Takdir Gintani

Takdir Gintani
Honeymoon


__ADS_3

Labuan Bajo merupakan sebuah destinasi wisata yang menyuguhkan berbagai macam fanorama keindahan alam yang bisa memanjakan mata. Labuan Bajo terletak di kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat dan hanya dipisahkan oleh selat Sape. Destinasi ini merupakan destinasi super prioritas yang sedang dikembangkan di negara Indonesia.


Labuan Bajo menyimpan keindahan alam yang menakjubkan dan juga hewan purba yang mendunia, yaitu hewan endemik komodo di Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Deretan Pulau eksotis, keragaman hayati bawah laut, hingga pantai yang memikat bisa kita temukan sepanjang perjalanan di Labuan Bajo.


Pukul tiga sore waktu setempat, Argha dan Gintani tiba di bandara.Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah yang ternyata fasilitas dari resort milik salah seorang kolega Tuan Jaya, menjemputnya. Setelah melewati perjalanan yg cukup melelahkan, akhirnya mereka tiba di resort tersebut. Sebuah resort yang cukup nyaman dengan pemandangan laut yang berada di depannya.


"Aah.....sungguh sangat melelahkan," gumam Argha seraya menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


Gintani hanya tersenyum sambil merapikan pakaian mereka ke dalam lemari.


"Mandi dulu, Mas. Supaya lebih segar," tegur Gintani yang melihat suaminya telah terlelap.


"Sebentar lagi, Gin," jawab Argha, masih memejamkan matanya.


"Ya sudah, kalau begitu, biar Gintan yang mandi duluan," sahut Gintani.


Gintani kemudian meraih bathrobe yang tergantung di hanger lemari. Tak lama kemudian, Gintani pergi ke kamar mandi.


Saat hendak mengunci pintu, tiba-tiba Argha mendorong pintu kamar mandi. Gintani terkejut, lidahnya terasa kelu saat mendapati Argha telah berdiri tanpa busana di hadapannya.


"Mandi yuk, Gin!" Ajak Argha sambil menarik tangan Gintani ke bawah shower. Tangan Argha meraih kran shower hingga di detik selanjutnya, kucuran air pun mulai mengguyur tubuh mereka. Satu persatu, tangan kekar itu melucuti semua pakaian yang melekat di tubuh Gintani.


Argha mendekap erat tubuh polos istrinya. Sesekali dia melayangkan ciuman di leher putih sang istri. "Apa kamu masih ingat ML pertama kita di bawah derasnya air hujan?" bisik Argha di telinga istrinya.


Gintani mengangguk pelan.


"Apa kamu ingin merasakannya kembali?" tanya Argha menatap penuh damba ke arah Gintani.


Pipi Gintani seketika bersemu merah mendengar pertanyaan Argha. Tak bisa dipungkiri jika dia sendiri merindukan momen itu. Akhirnya, Gintani kembali menganggukkan kepala.


Tanpa banyak bertanya, Argha segera mendorong pelan tubuh Gintani hingga punggung sang istri menempel di dinding kaca bilik kamar mandi. Argha mulai berjongkok dan melakukan aksi yang sama persis saat mereka mengecap rasa untuk pertama kalinya di bawah kucuran air hujan. Bedanya, saat ini mereka menciptakan momen tersebut di bawah kucuran air shower.

__ADS_1


Tak ayal lagi, ritual mandi yang seharusnya berlangsung setengah jam, kini sudah berganti entah untuk berapa lama.


"Aku mencintaimu, Gin," ucap Argha saat melepaskan seluruh pasukannya ke medan perang yang begitu dahsyat menyimpan kenikmatan.


"Aku juga, Mas," Bisik Gintani yang tubuhnya bergetar hebat saat mencapai puncak nikmat yang maha dahsyat.


Sedetik kemudian, mereka saling tatap penuh arti, hingga ciuman lembut nan panjang pun mengakhiri kegiatan panas mereka di sore hari.


Keesokan harinya.


"Mas, bangun!" Gintani mengguncang pelan bahu suaminya.


"Hmm...," hanya itu reaksi yang ditunjukkan oleh Argha.


