
Ini tidak benar ! Aku harus melakukan sesuatu untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anakku ! batin tuan Jaya.
“Temukan gadis itu ! Bawa dia ke hadapan om, secepatnya !"
☘️☘️☘️
Sementara itu di trotoar jalan utama, di kawasan pusat kota. Seorang gadis tampak tertatih-tatih menyeret langkahnya. Berjalan sedikit membungkuk dengan tangan yang sesekali me****s dadanya. Pandangannya menatap kosong ke depan. Pijakannya tak mampu lagi dia pilih. Sejauh kaki melangkah, sejauh itu pula harga dirinya mulai menghilang.Tiba-tiba, sebuah cahaya putih mendekatinya. Semakin lama semakin dekat, dan..
Brakkk….
Sedikit demi sedikit cahaya itu semakin memudar dan menghilang. Samar-samar dia mendengar suara-suara yang saling menyalahkan, sejurus kemudian suara itu menghilang. Dia pun tak mampu melihat dan mendengar apa-apa lagi.
“Shit…! Gimana ini ?” tanya Jessica yang mulai panik karena telah menabrak seorang gadis.
“Oh God ! Lo gimana sih, gue kan udah bilang, lo nggak usah nyetir ! Lo itu lagi mabok !” bukannya memberi solusi, Amira sahabatnya malah menyudutkan Jesicca.
“Ish lo ini ! Ya udah nggak usah nyudutin gue terus. Nih gimana nih urusannya ?” tanya Jessica lagi yang mulai semakin panik.
“Ya udah, kita bawa aja ke rumah sakit !” ajak Amira.
“Gila lo ! Terus lo mau pihak rumah sakit laporin kita ? mana lagi dalam kondisi kayak gini. Lo mau kita masuk penjara ?” tanya Jessica lagi.
"Ya terus gimana dong ?” tanya Amira.
“Udah, bantu gue buat gotong dia ke mobil. Kita bawa ke rumah gue aja !” ujar Jessica.
Jesika dan Amira pun segera membalikkan tubuh gadis itu. Mereka terkejut saat jas yang dikenakan gadis itu tersingkap dan menampakkan kemejanya yang sobek di bagian depan. Untuk sesaat, mereka hanya bisa saling pandang.
“Ayo angkat, Ra !” ujar Jessica.
Amira mengangguk dan mulai memposisikan dirinya di bagian kaki gadis itu. Sedangkan Jessica mengangkat kedua bahunya. Dengan susah payah, akhirnya Amira dan Jessica berhasil mendudukkan gadis itu di kursi belakang mobilnya. Setelah itu, Amira menyalakan mesin mobilnya dan mulai melajukannya menuju rumah Jessica.
Tiba di rumahnya, Jessica meminta penjaga keamanannya untuk memangku gadis itu dan membaringkannya di kamar tamu.Tak lupa Jessica meminta asisten rumah tangganya untuk membersihkan dan mengganti baju gadis itu. Setelah memberikan perintah, Jessica pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Di kamar tamu. Bik Yati sang asisten rumah tangga di rumah Jessica, tampak terkejut melihat bekas tamparan di pipi kanan gadis itu. Sudut bibir kanannya terlihat sedikit pecah sepertinya akibat dari kerasnya tamparan yang di dapatkan. Bik Yati pun semakin terkejut saat melihat noda darah yang sudah mulai mengering di kedua se********an gadis itu.
Ketika dia sedang membuka pakaiannya. Beberapa jejak kepemilikan tampak jelas terukir di sekitar dadanya. Bik Yati menghela napasnya. Ya tuhan, apa yang terjadi dengan gadis ini…? batinnya.
Setelah selesai membersihkan seluruh tubuhnya. Satu persatu bik Yati mulai memakaikan pakaian yang diberikan majikannya kepada gadis yang tengah tak sadarkan diri itu. Ketika dirasa telah beres, buk Yati pergi ke dapur untuk mengambil air kompres. Bik Yati baru menyadari jika suhu tubuh gadis itu mulai terasa panas.
__ADS_1
Dengan telaten. Bik Yati menaruh kompres air hangat di kening gadis itu. Matanya menatap lembut ke arah gadis itu.
"Gadis yang sangat cantik” gumam bik Yati. Sesekali tangan tuanya menyentuh pucuk kepala gadis itu dan mengusap rambutnya. Malam semakin larut. Karena merasa khawatir dengan keadaanya, bik yati pun memutuskan untuk bermalam di kamar tamu dan menemani gadis itu.
Keesokan harinya.
“Apa dia sudah bangun, bik ?” tanya Jessica.
“Sepertinya belum nona. Semalam suhu badannya sangat tinggi, jadi bibik mengompresnya dengan air hangat.
Jessica tampak terkejut. Dia segera menaruh roti bakarnya di atas piringnya. Kemudian meminum susunya. Setelah itu Jesicca segera menghambur ke arah kamar tamunya.
