
Hal tersebut membuat pasukan elit musuh semakin ketakutan karena seolah melihat Iblis yang sesungguhnya. Hingga mereka tidak sadar jika pasukan Menara Langit ke 10 kini sudah mendekati garda tengah.
Slash..!! Slash..!! Boomm..!!
Dengan cepat pasukan Menara Langit ke 10 bergerak membunuh setiap musuh yang ada di depan mereka.
Saat ini Bai Chu Ye bukan hanya bertarung dengan pasukan musuh, tapi ia juga bertarung dengan waktu. Jika terlambat sedikit, maka para pemimpin lantai musuh akan datang. Itu adalah situasi yang sangat berbahaya, sehingga memaksa Bai Chu Ye yang mengendalikan semua pasukan Menara Langit ke 10 bergerak melewati batas kemampuan.
Terlihat jelas saat ini, beberapa dari pasukan yang Bai Chu Ye kendalikan, ada yang lengannya terpotong, ada yang pingsan karena batas tubuh mereka tidak mampu menahan kekuatan Darah Kuno Bai Chu Ye.
Dari puluhan ribu yang Bai Chu Ye kendalikan, ada sekitar 3000 yang terluka berat maupun ringan. Sisanya tentu terus bergerak.
Tidak hanya pasukan Menara Langit ke 10. Pasukan musuh yang Bai Chu Ye kendalikan di garda belakang juga terlihat terus memaksa maju untuk membantai setiap orang yang masih bernafas.
Hal tersebut membuat pasukan elit Menara Langit ke 3, kini merasakan ngeri, karena rekan mereka berkhianat dan tanpa pandang bulu membantai mereka.
Bahkan rekan yang terkapar sekarat pun tidak luput dari kekejaman pasukan yang Bai Chu Ye kendalikan.
“I..Ini bukan perang, melainkan pembantaian,” ucap salah satu pasukan elit musuh yang langsung melepaskan senjatanya.
Beberapa dari mereka yang terkena mental, terlihat melakukan hal yang sama dan menjatuhkan senjata.
Ada yang mulai menjadi gila melihat kejadian mengerikan yang ada di sekitaran mereka. Depan belakang terjadi pembantaian sepihak, memikirkan hal tersebut terus-menerus langsung membuat mereka gila.
Hingga 10 menit berlalu.
Tap tap..!!
Saat ini pasukan Menara Langit ke 10 menghentikan langkah mereka.
Terlihat jelas di sekitaran pasukan Menara Langit ke 10 di sekelilingi tumpukan mayat dan bercak darah yang mengalir seperti sungai.
Blush..!!
Tak lama setelah itu, kejadian aneh terlihat di tempat berdirinya para Pasukan menara langit ke 10.
__ADS_1
Tubuh mereka yang di baluti aura bewarna merah, dan mata mereka yang bewarna merah darah, kini mulai menghilang.
“Eeh,, ada apa ini?” Tanya salah satu prajurit Menara Langit ke 10 yang sudah tersadar dari kendali Bai Chu Ye.
“I..Ini,, ini, apa-apaan ini, siapa yang telah melakukan hal keji seperti ini?”
“Arghh..!! Apa-apaan tubuhku, kenapa sangat sakit.”
“To..Tolong, kenapa tanganku terpotong.”
“Arghh..!! Apakah aku di neraka, tolong, aku tidak ingin di tempat ini.”
Tak lama, terdengar berbagai teriakan dari pasukan yang Bai Chu Ye kendalikan. Ekspresi mereka terlihat sama, ngeri melihat area sekeliling mereka. Padahal mereka tidak sadar bahwa mereka lah yang telah melakukan ini.
***
Sama halnya dengan pasukan Menara Langit ke 10 yang Bai Chu Ye kendalikan di arah Selatan dan Utara. Ekspresi mereka tak jauh berbeda setelah tersadar dari kendali Bai Chu Ye.
