Takdir Gintani

Takdir Gintani
Mendadak Viral


__ADS_3

"Ide yang bagus tuh! Kita mulai nanti siang ya, Kak!" Kevin kegirangan mendapati jawaban Gintani.


"Boleh." jawab Gintani dengan senyum manisnya.


"Nggak! Aku nggak setuju!" Argha berdiri sambil berkacak pinggang. Wajahnya sudah memerah menahan amarah atas keputusan sepihak Gintani.


Semua orang melirik ke arah Argha. Ish, ada apa dengan orang itu? batin Gintani.


"Kok, gitu sih Ar. Bini lo aja setuju, lah kenapa lo kagak? Come on, Ar...! Ini tuh bukan sekedar konten unfaedah, tapi juga, sarat akan makna, " ujar Kevin.


"Pokoknya, gua nggak setuju, titik!" dengus Argha kesal. Dia kemudian pergi meninggalkan ruang makan.


"Sebentar, ya!" izin Gintani kepada para tamunya. Gintani kemudian pergi menyusul Argha ke kamar.


Sementara itu, Bram dan Kevin hanya saling pandang melihat reaksi pasangan muda itu.


"Apa ini akan berhasil?" tanya Kevin setengah berbisik.


"Mudah-mudahan saja," jawab Bram, santai.


.


.


.


Gintani membuka pintu kamar suaminya. Terlihat Argha sedang duduk di sofa seraya menyilangkan kaki. Tatapannya terlihat tajam saat Gintani memasuki kamar itu.


"Apa yang membuatmu tidak menyetujui tawaran Kevin?" tanya Gintani, datar.


"Hhhh...." Argha menghela napasnya. "Aku rasa, kamu sudah tahu jawabannya."


"Itu bukan jawaban yang bijaksana. Berikan aku alasan kenapa kau selalu mengekang kehidupanku? Apa karena transaksi kita di masa lalu?" tanya Gintani, dingin.


"Cukup, Gin! Aku tidak ingin berdebat lagi!"


"Jika kamu memang tidak ingin berdebat denganku, setidaknya... berilah aku sedikit kebebasan untuk menentukan jalan hidupku! Aku butuh pekerjaan un_"


"Untuk apa? Apa semua fasilitas yang aku berikan masih kurang?" tanya Argha memotong kalimat Gintani.


"Untuk bertahan hidup jika suatu hari kamu mendepak aku dari kehidupanmu!"


Argha terkejut, dia tidak pernah berpikir jika Gintani sanggup memiliki pikiran seperti itu.


Argha berdiri dan menghampiri Gintani. Dia memegang kedua bahu Gintani. "Kamu istriku, Gin! Bagaimana mungkin aku akan mengeluarkan kamu dari kehidupanku," ucap Argha menatap lembut wajah istrinya.


"Mungkin saja, Mas! Semuanya akan selalu mungkin jika kamu tidak pernah bisa melepaskan Na dari hidupmu. Aku memang istrimu, Mas. Tapi hanya seorang istri di atas kertas!" jawab Gintani seraya menurunkan tangan Argha dari kedua bahunya. Setelah itu, Gintani berlalu pergi dari hadapan suaminya.


🍀🍀🍀

__ADS_1


"Sudah siap, Kak?" tanya Kevin begitu dia bertemu Gintani di lobi apartemen.


Gintani mengangguk menanggapi pertanyaan Kevin. Tanpa banyak basa-basi, Kevin dan Gintani berjalan menuju tempat parkir. Kevin membuka pintu depan mobil untuk Gintani, dia kemudian mengitari mobilnya untuk membuka pintu kemudi. Tak lama berselang, Kevin menyalakan mesin dan melajukan mobil membelah jalanan ibukota yang cukup sepi.


30 menit kemudian, mereka tiba di salah satu studio rekaman milik teman Kevin. Setelah saling berkenalan, mereka pun memulai project-nya untuk membuat konten bertemakan keagamaan. Gintani mulai memasuki bilik rekaman untuk pengambilan suara.


"Ok, siap! Tiga... Dua... Satu...!" Salah satu operator yang mengatur alat-alat di luar bilik suara.


Gintani mengangguk. Dia mulai melantunkan lagu-lagi milik salah satu penyanyi religi yang sedang naik daun. Setelah melakukan tes vokal beberapa kali. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencover dua lagu milik penyanyi religi itu.


Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah


Yalijitta bil haqqi rosulalhidayah


Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah


Yalijitta bil haqqi rosulalhidayah


Ya Rosulallah ya habiballah


Ya Rosulallah ya habiballah


Sungguh sangat merdu alunan lagu yang dilantunkan Gintani, membuat Kevin dan sang operator sungguh terpana. Gintani menyanyikan semua bait demi bait dengan penuh penghayatan. Matanya terpejam saat dia meresapi makna dari kalimat yang dia dendangkan.


Diam-diam, Kevin mengambil beberapa gambar dari ekspresi wajah Gintani yang terlihat meneduhkan. Pun dengan lagu kedua. Wajah Gintani berseri-seri saat menyanyikan lagu Aisyah Istri Rosulullah. Ada rasa haru di hati Gintani mengenang kisah romantis yang tertuang dalam syair lagu.


