Takdir Gintani

Takdir Gintani
Kejutan Akbar


__ADS_3

Menjelang subuh, Jessica dan Djenar tiba di kediaman Iskandar. Mereka pun beristirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaganya.


"Ini Non," ucap bik Sumi sambil menyerahkan sesuatu kepada Jessica.


"Apa ini, Bik?" tanya Jessica, heran.


"Itu undangan dari nyonya Rosma," jawab bik Sumi.


"Undangan? Tante rosma? Jangan-jangan ..." gumam Jessica.


Jessica segera membuka undangan tersebut. Sesuai dengan dugaannya, ternyata itu adalah undangan pernikahan antara Argha dan Ilona yang akan dilaksanakan esok hari.


"Apa?! Besok? Itu artinya, hari ini dia akan menikah dengan Ilona. Tidak-tidak ... aku tidak boleh membiarkan Argha menikahi wanita busuk itu," gumam Jessica.


Jessica mulai menyusun sebuah rencana. Lihat saja nanti, aku akan memberi kejutan tak terduga untukmu Ilona, hingga apa yang aku alami dulu, kau pun akan mengalaminya, batin Jessica.


Pagi pun mulai datang. Bik Sumi memanggil Jessica dan temannya untuk sarapan.


"Apa kamu mau ikut?" tanya Jessica kepada Djenar saat sedang sarapan bersama.


"Kemana?" tanya Djenar dengan mulut yang penuh makanan.


"Kebiasaan ... habiskan dulu makanan di mulutmu!" tegur Jessica.


Glek!


Dengan susah payah, Djenar menelan makanan yang ada di mulutnya, sejurus kemudian dia meneguk minumannya.


"Mau ke mana, Kak?" Djenar mengulang pertanyaannya


"Pernikahan teman Kakak," jawab Jessica.


"Malas, ah," ucap Djenar.


"Kenapa?" Jessica kembali bertanya.


"Djenar nggak suka keramaian," jawab Djenar.


"Tapi kamu harus ikut?" Jessica mulai memaksa.


"Maksud Kakak?" tanya Djenar, heran.


"Tolong rekam Kakak," jawab Jessica tersenyum.


"Ih, emang Kakak mau ngapain?" Djenar semakin penasaran.


"Sudah siap-siap sana! Satu jam lagi kita berangkat," jawab Jessica.

__ADS_1


Jessica membereskan piring Djenar, padahal di dalamnya masih ada sisa makanan.


"Eh, Kak. Djenar belum selesai sarapan?" teriak Djenar.


"Bersambung," ucap Jessica sambil membawa piring itu ke dapur.


Bik Sumi hanya tersenyum melihat perubahan Jessica yang mulai mau pergi ke dapur.


Satu jam kemudian, Jessica melajukan mobilnya menuju hotel Crown, tempat berlangsungnya akad nikah antara Argha dan Ilona.


Jantung Jessica berdetak tak beraturan saat mendengar MC WO menyuruh para tamu duduk karena acara akad akan segera dimulai. Diam-diam Jessica terus menyusup untuk duduk di deretan kursi depan. Hingga di saat Argha hendak melakukan ijab kabul, Jessica pun berdiri.


"Tunggu!" teriak Jessica.


Dengan langkah tegap Jessica menghampiri kursi akad calon pengantin. Jessica menarik tangan Ilona hingga Ilona berdiri.


Plak!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ilona hingga dia jatuh tersungkur.


Semua para tamu undangan tercengang melihat drama nyata ini. Begitu pun dengan Argha, dia begitu terkejut melihat Jessica berteriak dan tiba-tiba menampar calon pengantinnya.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menamparnya?" teriak Argha.


"Dia memang pantas untuk ditampar. Bukan hanya ditampar, dia bahkan pantas untuk dibunuh. Hutang nyawa dibalas nyawa, dan itu pantas untuk wanita busuk ini!" teriak Jessica.


"Ish, siapa wanita itu?"


"Kesalahan apa yang sudah diperbuat pengantin wanita itu?"


"Kenapa wanita itu terlihat sangat marah?"


Para tamu undangan mulai berbisik-bisik satu sama lain melihat kedatangan Jessica yang tiba-tiba memarahi pengantin wanita.


Jessica kembali menyambar kebaya Ilona hingga robek di bagian bahunya.


"Aww!" Ilona menjerit merasakan perih di bahunya, saat ujung kuku Jessica menggores kulit bahunya.


"Cukup Jessi! Apa-apaan kamu ini, tiba-tiba datang dan marah-marah seperti itu, hah? Apa kamu sadar apa yang telah kamu lakukan?" teriak Argha.


