Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Penyesalan Di Belakang Memang Menyakitkan


__ADS_3

Zhen Mu yang kini di sembuhkan oleh Duan Du dan Tu Long dengan cara mengalirkan energi mereka dan juga memberikan pil penyembuh, hanya bisa terdiam sambil mengeluarkan senyum melihat itu.


Bahkan Zhen Mu pun ikut tersenyum bahagia, saat melihat ketiganya sangat akur. Walau beberapa saat yang lalu dirinya telah di hajar oleh putranya kandungnya sendiri.


Ia tentu sadar jika apa yang putranya lakukan adalah hal yang belum bisa membayar apa yang telah dirinya lakukan di masa lalu.


Ia dengan tega pergi membawa kakak Xiu Tian dan meninggalkan Xiu Tian bersama Ibu dan Neneknya tanpa kabar. Bahkan pada saat itu, dirinya juga menghapus ingatan putranya bersama yang lainnya, agar putranya tidak terlibat masalahnya sendiri.


***


Dua hari telah berlalu.


Setelah Xiu Tian di berikan penjelasan oleh kakaknya Zhen Ji, Xiu Tian pun merasa sedikit baikan. Tapi ada juga jejak kemarahan di dalam hatinya.


Bukan cuman Xiu Tian, bahkan Xiu Bai, Duan Du, Tu Long, Jing We dan We Qifen yang mendengar cerita Zhen Ji, ikut merasakan kemarahan di dalam hati mereka.


Karena jika memang Zhen Mu takut Xiu Tian dan isrtinya terlibat masalahnya di masa lalu, lantaran di kejar oleh orang-orang Menara. Kenapa Zhen Mu hanya membawa Zhen Ji seorang? Itulah yang saat ini ada di dalam benak semua orang.


Jika memang takut, seharusnya Zhen Mu pastinya akan pergi seorang diri. Karena tidak membawa beban.


Menurut penjelasan Zhen Ji tadi, saat ia di bawa, ia hampir ratusan kali di serang oleh orang-orang menara hingga di Alam Celestial.


Mereka bisa tenang di saat melewati ribuan Alam Celestial, hingga mencapai tempat ini untuk menemukan anggota klannya.


Melihat ekspresi semua orang, Zhen Mu yang hanya terdiam semakin bersalah dan semakin menundukkan kepalanya.


“Hemm..!! Aku yakin kau pasti memiliki alasan kenapa hanya membawa satu orang saja, mungkin jika kau membawa mereka semua, maka kau yakin pasti akan mati bersama mereka, apakah tebakanku ini salah?” Tanya Xiu Bai yang terlihat paling tenang saat ini.


“Be..Benar Nak Bai, jika aku membawa mereka semua, mungkin aku bisa selamat, tapi mereka semua tidak.” Jawab Zhen Mu terdengar sedikit terbata-bata.


“Alasanku membawa hanya satu orang dan tidak membawa diriku sendiri adalah, agar aku bisa melihat salah satu keturunanku.”


“Jika hanya diriku yang pergi, mungkin aku sampai saat ini tidak memiliki semangat juang untuk hidup.” Ucap Zhen Mu memberikan penjelasan.


“Masih kurang, aku rasa kau belum mengatakan yang ada di benak mu itu,” ucap Xiu Bai terlihat memasang tatapan tajam.


Terlihat wajah Zhen Mu sedikit tegang, hal tersebut membuat semua orang penasaran termasuk Zhen Ji sendiri.


“I..Itu, saat aku ragu memilih membawa salah satu dari kedua putra putriku, aku pun menetapkan tekad ku membawa Zhen Ji, setelah itu, aku langsung pergi tanpa melirik ke belakang dan-” terlihat Zhen Mu sedikit ragu mengucapkannya, tapi dengan kemauan yang keras, ia pun kembali melanjutkan apa yang membuat hatinya selama ini merasa terganggu semenjak meninggalkan Xiu Tian dan istrinya.

__ADS_1


“Dan pada saat itu, aku yakin jika putra dan istriku pasti akan mati, karena jejak inti energiku tidak bisa aku hilangkan di dalam tubuh istri dan putraku. Karena jika aku menghilangkannya, maka mereka akan langsung mati.” Sambung Zhen Mu yang sudah merasa yakin jika keduanya pasti akan di bunuh oleh orang-orang menara.


“Jadi tujuanmu menghilangkan ingatan Tian'er dan Ibu adalah untuk menutupi jejak pelarian kita?” Tanya Zhen Ji langsung bangkit dengan air mata berlinang.


“Sungguh tega dirimu ayah,” ucap Zhen Ji langsung melangkah pergi.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


“Ji'er,” ucap Zhen Mu akan bangkit untuk mengejar putrinya.


Tapi langkahnya untuk bangun di hentikan oleh Tu Long, Duan Du dan Han Liu yang sudah berdiri di belakang Zhen Mu dengan menekan Zhen Mu menggunakan gabungan energi mereka.


