Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Ren Saxin serta Ren Jiang dan Menunggu Kedatangan Anggota Keluarga


__ADS_3

“I..Ini,” gumam wanita tua yang langsung sadar jika apa yang ia duga benar. “Dia sangat kuat, tapi aku tak menduga jika ia memiliki kekuatan melebihi Penguasa Kota ini,” gumam wanita tua langsung bangkit.


Krak krak..!!


Blush..!!


Wajah wanita tua seketika berubah menjadi jauh lebih muda, kini ia terlihat seperti wanita dewasa berusia 30 tahunan. Karena inilah wujud aslinya dulu.


Tak lama, pandangan nenek Ren Jiang pun mengarah ke monster kepala Babi.


“Sudah saatnya aku bergerak, aku sudah tidak tahan akan tekanan Tuan kalian selama ini,” ucap nenek Ren Jiang.


Dret..!!


Tanpa menunggu waktu lama dan tanpa memberikan kesempatan bagi monster kepala Babi untuk bereaksi, nenek Ren Jiang langsung melesat ke arah monster kepala Babi.


Slash..!!


Bruk..!!


Mata monster kepala Babi seketika melotot, sebelum kepalanya terjatuh menggelinding kebawah.


Seketika semua bawahan monster kepala Babi langsung melotot.


“Bu..Bunuh jal**ng ini,” teriak salah satu bawahan monster kepala Babi.


Slash..!!


Bruk bruk bruk..!!


Namun sebelum mereka semua bergerak, tubuh mereka lebih dulu terpotong oleh sebilah angin yang melewati tubuh mereka.


Tap tap..!!


Nenek Ren Jiang yang sengaja menyisakan satu bawahan monster kepala Babi, kini terlihat melangkah ke arahnya.


Tap..!!


”Kembalilah dan beritahu Tuan kalian, jika Ren Saxin Sang Wanita Angin telah kembali dari tidur panjanganya.” Ucap Ren Saxing melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Bamm..!!


Seketika tubuh bawahan monster kepala Babi langsung terlempar keluar.


Dan terlihat bawahan monster kepala Babi langsung bangkit, lalu lari kocar kacir.


...


Wuss..!!


Bruk..!!


“Huaa,, nenek, kau sangat kuat dan cantik sekali, kenapa Ren'er baru di beritahu,” teriak Ren Jiang langsung menerjang ke arah neneknya dan memeluknya dari belakang.


Ren Saxin yang melihat kelakuan cucunya, awalnya ingin menasehatinya. Tapi setelah mendengar suara telepati dari Xiu Bai.


Ren Saxing pun langsung melepaskan pelukan cucunya lalu membalik badan.

__ADS_1


“Ren'er, jaga sikapmu terhadap tamu, dan apa kau tidak mual melihat banyak darah di sekitarmu ini,” ucap Ren Saxing memegangi kedua pipi cucunya hingga membuat wajah Ren Jiang terlihat cemberut.


“Huh,, bukankah Ren'er dari kecil selalu melihat darah nenek yang selalu di pukuli, jadi melihat darah seperti ini, sudah biasa bagi Ren'er,” ucap Ren Jiang dengan wajah cemberut.


Mendengar ucapan cucunya, Ren Saxin pun langsung tersadar akan penderitaan cucunya dari kecil.


Bruk..!!


“Maafkan nenek Ren'er, nenek janji tidak akan membuat Ren'er menderita lagi,” ucap Ren Saxin langsung memeluk cucunya dengan erat dan penuh kasih sayang.


Sama halnya dengan Ren Jiang, ia pun ikut memeluk neneknya dengan erat dan tidak ingin melihat neneknya menderita lagi.


“Hem hem..!! Jika Ren'er sudah kuat, maka Ren'er lah yang akan menjaga nenek nanti. Ren'er janji akan hal itu,” ucap Ren Jiang langsung mengepalkan erat tangannya.


...


Xiu Bai yang melihat ikatan antara nenek dan cucu tersebut, ikut tersenyum-senyum sendiri.


“Huuf,, aku jadi rindu nenek ku, bagaimana kabar mereka sekarang ya?” Gumam Xiu Bai langsung membayangkan wajah neneknya Xiu Mu Lian.


...


Duaarr..!!


Jauh di salah satu bangunan yang terlihat tinggi dan mewah, tepatnya di lantai 10, terlihat sosok monster kepala Serigala Hitam menghantam tubuh bawahan yang Ren Sixan lepaskan tadi.


Terlihat tubuh monster tersebut langsung meledak setelah terkena tangan monster kepala Serigala Hitam.


“Dasar sialan, si jal***ng itu sudah mulai berani rupanya,” ucap monster kepala Serigala Hitam dengan nada mengerikan.


Dret..!!


“Sebelum Tuan tahu masalah ini, kalian semua cepat bereskan wanita sialan itu dan jangan lupa bawa cucunya kesini,” ucap monster kepala Serigala Hitam dengan nada dingin.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Tanpa banyak bicara, semua bawahan monster kepala Serigala Hitam langsung melesat keluar dari sana.


Terlihat sebelum semua bawahan monster kepala Serigala pergi, semua dari mereka memiliki kekuatan Raja Energi ⭐ 5 dan dua terkuat ada di Raja Energi ⭐ 9 Puncak.


