Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kebohongan Cang We dan Membantu Mo Yanse


__ADS_3

Mata para penjaga seketika membelalak di sertai tubuh bergetar hebat.


Bruk bruk bruk..!!


Seketika semua penjaga, bahkan para penduduk langsung berlutut.


“Salam Yang Mulia Jendral Kekaisaran Qian Long, semoga anda panjang umur,” teriak semua penjaga dan para penduduk serempak.


Terlihat jelas jika saat ini mereka semua sedikit ketakutan. Bahkan tubuh mereka semua tidak bisa menutupi jika saat ini mereka ketakutan.


Tap tap..!!


Tak lama, terdengar sebuah suara langkah kaki dari dalam Rumah Makan.


Bruk..!!


Saat sosok pria berumur 50 tahun keluar dari pintu masuk, ia langsung berlutut.


“Salam Jendral Liyun, maaf jika terlambat menyambut anda.” Ucap pria berumur 50 tahunan tersebut.


“Hemm..!! kalian semua bisa bubar dan lanjutkan aktipitas kalian, tapi sebelum itu, aku peringatkan kalian jika, jangan pernah mengungkapkan identitasku bagi kalian yang melihatku saat ini. Jika aku mendengar ada seseorang yang menyebut identitasku yang datang ke Kota ini, maka aku akan langsung menghancurkan kalian beserta seluruh keluarga kalian. Apa kalian paham.” Ucap Jendral Qian Liyun dengan nada tegas.


“Pa..Paham Jendral,” ucap para penjaga dan para penduduk. Tak lama, mereka semua pun langsung pergi melakukan aktipitas mereka masing-masing, seolah-oleh tidak pernah melihat Jendtal Qian Liyun.


“Hemm..!! Sementara kau Cang We, apa-apaan maksudmu ini, aku butuh penjelasan, ayo bawa aku ke ruanganmu,” ucap Jendral Qian Liyun.


Cang We yang mendengar itu, dengan cepat bangkit setelah ia bersujud dengan membenturkan kepalanya di lantai.


Ia pun langsung mengajak Jendral Qian Liyun dan Xiu Bai masuk.


Walau ia penasaran siapa identitas Xiu Bai, tentu saja ia tidak akan berani bertanya. Karena bisa-bisa setelah ia selesai bertanya. Kepalanya akan langsung terlepas dari tubuhnya.


Namun sebelum Qian Liyun melangkah, ia membawa anak yang berasal dari Ras Iblis.


Tap tap..!!


“Sialahkan masuk Jendral Liyun, Tuan muda,” ucap Cang We langsung membuka pintu lalu mengulurkan tangannya untuk menyuruh Qian Liyun, Xiu Bai dan Mo Yanse masuk.


Cklek..!!


Beberapa waktu berlalu.


Setelah menyuruh dan melayani Qian Liyun, Xiu Bai dan Mo Yanse dengan banyak hidangan.

__ADS_1


Kini Qian Liyun yang telah selesai menikmati hidangan menatap Cang We dengan tatapan tajam.


“Hemm..!! Jelaskan aku mengapa kau merekrut banyak sekali penjaga?” Tanya Jendral Qian Liyun.


“Ah itu, itu karena banyak sekali bandit dan kelompok perampok belakangan ini merampok dan menghadang para pedagang menuju kota ini, maupun yang keluar dari kota ini yang bertujuan berdatang keluar berdagang.”


“Bukan hanya itu saja, belakangan ini terdengar kabar jika para bandit maupun kelompok perampok yang tidak mendapat hasil curian maupun rampasan datang ke kota ini. Maka dari itu saya menyewa banyak penjaga.” Ucap Cang We dengan nada sedikit ketakutan.


“Hemm..!! Lalu apa kaitan dengan anak ini? Mengapa ia sangat ketakutan saat melihat para penjaga?” Tanya Xiu Bai.


“I..Itu, itu karena para penjaga meyakini jika anak ini ada kaitannya dengan para perampok yang datang dari puncak gunung,” jawab Cang We dengan nada terbata-bata.


Mendengar jawaban Cang We, Xiu Bai pun mengerutkan keningnya. “Jangan membohongiku, jawab aku dengan jujur, jika kau mencoba membohongiku sekali lagi, kepalamu akan langsung meledak,” ucap Xiu Bai dengan nada dingin di sertai auranya langsung keluar dan mengarah ke Cang We.


Bruk..!!


Urgh..!!!


Cang We seketika berlutut dan langsung memunrahkan banyak darah dari mulutnya.


