Takdir Gintani

Takdir Gintani
Rencana yang Gagal


__ADS_3

Pov Argha


Saat aku membuka pintu ruangan yang telah direservasi oleh asistenku, aku melihat gadis itu tengah duduk sambil memainkan ponselnya. sadar akan kedatanganku, gadis itu mengembangkan senyumnya yang pernah membuatku tergila-gila. Senyum manis dengan sinar mata yang meneduhkan, menambah cahaya keluguan terpancar di wajah itu. Dulu aku sangat suka dengan sinar itu. Tapi sekarang, aku sadar jika sinar itu telah begitu banyak menyimpan kebohongan.


Dia menyentuh tanganku setelah beberapa menit aku duduk. Namun dengan sangat halus aku mencoba menghindarinya dengan cara menawari dia makanan. Aku melihat tatapan kecewa darinya, tapi aku mencoba untuk bersikap masa bodoh.


Aku melihat senyumnya kembali mengembang saat dia mendapati aku memesan makanan yang seperti biasa kami makan saat dinner dulu. Dia terlihat senang ketika menyadari aku masih mengingat makanan kesukaannya. Namun dia juga terlihat heran saat aku menawarkan segelas sampanye untuknya.


Dia bertanya sejak kapan aku meminum minuman beralkohol itu ? Aku hanya menjawabnya sejak kekasihku meninggalkan aku. Sekali lagi aku melihat rona kebahagiaan terpancar di wajahnya. Mungkin dia menyangka jika kekasih yang aku maksud adalah dirinya. Padahal kenyataannya, aku menyentuh minuman itu sejak aku tidak pernah bisa melupakan wajah kemarahan milik gadis yang bermata penuh duka.


Rintihan kesakitan pada saat aku memaksakan kehendakku, setiap malam selalu menggema di telingaku. Ingin sekali aku mencarinya. Tapi aku terlalu takut mendapatkan kebenciannya. Biarlah waktu yang akan berbicara tentang kata maaf yang akan aku ungkapkan padanya suatu hari nanti. Terlebih lagi, bayangan Na kembali lagi menyeruak dalam ingatanku. Ini tahun ke-16 aku tidak bertemu dengannya. Dan aku tidak akan sanggup jika harus menunggu lebih lama lagi. Aku berharap, aku bisa menemukan Na sebelum dia genap berusia 23 tahun, agar aku bisa menikahinya


Lamunanku dikejutkan oleh kedatangan seorang pelayan yang membawa dua gelas jus. Karena aku merasa tak pernah memesannya, aku pun mengatakan jika dia salah ruangan. Namun secepat kilat Jessica mengatakan jika itu adalah pesanannya.


Aku pun mulai memahami rencana wanita ular ini. Aku ikuti saja sejauh mana permainan yang akan dia lakukan malam ini.


Tak ingin terlalu lama terjebak dalam situasi ini, aku segera menyuruh Jessica untuk meminum sampanye yang telah aku tuang di gelasnya. Jessica tidak menyadari jika di dalam gelasnya telah dilumuri sejenis Gel bening yang akan membuat dia kehilangan kesadarannya untuk beberapa waktu.


Saat kami mulai menyantap hidangan sambil sesekali bercanda mengenang masa lalu, aku pun menukar gelas jusnya. Tanpa sadar jus yang seharusnya milikku, dia minum setelah dia merasa haus. Jessica sedikit mengernyitkan keningnya saat menenggak jus itu, namun aku mencoba mengalihkan perhatiannya dengan kembali bercerita tentang kebersamaan kita.


Aku sudah muak dengan senyum lugu yang dia perlihatkan. Aku pun mulai berakting dengan berpura-pura memegang kepalaku. Ah, tidak sia-sia aku berteman dengan Kevin yang seorang aktor itu. Kevin yang awal mula aku benci karena perselingkuhannya dengan kekasihku. Sungguh sebuah kisah yang teramat panjang untuk diceritakan.


Jessica mulai tampak cemas melihat keadaanku. Aku semakin tidak merasa nyaman dengan semua kecemasan yang hanya berpura-pura. Tanpa mengulur waktu. Aku mendekati gadis itu dan menggendongnya.


Saat itu wajahnya terlihat mendekati wajahku. Untuk meloloskan rencana ku, aku membiarkan bibirnya menyentuh bibirku. Awalnya aku hanya mendiamkannya, tapi saat aku teringat perkataan kevin tentang totalitas peran. Akhirnya mau tidak mau aku pun membalas ciumannya. Semakin lama, ciuman itu semakin liar. Sadar jika aku telah terhanyut dengan apa yang dilakukan gadis itu, aku pun melepaskan pagutanku.


Dia menatap sendu padaku, dan bertanya, apa kita akan melakukannya? Dalam hati aku hanya mendengus kesal mendapati pertanyaan yang tak tahu malu itu.


🍀🍀🍀


Jessica menatapnya sendu, “Ar, apa kita akan melakukannnya ?”


Argha diam. Tampak Jessica kembali mendekatkan bibirnya. Namun kali ini Argha menghindarinya dan hanya menatap wajah Jessica dengan senyum yang hanya dia sendiri yang tahu apa artinya.