“Huuf,, lepaskan dia, Du'er, Tu Long, paman Liu,” ucap Xiu Tian terdengar menghela nafas.


“Walau aku sangat membencimu, karena di balik semua niatan jahatmu yang meninggalkan diriku bersama ibuku agar kau bisa aman sendiri bersama kakak ku, pada saat yang sama, aku merasa beruntung.” Ucap Xiu Tian.


“Aku beruntung di pertemukan oleh Bai'er, Du'er, Tu Long dan semua anggota keluarga baruku, karena merekalah aku bisa seperti ini di hadapanmu,” ucap Xiu Tian langsung bangkit.


“Ayo kita pergi, kita tidak membutuhkan mereka yang hanya mementingkan keselamatan mereka seorang diri,” ajak Xiu Tian.


Hanya Jing We saja yang masih berdiri di sana. “Aku tak menyangka jika sifatmu seperti ini saudara Mu,” ucap Jing We dan langsung melangkah meninggalkan Zhen Mu seorang diri.


Zhen Mu yang melihat itu, hanya bisa menyesali apa yang ia perbuat di masa lalu.


Tentu saja hatinya pada saat itu bergejolak, jika ia membawa semuanya, maka semuanya akan mati, jadi satu-satunya pilihan adalah membawa salah satu dari mereka dan merelakan kematian yang lainnya.


“Maafkan aku Yue'er, Ji'er, Tian'er, aku bukanlah ayah yang baik,” gumam Zhen Mu hanya bisa menyesali perbuatannya.


Tap tap..!!


“Ada apa pemimpin? Kenapa Nona Ji pergi dengan berlinang air mata, dan juga Penguasa Jing We bersama yang lainnya pun pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun?” Tanya penatua klan Zhen yang kini mendekati Zhen Mu.


“Tidak ada apa-apa, ayo kembali ke klan, persiapkan semuanya, karena tidak lama lagi, kita pasti akan di serang oleh orang-orang menara,” ajak Zhen Mu.


Penatua tersebut mengangguk sambil bertanua. “Lalu bagaimana dengan Nona Ji?”


“Biarkan saja Ji'er menenangkan dirinya, jika ia memilih ikut adiknya, maka itu keputusannya, tapi jika ia kembali, maka itu baik juga,” jawab Zhen Mu.

__ADS_1


“Aku berharap jika Ji'er akan mengikuti adiknya, karena keselamatannya jauh lebih terjamin bersama adiknya yang memiliki anggota keluarga kuat,” gumam Zhen Mu dalam hati dan berharap.


Tap tap..!!


Tak lama, Zhen Mu dan Penatua pun langsung melangkah keluar dan menuju bangunan tua dimana tempat klan tersembunyi mereka berada.


***


Tap tap..!!


Sementara Xiu Bai dan anggota keluarganya saat ini terlihat berdiri menunggu sambil melirik ke arah Xiu Tian yang mendekati kakaknya Zhen Ji.


...


“Kak, tenangkan dirimu, itu hanyalah masa lalu, lihatkan adikmu yang tampan dan kuat ini masih hidup dan berdiri di depanmu, walau ibu dan nenek telah meninggal, aku yakin mereka pastinya akan bahagia saat melihat pertemuan kita.” Ucap Xiu Tian langsung memeluk kakaknya.


Bruk..!!


Zhen Ji yang menangis dalam diam, hanya bisa terdiam, ia tidak menyangka akan ayahnya memiliki sifat jahat seperti itu.


Bayang-bayang ayahnya yang selalu mendidiknya dari kecil semenjak perpisahan dengan ibu dan adiknya pun kini muncul.


Ayahnya selalu baik dan memanjakannya. Tapi ia selalu tidak menyangka jika ayahnya ingin mengorbankan Ibu dan Adiknya.


Humm..!!


“Kakakmu ini adalah wanita terkuat, jadi kau tenang saja,” ucap Zhen Ji langsung membalasa pelukan adiknya.


Melihat kakaknya berusaha untuk terlihat tenang dan tegar, Xiu Tian pun tersenyum hangat.


“Ikutlah bersama Tian'er, Bai'er dan yang lainnya, di sana kakak akan jauh lebih aman, terlebih lagi, banyak wanita di sana yang akan bersama kakak,” ajak Xiu Tian dengan hati-hati agar kakaknya tidak salah paham.


Tapi Zhen Ji langsung menggelengkan kepalanya. “Kakak tidak bisa ikut, kakak harus menjaga klan dan ayah untuk membalasa budi akan kebaikan mereka semua.” Ucap Zhen Ji.


Xiu Tian yang mendengar itu, tentu sedikit kecewa, tapi ia langsung mengangguk dan dalam hati bertekad untuk melindungi kakaknya secara diam-diam. Terlihat dari tangan Xiu Tian yang kini terkepal erat penuh tekad.


***


Note : Jika ingin tambah 1 Chapter lagi, biar 4 Chapter, maka komen sebanyak-banyak di bawah. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2