
Setelah bergumam, Xiu Mo Lang pun langsung menghilang, dan pada saat ia menghilang, ia tidak sadar jika di sana, ada sebuah cahaya yang menyerupai wujud manusia sedang mengawasinya.
...
“Hehe,, dasar bocah serakah, kau kira aku begitu bodoh,” gumam sosok cahaya menyerupai cahaya yang tak lain adalah Dewa Iblis Serigala Ungu.
“Setelah semua tempat ini hancur, akan ku jadikan kau makanan penutupku bocah,” sambung Dewa Iblis Serigala Ungu yang tahu jika Xiu Mo Lang berencana untuk mencoba menusuknya dari belakang di saat Xiu Mo Lang yakin mampu membunuh dirinya.
Tapi Xiu Mo Lang tidak tahu jika selama ini Dewa Iblis Serigala Ungu menahan diri dan tidak berani menggunakan seperempat kekuatannya. Jika ia sampai menggunakan lebih dari seperempat kekuatannya, maka ia yakin akan langsung di incar oleh musuh-musuhnya, termasuk beberapa bawahan Xiu Bai yang ada di Dunia Dewa.
Dan Dewa Iblis Serigala Ungu tentu kesini hanya untuk bersenang-senang serta mengembalikan kekuatan penuhnya. Sementara untuk membunuh Xiu Bai. Ia tentu sadar jika tidak akan pernah mampu membunuhnya, walau saat ini Xiu Bai belum bisa mengendalikan kekuatannya seperti di masa lalu.
Dret..!!
Setelah mengamati area sekitarnya, Dewa Iblis Serigala Ungu pun langsung menghilang.
***
Tap tap..!!
“Hehe,, aku tak menduga jika kau mempunyai energi sebanyak ini untuk membantu kami meningkatkan kekuatan kami kak,” kekeh Duan Du tertawa bahagia.
“Hem hem,, kini aku yakin akan mampu meluluh lantahkan satu Benua dalam sekali serang,” sambung Tu Long langsung menampilkan ototnya yang semakin terbentuk.
“Jangankan meluluh lantahkan Benua, menghancurkannya dalam sekali tebas pun aku bisa,” balas Han Liu terlihat sedikit percaya diri akan kekuatannya saat ini.
“Hem,, apakah aku boleh membakar semua yang aku lihat Tuan? Aku ingin mencoba kekuatan baru ku ini?” Berbeda dengan yang lain, Peng He terlihat melirik Xiu Bai dan terlihat sedikit memohon agar di izinkan ikut menghancurkan tempat Organisasi Menara berada.
Di saat semuanya pada bergumam dan bertanya, hanya Cen Tian saja yang kini tersenyum-senyum sendiri sambil menampilkan kepala hijau, bukan matanya saja yang hijau, kini seluruh kepalanya ikut hijau saat membayangkan sekaya apa dirinya jika menjarah seluruh harta yang ada di Alam Celestial ini.
Melihat itu, wajah Duan Du, Tu Long, Han Liu dan Peng He pun sedikit jijik dan merinding.
Hanya Xiu Bai saja yang menggelengkan kepalanya.
“Walau kalian kuat, ada beberapa orang yang tidak bisa kalian hadapi, salah satunya adalah tangan kanan Pemimpin Tertinggi Menara, dan bawahan langsung pemimpin Menara jika mereka bersatu,” ucap Xiu Bai langsung memperingati anggota keluarganya.
“Bawahan langsung Pemimpin Tertinggi Menara berjumlah 100 orang, dan setiap orangnya mempunyai kekuatan di Kaisar Dewa Roh ⭐ 1 Puncak.” Ucap Xiu Bai menjelaskan.
__ADS_1
“Di setiap orangnya, kini bergerak secara berkelompok dengan jumlah 5 orang menuju setiap Alam Celestial. Jadi,” sebelum Xiu Bai menyelesaikan ucapannya.
Duan Du, Tu Long seketika memotong ucapan Xiu Bai.
“Hehe,, kau tenang saja kak, kami tentu bisa menjaga diri saat ini, tidak seperti saat kami ada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi.” Ucap Duan Du.
“Hemm..!! Lihatlah Tuan, dengan bantuan Roh Naga yang aku buat secara acak, aku yakin akan mampu meledak kan mereka, jadi dimana mereka sekarang, biar aku yang mendatangi mereka,” ucap Tu Long kini mendekati Xiu Bai dengan cara merayu.
“Ehem,, awas awas, kalian ini otaknya selalu bertarung saja,” dengus Cen Tian langsung membuat Duan Du dan Tu Long menyingkir.
