Takdir Gintani

Takdir Gintani
Akad Nikah


__ADS_3

"Jadi ini alasan kamu menolak berta'aruf dengan ustadz Husni ?" tanya Raisya yang sedang membantu Gintani memayet kebaya untuk acara sakralnya.


Gintani hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Raisya. Dia masih sibuk menjahit rok batik yang akan dikenakannya nanti.


"Iiih Giin....! Jawab aku...!" rengek manja Raisya.


Gintani menghela napasnya sejenak.


"Aku menolak ustadz Husni karena aku memang tidak pernah mempunyai perasaan lebih kepadanya. Bagiku, beliau adalah guru ku. Sedangkan untuk perjodohan ini, aku dan kakekku sendiri tidak pernah tahu tentang perjodohan ku sedari kecil." jawab Gintani.


"Loh, kok bisa nggak tahu Gin ?" tanya Raisya, terkejut.


"Ayahnya berteman baik dengan ayahku. Dan mereka telah berniat menjodohkan anak mereka, jauh sebelum kami lahir. Sedangkan kakek Wira, beliau lost kontak dengan anak dan istrinya semenjak beliau ditugaskan di pelosok. Aku sendiri tidak tahu pasti bagaimana ceritanya. Aku tidak ingin bertanya, karena aku tidak ingin membuka luka yang telah mengering di hati beliau." Gintani mencoba menjelaskan.


"Apa kau percaya begitu saja tentang rencana perjodohan itu, Gin ? Bukankah ayahmu telah meninggal ? Siapa tahu mereka membohongi kamu perihal perjodohan ini." tanya Raisya.


"Sudahlah, Sya ! Percaya ataupun tidak, namun yang pasti, om Jaya dan kakek Wira saling mengenal. Dan aku tahu jika kakek lebih mengetahui apa yang terbaik untukku." jawab Gintani

__ADS_1


"Hhh...., semoga saja kamu mendapatkan jodoh yang terbaik, Gin !"


"Aamiin...., makasih, Sya!"


🍀🍀🍀


Hari demi hari terus berlalu. Kini tibalah Argha dan Gintani di hari di mana mereka akan mengikat sebuah janji dalam akad nikah yang sakral.


Berbalutkan jas berwarna putih, dengan didampingi kedua orang tuanya di sisi kanan dan kirinya, Argha melangkah tegap memasuki sebuah perkebunan yang telah di sulapnya menjadi sebuah pelaminan bertemakan pesta kebun.


Di depan pelaminan terdapat sebuah meja dengan dikelilingi 6 buah kursi saling berhadapan. Dua kursi ditempati oleh penghulu dan kakek Wira. Dua kursi di hadapannya ditempati oleh Argha dan calon istrinya yang masih berada di kamarnya. Sedangkan dua kursi di samping kiri kanannya di tempati oleh tuan Jaya dan pak Jamal sebagai saksi.


"Saya terima, nikah dan kawinnya Gintania Nur'aini binti Arya Wirahadikusumah dengan maskawin tersebut, di bayar tunai !" jawab lantang Argha, mengucapkan akad nikah tanpa mengalami jeda atau pun kesalahan.


"Bagaimana para saksi, sah ?" tanya pak penghulu.


"Saaaahhhh.... " ucap kedua saksi dan para tamu undangan yang menyaksikan.

__ADS_1


"Alhamdulillah hirobbil alamin... " jawab pak penghulu. “Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir. Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. Aamiin" ucap penghulu itu bermunajat.


"Aamiin...!" jawab semua tamu yang hadir.


Tak berapa lama kemudian, didampingi Raisya dan bik Susan, Gintani dijemput dari kamarnya. Dia dibawa ke tempat akad dan duduk bersanding dengan lelaki pilihan kakeknya. Pasangan yang baru mengikrarkan sumpah itu pun mengikuti petuah dan wejangan dari seorang ustadz tentang hak dan kewajiban suami istri, juga tentang tata cara membina rumah tangga sesuai syari'at Islam.


Meskipun mereka telah melakukan sebuah perjanjian dalam pernikahannya, namun mereka berusaha untuk menjadi pendengar yang baik. Karena itu, mereka dengarkan apa-apa saja yang bisa menuntun mereka dalam meniti keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.


Selesai wejangan, Argha dan Gintani saling menyelipkan cincin kawinnya di jemari manis tangan mereka. Jantung Argha berdegup kencang saat mencium kening Gintani. Sedangkan Gintani hanya mampu memejamkan matanya merasakan hangat bibir suaminya yang menempel di keningnya.


Entah apa do'a yang mereka sampaikan di hari baik ini. Satu yang pasti, hati mereka menolak semua ikatan ini.


Na...., maafin kakak.... ! batin Argha.


Sedang Gintani hanya mampu menggenggam erat liontin sepasang merpati yang kini dia gantungkan di kalungnya.


Bersambung....

__ADS_1


Masih bersama Gintani yaaaa


Jangan lupa like, vote n komennya....


__ADS_2