Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Dendam, Amarah, Kebencian Xiu Tian dan Ikatan Seorang Keluarga


__ADS_3

“Bukan hanya kau, aku pun begitu, hatiku mengatakan untuk jangan keluar, padahal tadi aku sangat ingin keluar.” Ucap Jing We kini merasa ragu.


“Arg,, aku tak peduli, ayo keluar,” ajak Zhen Mu terlihat sudah bertekad.


Deg deg..!!


Langkah Zhen Mu seketika terhenti, dengan cepat ia memasukkan cincin penyimpanannya kedalam sakunya jubahnya.


“Katamu dia sangat rakus kan, jadi untuk berjaga-jaga saja, aku harus menyembunyikan hartaku,” ucap Zhen Mu tersenyum kecil.


Jing Mu yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut, tadinya Zhen Mu sangat yakin ingin keluar, tapi pada akhirnya, ia juga takut kehilangan hartanya.


“Ayo,” ajak Jing We kini akan melangkah, tapi langkahnya terhenti saat merasakan aura dari para anggota klan Zhen di belakangnya.


Tap tap..!!


Pandangan Zhen Mu dan Jing We pun melirik ke arah belakang.


“Kami sudah siap bertarung Pemimpin, Tuan Jing,” teriak para anggota klan Zhen setelah mendaratkan kakinya tidak jauh dari posisi Zhen Mu dan Jing We.


“Siap bertarung apanya?” Tanya Zhen Mu terlihat mengerutkan keningnya.


“Sudah, bertanyanya nanti saja,” ayo ajak Jing We.


Tap tap.


Jing We pun melangkah bersama Zhen Mu dan yang lainnya, hingga mereka berhenti di depan sosok Musang bewarna hitam.


“Apa kau akan pergi Zhen Mu?” Tanya sosok Musang kini melirik Zhen Mu.


“Hemm..!! Apakah kau ingin ikut?” Tanya Zhen Mu balik.


“Tidak, pergilah, karena tugasku menjaga tempat ini seperti yang sudah ku janjikan kepada leluhurmu di masa lalu,” Musang tersebut pun langsung menggelengkan kepalanya.


Zhen Mu pun langsung mengangguk. ”Baiklah, aku akan keluar,” ucap Zhen Mu.


Dret..!!


Musang tersebut pun langsung membuka pintu dan pada saat yang sama, sang Musang terdengar berbicara. “Hati-hati, ada manusia yang sedang menunggu kalian di luar sana, tapi aku tidak tahu dimana ia bersembunyi, itu artinya manusia ini sangat ahli dalam bersembunyi.” Ucap Musang bewarna hitam memberikan peringatan.


Zhen Mu dan Jing We pun saling melirik dan yakin jika itu Xiu Tian.


Sementara para anggota klan Zhen yang ada di belakang, kini bergumam sendiri-sendiri dan menduga jika itu mata-mata.


“Terimakasih senior,” ucap Zhen Mu, dan tanpa basa basi, ia dan Jing We pun langsung melangkah keluar.


Tap tap..!!


Deg deg..!!


Jantung Zhen Mu seketika kembali berdetak seperti sebelumnya, awalnya ia merasa hatinya tidak yakin mampu melindungi hartanya, sehingga ia menyembunyikannya di dalam sakunya. Tapi kini hatinya kembali merasakan gelisah dan sakit, yang artinya ini bukan karena harta saja.

__ADS_1


Pandangan Zhen Mu pun melihat ke arah sekelilingnya, tapi ia tidak merasakan siapapun di sekitaran sini.


Sama halnya dengan Jing We, dan saat mereka meluaskan indera kesadaran mereka, wajah keduanya seketika menjadi jelek, saat sadar jika di sekeliling mereka dan sejauh kesadaran mereka, mereka hanya menemukan rumah-rumah yang isinya telah hilang, bahkan para penduduk kini berkumpul di satu tempat dengan pakaian yang usang.


Glek..!!


“I..Ini gila saudara Jing, bagaimana bisa ia mengosongkan seluruh harta kota ini begitu cepat,” teriak Zhen Mu menelan ludahnya tidak percaya.


Jing We yang awalnya tidak terlalu percaya akan peringatan Xiu Bai pun, kini terlihat memasang wajah jelek. “Si..Sial, aku harus menjauhkannya dari Istanaku nanti, jika tidak, seluruh barang yang ada di sana pasti akan hilang tanpa sisa,” gumam Jing We terlihat merinding.


***


Di saat yang bersamaan, Xiu Tian yang melihat pintu bangunan tua terbuka awalnya terlihat sangat bersemangat, dan saat melihat Jing We melangkah keluar bersama seorang pria tua. Wajah Xiu Tian seketika berubah menjadi mengerikan.


