
Sret..!!
Tak lama, dua token pun Meng Chen genggam. “Nomer 5 dan nomer 178,” ucap Meng Chen sambil melirik ke arah peserta.
“Hehe,, akhirnya aku akan bertarung juga,” kekeh Tu Long melihat ke arah token bernomer 5 yang ia genggam.
Pandangan Tu Long pun mengarah ke sosok Iblis yang jauh lebih tua darinya dan dahinya pun berkerut saat merasakan kekuatan musuhnya ada di bawahnya, namun untuk tingkat kultivasi, musuhnya sedikit lebih tinggi.
“Raja Energi ⭐ 8 Ahir ya,” gumam Tu Long langsung mengangguk ringan.
Iblis yang menjadi lawan Tu Long pun melirik ke arah Tu Long.
Ia juga dapat merasakan betapa berbahayanya Tu Long. “Urgh, kepada aku harus melawan putra Ratu Mo dan Tuan Long sih,” umpat Iblis tersebut menggerutu dalam hati.
“Terlebih lagi, walau tingkat kultivasiku jauh lebih tinggi, aku merasakan daya serang dan kekuatannya jauh lebih kuat dariku.” Sambung Iblis tersebut dan terlihat apakah ia akan melawan Tu Long atau tidak.
“Ayo, jangan sampai kalah, jika kau menang melawannya, aku akan memberikanmu hadiah.”
Saat sedang merenung, seketika Iblis tersebut menerima pesan telepati, pandangannya pun mengarah ke kursi penonton untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan telepati.
Dan saat ia melihat Duan Diyu memberikan kode, Iblis tersebut langsung diam. Tapi dalam hatinya ia langsung bersemangat.
Bruk..!!
“Hei, apakah kau mendengar suaraku?” Tanya Meng Chen langsung menepuk pundak Iblis tersebut.
Iblis yang langsung tersadar pun melirik ke arah Meng Chen.
“Iya Tuan, saya sudah siap,” ucap Iblis tersebut.
Mendengar itu, Meng Chen pun mengangguk, dan langsung melayang ke udara.
“Jika begitu, langsung saja, pertarungan awal sesi kedua di mulai,” ucap Meng Chen.
Dret..!!
Dalam sekejap Tu Long langsung berubah ke mode berserker dan langsung muncul di depan lawannya.
Tangan kiri Tu Long pun terayun begitu santai, namun kecepatannya hanya beberapa orang saja yang dapat melihatnya.
Wung..!!
Duarr..!!
Woaahh..!!
Seketika semua penonton langsung bangkit dan berseru.
Semua mata seketika tertuju ke arah Tu Long dengan tatapan tak percaya.
Lalu pandangan mereka teralih ke lawan Tu Long yang sudah pingsan di luar arena.
“Berapa detik tadi itu?” Teriak salah satu penonton dengan lantang.
“Woah,, aku yakin itu 3 detik, karena tepat setelah wasit melayang, hanya dalam sekejap lawan dari Tuan muda Tu Long sudah pingsan.” Sambung penonton menyahut.
“Kau salah, tadi itu 1 detik saja,” bantah para penonton yang lain.
__ADS_1
Dalam sekejap, kegaduhan terdengar lantaran meributkan berapa lama waktu Tu Long membuat musuhnya keluar arena.
...
Meng Chen yang melihat itu, terlihat memberikan Iblis tersebut kepada tim pengobatan. Setelah itu ia langsung melayang.
“Diam,” teriak Meng Chen.
Seketika para penonton pun langsung terdiam.
“Berapa pun waktu yang di butuhkan oleh Tuan Tu Long, tidak ada kaitannya dengan kalian. Jadi jangan membuat gaduh lagi, dan tonton saja pertarungan hiburan ini sampai selesai.” Sambung Meng Chen dengan nada dingin.
Semua penonton pun langsung kembali duduk sambil menganggukkan kepalanya.
“Dan kau, kenapa kau masih di sini, kau kan sudah menang, jadi kembalilah,” dengus Meng Chen melirik Tu Long dengan tatapan kesal.
“Hehe,, bukankah kau harusnya mengumumkan pemenangnya terlebih dahulu paman,” ucap Tu Long tersenyum tipis.
Huh..!!
Tap tap..!!
“Pemenang awal sesi kedua ini adalah nomer 5, yaitu Tu Long,” teriak Meng Chen.
Woaahh..!!
Woaah..!! Woaahh..!!
Tu Long pun langsung berteriak yang langsung di sambut para penonton.
Melihat wajah Meng Chen, dengan cepat Tu Long melesat ke arah bangku peserta.
Wuss wuss..!!
...
Di tempat Duan Diyu dan Long Qiu duduk, terlihat saat ini wajah Long Qiu sangat bangga.
“Haha,, siapa dulu, putra Long Qiu,” ucap Long Qiu sembari mengangkat kepalanya.
