
Kevin menghubungi Gintani dan menanyakan kesiapan dia untuk kembali menggarap konten yang bertajuk nada dan syi'ar. Tak ada alasan bagi Gintani untuk kembali menolaknya, karena ini konten yang bertemakan islami. Selain itu juga, Gintani ingin segera mengakhiri kontrak kerja samanya dengan Kevin. Gintani benar-benar ingin meluangkan waktunya dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Apalagi tuntutan dari ayah mertuanya tentang menimang cucu, menjadi alasan utama Gintani untuk mengurangi kegiatannya di luar.
"Baiklah, kapan kira-kira kakak ipar punya waktu luang untuk membuat konten terakhir kita?" tanya Kevin saat sedang bertamu ke rumah Argha.
"Besok juga tidak jadi masalah. Kebetulan, Gintan nggak punya acara apa-apa untuk esok hari. Gimana, Mas, boleh nggak?" Gintani meminta izin kepada suaminya.
"Iya, boleh. Lakukan apa pun yang kamu suka. Tapi ingat, ini yang terakhir, ya? Mas nggak mau kamu terlibat dalam acara seperti itu lagi," jawab Argha sambil memainkan kartunya.
"Tapi gajinya 'kan lumayan, Mas," jawab Gintani tersenyum imut ke arah suaminya.
"Apa kamu pikir suami kamu ini orang miskin, sampai harus membiarkan istrinya kerja seperti itu," gerutu Argha, kesal.
"Iya-iya, Mas. Gintan janji, ini yang terakhir," ucap Gintani sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
Argha tersenyum menyeringai. Akhirnya, dia mau menurut juga, batin Argha
🍀🍀🍀
Pengambilan video konten shalawat kali ini dilakukan di sebuah pantai. Suasana sore hari yang cukup menenangkan. Semilir angin yang bertiup menggerakkan hijab Gintani melambai-lambai ke sana kemari. Untaian bait shalawat mengalun merdu dari bibir mungil Gintani. Semua orang tampak terhanyut saat mendengar alunan nan syahdu itu.
Nando tampak serius melihat raut wajah Gintani yang begitu meneduhkan. Ketenangan yang dia rasakan lewat lantunan nada shalawat seketika berubah saat teringat kembali ancaman Ilona. Maafkan aku Gintan, aku tahu aku salah, tapi aku tak punya pilihan lain, batin Nando.
Nando kembali menyorot wajah teduh itu. Wajah halus tanpa noda yang sanggup menggetarkan hatinya setiap saat. Nando menyadari jika Gintani bukan lagi wanita yang mampu dia gapai. Namun tidak dipungkiri jika hatinya masih mengharapkan sebuah kebersamaan dengan wanita itu. Meski hanya sekedar teman kerja. Namun, pantaskah dia menyandang gelar teman setelah apa yang akan dia lakukan pada wanita itu? Aku tahu kamu akan kembali kecewa padaku. Tapi sungguh, aku tak punya pilihan lain, kembali Nando bermonolog dalam hatinya.
"Cut!"
Tiba-tiba teriakan Kevin mengejutkan Nando. Lamunannya pun seketika buyar mendengar teriakan itu.
"Break dulu!" teriak Kevin seraya melambaikan tangannya ke arah Gintani.
Gintani menghampiri Kevin. "Bagaimana hasilnya, Kak?" tanya Gintani.
Kevin tersenyum, "Hmm, bagus kakak ipar," jawab Kevin seraya mengacungkan kedua jempol tangannya.
Gintani yang merasa penasaran semakin mendekati Kevin dan Nando yang sedang memperhatikan gambar hasil rekaman barusan. Senyumnya mengembang saat dia juga merasa kalau video tersebut sangat bagus. "Hmm, tidak buruk juga," gumam Gintani.
"Semoga video terakhir ini bisa diterima di masyarakat," ucap Gintani.
"Aamiin," jawab Kevin dan Nando bersamaan.
"Oh ya, Bro. Kalau sampai konten kali ini booming, bagaimana kalau kita mengadakan pesta untuk merayakannya," usul Nando.
__ADS_1
"Hmm, ide yang bagus tuh!" jawab Kevin. "Bagaimana, kakak ipar?" tanya Kevin kepada Gintani.
Gintani tersenyum, "Bukan pesta, tapi tasyakuran, Kak," jawab Gintani.
"Ya, apa pun namanya, yang penting kita happy-happy, senang-senang gitu, Kak!" jawab Kevin.
