Takdir Gintani

Takdir Gintani
Kabur


__ADS_3

"Sampai kapan kau akan duduk di sini? Bukankah kau bilang jika perjalanan kita masih panjang?"


Gintani terkejut mendengar suara bariton itu. Sejurus kemudian, dia menegakkan kepalanya. "Maaf!" ujarnya.


Gintani berdiri, hendak melangkahkan kakinya untuk kembali ke mobil. Namun sayangnya, ujung sepatu sebelah kanannya tersangkut di rok. Gintani mulai kehilangan keseimbangan sehingga membuat dia limbung dan hendak jatuh. Namun,


Hup...


Argha segera menangkap dan menahan tubuh Gintani agar tidak menyentuh tanah. Untuk sejenak, pandangan mereka beradu. Gelanyar aneh menghampiri keduanya. Namun dengan egoisnya, mereka pun menampik rasa itu.


"Ma ... maaf!" ucap Gintani seraya meronta mencoba melepaskan bahunya dari genggaman tangan kekar suaminya.


"Lihat pijakan kalau hendak berjalan! Bagaimana jika kau limbung ke arah belakang dan jatuh ke jurang itu?" gerutu Argha yang merasa kesal akibat kecerobohan istrinya.


"Ya baguslah! Kau akan secepatnya menjadi duda dan bisa melanjutkan hubunganmu dengan Na mu tanpa harus repot menunggu waktu satu setengah tahun untuk berpisah denganku," ucap Gintani datar, seraya berlalu melewati suaminya.


Humpppp.....


Merasa kesal dengan ucapan sang istri, Argha segera menarik tangan Gintani hingga kembali menghadapnya. Dalam hitungan detik, dia pun membungkam mulut Gintani dengan bibirnya.


Argha mulai menyesap bibir mungil itu. Me-lu-mat-nya penuh kelembutan. Dia menahan tengkuk Gintani untuk lebih memperdalam ciumannya.


Gintani merasa kaget dengan perbuatan suaminya. Tangannya mulai meronta memukuli dada bidang suaminya. Namun kelembutan yang dirasakan pada bibirnya kali ini, melemahkan perlawanan Gintani. Tanpa sadar, Gintani hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah dengan perbuatan suaminya.


Puas melakukan aksinya, Argha pun melepaskan pagutannya. Dia mulai menarik pinggang ramping istrinya hingga tubuh mereka saling menempel. Tangan kanannya mulai menyapu lembut bibir istrinya yang tampak basah itu.


"Jangan pernah melawanku, atau aku akan menghukummu lebih dari ini!" ucap Argha.


"Tolong lepaskan aku!" pinta Gintani, lirih.


Tak kuasa menatap mata sendu itu, akhirnya Argha melepaskan Gintani. Mereka kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanannya. Sepanjang jalan, keheningan pun tercipta di antara mereka.


🍀🍀🍀


Room nomor 9.


"Jadi benar, Argha sudah menikah?" tanya Kevin terlihat antusias.


"Ya, benar!" jawab Bram seraya mengupas kacang kulit yang berserakan di atas meja.


"Dengan siapa si pria sombong itu menikah?" tanya kevin lagi.

__ADS_1


"Ya pastinya dengan seorang wanita," jawab Alex.


"Ish, aku tahu itu, Al!" gerutu kevin kesal. "Maksudku, siapa wanita yang berhasil menaklukkan raja angkuh itu?" lanjutnya.


"Entahlah, mungkin Jessica?" jawab Bram


"No...! Tidak mungkin gadis itu Jessica!" elak Kevin.


"Loh, kenapa? Bukankah mereka cukup lama berpacaran? Ya, mungkin saja mereka memutuskan untuk kembali lagi dan menjalin hubungan yang lebih serius lagi," jawab Alex


"Waah, Imajinasimu tinggi sekali tuan. Tapi sayangnya, tebakanmu salah," lanjut Kevin.


"Kenapa kamu begitu yakin sekali, Kev?" tanya Bram.


"Karena sudah beberapa bulan ini, Jessica tinggal bersama orang tua gua," jelas Kevin.


"Oh my god...!!" pekik Bram.


"Gila lo ya! Argha bisa marah kek dulu kalo dia tahu lo umpetin Jessica," ujar Alex.


"Sorry gaiss, gua nggak umpetin dia. Argha sendiri yang meminta gua untuk membawa Jessica pergi jauh," jawab Kevin santai.


"Ah, gue memang tidak pernah mengerti dengan jalan pikiran si Mr arrogant itu!" timpal Bram.


"Aamiin," ucap Kevin dan Bram berbarengan.


Tak lama kemudian, ponsel milik Kevin berbunyi. Kevin pun segera meraihnya dari atas meja


"Yes mom!"


.......................


"What!! But, how can?"


........................


Terlihat kevin memijit pelipisnya dengan raut wajah yang sangat gusar.


"Oke mom! I will find her, soon! See you!"


Kevin mematikan ponselnya, dia kemudian melemparkan ponsel itu ke atas meja. Sejurus kemudian, dia menghempaskan punggungnya di sandaran sofa seraya memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kenapa Kev?" tanya Alex yang melihat wajah sahabatnya kusut.


"Jessica kabur!"


"What....!!!"


🍀🍀🍀


Sementara itu di sebuah hotel mewah di negara adikuasa. Seorang gadis tampak sedang bergerak naik turun di atas tubuh lelaki yang telah beruban.


"Aaah ... sayang ... aah ... terus ... sayang...!" erang sang pria seraya memegang pinggang ramping sang gadis.


Meski peluh telah bercucuran di sekujur tubuhnya, namun pria lebih dari paruh baya itu seolah belum merasa puas.


Secepat kilat dia menarik tubuh polos gadis itu dan mengungkungnya. Dia pun mulai kembali memberikan hentakan-hentakan yang luar biasa terhadap gadis kecil itu.


De-sah-an dan erangan hebat, lolos dari mulut kedua orang yang tengah asyik memupuk kenikmatan dunia.


"Aaah ... om, mau keluar nih om ....!" rintih sang gadis.


"Tahan sayang ... sedikit lagi, aahh... kamu masih bisa menahannya kan?"


"Berhenti dulu om! Aku nggak kuat..., aahh.. "


Pria itu semakin mempercepat gerakannya. Beberapa detik kemudian, tubuhnya bergetar hebat.


"Arrghhh....."


Diiringi teriakan yang penuh kenikmatan, akhirnya pria paruh baya itu tumbang di samping gadisnya.


Setengah jam kemudian, si om bergegas turun dari ranjangnya. Dia mulai mengenakan pakaiannya dan memberikan selembar cek kepada gadis yang telah memuaskan hasratnya.


"Om sudah membuat janji dengannya. Kamu bisa menemuinya kapan pun kau mau. Dan ini ... isilah dengan nominal yang kamu inginkan. Anggap saja semua ini adalah hasil dari usahamu menyenangkan om," ucap pria itu.


"Terima kasih, om!"


"Jaga diri baik-baik, ya! Om pergi dulu."


Gadis itu menatap punggung pria tua yang masih kelihatan tegap dan gagah. Setelah itu, dia bangun dan mulai mengenakan pakaiannya. Dia menatap dirinya di cermin seraya menyusuri garis wajahnya dengan telunjuk lentiknya.


"Tunggu aku kak, aku pasti akan kembali padamu."

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like, vote n komennya yaaa 🙏🤭


__ADS_2