“Heh,, lihat saja, putraku pasti jauh lebih cepat membuat lawannya keluar arena nanti,” dengus Duan Diyu.
“Heh,, buktikan itu, karena aku melihat putramu itulah yang idiot,” ejek Long Qiu.
“Heng,, lihat saja nanti saat putraku bertarung, akan ku buat kau bungkam idiot,” dengus Duan Diyu.
Long Qiu yang melihat wajah kesal Duan Diyu semakin memanas-manasinya.
***
Kembali ke arena, kini Meng Chen terdengar memanggil dua nomer lagi setelah mengambil dua token di dalam kotak.
Terlihat dua Iblis yang maju ke dalam arena.
“Apa kalian siap?” Tanya Meng Chen.
“Siap,” teriak kedua Iblis dengan nada lantang dan penuh semangat.
__ADS_1
“Jika begitu, mulai,” ucap Meng Chen.
***
“Bagaimana? Apakah kau melihat cara paman ku melempar musuhnya yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darinya?” Tanya Bai Han melirik ke arah Feng Lu.
Feng Lu yang di tanya, matanya yang bersinar putih langsung kembali normal.
“Woah, Tuan muda, tadi itu luar biasa, Lu'er benar-benar dapat melihat kecepatan Tuan Tu Long tadi, bukan hanya itu saja, Lu'er pun dapat melihat dengan detail area sekitar.” Ucap Feng Lu dengan wajah bahagia.
“Hemm..!! Tentu saja, ini adalah teknik yang ayahku ajarkan, namun aku tidak pernah menggunakannya, jadi aku memberikannya kepadamu yang membutuhkan.” Ucap Bai Han mengangguk santai.
“Hem hem..!! Tadi itu luar biasa, Lu'er melihat jika sebelum Tuan Tu mengenai targetnya, ia lebih dulu mengalirkan energinya, tepat saat energi Tuan Tu muncul, lawannya langsung terlempar, padahal tangan kiri Tuan Tu belum mengenai tubuh target. Bagaimana bisa itu terjadi?” Tanya Feng Lu melirik Bai Han.
“Itu tentu bisa terjadi, karena daya dorong dari kecepatan yang paman Tu yang membuat musuh bisa terlempar tanpa menyentuhnya.” Jawab Bai Han.
“Bukan hanya itu saja, dengan menyerang menggunakan energi tanpa menyentuh musuh, bisa membuat lawan tidak terluka parah, berbeda dengan menyentuh atau bentrokan fisik, itu bisa membuat lawan paman Tu terluka. Karena kekuatan paman Tu ada di kekuatan fisiknya.” Sambung Bai Han menjelaskan.
“Woahh,, jadi begitu ya,” ucap Feng Lu dengan mata bersinar.
“Lalu, apakah Lu'er bisa memiliki kekuatan fisik seperti Tuan Tu?” Tanya Feng Lu terlihat berharap.
“Tentu saja bisa, bahkan jauh lebih kuat dari paman Tu dalam kekuatan fisik,” jawab Bai Han mengangguk di sertai senyuman hangat.
“Karena kau itu memang memiliki tubuh bawaan Dewa Perang, bagaimana bisa kau tidak bisa lebih kuat dari paman Tu,” gumam Bai Han dalam hati.
Terdengar lagi Bai Han menjelaskan dan mengajarkan Feng Lu cara menguatkan tubuhnya. Tapi Bai Han tidak mengizinkannya berlatih sekarang, lantaran mereka sedang mengikuti turnamen.
***
Dret..!!
Tap tap..!!
“Apakah di sini tempatnya?” Gumam sosok pemuda yang mengenakan jubah putih polos.
Pandangan pemuda tersebut melihat segala arah yang hanya berisi lautan lepas sejauh matanya memandang.
“Hemm..!! Di sana,” gumam pemuda yang tak lain Qiu Di.
Dret..!!
Tepat saat Qiu Di ingin bergerak ke arah yang ia duga pintu masuk Dimensi tempat Dewi Iblis Kegelapan tinggal, terlihat sosok Naga yang di baluti oleh petir lebih dahulu muncul.
Jder..!!
Langkah Qiu Di terhenti saat petir muncul tepat di depannya.
“Siapa kau?” Tanya Lei Long dengan nada dingin.
“Hemm..!! Jadi ini yang namanya Naga,” ucap Qiu Di merasakan ketertarikan dengan Naga.
Bukannya menjawab, Qiu Di malah terlihat memegangi dagunya sambil terus melihat Lei Long yang dalam wujud Naganya.
Melihat sosok yang ia anggap penyusup diam, membuat Lei Long membenarkan dugaannya jika sosok di depannya ini adalah benar-benar musuh, sehingga tubuh Lei Long terlihat memunculkan jutaan petir dan bersiap memusnahkan penyusup di depannya.
Dret..!!
__ADS_1