Terlihat Cen Tian kini mendekati Xiu Bai lalu berbisik. “Apakah mereka kaya Bai'er? Jika iya, langsung saja, ayo tunjukkan lokasi mereka yang kau sebut 100 orang bawahan langsung Pemimpin Tertinggi Menara itu?”
“Benar, ayo dimana mereka? Pedang ku sudah berkarat Bai'er?” Sambung Han Liu.
“Hem hem..!! Mulut ku sudah dingin saat ini, jadi mulutku kini ingin pemanasan sedikit.” Ucap Peng He ikut-ikutan.
Xiu Bai yang di kerumuni oleh anggota keluarganya, kini hanya bisa tersenyum kecut.
Ia merasa tidak ada gunanya memperingati mereka semua saat ini, bukannya takut, mereka semua malah semakin tidak sabar bertemu dengan mereka.
“Hais,, baik-baiklah, jadi berhenti menarik-narik jubahku, akan ku katakan,” ucap Xiu Bai terlihat merasa tidak berdaya di depan anggota keluarganya saat ini.
“Mereka semua tidak aku tahu akan menuju kemana, tapi aku yakin jika mereka akan berkumpul di satu tempat, jadi kalian bisa menunggu mereka sebelum berkumpul semua,” ucap Xiu Bai melihat ekspresi anggota keluarganya yang semakin bersemangat.
Dret..!!
“Portal ini akan membawa kalian menuju tempat yang tidak jauh dari tempat mereka berkumpul. Ingat sebelum kesana, jangan bertindak gegabah, jika tidak, semua wanita akan mengebiri kalian,” ancam Xiu Bai.
Glek..!!
Wajah kelima anggota keluarga Xiu Bai yang tadinya sangat senang langsung berubah menjadi jelek.
“Iya ya,, jangan beritahu mereka Bai'er, kau ini suka sekali mengadu huh, tidak asik,” dengus Cen Tian langsung cemberut.
“Maka dari itu, jangan buat aku kerepotan akan ulah kalian nanti, karena kini aku berniat menuju ke tempat Ibu, Istri dan anak-anak ku yang ada di Benua Naga. Jadi jika aku kesana dan tiba-tiba merasakan bahaya dari kalian, lalu tiba-tiba pergi di saat mereka senang aku di sana. Maka saat aku kembali, rasakan lah amukan mereka,” ucap Xiu Bai langsung menakut-nakuti kelima anggota keluarganya tersebut.
Dret..!!
__ADS_1
Dengan wajah bahagia Xiu Bai langsung pergi tanpa melihat reaksi mereka.
Wuss..!!
Jlep..!!
Melihat Xiu Bai menghilang, kini Duan Du dan yang lainnya saling melirik terlebih dahulu.
Dari yang awalnya bersemangat, kini mereka menjadi ragu apakah akan pergi atau tidak.
“Heh,, kenapa kalian begitu takut?” Ejek Tu Long.
“Jika kita pergi bersama, setidaknya kita berlima yang akan di hukum, tidak sendiri-diri. Jadi itu akan lebih baik dari pada sendiri-sendiri.” Sambung Tu Long langsung memprovokasi.
“Tumben otak mu encer paman,” ejek Duan Du yang langsung kembali bersemangat.
“Kali ini aku setuju denganmu,” sambung Cen Tian mengangguk setuju ke arah Tu Long.
“Hem,, aku sih oke oke saja, jadi kapan kita berangkat?” Tanya Han Liu melirik ke arah mereka semua.
“Sekarang, tapi sebelum itu kita akan membuat sedikit strategi sebelum kesana,” ucap Duan Du langsung tersenyum licik.
...
Tidak sampai 5 menit, kini Duan Du, Tu Long, Han Liu dan Cen Tian langsung mengangguk setuju.
Berbeda dengan Peng He yang di jadikan umpan nanti saat sampai kesana, wajahnya terlihat enggan.
Tapi jika ia menolak, maka ia yakin akan di kebiri oleh keempatnya saat ini.
“Hehe,, apa yang kau takutkan saudara Peng, kami akan melindungimu dari belakang nanti, jadi kau tenang saja.” Kekeh Duan Du langsung menepuk pundak Peng He sambil berkedip ke arah Tu Long, Han Liu dan Cen Tian.
Seketika mereka bertiga pun langsung ikut membujuk Peng He yang membuat Peng He mengangguk tanpa sadar.
“Bagus, jika begitu ayo kita kesana,” ucap Duan Du, Han Liu, Cen Tian dan Tu Long serempak.
Dengan cepat mereka semua langsung memasuki portal yang ada di depan mereka sambil menyeret Peng He.
__ADS_1
Dret..!!
Wuss.. Wuss..!!