
“Jika begitu pergilah,” ucap Jing We melambaikan tangannya.
Wuss..!! Wuss..!!
Jendral Perang Fang Liu dan Jendral Perang He Xin pun langsung melesat ke arah wilayah kekuasaan Jendral Perang Dong Lu.
...
Sementara Penguasa Jing We yang kini masih berdiri di tempat melirik ke arah kanan. “Tetap awasi pergerakan orang luar yang menurutmu mencurigakan, jika ada yang seperti itu, langsung hubungi aku,” perintah Jing We ke arah bayangan yang telah menyatu dengan udara.
Dret..!!
Setelah yakin dengan strateginya, Jing We pun langsung melesat pergi ke arah Istana Pusat.
Wuss..!! Wuss..!!
***
Tap tap..!!
“Hemm..!! Kakak, apa kau juga merasakannya?” Lirik Jing Lujie ke arah Jing Chen.
Jing Chen tidak menjawab, ia kini fokus melirik ke arah hutan tanpa batas.
“Kembalilah beritahu ayah, jika orang yang kita tunggu mungkin tidak lama lagi akan muncul,” ucap Jing Chen memberitahu adiknya dan tetap fokus melirik ke arah Hutan tanpa batas.
Entah mengapa, saat ini Jing Chen merasakan tiba-tiba tubuhnya terus menerus bergetar menahan rasa takut.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Jing Lujie pun langsung membalik badan lalu pergi setelah mendengar perintah kakaknya.
“Semoga saja tidak terjadi apa-apa,” gumam Jing Chen berharap dalam hati.
***
Tap tap..!!
“Sayang,” teriak Xiu Mu Lian berteriak lantang saat melihat cucunya.
Bruk..!!
Urgh..!!
Xiu Bai yang di peluk sangat erat oleh neneknya seketika tidak bisa bernapas.
“Nenek, Bai'er tidak bisa bernapas,” ucap Xiu Bai melalui telepati.
__ADS_1
Xiu Mu Lian yang mendengar itu pun langsung melepas pelukannya.
Bruk bruk bruk..!!
Tepat setelah Xiu Mu Lian melepas pelukannya, Xiu Lou dan semua anggota klan Asura pun satu persatu mulai memeluk Xiu Bai.
Xiu Bai terlihat hanya bisa pasrah saja.
Dan tak lupa juga semua yang ikut pergi bersama Xiy Bai di sambut dengan penuh kasih sayang.
...
Malam harinya.
“Bagaimana Bai'er, apakah kau kesulitan membunuhnya?” Tanya Xiu Lou kini melirik ke arah putranya.
Mendengar pertanyaan Xiu Lou, semua orang yang sedang menikmati acara makan malam pun melirik ke arah Xiu Bai, termasuk Xiu Tian, Han Liu, Tu Long, Duan Du dan kelima Iblis Pembantai.
“Itu dia ayah, sebenarnya saat bertemu dengannya, aku berpikir akan melakukan pertarungan penuh dan membutuhkan waktu lama untuk melukai maupun membunuhnya, tapi nyatanya tidak, aku seolah seperti bertemu dengan makhluk fana, membunuhnya seolah menebas udara saja, tanpa ada penghalang.” Jawab Xiu Bai.
Mendengar jawaban Xiu Bai, semua orang mengerutkan keningnya termasuk Xiu Mu Lian dan Xiu Lou.
Melihat tingkat kultivasi Xiu Bai saat ini, Xiu Mu Lian dan Xiu Lou berpikir jika Xiu Bai memang bisa membunuh Naga Hitam yang sudah terluka parah. Tapi itu setidaknya membutuhkan waktu setidaknya beberapa hari saja.
Mungkin untuk tetua klan Asura, membunuh Naga Hitam seolah melambaikan tangan memang bisa, tapi untuk Xiu Bai, itu pasti membutuhkan usaha keras, itulah yang ada di dalam hati Xiu Mu Lian dan Xiu Lou saat ini.
Sementara Xiu Bai yang melihat semua orang penasaran, Xiu Bai pun mengeluarkan mayat Naga Hitam.
Bom..!!
Melihat tubuh Naga Hitam yang cukup besar, Xiu Bai tentu saja mengeluarkannya di luar klan.
Tap tap..!!
“I..Ini,” para tetua klan yang melihat mayat Naga Hitam terlihat melebarkan matanya, itu karena mereka langsung menyadari jika Naga Hitam tidak mati dengan pedang yang di aliri energi. Itu murni tebasan tanpa energi dan dalam sekali tebas saja.
Bahkan Xiu Mu Lian dan Xiu Lou pun ikut mengerutkan keningnya.
“Hemm..!! Cara Bai'er membutuh Naga Hitam tanpa energi dan murni dengan kekuatan fisik saja, seolah aku melihat dirimu Lou'er,” ucap Xiu Mu Lian.