Pukul 16.00, Gintani tiba di apartemen. Seperti biasa, tak ada lagi sapaan yang terjadi antara dirinya dan suaminya. Terlebih lagi, Argha sangat tidak menyukai aktivitas yang baru saja dilakukan istrinya. Namun dia sadar, dia tidak punya hak untuk melarang Gintani.


🍀🍀🍀


Dua hari kemudian.


Argha baru saja tiba di kantornya. Dia sengaja berangkat pagi karena sudah tidak tahan dengan sikap Gintani yang selalu mengacuhkannya. Saat dia menuju pantry untuk membuat kopi, tiba-tiba saja dia mendengar lantunan lagu shalawat dari dalam pantry. Argha tersenyum tipis mendengar lagu yang amat merdu itu.


Klek...!


Argha membuka pintu pantry.


"Eh, Pak!" ucap salah seorang office boy yang sedang menyesap kopinya. Dia pun segera mematikan musik di ponselnya yang terhubung dengan music box.


"Ada yang bisa Ucok bantu, Pak?" tanya office boy itu dengan sopan.


"Saya hanya ingin membuat kopi saja," jawab Argha.


"Ucok buatkan ya, Pak! Manis atau pahit?"


"Tidak usah, biar saya buat sendiri saja. Kamu lanjutkan kembali ngopinya!" jawab Argha.


Ucok mengangguk meskipun dalam hatinya dipenuhi pertanyaan, kenapa jam segini bosnya sudah datang?

__ADS_1


"Kok musiknya dimatikan, Cok!" ujar Argha seraya menuang air panas ke dalam cangkir kopinya.


"He... he...takut mengganggu saja, Pak," jawab Ucok terkekeh.


"Lagu shalawat seperti itu tidak mungkin akan menggangu, Cok. Ngomong-ngomong, itu lagunya Sabyan, kan? Suaranya bikin hati adem, ya?" tanya Argha


"Benar, pak. Tapi yang barusan nyanyi bukan penyanyi yang sebenarnya, Pak. Sepertinya ada yotuber baru yg mengcover lagu-lagu dia."


"Benarkah? Kok bisa ya, suaranya merdu banget. Siapa, cok?"


"Kurang tahu Pak, soalnya dia cuma pakai nama inisial saja. Menurut yang punya chanel sih, dia emang sengaja nggak mau di kenali netizen. Tapi kalo denger suaranya, orangnya pasti cantik banget, Pak."


"Hmm, kamu tuh Cok! Emang kecantikan bisa di dengar?" jawab Argha menggelengkan kepalanya.


"Abis suaranya renyah banget ya, Pak. Pasti orangnya juga renyah," gurau Ucok.


"Hmmm... kerupuk kali Cok...! Emangnya di chanel siapa sih? Kok jadi penasaran ya?" tanya Argha seraya menyesap kopinya.


"Di chanel model terkenal itu, Pak. Kevin_Kev. Inisial penyanyinya Gn."


"Uhuk... Uhuk...!!"


Argha tersedak begitu mendengar chanel sobatnya disebutkan. Jangan-jangan...


Argha segera keluar dari pantry, meninggalkan Ucok yang sangat terkejut melihat perubahan raut muka bosnya itu.


Tiba di ruangannya. Argha segera meraih ponselnya. Dia membuka chanel milik Kevin. Benar saja..., pujian dan rasa penasaran para netizen terhadap si penyanyi memenuhi kolom komentar chanel itu. Subscriber-nya terus bertambah. Bahkan dalam waktu beberapa jam, followers si curut itu terus membludak. Argha yakin jika inisial Gn yang tertulis di sana, itu adalah kepanjangan dari Gintania Nur'aini, nama istrinya.


Argha menscroll komentar-komentar Itu. Banyak pujian yang tertulis dari kaum hawa, namun pujian kaum adam pun hampir 80 persen memenuhi kolom tersebut. Komentarnya pun hampir sama, rata-rata para Adam itu merasa penasaran dengan wajah Gn, sang penyanyi. Hati argha meradang ketika dia menemukan salah satu komentar yang seolah memberikan clue untuk si penyanyi.


@bram72 Gue dong yang menang banyak, karena yang nyanyi kakak gue yg paling cuantik...


@shaher_syah Benarkah? Mau donk dikenalin ma kakaknya.


@danny44 Ade mau dibawain apa, entar malem abang dateng buat ngapelin kakaknya yaa...


"Damn!"


Argha melemparkan ponselnya.


Benar-benar dua curut sialan! Berani-beraninya dia jadiin bini gua umpan. Gila aja, bini gua mendadak viral hanya dengan suaranya saja. Gimana kalau si curut itu membuat video dengannya. Tidak...! Gua tidak akan membiarkan hal itu terjadi! Gua harus berbuat sesuatu! Gua nggak mau cowok-cowok sialan itu tahu tentang paras Gintani! Ish...ayo mikir Ar...mikir...!!


Bersambung....


Semoga masih suka ceritanya yaaa


Jangan lupa like, vote n komennya...


Makasih...

__ADS_1


__ADS_2