Sementara untuk monster kepala Serigala Hitam, kekuatannya setara dengan Du Lang, yaitu Kaisar Energi ⭐ 5 Ahir.


Tap tap..!!


Setelah semua bawahannya pergi, kini monster kepala Serigala Hitam langsung bangkit dan hendak pergi menuju salah satu rekannya.


“Walau wanita sialan itu tidak terlalu kuat dimataku, aku yakin jika ia berani bergerak, karena ada sosok kuat di belakangnya.” Ucap monster kepala Serigala Hitam yang cukup mengenal siapa Ren Saxin.


“Jadi aku harus meminta bantuannya secara diam-diam tanpa di ketahui oleh Tuan,” sambung monster kepala Serigala Hitam yang terlihat sangat takut jika Tuannya tahu akan kegagalannya dalam bertugas.


***


Kembali ke penginapan.


Tap tap..!!


“Silahkan di nikmati paman,” ucap Ren Jiang menyodorkan nampan berisi makanan ke arah Xiu Bai.

__ADS_1


“Ren'er, sudah nenek beritahu, jangan bertindak kurang ajar,” ucap Ren Saxing langsung melototi cucunya.


Namun Ren Jiang dengan cepat mengalihkan pandangannya sembari bersiul-siul.


“Sudah-sudah, biarkan saja ia sesukanya memanggilku,” ucap Xiu Bai terlihat menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.


“Nah kan, paman saja tidak mempermasalahkannya, kenapa nenek malah yang selalu keberatan, huh,” celetuk Ren Jiang.


“Ren'er,” ucap Ren Saxin dengan nada sedikit lantang.


Merasakan neneknya kali ini benar-benar marah, dengan cepat Ren Jiang berlari ke balik pundak Xiu Bai untuk bersembunyi.


”Huaa,, paman, nenek mau memakan Ren'er, tolong selamatkan Ren'er,” teriak Ren Jiang dengan nada sesedih mungkin.


Ren Saxin yang hendak menangkap cucunya, seketika tidak jadi, ia pun langsung membungkukkan sedikit badannya ke arah Xiu Bai.


“Terimakasih karena telah membantu dan menyelamatkan keluarga kecil kami Tuan, semua bantuan anda, tidak akan pernah kami lupakan,” ucap Ren Saxin dengan nada tulus.


Xiu Bai dengan cepat mengangkat tangannya. “Tidak perlu berterimakasih dan belum saatnya kau berterimakasih, karena ini baru awal, sama sekali belum di mulai,” ucap Xiu Bai dengan nada hangat.


Ren Saxin pun paham akan ucapan Xiu Bai, ia pun langsung menggenggam tangannya dengan erat, tanda akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk menjaga tempat ini, agar cucunya tetap aman.


***


Wuss wuss..!!


“Apa kau yakin ini arahnya bocah?” Tanya Tu Long melirik ke arah Duan Du.


“Tentu saja otak dongol, lihatlah peta, inilah satu-satunya kota yang bernama Kota Perjudian di Wilayah Barat ini, tidak ada yang lain,” dengus Duan Du.


“Hoo,, aku kan hanya bertanya, kenapa kau malah ngegas dan memanggilku dongol sialan,” dengus Tu Long melototi Duan Du.


“Heh,, kau dulu yang memanggilku bocah, idiot dongol,” balas Duan Du dengan tatapan juga.


Kini terlihat keduanya berhenti dan saling tatap, padahal di depan ibu mereka, mereka sangatlah berwibawa dan selalu memanggil dengan sebutan saudara. Tapi saat ibu mereka tidak berada di sini, itu bertolak belaka.


Tap tap..!!


“Paman, apakah bisa kalian berhenti berdebat sesaat saja,” ucap Bai Han yang terlihat sudah sadar.


“Padahal kalian baru bertemu, dan aku mengira dengan perpisahan kalian, kalian akan sedikit berubah dengan malu-malu, tapi semua angan-anganku terbalik, bukannya saling segani, kalian malah saling caci setiap saat.” Sambung Bai Han dengan nada kesal di sertai tangan kanannya bersender di pinggangnya.


Wajah Duan Du dan Tu Long yang tadinya ganas, seketika melunak saat mendengar kekesalan Bai Han.


“Hehe,,.dia duluan yang memulai Han'er, kau sendiri tahu itu bukan, jadi salahkan dia,” ucap Duan Du dengan tawa kecil.


“Heh,, dasar licik, bukankah kau yang lebih dulu, sekali licik tetap saja licik,” dengus Tu Long terdengar tidak ingin di salahkan secara sepihak.


“Cukup,” ucap Bai Han langsung berteriak saat melihat kedua pamannya akan kembali berdebat lagi.


“Sini petanya,” ucap Bai Han menjulurkan tangannya ke arah Duan Du.


Duan Du dengan santai memberikan peta tersebut kepada keponakannya.


Sret..!!


“Hemm..!! Apa benar ayah berada di sini dan sedang menunggu kita?” Tanya Bai Han memastikan.


“Benar, ia tadi menghubungi kami,” jawab Tu Long dan Duan Du serempak.

__ADS_1


“Katanya kita di sana akan ada tugas yang menyenangkan, jadi kami pun membawa kalian semua agar bisa ikut bersenang-senang,” sambung Duan Du dengan senyuman lebarnya.


__ADS_2