Xiu Lou mengangguk membenarkan, tentu mudah bagi Xiu Lou membunuh Naga Hitam sewaktu dalam kondisi prima Naga Hitam sekalipun.
Dan saat melihat bekas luka Naga Hitam saat ini, ia merasa putranya juga mampu melakukan hal yang sama untuk membunuh Naga Hitam dalam kondisi prima.
Tap tap..!!
Blush..!!
“Aku membunuhnya dengan pedang ini ayah, seperti yang aku katakan dulu, bukan kah aku pernah memperlihatkan pedang ini kepadamu, tapi kau tidak tahu apa-apa dengan pedang ini,” ucap Xiu Bai menunjukkan pedang hitam bertulis Asura.
__ADS_1
Xiu Lou tentu pernah di tanyai tentang pedang Asura, tapi ia memang tidak mengetahui asal usulnya.
Sementara Xiu Mu Lian yang baru pertama kali melihatnya, kini tubuhnya bergetar hebat, bukan karena takut melainkan merasa bernostalgia dengan pedang yang Xiu Bai pegang.
Bahkan saat ini Xiu Mu Lian seolah melihat sosok yang dulu memegang Pedang Asura.
“I..Ini,” gumam Xiu Mu Lian tanpa sadar meneteskan air matanya dan ada juga satu tetua ikut meneteskan air matanya.
Mereka yang tertua di dalam klan Asura tentu sangat mengenal pedang yang terlihat tanpa aura atau energi tersebut.
“Eeh,, ada apa? Apa kau mengenal pedang ini Bu?” Tanya Xiu Lou terlihat terkejut, karena ini ketiga kalinya ia melihat sosok yang selalu menjaganya dari kecil meneteskan air mata.
“Berkah dan keberuntungan Bagi Klan Asura,” ucap Xiu Mu Lian dan tetua tersebut serempak.
Mendengar kata-kata tabu tersebut, semua tetua klan dan Xiu Lou membelalakkan mata mereka, karena ucapan tersebut hanya bisa di ucapkan oleh orang yang setara dengan pendiri klan Asura yang akan menaikkan drajat klan serta membawa kebahagian dan itu juga akan membawa era baru bagi klan Asura.
Dalam sejarah klan Asura, hanya satu orang saja yang mampu memegang Pedang Asura serta bisa menggunakan kekuatan penuhnya.
Dia adalah pendiri Klan Asura yang sebenarnya seorang manusia, dan menikah dengan seorang Iblis Wanita yang satu-satunya tersisa berasal dari Ras Asura di masa lalu.
Setelah menghilangnya Pendiri klan Asura di masa lalu dan hanya meninggalkan istri anak serta pedangnya.
Lahirlah klan Asura yang namanya di besarkan oleh putra dan putri pendiri klan Asura.
Singkatnya, putra dan putri klan Asura ini adalah kakek dari Xiu Lou dan ayah dari Xiu Mu Lian.
Tentu saja Xiu Lou tidak tahu tentang pedang Asura, karena Pedang Asura menghilang saat Xiu Mu Lian masih kecil dulu.
...
“Berkah dan keberuntungan bagi klan Asura, terimakasih nak,” ucap Xiu Mu Lian langsung memeluk Xiu Bai dengan penuh kasih sayang.
Bukan hanya Xiu Mu Lian, semua anggota klan pun ikut memeluk Xiu Bai dengan tangis bahagia.
...
Keesokan paginya.
Setelah menceritakan semua asal usul klan Asura kepada Xiu Bai, kini Xiu Bai sedikit tahu tentang Pedang Asura dari cerita neneknya.
Ia juga saat ini mengetahui ingatan yang selalu muncul di kepalanya. Tapi Xiu Bai tidak ingin mengatakannya terlebih dahulu.
“Jika begitu, apakah klan Asura akan membuka jati diri lagi kepada seluruh Alam Celestial? Tidak menutup diri lagi?” Tanya Xiu Bai kini melirik neneknya.
“Hem..!! Itu tergantung keinginanmu nak, karena setiap ucapanmu di anggap yang tertinggi di sini, dapat di katakan saat ini ada dua pemimpin klan, makanya aku katakan akan ada perubahan klan. Setiap pemimpin baru biasanya akan terus mentaati peraturan lama yang di tinggalkan pemimpin lama, tapi kini kau adalah peraturan itu, karena kau menjadi pemimpin penerus pendiri klan di saat ayahmu masih menjadi pemimpin.” Jawab Xiu Mu Lian.
Xiu Bai pun langsung melirik ayahnya dan para tetua klan yang kini mengangguk setuju sambil tersenyum bahagia.
Melihat mereka tanpa beban saat tersenyum dan itu murni seolah mereka sangat mempercayai dirinya. Xiu Bai pun langsung bangkit.
__ADS_1
“Jika begitu.”