Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Berita dari Jendral Perang Yun yang Kembali dan Sosok Jendral Perang Fang


__ADS_3

Duan Du tentu pernah mendengar Han Liu, Du Jian dan Meng Chen sangat menakuti nenek dari kakaknya, sehingga ia memanfaatkan kesempatan sekecil apapun.


Walau ia tidak pernah melihat nenek dari kakaknya, ia yakin nenek dari kakaknya pasti sangat menyayangi Xiu Bai.


Sama halnya sebelum kakaknya di Reinkarnasi, dulu sebelum di Reinkarnasi kakaknya juga sangat di sayangi oleh neneknya.


Tentu Duan Du juga sangat di sayangi, tapi karena ia sering mengacau, ia pun selalu di hukum. Dan kini Duan Du ingin memanfaatkan kesempatan saat bertemu dengan nenek dari kakaknya dengan pengalaman yang ia pernah rasakan dulu.


Wajah Duan Du seketika tersenyum lebar saat membayangkan hal tersebut. “Hehe,, saat bertemu nanti aku akan menjadi cucu yang baik, karena dengan itu aku bisa menekanmu paman Chen,” kekeh Duan Du dalam hati.


...


“Ayo,” ajak Duan Du layaknya seorang Tuan muda yang memimpin para bawahannya.


Dengan patuh Han Liu dan anggota Iblis Pembantai mengikuti Duan Du yang melesat ke arah barat.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tidak lama setelah kepergian Duan Du, Han Liu dan yang lainnya.


Meng Chen muncul sambil memasang wajah jelek.


“Rubah licik itu, entah mengapa perasaanku tidak nyaman saat melihat senyumnya tadi,” gumam Meng Chen dalam hati.


“Hemm..!! Aku harus memberikannya sedikit bimbingan kecil nantinya agar ia tidak kurang ajar terhadap orang tua, dan tentunya sebelum itu, akan ku beri kau pelajaran Rubah licik,” gumam Meng Chen langsung tersenyum licik dalam hati.


Dret..!!


Dalam sekejap Meng Chen menghilang dan arah yang ia tuju tentunya ke arah mana Duan Du pergi.


***


Tap tap..!!


“Hem..!! Di sini pun tidak ada jejak sama sekali,” gumam sosok berjubah putih muncul di lokasi dimana Xiu Bai bertarung melawan dua Jendral Perang.


Terlihat sosok tersebut berjongkok sambil mengambil tanah yang ada di bawahnya lalu menciumnya.


“Bau ini adalah bau dari salah satu Jendral Muda Terlemah milik Dinasty Kuno, aku tak menyangka jika dia yang muncul ke tempat kecil ini,” gumam sosok berjubah putih kini bangkit.


“Jika begitu, apakah mereka mengetahui rencana ku?” Sambung sosok tersebut kini merenung.


“Anak-anak menyebarlah lalu bersihkan semua jejak kita, jangan ada yang tersisa, karena aku yakin tak lama lagi akan datang orang-orang yang berasal dari Dinasty Kuno, akan berbahaya jika ia menemukan jejak kita,” ucap sosok berjubah.

__ADS_1


Dret..!!


Dret..!!


Tak lama ribuan sosok berjubah hitam muncul dari bayangan sosok berjubah putih lalu menyebar.


“Baiklah, jika begitu lebih baik aku pergi dari Benua kecil ini ke Benua Besar yang setengahnya telah kami kendalikan,” gumam sosok berjubah putih langsung menghilang.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


***


Satu minggu telah berlalu.


Tap tap..!!


Urgh..!!


Hoek..!!


Sementara saudara pertama atau salah satu Jendral Perang yang berhasil melarikan diri muncul di depan sebuah gerbang yang memiliki benteng sangat tinggi, saking tingginya bahkan sampai di tutupi oleh awan.


Dret..!!


Tap tap..!!


Tentu saja Komandan penjaga akan langsung bertanya dan tidak mengenal Jendral Perang. Karena saat ini kondisi Jendral Perang sangatlah berantakan di sertai ia kini tidak memakai busana sama sekali layaknya orang gila.


“Ini aku sialan,” teriak Jendral Perang langsung menatap tajam Komandan Penjaga.


Saat Komandan penjaga melihat wajah Jendral Perang, wajah Komandan penjaga seketika berkeringat dingin.


“Je..Jendral Perang Yun,” ucap komandan penjaga dengan nada terbata-bata dan dengan cepat ia menarik tombaknya lalu mendekati Jendral Perang Yun.


Tap tap..!!