"Ayo bangun, Mas. Bukannya hari ini kita mau jalan-jalan?" tanya Gintani.


"Sepuluh menit lagi, Gin?" pinta Argha.


Mendengar rengekan manja sang istri, mau tidak mau, Argha pun membuka mata. Dia menggeliatkan badan untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"Memangnya hari ini kamu mau pergi kemana?" tanya Argha seraya memeluk Gintani dari arah belakang. Bibirnya kembali menyusuri jenjang mulus leher Gintani.


"Ish, Mas...! Geli, ah!" ucap Gintani seraya menggerakan bahunya untuk menghindari serangan bibir sang suami.


"Gin, Mas kasih tato, ya?" tanya Argha, mengecup leher mulus itu.


"Nggak-nggak..., Gintan nggak mau. Mas kalau dikasih hati suka minta jantung. Gintan capek, Mas," tolak Gintani yang tahu maksud dari pembicaraan suaminya.


"Hehehe, iya-iya," kekeh Argha. "Memang, ratu Mas yang cantik ini, mau kemana?" Argha kembali bertanya sambil menopangkan dagunya di bahu Gintani.


"Gintan ingin pergi ke Pink Beach, kata orang-orang, pemandangan di sana sangat indah dan menenangkan, Mas," jawab Gintani penuh semangat.

__ADS_1


"Hmm, baiklah. Tapi sebelum itu, kita sarapan dulu, ya? Beri Mas waktu dua puluh menit buat siap-siap, oke?" Tak lama kemudian, Argha turun dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah suaminya pergi, Gintani mulai merapikan ranjang yang sangat berantakan akibat perbuatan mereka. Senyum tipis tersungging di bibir mungilnya saat mengingat malam panas mereka semalam.


Tiga puluh menit berlalu. Mereka kemudian keluar kamar menuju restoran untuk sarapan. Lepas sarapan, Argha menyewa seorang tourist guide untuk mendampingi mereka melakukan perjalanan ke Pink Beach. Masih sebuah destinasi yang bisa dikatakan surga di pelosok negeri Indonesia.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar tiga jam. Argha dan Gintani tiba di sebuah pantai yang memberikan nuansa romantis. Pantai Pink beach, sebuah pantai tempat wisata yang berada di pulau Komodo. Destinasi yang menyuguhkan keindahan yang luar biasa, sehingga rasa lelah selama menempuh perjalanan ke pantai itu, terbayar sudah dengan melihat lukisan alam yang tercipta dari tangan Yang Maha Kuasa.


Kabarnya, menurut salah satu sumber, pantai yang berwarna pink ini berasal dari hewan yang berukuran sangat kecil yang bernama Foraminifera. Hewan ini bisa memberikan pigmen merah pada koral. Lalu, koral-koral tersebut terbawa ombak ke tepi pesisir, hingga hancur menjadi butiran-butiran halus. Butiran tersebut kini menjadi pasir berwarna pink. Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat menakjubkan.


Gintani duduk di atas pasir untuk menikmati keindahan Pink Beach. Cahaya sinar mentari memantul dan menerpa wajahnya yang semakin tampak cantik. Rona kemerahan semakin tampak jelas terkena kilauan pasir yang berwarna pink. Subhanallah, sungguh perpaduan maha karya yang sangat luar biasa.


"Bagaimana, apa kamu suka?" tanya Argha seraya memeluk Gintani dari arah belakang.


Gintani merebahkan punggungnya di dada bidang suaminya. Tangannya menyentuh tangan suaminya yang sedang melingkar erat di perutnya.


"Suka, Mas. Gintan sangat suka bisa menikmati keindahan alam berdua bersama, Mas," jawab Gintani malu-malu.


"Syukurlah kalau kamu suka," jawab Argha seraya mendekatkan wajahnya.


"Eh, Mas...mau ngapain?" Gintani sangat terkejut mendapati wajah Argha yang hanya berjarak kurang dari 5 cm dengan wajahnya.


"Aku mau cium kamu, Gin," jawab Argha, pasti.


"Tapi Mas, ini di tempat u....Hummpphh...."


Bersambung....


Jangan lupa like, vote n komen...


Makasih... 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2