Tu Long langsung melesat ke arah utara.


Wuss..!!


Merasa yakin jika Duan Du sudah menyerah, Tu Long pun kini berusaha mencari Ular Hitam, ia tadi merasakan pergerakan Ular Hitam di arah utara, tapi ia hanya diam saja karena ingin mengikuti Duan Du.


“Hehe,, aku akan menang, tunggu saja kau bocah licik, akan ku buat kau jadi pelayanku nanti,” kekeh Tu Long dengan senyum bahagia.

__ADS_1


...


Sementara Duan Du yang sudah tidak merasakan pamannya pun langsung bersiul.


Suiittt..!!


Tap tap..!!


Xiu Tian pun muncul dengan mata bersinar cerah.


“Hehe,, kau memang adik yang paling baik, mana bayaran kakakmu ini,” ucap Xiu Tian mengulurkan tangannya sambil tertawa kecil.


Duan Du pun langsung cemberut sambil memberikan semua Binatang Iblis yang telah ia bunuh selama 5 tahun.


“Eeit,, tapi sebelum itu, mana Ular Hitam yang kakak Tian katakan?” Ucap Duan Du kini kembali menarik tangannya kembali.


“Hoho,, itu beda cerita, bayaran yang kau janjikan ini adalah untuk tutup mulut, untuk bayaran Ular Hitam beda lagi,” kekeh Xiu Tian langsung menyambar cincin penyimpanan Duan Du yang berisi mayat Binatang Iblis.


”Tapi kau tenang saja Duan'er ku yang baik hati, karena aku kakakmu yang baik hati, aku akan berikan kau diskon ekstra untuk Ular Hitam ini, tidak mahal kok, kakak mu ini hanya meminta setengah harta yang tersimpan di cincin penyimpananmu. Bagaimana, aku baik bukan,” ucap Xiu Tian tanpa tahu malu terhadap Duan Du.


Sementara Duan Du yang kena tipu oleh kakaknya kini terlihat memasang wajah gelap.


Ini kali pertama dirinya bisa di tipu seperti ini.


“Sialan, seharusnya aku tidak akan mempercayainya dari awal, jika masalah harta, aku kini mengaku kalah, ia tak akan menyerah jika terkait harta,” gumam Duan Du langsung mengutuk Xiu Tian.


Dengan berat hati Duan Du memberikan hartanya sambil memasang wajah kusut.


Xiu Tian yang menerima itu lalu memeriksanya pun kembali mengulurkan tangannya.


“Huh, lain kali aku tidak akan pernah mau berbisnis denganmu lagi dasar maling serakah,” dengus Duan Du kembali memberikan cincin penyimpanannya.


“Hehe,, terimakasih adik ku yang baik hati,” kekeh Xiu Tian mengambilnya sambil memberikan cincin penyimpanan berisi mayat Ular Hitam.


Dret..!!


Dengan cepat Xiu Tian menghilang setelah memberikan Duan Du cincin penyimpanan berisi Ular Hitam.


Duan Du yang melihat itu langsung merasakan ada yang tidak beres, saat ia melihat isi cincin penyimpanan tersebut. Wajah Duan Du berubah memerah, karena isinya hanya dua mayat saja.


“Dasar sialan, awas saja kau, akan ku balas ini ribuan kali lipat,” teriak Duan Du.


Nafas Duan Du terlihat naik turun lantaran tidak bisa mengendalikan emosinya saat ini.


“Awas, awas saja,” dengus Duan Du langsung melesat ke arah tempat mereka berkumpul.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah Duan Du muncul, pandangan Duan Du pun mengarah ke Tu Long yang kini tersenyum lebar.

__ADS_1


“Hehe,, bagaimana keponakan ku yang baik hati, apa kau siap melayani paman mu ini,” kekeh Tu Long.


Dret..!!


Tu Long pun langsung mengeluarkan satu mayat Ular Hitam dan dengan bangga ia berkata. “Sudah di pastikan akulah pemenangnya, cepat putuskan paman Liu.”


Namun Han Liu hanya terdiam, ia kini melirik ke arah Duan Du.


“Apa kau tidak mendapatkan Ular Hitam Duan'er?” Tanya Han Liu mencoba memastikan.


“Heh,, tentu saja aku dapat,” ejek Duan Du dengan cepat mengubah ekspresinya, ia saat ini terlihat sangat bahagia saat melihat Tu Long hanya membawa 1 mayat Ular Hitam.


Dret..!!


Bruk..!!


Duan Du pun mengeluarkan 2 mayat Ular Hitam sambil tersenyum lebar.


Melihat itu, wajah Tu Long seketika berubah menjadi gelap.


“Itu tidak mungkin, bocah licik ini pasti berbuat curang, tidak mungkin dia mendapatkan Ular Hitam, karena selama 18 menit aku diam-diam mengikutinya. Jadi sudah di pastikan ia berbuat curang.” Teriak Tu Long langsung membantah.


“Hemm..!! Itulah pentingnya seorang pengawas, jadi kita akan langsung bertanya saja kepada Tuan muda Tian,” ucap Han Liu langsung menengahi.


Pandangan Han Liu, Tu Long dan Duan Du pun melirik ke arah Xiu Tian.


“Ooh itu, tentu saja ia tidak berbuat curang, karena waktu 2 menit itu cukup panjang, jadi tidak ada yang tidak mungkin.”


“Terlebih aku sendiri yang melihatnya membunuh dua Ular Hitam di dekat sini, tepatnya di sana. Jadi jika kalian tidak percaya, maka kita akan kesana untuk membuktikannya.” Ucap Xiu Tian dengan nada santai dan terlihat jujur tanpa adanya jejak kebohongan.


Tu Long yang mendengar itu dengan cepat melesat ke arah yang di tunjuk oleh Xiu Tian.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“I..Ini, ini tidak mungkin,” teriak Tu Long saat melihat adanya bekas pertarungan singkat serta merasakan jejak Duan Du di sini beberapa waktu lalu.


Han Liu yang muncul di belakang Tu Long pun merasakan hal yang sama.


“Jadi sudah di putuskan, pemenangnya adalah Duan Du.” Teriak Han Liu.


Wajah Tu Long seketika tidak enak di pandang saat ia mendengar teriakan Han Liu.


Sementara Duan Du, ia kini tersenyum bahagia.


Buk..!!


“Jadi bagaimana paman? Apa kau siap menjadi pelayanku selama 1 tahun nanti di dunia luar?” Tanya Duan Du dengan senyum polos.


“Huh,, aku yakin jika kalian berdua pastinya bekerjasama. Benar, aku yakin itu,” tidak ingin menyerah, Tu Long kini menatap Duan Du dan Xiu Tian dengan tatapan tajam.


Tap tap..!!


Setelah itu, ia pun mendekati Xiu Bai untuk meminta bantuan.

__ADS_1


__ADS_2