Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kerjasama Bai Han dengan Para Bayangan dan Membebaskan Para Budak


__ADS_3

“Khehe,, ayo kita mulai bersenang-senang yang sesungguhnya,” kekeh Tu Long dan matanya seketika bersinar, tanda Tu Long mulai menikmati pertarungannya.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Crash crash crash..!! Bomm.!!


Tepat setelah Tu Long selesai bicara, dua bilah pedang yang di selimuti oleh energi Dewa Iblis Neraka, seketika melesat kesana kemari mencabik-cabik tubuh Tu Long tanpa henti, hingga terdengar suara ledakan, akibat gesekan sisik Tu Long dengan pedang.


“Haha,, dasar idiot, mati kau sialan,” teriak Penguasa Kota terdengar tertawa bahagia, karena melihat Tu Long tidak mampu menghindari setiap tebasan pedangnya.


Tap tap..!!


Penguasa Kota langsung turun setelah melihat samar-samar Tu Long bergeletak di balik kepulan asap.


“Hehe,, mati kau,” kekeh Penguasa Kota yang terlihat langsung mengayunkan tangan kanannya untuk menebas Tu Long yang terbaring dalam jarak 5 meter di depannya.


Slash..!!


Sret..!! Bomm..!!


Tepat saat bilah pedang akan mencapai tubuh Tu Long, Tu Long langsung bangkit dan menggeser tubuhnya ke samping.


“Hoho,, sangat menyenangkan,” ucap Tu Long yang kini tubuhnya di penuhi luka tebasan, serta darah terus menetes.


Melihat Tu Long bangkit, mata Penguasa Kota melotot tak percaya.


“I..Ini, ini tidak mungkin,” ucap Penguasa Kota tanpa sadar mundur satu langkah.


“Sialan, akan ku cabik-”


Wuss..!!


Bamm..!!


Duarr..!!


Sebelum Penguasa Kota menyelesaikan ucapannya, mulutnya seketika terkena hantaman tinju Tu Long, hingga membuatnya terlempar jauh.


“Heh,, kali ini giliran ku menyerang idiot, tadi itu aku memberikanmu kesempatan. Tapi kali ini tidak ada lagi kesempatan,” ucap Tu Long tersenyum lebar.


Dret..!!


Dengan cepat Tu Long melesat ke arah musuhnya dan langsung muncul tepat di depan musuhnya.

__ADS_1


Tanpa memberikan waktu jeda, atau kesempatan untuk menggerakkan pedangnya, Tu Long dengan cepat menerjang menggunakan kakinya.


Boomm..!!


Arrghh..!!


Huekk..!!


Tepat saat kaki Tu Long menginjak perut musuhnya, Penguasa kota seketika berteriak kesakitan di sertai menyemburkan darah ke kaki Tu Long.


Tu Long yang sudah menganalisa musuhnya dan insting kuatnya merasakan jika kedua pedang musuhnya di hubungkan menggunakan benang energi, serta ikatan melalui darah.


Kini tidak akan lagi memberikannya untuk menggunakan pedangnya lagi. Karena jika musuh menggunakan pedangnya, maka Tu Long lah yang akan kalah.


Dengan cepat Tu Long mengayunkan tangan kirinya di saat masih menginjak tubuh musuhnya.


Slash..!!


Crash..!!


Arghh..!!


Dalam sekejap tangan kiri musuh Tu Long langsung putus, tidak berhenti sampai di sana saja, Tu Long kembali mengayunkan tangan kirinya untuk memotong tangan kanan musuhnya.


Arghh..!!


Teriakan yang lebih besar kembali terdengar menggema.


Tidak merasa iba, Tu Long malah memasang wajah dingin.


“Kenapa kau begitu cengeng sialan?”


“Apa kau tidak merasakan apa yang di rasakan para budak akibat kelakuan mu juga hah.” Ucap Tu Long dengan nada dingin.


Glek..!!


Penguasa Kota yang memasang wajah kesakitan, di sertai memasang wajah iba, seketika ketakutan di saat memandang wajah Tu Long.


“Ekspresi menjijikkan yang kau tampilkan ini malah semakin membuat ku muak,” ucap Tu Long, seketika mengayunkan tangan kirinya.


Slash..!!


Crash..!! Bruk..!!


Kepala penguasa kota langsung melayang, di sertai darah menyemprot keluar.

__ADS_1


Tu Long yang melihat itu, langsung meludah.


“Cuih,, ingin rasanya aku menyiksamu lebih lama lagi, tapi kami tidak mempunyai banyak waktu di kota ini.” Ucap Tu Long, yang entah kenapa, kecerdasannya tiba-tiba muncul.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Dengan cepat Tu Long melesat ke pusat kota, karena ia mendengar suara pertarungan masih terjadi di sana.


***


Slash..!! Slash..!! Slash..!!


Argghh..!!


Di sebuah arena, terlihat Bai Han berdiri di salah satu puncak bangunan sembari menggerakkan ribuan benang energi.


Beberapa Bangsawan yang menghuni tempat itu, terlihat mencoba mendekati Bai Han.


Tapi dalam sekejap bayangan muncul dan menusuknya hingga mati.


Kerja sama yang Bai Han dan Duan Du lakukan terlihat sangat kompak dan sulit di lawan.


Terlihat jelas para bayangan muncul membunuh para musuh yang masih bertahan hidup setelah terkena benang energi.


Dan para bayangan juga melindungi area tempat Bai Han berdiri.


...


Di sisi berbeda, di dalam ruangan bagian utara Arena, Duan Du yang baru melepasnya para budak, kini tersenyum lebar.


Tap tap..!!


“Baiklah, sudah saatnya kalian semua mengamuk dan membalaskan dendam kalian. Jangan ragu untuk menghancurkan area sekitar kalian. Karena semua penghuni kota ini adalah musuh kita,” ucap Duan Du menyeringai tipis.


Huaa..!!


Bunuh..!!


Bunuh..!!


“Bunuh semuanya, balaskan dendam kita selama ini,” teriak seluruh budak, yang menyebabkan suaranya menggetarkan bangunan di tempat mereka, saking menggemanya suara mereka.


“Tunggu apa lagi, ayo bantai mereka,” teriak Duan Du terlihat akan melesat dan sengaja memprovokasi mereka.


Dret..!! Wuss wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2