__ADS_1


Akhirnya Jessica menyusupkan wajahnya di ceruk leher Argha. Dia melingkarkan kedua tangannya degan erat di leher Argha. Entah kenapa, tiba-tiba saja matanya terasa berat. Jessica pun mulai merebahkan kepalanya di ceruk leher mantan kekasihnya.


Argha membawa Jessica ke sebuah kamar hotel. Dengan bantuan detektif yang selalu mengawasi pergerakan Jessica, Argha merebahkan gadis itu di atas ranjangnya.


“Apa yang akan kita lakukan padanya, tuan ?” tanya Grey sang detektif.


“Telpon laki-laki itu ! Dan suruh dia untuk membawanya pergi jauh dari negara ini !” perintah Argha.


Grey mengangguk. Dia pun segera mengeluarkan ponselnya untuk melaksanakan perintah tuannya.


“Maafkan aku, Jes ! Kesalahanmu kali ini sangatlah fatal. Aku tidak bisa memaafkan semua kesalahanmu. Aku tidak ingin kamu terus menjadi boneka ibuku. Karena itu, aku harap kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan baik bersama pria itu.” gumam pelan Argha.


Selang beberapa waktu. Seorang pria bule tiba-tiba datang ke kamar hotel.


“Ada apa Ar ? Kenapa kau memanggilku kemari malam-malam begini ?” tanya pria itu yang tak lain adalah Kevin.


“Kau masih mengingatnya ?” tanya Argha kepada sahabatnya. Dagunya dia arahkan kepada seorang gadis yang tengah tertidur lelap.


Kevin tersentak kaget melihat Jessica tengah terlelap seperti anak kecil yang tertidur nyenyak. Wajah polosnya semakin terlihat imut.


“Tentu saja aku mengingatnya, Ar ! Karena dialah kau memukuli aku hingga aku masuk rumah sakit. Untung saja Bram dan Alex memisahkan kita, hingga nyawaku masih bisa di selamatkan. Kau memang seorang yang sangat kejam, Ar !”


"Dasar bodoh! Aku tidak akan mungkin menghajar mu jika kau tidak meniduri cewekku!" ujar Argha merasa geram saat teringat kembali dengan apa yang mereka lakukan.


"Tapi semua itu bukan salahku ! Dia yang pertama kali datang menghampiriku. Dia bilang jika pacarnya tidak mampu memberikan dia kehangatan. Ya, kucing di kasih ikan, mana nolak Ar! " Kevin mencoba membela diri


“Sialan lo ! Mau gue masukin rumah sakit lagi ?” dengus Argha merasa kesal.


“Sorry, sorry Ar ! Gue cuma becanda. Lo kenapa sih, lagi PMS ya ?”


“Kev, gue lagi nggak punya banyak waktu untuk melayani semua ocehan mu !”


“Oke…oke...! Apa yang harus gue lakukan dengan gadis ini !” tanya Kevin.

__ADS_1


“Lo mencintainya ?” Argha balik bertanya.


"Oh, come on Ar ! Lo tau kalau gue bukan lah lelaki yang menyukai ikatan." ucap Kevin merengek.


“Muai sekarang, belajarlah untuk menyukainya!" jawab Argha, ketus.


“But, Ar !”


“Bawa dia pergi dari sini ! Sejauh mungkin !” ucap Argha seraya pergi meninggalkan sahabatnya bersama gadis itu.


“Ish, ar…!”


Kevin hanya bisa menggerutu kesal dengan keputusan sepihak sahabatnya.


🍀🍀🍀


Waktu sebulan yang dijanjikan tuan Jaya kepada asistennya, akhirnya tidak terlaksana. Rencana yang di susunnya, gagal total akibat pembangunan resort di Bali mengalami musibah. Sepertinya terjadi kecurangan yang dilakukan pihak kontraktor. Hingga pada akhirnya menyebabkan bangunan yang hampir selesai itu roboh dan menimpa beberapa buruh bangunan. Tuan Jaya dan Jamal menunda liburannya dan segera pergi ke Bali untuk menyelesaikan semuanya.


Rencana yang gagal ayahnya, pada akhirnya membuat Argha kelabakan. Pihak pemda setempat memaksa perusahaan ayahnya untuk segera melakukan survey mengingat proyek Taman Wisata Batu Mahpar telah selesai. Mereka tidak menginginkan jeda yang lama untuk segera memajukan daerah-daerah wisata yang ada di bawah pemerintahannya. Argha pun hanya bisa mendengus kesal saat ayahnya memberikan perintah untuk meninjau lokasi.


“Tolong bari Argha waktu 2 minggu lagi, pah ! Argha masih punya proyek yang harus diselesaikan tepat waktu. Argha harap papah bisa menghargai keputusan Argha."


“Baiklah, terserah kamu saja, nak !” jawab pak jaya di ujung telponnya.


Argha meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya. Dia meraih CV yang pernah diajukan Gintani ke perusahaannya dulu. Argha membuka CV tersebut, netranya menatap tajam melihat pas foto yang terselip di lembaran pertama…


“Gintania Nur’aini….!” gumamnya. Sejenak Argha mengernyitkan keningnya saat melafalkan nama gadis itu


“Sepertinya aku pernah mendengar namanya, tapi dimana…?”


Bersambung....


Jangan lupa like vote n komennya 🙏☺

__ADS_1


__ADS_2