
Lelaki itu tengah duduk di beranda rumahnya. Sesekali, bibir tebalnya menyesap kopi hitamnya yang terasa begitu nikmat. Seulas senyum tipis terukir di kedua sudut bibirnya tat kala membayangkan gadis cantik berwajah imut. Gadis yang selama beberapa bulan ini telah menghangatkan hatinya yang bertahun-tahun terasa dingin dan membeku.
Dia adalah Bramantyo Ahmad Jalaluddin. Seorang lelaki yang telah menutup hatinya dari cinta setelah menyadari kisah cinta segitiga terjadi dalam lingkaran sebuah persahabatan. Kisah diawali saat dia memasuki masa SMA.
Seorang gadis cantik dengan gaya rambut yang terkuncir satu di belakang bak ekor kuda, tengah berlari-lari kecil di lapangan upacara bendera. Dilihat dari raut wajahnya, sepertinya dia tengah merasakan kecemasan karena mungkin terlambat masuk kelas.
"Awww..! Aaahh....!" jerit sang gadis. Rupanya kakinya tersandung pada sebuah batu berukuran cukup besar, yang berada di hadapannya.
Huff...!!
Bram yang saat itu tengah berjalan berlawanan arah, segera menangkap gadis yang hendak mencium tanah itu. Seketika pandangan mereka pun bertemu.
*De*g...deg...deg...
Jantung Bram berpacu lebih cepat saat menatap manik mata kecoklatan milik sang gadis. Si...siapakah dia? batinnya.
"Eh...ma...maaf!" ucap sang gadis tersipu malu. Kedua pipinya memerah ketika tanpa sengaja dia memeluk lelaki yang menolongnya.
Bram hanya mampu tersenyum mendengar permintaan maaf gadis itu. Dia terpaku di tempatnya seolah tersihir oleh lantunan suara yang terdengar mendayu di telinganya.
"Terima kasih sudah menolongku! Aku masuk kelas dulu ya!" pamit sang gadis seraya pergi meninggalkan Bram.
Bram mengangguk, dia pun menatap punggung sang gadis yang terus menjauh dengan perasaan takjub akan kecantikan dan kesopanannya dalam bertutur kata. Sejak saat itu, Bram menyadari jika dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap gadis imut itu.
Beberapa hari kemudian, hubungan Bram dengan gadis itu semakin dekat saja. Bram belum pernah merasakan jatuh cinta, baginya gadis itu adalah cinta pertamanya. Apapun dia lakukan untuk kebahagiaan sang pujaan hati. Hingga suatu hari, Bram sadar jika semua pengorbanan yang telah dia berikan, sia-sia.
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Bram hanya mampu bergeming saat gadis itu menyatakan perasaannya untuk sahabat Bram sendiri.
"Aku mencintainya, Kak. Aku sangat mencintai teman Kak Bram. Apa Kakak bisa membantuku untuk menjadi kekasihnya?"
__ADS_1
Kata kata itu selalu terngiang-ngiang di telinga Bram. Setiap Bram mengingatnya, hatinya bagaikan tertusuk ribuan jarum. Sakit... ! Sangat menyakitkan. Mungkin inilah yang dinamakan sakit tak berdarah. Cinta yang tak pernah tersambut.
Sejak saat itu, Bram selalu menolak kehadiran wanita dalam hidupnya. Banyak sekali wanita yang tergila-gila padanya. Namun sayangnya, tak satu pun dari mereka yang bisa membuat hatinya kembali bergetar. Baginya, cinta itu telah mati. Dan kematian itu berawal dari kepergian sang gadis yang sampai detik ini tidak pernah diketahui keberadaannya.
Namun kehadiran Nadhifa di kantor tempat dia bekerja, sedikit demi sedikit telah mencairkan bongkahan es yang berada di hatinya. Entah kenapa, hatinya terasa menghangat saat melihat tingkah laku Nadhifa. Kekonyolannya, gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, sikapnya yang ramah tanpa membeda-bedakan status sosial, dan suaranya yang cempreng. Semuanya membuat keseharian Bram menjadi berwarna.
