Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Feng Lu


__ADS_3

Tap tap..!!


“Bolehkah aku duduk di sini adik kecil?” Tanya Bai Han dengan senyuman ramah.


Bukannya langsung menjawab, Feng Lu kini terlihat melongo saat melihat ke arah Bai Han.


Tak lama, pandangannya mengarah ke samping kiri kanan dan belakangnya.


“Apa anda bicara denganku Tuan muda?” Tanya Feng Lu kini terlihat bingung sembari menggaruk kepalanya.


“Hemm..!! Tentu saja, karena hanya kau saja yang ada di sini,” jawab Bai Han dengan seutas senyuman kecil.


Mendengar itu, Feng Lu pun langsung bangkit sambil berkata. “Tunggu dulu Tuan muda,” ucap Feng Lu dengan wajah berseri-seri.


Dengan cepat Feng Lu membersihkan tempat yang ada di sebelahnya.


“Sudah selesai, silahkan duduk Tuan muda,” ucap Feng Lu dengan senyuman bahagia.


Melihat tingkah Feng Lu, Bai Han hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Sebenarnya akulah yang harus membersihkan tempat duduk mu paman, karena jasamu sangatlah besar,” gumam Bai Han dalam hati.


Tanpa terasa, air mata Bai Han pun langsung menetes.


“Eeh,, ada apa Tuan muda? Apakah ada yang salah?” Tanya Feng Lu terlihat bingung, dan menggaruk kepalanya.


“Ah tidak ada, aku tadi hanya kelilipan saja,” jawab Bai Han, seketika tersadar jika dirinya meneteskan air matany.


Dengan cepat Bai Han menghapus air matanya dan berpura-pura layaknya orang kelilipan. Setelah itu, ia pun langsung duduk sambil memandang ke arah arena.


Melihat wajah Bai Han yang sangat serius menonton pertandingan. Feng Lu pun mengikutinya dengan cara yang sama.


...


Di tempat yang sama, atau tempat berkumpulnya para peserta, terlihat beberapa Iblis, Phoenix, dan beberapa Ras lainnya yang ikut bertanding. Kini melirik ke arah Feng Lu dengan pandangan iri.

__ADS_1


“Sialan si Feng Lu itu, awas saja jika aku menjadi lawannya, akan ku hajar dia sampai ia jera,” umpat sosok Phoenix remaja yang beberapa saat lalu membully Feng Lu.


“Jadi dia yang kau maksud aib Klan Phoenix Angin?” Tanya Iblis yang seusia dengannya.


“Hemm..!! Dia itu aib yang tidak memiliki ayah, bagaimana bisa ibunya secara tiba-tiba hamil, padahal ibunya tidak pernah menikah.” Ucap Phoenix remaja mengangguk dengan wajah penuh kekesalan.


“Bukan hanya itu saja, ia juga aib karena sangat lemah dan tidak memiliki perkembangan sama sekali. Tapi masih saja beberapa tetua klan yang masih mendukungnya dengan memberikannya sumberdaya. Bukankah itu sama saja dengan tindakan bodoh, lantaran menghambur-hamburkan sumberdaya berharga.” Sambung Phoenxi remaja masih tetap memasang wajah kesal.


“Jadi begitu, tapi kenapa aku tidak melihat kau sangat membencinya atau berniat membunuhnya? Padahal ia adalah aib, dan kau hanya kesal saja?” Tanya Iblis remaja tersebut bingung.


Pandangan Phoenix remaja pun melirik ke arah Iblis remaja.


“Walau ia adalah aib klan kami, dia tetaplah dari klan dan Ras kami. Kami juga di ajarkan untuk tidak saling membenci, karena itu bisa menumbuhkan niat yang tidak baik, seperti membunuh, dan jika kami telah membunuh, maka itu akan terbiasa nantinya. Itu sangatlah di larang bagi sesama klan.” Ucap Phoenix remaja dengan tatapan dingin.


“Kami itu berbeda dengan kalian Bangsa atau Ras Iblis, jadi jangan samakan kami kepada kalian yang selalu saling membunuh satu sama lain.” Dengus Phoenix remaja ke arah Iblis remaja.


Mendengar itu, Iblis remaja sama sekali tidak marah, malah ia kagum dengan Phoenix remaja di depannya.