“Di..Dia,” nada suara Xiu Tian terdengar bergetar hebat.


Deg deg..!!


“Aku yakin memang itu dia, sialan, akan ku bunuh kau,” gumam Xiu Tian langsung memancarkan aura membunuh yang sangat mengerikan saat ia melihat Zhen Mu.


Blush..!!


Tidak ada jejak kerasukan akan harta lagi yang terlihat di wajah Xiu Tian, melainkan yang terlihat hanyalah kebencian, niat membunuh, dendam dan hasrat yang bahkan tidak pernah muncul seumur hidup Xiu Tian.


...


Merasakan aura membunuh yang sangat mengerikan, tentu saja Zhen Mu dan Jing We sedikit merinding, karena baru pertama kali mereka merasakan aura membunuh semengerikan ini seumur hidup mereka, yang artinya orang yang memancarkan aura membunuh tersebut telah banyak membunuh orang.


Glek..!!


...


Kembali ke tempat Xiu Tian, ia saat ini langsung menguatkan kakinya.


Krak krak..!!


Terlihat kaki Xiu Tian layaknya sebuah per yang di tekan dan langsung di lepaskan.


Wuss..!!


Xiu Tian seketika langsung menghilang.


Dret..!!


“Mati,” teriak Xiu Tian langsung muncul di depan wajah Zhen Mu dengan tinju terayun.


Zhen Mu yang Instingnya merasakan bahaya, dengan cepat menyilang kedua tangannya.


Duar..!!


Walau begitu, saking cepatnya Xiu Tian, tetap saja Zhen Mu sedikit terlambat menghindar hingga wajahnya terkena tinju Xiu Tian. Beruntung Zhen Mu memiliki kekuatan fisik yang kuat, karena klan Zhen mengolah kekuatan fisik.

__ADS_1


“I..Ini,” ucap Jing We terlihat terkejut luar biasa saat Xiu Tian berniat membunuh Zhen Mu dan ia pun ingin berbicara kepada Xiu Tian.


Tapi Xiu Tian lebih dulu melirik Jing We dengan tatapan mata yang langsung membuat Jing We membeku.


“Jangan ikut campur jika kau tidak ingin musnah Tuan Jing,” ucap Xiu Tian dengan mata memerah penuh dendam dan kebencian.


Pandangan Xiu Tian pun kembali mengarah ke Zhen Mu yang kini bangkit.


Terlihat Zhen Mu sedikit terluka ringan, di sela bibirnya menetes darah.


Tapi Zhen Mu sama sekali tidak memikirkan lukanya. Ia kini melirik ke arah Xiu Tian dengan tubuh bergetar hebat di sertai air mata mengalir deras.


“Nak, apakah ini kau putri Cen Yue'er?” Tanya Zhen Mu dengan bibir bergetar hebat saat ia melihat wajah Xiu Tian yang mirip dengan sosok wanita yang dulu ia tinggal di tempat yang sangat jauh dari Alam Celestial ini.


Sementara Xiu Tian yang mendengar ucapan pria tua di depannya, membuat tubuh Xiu Tian semakin bergejolak hebat.


“Jangan pernah kau sebut nama ibuku sialan, akan ku hancurkan kau beserta seluruh klanmu,” teriak Xiu Tian langsung meraung dengan emosi campur aduk.


Blush..!!


Dret..!!


Xiu Tian kembali muncul di depan Zhen Mu dan langsung mengayunkan tinjunya ke arah wajah Zhen Mu.


Wung..!!


Duar..!!


Tubuh Zhen Mu seketika terseret beberapa meter, terlihat ia kini mampu menahan serangan Xiu Tian.


Xiu Tian tidak berhenti sampai di sana saja, ia kembali menghilang dan langsung muncul di berbagai tempat di sekeliling Zhen Mu dengan berbagai serangan Xiu Tian lancarkan.


Bom bom bom..!!


***


“I..Ini, gumam Duan Du yang sedang duduk berkultivasi dan di bantu Zuu San, langsung membuka matanya.


“Ada apa Yang Mulia?” Tanya Zuu San bingung saat melihat tubuh Duan Du bergetar hebat.


Tap tap..!!


“Amarah ini, dendam ini, sakit hati yang berasal dari paman Tian ini, ini pertama kalinya aku merasakan ini,” gumam Duan Du langsung melirik ke arah Zuu San.


“Bawa dengan cepat pergi menuju klan Zhen,” ucap Duan Du dengan wajah dingin.


Zuu San pun langsung mengibaskan energinya, setelah menyelimuti tubuh Duan Du, Zuu San pun langsung membawa Duan Du pergi dengan kecepatan penuhnya.


Dret..!!


Wuss wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2