Bukan hanya itu saja, matanya terlihat menjadi buram seakan mau pingsan lantaran tidak pernah merasakan tekanan semengerikan ini semasa hidupnya.


“I..Itu sebenarnya anak itu adalah anak Ras Iblis, orang-orang bilang jika ia membawa petaka jika ada yang membantunya.” Jawab Cang We terdengar berusaha keras untuk menjawab.


Xiu Bai pun langsung menarik energinya kembali. “Siapa yang menyebar berita itu?” Tanya Xiu Bai dengan nada datar.


“Pa..Para penjaga yang aku rekrut,” jawab Cang We langsung menjawab tanpa berani lagi berbohong.


“Hemm..!! Liyun, kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan,” ucap Xiu Bai melirik Qian Liyun dengan tatapan tajam.


“Me..Mengerti Tuan muda,” jawab Qian Liyun sedikit merinding saat melihat wajah Tuan mudanya saat ini. Karena baru kali ini ia melihat Tuan mudanya semarah ini.


Wuss..!!


Dengan cepat Qian Liyun menghilang dari tempatnya.


...


Bom bom..!!


Argh..!!


Tak lama terdengar suara teriakan dan ledakan dari lantai bawah.

__ADS_1


Tap tap..!!


Qian Liyun pun muncul dengan jubah yang di penuhi darah.


“Aku telah menyelesaikan mereka Tuan muda, apa lagi yang perlu ku lakukan?” Tanya Qian Liyun dengan nada hormat ke arah Xiu Bai.


“Hemm..!! Cukup Liyun, duduklah, kau membuat kawan kecil kita ketakutan,” ucap Xiu Bai sambil melirik Mo Yanse yang ketakutan.


“Baik Tuan muda,” ucap Qian Liyun langsung duduk dengan patuh.


“Baiklah, berapa yang kau dapat selama ini dari menyebar rumor tentang adanya bandit dan para perampok?” Tanya Xiu Bai sambil melirik Cang We.


“I..Ini. Sa..Saya dapat perbulan 100 koin emas Tuan muda,” jawab Cang We dengan nada terbata-bata.


Wajah Qian Liyun seketika memerah saat mendengar jawaban Cang We. Karena Cang We adalah salah satu bawahan terpercayanya yang di suruh mengelola Kota ini.


“A..Ampuni saya Tuan, saya tidak akan melakukan-” Sebelum Cang We menyelesaikan ucapannya, tangan Qian Liyun yang sudah terkepal dan di selimuti energi pun langsung mendarat di kepala Cang We.


Bom..!!


Kepala Cang We seketika meledak hingga hancur dan menyemprotkan banyak darah di sertai daging cincang.


“Harta bisa saja membuat orang-orang buta hingga membuat mereka menjadi serakah. Ini salah satu pelajaran bagimu dalam memilih orang kepercayaan Liyun, jangan lihat mereka dari luarnya saja.” Ucap Xiu Bai dengan nada tenang.


Setelah itu, Xiu Bai pun bangkit sambil mengajak Mo Yanse.


“Oh ya, siapa namamu kawan kecil?” Tanya Xiu Bai.


“Mo Yanse Tuan,” jawab Mo Yanse.


“Ehem,,” Xiu Bai merasa tidak enak saat di panggil Tuan. “Jangan panggil aku Tuan, panggil saja aku Bai,” ucap Xiu Bai. Itu karena umur Mo Yanse sedikit lebih tua dari Xiu Bai.


Umur Mo Yanse sekitar 5 tahun, sementara Xiu Bai 2 tahunan.


“I..Itu, apa tidak apa-apa jika saya memanggil anda Tuan muda Bai saja,” ucap Mo Yanse sedikit canggung jika memanggil Xiu Bai dengan namanya secara langsung.


“Lakukan saja sesukamu kawan kecil, jadi, dimana kau tinggal, melihat caramu menunggu belas kasihan orang di samping pintu Rumah Makan, aku merasa kau adalah tulang punggung keluarga yang mencoba menghidupi adik-adik atau keluargamu buka?” Tanya Xiu Bai dengan senyum ramah.


“I..Itu itu, kami tinggal tidak jauh dari wilayah luar pinggiran Kota ini Tuan muda Bai,” jawab Mo Yanse sedikit ketakutan, ia takut jika adik-adiknya nanti akan di sakiti.


Tapi ia tetap menjawab, lantaran ia melihat jika Xiu Bai sedikit tulus terhadap dirinya.


“Jangan takut, dan makanlah semua makanan yang kau sembunyikan itu, nanti aku akan menyuruh Liyun membuat makanan yang jauh lebih banyak untuk keluargamu.” Ucap Xiu Bai tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2