“Kau benar, kebanyakan dari kami saling membunuh satu sama lain, bahkan banyak juga yang bersaudara bertarung satu sama lain. Tapi semenjak Ratu Mo menjadi Penguasa kami, kini para Iblis yang bertarung satu sama lain sudah berkurang. Mereka juga akan langsung di hukum jika terlihat bertarung tanpa alasan yang jelas.” Ucap Iblis Remaja menjelaskan dengan santai.


Wajah Phoenix remaja yang tadinya dingin, kini terlihat kembali tenang. Ia pun mengangguk santai dan kembali melirik ke arah pertarungan di arena.


***


“Apa kau tidak curiga dengan tujuan kakak Han ikut bertanding, Tuan Tu? Mungkin saja tujuan aslinya bukanlah bertanding, melainkan mendekati seseorang.” Tanya Bai Da Xing kini terlihat duduk bersama.


“Hemm..!! Mungkin Tuan besar menyuruhnya ikut, jadi apa yang perlu di curigai, ini juga akan menjadi bagus, karena siapa tahu kita bisa melawan Tuan muda Bai Han nantinya dalam pertarungan individu.” Jawab Tu Long santai.


Tap tap..!!


“Sekali idiot, tetap saja idiot, maksud dari pertanyaan Da Xing itu adalah tujuan tertentu atau maksud tersembunyi, mengapa Han'er ikut, kau malah menjawab itu bagus,” dengus Duan Du dengan nada ejekan.


“Heh,, jika kau tahu jawabannya, maka jawab saja sana, kenapa kau malah ngegas bocah sialan,” dengus Tu Long.


“Huh, jika saja kita tidak bekerjasama, sudah ku hantam kepalamu yang o'on itu paman, agar kau sedikit lebih cerdas,” dengus Duan Du.

__ADS_1


Bruk..!!


Duan Du pun langsung duduk di dekat Tu Long, pandangannya mengarah ke Bai Han.


“Hemm..!! Mungkin saja tujuan Han'er adalah mencari para jenius muda yang ada di sini, setelah itu ia akan memberitahu kakak semua analisa yang Han'er dapatkan. Setelah itu, kakak akan mengangkat 1 murid yang terbaik.” Ucap Duan Du dengan nada tenang.


Tebakan Duan Du memang benar, karena dapat di anggap di antara para peserta, nanti Xiu Bai akan mengangkat 1 murid.


Tapi tebakan Duan Du tidak sepenuhnya benar, karena tujuan dari Duan Du datang adalah untuk membimbing Feng Lu bertarung nanti, agar semua orang yang tadinya meremehkannya terkejut.


...


“Hemm..!! Bisa jadi, mungkin saja bocah itu akan menjadi murid Tuan besar nanti, karena aku melihat wajahnya memiliki kemiripan dengan seseorang di masa lalu, tapi aku lupa siapa,” sambung Tu Long terlihat menggaruk-garuk kepalanya lantaran tidak bisa mengingatnya.


“Siapa?” Tanya Bai Da Xing.


“Kau tidak akan tahu, karena orang yang aku maksud mirip dengannya jauh sebelum kita saling mengenal. Tapi aku lupa namanya.” Jawab Tu Long santai.


Duan Du yang mendengar itu, kini terlihat penasaran. Tapi ia tidak bisa menebak, itu karena Duan Du juga tidak ada saat Xiu Bai pertama kali bertemu Fang Liu, atau saat Xiu Bai di dunia Fana. Dan pada saat pindah Alam, Fang Liu lebih dulu mengubah wajahnya ke bentuk aslinya, barulah Duan Du bertemu dengan Fang Liu di masa lalu.


“Ah aku tidak tahu, jadi lupakan saja, karena pada akhirnya, kita juga akan tahu jawabannya jika ia memang akan di angkat oleh Tuan besar,” ucap Tu Long terlihat kesal lantaran lelah berpikir.


***


10 menit berlalu, terlihat pertarungan dua remaja telah selesai.


Tap tap..!!


“Baiklah, langsung saja, nomer urut 27 dan nomer urut 83 maju,” ucap Meng Chen santai.


“Eeh,, giliranku,” ucap Feng Lu langsung bangkit, ia juga melihat ke arah nomer urutnya yang tertulis di kayu kecil, yaitu 83.


“Baiklah, sesuai apa yang aku katakan nanti, ikuti saja arahanku jika kau ingin menang,” ucap Bai Han melalui telepati.


Feng Lu pun langsung mengangguk sambil melangkah, agar tidak ada yang curiga terhadapnya.

__ADS_1


Tap tap..!!


__ADS_2