Namun di arah Utara dan Selatan sedikit menguntungkan, karena di sana, ada 8 pemimpin lantai yang berasal dari Menara Langit ke 10. Mereka di bagi menjadi dua, 4 melawan pemimpin lantai musuh arah Selatan, sisanya melawan pemimpin lantai arah Utara.
***
“Haha,, apa hanya segini saja kemampuan mu Han Sian, sungguh menyedihkan,” ejek pemimpin lantai 90 Menara langit ke 3.
Han Xian hanya diam saja sembari terus menerus menghindari serangan musuh dari berbagai arah.
Wuss wuss..!! Slash..!!
Urgh..!!
Beberapa kali tubuh Han Xian tersayat, tapi ia tetap memasang wajah teguh, tanpa merasa takut ataupun panik.
Ia masih mengingat jelas apa yang Bai Chu Ye katakan, tetap tenang dan jangan panik. Hal itu bisa membuatmu bertahan hidup, dan ternyata apa yang Bai Chu Ye katakan benar. Ia tak menyangka akan mampu menahan semua pemimpin lantai selama 10 menit.
Wung..!!
__ADS_1
“Mati kau sialan,” teriak salah satu pemimpin lantai musuh yang mulai terlihat marah, karena Han Xian selalu menghindar sedari awal.
Slash..!!
Tepat saat punggung Han Xian akan tertebas, dengan cepat menggeser tubuhnya ke arah kanan, setelah itu kembali membungkukkan badan dan kembali melombat untuk menghindari 3 serangan beruntung musuh.
“Arghh..!! Sialan, kenapa kau selalu menghindar pengecut, cepat lawan aku, apa kau tidak tahu malu selalu menghindar.” Teriak pemimpin lantai 80 musuh.
Han Xian yang selalu di teriaki musuh, hanya diam saja dengan tatapan datar.
Melihat ekspresi Han Xian dari awal tidak pernah berubah, membuat semua pemimpin lantai musuh semakin termakan amarah.
Tap tap..!!
“Kalian semua kita akan mengepungnya, jika begini terus malah tidak akan bisa selesai, terlebih pasukan kita juga saat ini pasti sudah selesai membantai musuh dan masuk ke Menara Langit ke 10.” Teriak pemimpin lantai 90 Menara langit ke 3 dengan lantang.
“Ini akan membuat harga diri kita hancur sebagai pemimpin lantai. Jadi selesaikan ini dalam sekali serang.” Sambung pemimpin lantai 90 Menara Langit ke 3.
Han Xian yang mendengar itu, seketika mengubah ekspresinya.
“Heh,, apa kalian yakin?” Ejek Han Xian.
“Aku takut malah ini akan berbalik, malah pasukan kalian yang di bantai oleh pasukan kami.” Sambung Han Xian.
“Hahaha,, mimpimu terlalu tinggi Han Xian, apa kau mulai gila,” teriak pemimpin lantai 90 menara langit ke 10 seketika tertawa terbahak-bahak bersama rekannya.
“Benar, aku yakin saat ini ia sudah mulai gila, makanya ia selalu menghindar.” Sambung pemimpin lantai 80.
“Hoo,, apa kalian yakin? Kenapa kalian semua begitu bodoh dan tidak menyadari dimana kita sekarang,” ejek Han Xian.
Saat ini lokasi Han Xian dan musuh sangat jauh dari Distrik Ke 10, tempat mereka berada saat ini berada di pegunungan tanpa batas yang menjadi area bebas.
Mendengar itu, para pemimpin lantai Menara langit ke 3 pun melihat area sekitar, tak lama, mata mereka seketika melotot tak percaya.
“I..Ini, apa yang sebenarnya kau renacakan?” Tanya Pemimpin lantai 50 yang di juluki ahli strategi jenius, ia langsung merasakan ada yang aneh saat ini.
__ADS_1
“Hoo,, kalian semua akan mengetahui sebentar lagi, hitung mundur dalam 10 detik,” ucap Han Xian sembari merentangkan kedua tangannya dan langsung menghirup udara segar.