Tiba-tiba saja, Bram merindukannya saat mereka saling berjauhan. Entah sejak kapan perasaan rindu itu muncul. Namun yang jelas, Bram akan mengalami badmood dalam bekerja, jika dia belum melihat kehadiran Nadhifa di kantor itu. Sepertinya, kehadiran Nadhifa sudah seperti obat terlarang yang membuat Bram kecanduan.
"Sedang apa kamu, Nak?"
Tiba-tiba, suara bariton sang ayah membuyarkan lamunan Bram.
"Eh Ayah, ini Bram lagi menikmati kopi," jawab Bram seraya menunjuk cangkir kopi yang isinya tinggal setengah dengan ujung dagunya.
Pak Jamal tersenyum, "Kebiasaan, " jawabnya ambigu.
"Iya, kamu! Kebiasaan, kalau sudah minum kopi pasti senyam-senyum sendiri. Kamu lagi jatuh cinta, ya?" tuding Pak Jamal.
Uhuk... Uhukk...
Bram yang sedang menyesap kopinya, seketika tersedak mendengar tuduhan ayahnya.
"Ayah apaan sih...? Datang-datang kok malah heboh sendiri," sungut Bram kesal
"Iyalah... iya... kamu menang, Nak! Urusan cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. Ayah cuma mau mengingatkan, tolong jangan sampai mengecewakan ibumu yang sangat berharap ingin memiliki teman bercerita," ucap Pak Jamal, sendu.
Bram menundukkan kepalanya. Dia mulai mengetahui arah pembicaraan ayahnya. Bram kembali mereguk kopinya yang hanya tinggal seperempat itu.
"Bram, bagaimana jika Ayah menjodohkan kamu dengan Nadhifa, putra tuan Jaya. Apa kamu tidak keberatan?"
__ADS_1
Brurrr....
Saking kagetnya, alhasil membuat sisa kopi yang tinggal seperempat itu, bukannya masuk ke mulut, malah tersembur sempurna membasahi meja sekitar.
Ah Ayah... Ayah sudah seperti seorang cenayang saja. Selalu tahu apa yang aku mau, gumam Bram dalam hati.
🍀🍀🍀
Rumah sakit internasional
"Rich, kapan aku bisa pulih?" tanya gadis berperawakan mungil itu.
"Mungkin sekitar 4 atau 6 minggu lagi," jawab dokter Richard.
"Ish, kenapa lama sekali?" gerutunya.
"Na, itu sudah prosedurnya, Sayang!" jawab dokter Richard seraya menyurai lembut gadis mungil berambut panjang itu.
"Waktu pemulihan pascaoperasi berkisar 4 hingga 6 minggu. Dan selama itu, kamu tidak boleh berhubungan intim dulu. Kamu harus merawatnya dengan cara membasuh dan membersihkan vulva dengan lembut sebanyak 4 kali sehari. Basuhlah setiap setelah buang air kecil atau buang air besar. Mengerti!" titah dokter Richard.
"Jika selama itu proses pemulihannya, kapan aku bisa memilikinya, Rich?" tanya gadis itu dengan wajahnya yang memelas.
"Bersabarlah, Na! Bukankah kamu bilang, dia sangat mencintaimu? Aku yakin jika dia benar-benar mencintaimu, dia pasti akan kembali padamu."
"Aku yakin dia akan kembali padaku, Rich. Kalaupun tidak, aku pasti akan merebutnya. Aku tidak rela harus kehilangan apa yg sudah aku perjuangkan selama ini," ucap sang gadis seraya menatap tajam ke arah jendela kamarnya.
Bersambung yaaaa...
Semoga masih suka ceritanya. Jangan lupa like, vote n komennya yaaa... 🙏🤗
__ADS_1