"Ya! Aku sadar apa yang telah aku lakukan, dan aku tidak akan menyesalinya seumur hidupku. Seandainya di negara kita ini membunuh dibenarkan, sudah pasti aku akan membunuh calon istrimu hari ini juga, apa kamu dengar itu?" Jessica membalas teriakan Argha.


Semua orang tampak terkejut mendengar ucapan Jessica. Entah ada masalah apa di antara mereka sehingga wanita muda itu begitu sangat marah.


"Kemari kau wanita iblis!" Jessica kembali menyambar tangan Ilona dan mendorongnya hingga terjungkal. Sejurus kemudian dia mendekati Ilona dan mencengkeram kedua rahang Ilona.


"Jawab aku! Kenapa kamu tega melakukan itu? Apa salah dia padamu? Apa, hah?" Jessica berteriak dan mendorong kepala Ilona.

__ADS_1


Namun, Ilona hanya bisa diam diperlakukan seperti itu. Rupanya dia masih mencari perhatian semua orang yang berada di sana.


"Cukup Jessi, cukup!" Argha kembali menghampiri Ilona. Dia membuka jas dan memakaikannya kepada Ilona.


"Ini belum cukup Argha! Ini belum cukup. Dia telah merenggut kehidupan kakak sepupuku, dan aku harus membalasnya. Pak polisi!" teriak Jessica.


Entah dari mana datangnya, tiba-tiba dua orang polisi menghampiri mereka.


"Cepat tangkap wanita itu dan biarkan dia membusuk di penjara!" pinta Ilona.


"Tidak! Tunggu! Apa kesalahan saya? Dasar wanita gila! Kenapa kamu ingin menangkap saya?" teriak Ilona mulai bersuara.


"Jessica, apa kamu sudah tidak waras? Kenapa kamu membuat keributan di acara pernikahan anakku?" Kini giliran tuan Jaya yang menegur Jessica.


"Iya, Om! Aku memang sudah tidak waras! Aku benar-benar tidak waras saat berbulan-bulan aku tidak bisa menemui titik terang atas kecelakaan kakakku. Dan aku lebih tidak waras saat mengetahui jika itu bukan hanya sekedar kecelakaan. Dasar pembunuh! Pembunuh kamu!" Jessica semakin histeris ketika membayangkan Richard harus meregang nyawa gara-gara wanita itu.


"Apa maksudnya ini Jessi, katakan padaku, apa maksudnya ini?" teriak Argha.


Jessica mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya


"Ini! Lihatlah!"


Argha mengambil sebuah flashdisk dan map dari tangan Jessica. Dia membuka map tersebut. Argha sangat terkejut saat membaca isi map yang ternyata sebuah surat kepemilikan mobil dengan plat nomor yang tertera di sana.


Argha lalu melihat flashdisk yang sedang dipegangnya. Dia membawa benda kecil itu menuju meja operator yang akan menayangkan video slide show pertemuan pasangan pengantin itu. Argha memasang flashdisk tersebut di laptop. Dia tidak menyadari jika laptop itu telah tersambung pada sebuah infocus besar. Dan...."


Brakkk!


Dumm!


Video berdurasi 10 menit yang menampakkan kejadian tabrak lari di depan rumah sakit Harapan terpampang jelas pada sebuah layar putih di depan para tamu undangan.


Bukan hanya Argha, tapi semua orang yang berada di ruangan itu sangat terkejut melihat video yang didalamnya terdapat pengantin wanita sebagai pemeran utama.


Ilona menutup mulutnya tak percaya. Dia telah melenyapkan semua bukti tentang kecelakaan itu, tapi kenapa masih ada yang tersisa? Dan sialnya, kenapa semuanya harus terkuak di waktu yang tidak tepat?


"Tidak, Kak. Itu bohong. Itu hanyalah fitnah dari Kak Jessica. Aku tidak pernah melakukan semua itu. Aku tidak pernah melakukannya!" teriak Ilona menghampiri Argha.


"Huh, dasar ratu drama. Sudah jelas-jelas gambarmu terlihat di sana. Dan dalam berkas itu, namamu tertera jelas bahwa kamu adalah pemilik mobil itu. Benar, 'kan?" teriak Jessica


"Bohong! Dia bohong, jangan percaya itu, Kakak! Aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kecelakaan itu. Dia hanya ingin menjatuhkan aku. Sepertinya, dia tidak terima Kakak menikahi aku, karena itu dia memfitnahku," Ilona mencoba meyakinkan Argha.


"Lalu, apa kamu juga akan menganggap dia sebagai fitnah terhadapmu, Na?"


Bersambung


Jangan lupa like, vote n komennya yaa 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2