"Tapi konteksnya beda, Kak," sanggah Gintani.
"Iya-iya, terserah kakak ipar saja," ucap Kevin mengalah.
"Hehehe,...." Gintani terkekeh melihat raut wajah Kevin yang mulai terlihat kesal.
"Tapi serius, Tan. Ini bagus banget loh!" ucap Nando kembali menunjukkan hasil rekaman tadi.
"Iya, Gintan tahu. Semoga konten ini berkah," jawab Gintani.
"Ya, sudah. Makan siang dulu yuk! Lapar nih," ucap Kevin.
"Oke, COD apa keluar, nih?" tanya Nando.
"Keluar aja, yuk! Dah lama nih kita nggak ke Z'Dulur," ajak Kevin.
"Kru yang lain ikut juga, 'kan?" tanya Gintani khawatir melihat anggota kru yang lainnya.
"Tentu saja mereka ikut. Ini, 'kan pekerjaan terakhir kita. Kapan lagi kita menjalankan kebersamaan seperti ini?" jawab Kevin.
"Ah baiklah, kalau begitu Gintan juga ikut. Sebentar, Gintan minta izin mas Argha dulu," ucap Gintani.
Kevin dan Nando mengangguk bersamaan. Sambil menunggu Gintani, mereka dan kru yang lainnya mulai membereskan peralatan.
🍀🍀🍀
Pukul satu siang, mereka tiba di Z'Dulur kafe. Berbagai macam aneka makanan mereka pesan. Dan entah kenapa, siang ini Gintani makan begitu lahapnya. Bahkan seafood pun yang dia tak suka, lolos masuk begitu saja ke dalam kerongkongannya.
"Bukannya kamu nggak suka seafood, Tan?" tanya Nando yang merasa heran dengan kebiasaan baru Gintani.
Gintani hanya menggedikkan kedua bahunya menanggapi pertanyaan Nando.
"Ketularan suaminya, kali," jawab Kevin.
"Hmm, bisa jadi." Nando menimpali omongan Kevin.
__ADS_1
Gintani pun hanya tersenyum mendengar gurauan kedua rekan kerjanya.
"Sudah, jangan pedulikan Gintan, makanlah! Kalau kalian tidak mau makanan ini aku lahap juga, hehehehe...." ujar Gintani, terkekeh.
Nando hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah lucu Gintani.
Sementara itu, di sudut meja sebelah kanan. Ilona menatap sekelompok orang yang sedang bersuka ria itu. "Tertawalah Gintani, tertawalah! Karena sebentar lagi, tawa kamu itu akan berubah menjadi tangis darah," gumam Ilona geram.
🍀🍀🍀
"Gin, Mas lihat akhir-akhir ini kamu ngemil terus, ya?" tanya Argha yang mendapati istrinya sedang memakan beraneka macam snack sambil menonton drama Korea.
"Kenapa? Gintan gendut ya, Mas?" tanya Gintani seraya meraba kedua pipinya.
"Gendut dikit nggak pa-pa, Gin. Makin sexy, makin gemoy, hehehe...." Argha meledek Gintani.
"Ish, Mas Argha! Eh, tapi beneran ya, Gintan makin gendut?" rengut Gintani.
"Nggak kok ... nggak terlalu,hehehe...."
"Tuh, 'kan ... berarti iya, donk!"
"Kemarilah!" perintah Argha.
Gintani melingkarkan kedua tangannya memeluk Argha.
"Mau se-gendut apa pun kamu, yang penting Mas tetep mencintai kamu, Gin," ucap Argha.
"Uuhh co cweet siiih, suamiku," ucap Gintani merona. "Tapi beneran, Mas. Kok, akhir-akhir ini Gintan doyan banget makan. Malahan, makanan yang Gintan nggak suka, tiba-tiba saja bisa Gintan lahap dalam sekejap. Kenapa ya, Mas?" tanya Gintani.
"Ya sudah, tidak apa-apa. Itu artinya kamu sedang berada di fase yang sangat sehat. Sehingga kamu bisa merasakan nikmatnya rezeki Tuhan akan beraneka ragam makanan."
"Hehehe, iya sih."
"Tapi jangan kebablasan juga. Jangan terlalu sering ngemil snack seperti ini. Salah-salah, nanti jadi penyakit." Argha mengingatkan istrinya.
"Iya Mas, iya."
Bersambung
Jangan lupa like, vote n komennya... 🤗🙏
__ADS_1