Ceklek !
Jesicca membuka pintu kamar itu. Dan sepertinya gadis itu mulai terbangun karena suara pintu yang dibuka oleh jesika. Tampak gadis itu mengerjapkan kedua matanya.
“Kamu sudah bangun ?” tanya Jessica.
Gadis itu memandang intens ke arah Jessica. Dia sedikit mengernyitkan keningnya saat menyadari jika dia tidak mengenali Jessica
“Di mana aku, dan si…siapa kamu ?” tanya gadis itu.
Gadis itu hanya tersenyum tipis mendengar pengakuan Jessica.
“Jam berapa sekarang ?” tanya gadis itu.
Jessica melirik jam yang melingkar di tangannya. Jam 8 lebih 20 menit.” jawab Jessica.
Tiba-tiba raut wajah gadis itu berubah. Tampak sekali kepanikan tergambar di wajahnya.
“Aku harus pergi, di mana bajuku ?” tanya gadis itu yang menyadari jika dia sedang mengenakan piyama milik orang lain.
“Baju lo mungkin sedang di cuci ma pembantu gue ! Emang lo mau kemana, buru-buru banget ! Lo tuh belom sarapan. Yuk sarapan dulu bareng gue ! ajak Jessica.
“Terima kasih, tapi aku sedang ada urusan yang sangat penting. Bisa kau tolong panggilkan pembantumu ! ?Aku ingin berganti pakaian. Aku tidak mungkin pergi hanya dengan piyama ini.” jawab gadis itu sopan.
Jessica melangkahkan kakinya mendekati nakas. Setelah itu dia meraih gagang telpon dan menghubungi asisten rumah tangganya untuk datang.
Tak lama kemudian. Bik yati pun datang.
__ADS_1
"Iya, non ada apa ?’ tanya bik Yati.
“Dia membutuhkan pakaiannya kembali. Apa kamu sudah mencucinya ?” tanya Jessica pada pembantunya.
“i…iya non ! Bibik sudah mencucinya dan mengeringkannya. Tapi untuk kemejanya, bibik rasa itu sudah tidak bisa lagi di pakai.” Jawab bik Yati.
“Ya udah ambil aja kemeja Jessica yang masih baru di lemari nya.!” perintah Jessica
Bik Yati pun pergi untuk membawa pakaian gadis itu dan juga kemeja nona mudanya. Tak lama kemudian dia pun segera kembali dan menyerahkan pakaian itu kepada gadis malang itu.
"Pakailah !” perintah Jessica.
Jessica kemudian mengajak bik Yati pergi dan membiarkan gadis itu mengganti pakaiannya. Tak lama kemudian. Gadis itu telah berdiri di ruang makan.
"Nona , saya permisi dulu !” Terima kasih atas kebaikan nona karena sudah mau menampung saya malam tadi.
“It’s oke ! Lagipula gue juga udah salah karena udah nabrak lo. Beneran lo mau pulang ? Udah deh, lebih baik lo sarapan dulu ma gue ! sekali lagi Jessica mengajak gadis itu untuk sarapan.
Namun kembali gadis itu menolaknya. Jessica pun hanya mendengus kesal dan membiarkan gadis itu berjalan ke arah pintu utamanya.
“Eh tunggu ! Siapa namamu ?” tanya Jessica saat gadis itu telah sampai di pintu utama.
Sang gadis sejenak menoleh dan tersenyum. Kemudian dia kembali melangkahkan kakinya pergi dari rumah besar nan megah itu.
“Aneh !" gumam Jessica seraya melanjutkan sarapannya.
☘️☘️☘️
Di pub. Alex kembali mengeluarkan mobilnya dari garasi. Hari ini dia akan melakukan pencarian kembali terhadap Gintani. Semalaman Alex telah menyusuri jalanan ibu kota. Namun hasilnya nihil. Gintani bagai menghilang di telan bumi. Karena tidak berhasil menemukan jejak Gintani, Alex pun memutuskan untuk kembali ke pub. Alex berharap dia bisa menemukan Gintani di pub.
Semua harapan itu musnah saat Alex tak mendapati Gintani di kamarnya. Senormal mungkin Alex menanyakan keberadaan Gintani kepada Alya, tapi Alya pun tak tahu kemana menghilangnya gadis itu.
Kini Alex telah berada di jalanan ibu kota. Jalanan yang sedikit agak lengang karena ini hari libur. Alex pergi kemana taman kota, berharap bisa menemukan keberadaan Gintani di sana. Namun Alex kembali harus menelan kekecewaan saat melihat membludaknya pengunjung tamkot di hari libur.
Tidak ! Tidak mungkin dalam keadaan sedih, Gintani akan pergi ke tempat seramai ini. Ish, pergi kemana kamu, Tan…?”
Bersambung...
Jangan lupa like vote n komennya 🙏🤗
__ADS_1
Ditunggu yaaa....