“A..Apa yang terjadi dengan anda Jendral? Mengapa anda bisa begini?” Tanya Komandan penjaga memberanikan diri untuk bertanya.


“Jangan banyak tanya kau, cepat bawa aku menuju Istana kedua sebelum aku mati,” ucap Jendral Perang Yun dengan nada dingin.


Tentu saja Jendral Perang Yun sadar jika hidupnya tak akan lama lagi, jadi jika terlambat memberikan informasi, maka semuanya akan sia-sia.

__ADS_1


“Buka gerbang, ini keadaan darurat tingkat tinggi, siapkan para kultivator yang menguasai Hukum Ruang cepat,” teriak Komandan penjaga.


Wung..!!


Dalam sekejap gerbang terbuka lebar dan puluhan kultivator yang menguasai Hukum Ruang juga langsung muncul.


Tap tap..!!


Tanpa basa basi, mereka pun membuat sebuah portal yang langsung menuju Istana Kedua.


Wuss..!!


Jlep..!!


Komandan Penjaga bersama Jendral Perang Yun pun langsung hilang setelah tubuh mereka di tutupi cahaya Hukum ruang.


Dan tepat di saat Komandan Penjaga bersama Jendral Perang Yun menghilang, para penjaga dan penduduk yang melihat kejadian tersebut langsung saling berbisik satu sama lain.


“Hei,, apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Jendral Perang Yun?” Tanya salah satu penjaga.


“Jika kau bertanya kepadaku, lantas kepada siapa aku bertanya,” dengus rekannya yang tentunya tidak tahu juga.


“Aku juga tidak melihat Jendral Perang Yan bersamanya, itu artinya telah teejadi sesuatu yang mengerikan terhadap mereka dan aku yakin tak lama lagi akan ada perang besar,” sambung rekannya yang tadi mendengus.


Dalam sekejap rumor tentang Jendral Perang Yun yang kembali dalam keadaan mengenaskan menyebar ke seluruh pelosok Dinasty kedua, bahkan sampai ke Dinasty Pusat.


Saat rumor menyebar, banyak para kultivator bebas yang menetap di sana maupun para penduduk asli kini mengangit-ngaitkan dengan kebejatan kedua Jendral Perang dan kini mereka menerima balasan atau karma, akibat kelakuan mereka.


Di suatu tempat yang masih di sekitaran Ibukota Kedua Dinasty Kuno.


Terlihat sosok pemuda duduk di sebuah kedai dengan jubah perang lengkap dengan armor dan pedang berasung di pinggangnya.


Tap tap..!!


“Jendral Perang Fang, ada berita cukup besar, saat ini Jendral Perang Yun kembali dalam keadaan sekarat dan ia memberi informasi jika Klan Iblis Asura lah yang telah membuatnya begitu dan bercerita jika Klan Iblis Asura pastinya menginginkan Perang dengan sengaja melukai dirinya dan membunuh saudaranya tanpa sebab,” ucap salah satu pria terlihat berumur 50 tahun muncul di samping Pemuda yang di panggil Jendral Perang Fang, dan memiliki nama asli Fang Liu.


“Hemm..!! Hanya petinggi bodoh yang akan mempercayai ucapan anak kecil itu,” ucap Jendral Perang Fang melirik ke arah pria berumur 50 tahunan yang juga seorang Jendral Perang.


“Semua petinggi Istana Kedua tahu jika kedua anak kecil itu selalu melakukan apapun semau mereka semenjak mereka menjadi Jendral. Bahkan nama mereka sangat jelek di seluruh ibukota karena kelakuan mereka yang semena-mena.” Sambung Jendral Perang Fang sambil menikmati arak yang ada di depannya.


“Kau benar, tapi jika kita membiarkan ini terjadi, maka nama Dinasty Kuno akan tercemar, jadi Penguasa Kedua menyuruh semua Jendral Perang dan petinggi istana untuk berkumpul saat ini. Jadi saya kesini untuk mengajak anda kembali ke Istana Kedua,” ucap Jendral Perang Hong.


“Hemm..!! Beritahu saja mereka jika aku malas ikut campur masalah anak-anak, tidak ada kerjaan saja, dan juga nama Dinasty Kuno memang sudah tercemar dari dulu, jadi alasan tersebut sudah basi,” ucap Jendral Perang Fang melirik ke arah Jendral Perang Hong.


Jendral Perang Hong hanya bisa terdiam, tak lama ia pun membungkukkan badannya lalu meminta izin untuk pamit.

__ADS_1


Tap tap..!!


__ADS_2