Call Me Queen

Call Me Queen
Kembalinya Nyonya Besar 2


__ADS_3

Chacha menghembuskan napas pelan saat melihat rombongan neneknya meninggalkan bandara. Memantapkan hati kali ini. Informasi yang Elang temukan kemarin cukup mengejutkan dirinya.


Sebelum benar-benar berangkat Chacha menyempatkan diri untuk menghubungi suaminya.


"Ya sayang? " sapa Levy diujung sana.


"Lagi sibuk? "


"Baru selesai meeting"


"Aku berangkat ya, By"


"Tunggu aku anter aja ya? "


"No, boleh aku meminta sesuatu, By" Chacha ragu untuk mengungkapkan isi hatinya.


"Apapun sayang"


"Emmm... "


"Katakan"


"Jagain keluarga aku selagi aku tak ada"


"Itu saja? "


"Cegah semua sahabat ku untuk menyusul ku ke luar negeri jika pada batas waktu yang ditentukan aku tak kembali"


"Maksudnya apa ini, Yang? "


"Kamu boleh menyusul ku, jika mau. Kamu bisa menemaniku berjuang disini. Tapi aku tak ingin kamu jadi target, By"


"Jika aku menyusul takutnya aku malah memecah fokus mu, Yang. Bukannya tak ingin menemani mu, tapi... " Chacha kecewa, namun dirinya tak bisa memaksakan kehendak. Apa yang diucapkan Levy ada benarnya juga. Tapi Chacha tak pernah tahu apa yang ada di otak Levy.


"Aku mengerti, By. Maka dari itu jaga semua orang tersayang ku"


"Itu pasti sayang"


"Satu lagi, By"


"Apa sayang? "


"Aku bisa minta tolong blokir semua akses Chiara untuk ke luar negeri"


"Ada apa dengan Chiara? "


"Aku sengaja tak membawanya. Dia akan memimpin disini sementara waktu. Aku akan membawa Pandu"


"Beri aku alasan lain" Chacha menghembuskan napasnya pelan, Levy kurang puas dengan jawabannya.


"Aku takut Chiara lepas kendali. Itu bahaya"


"Aku mengerti, jaga dirimu baik-baik"


"Itu pasti"


"Yang? "


"Ya? "

__ADS_1


"Bagaimana jika misal kamu kembali tapi aku belum menyelesaikan Angel? " Chacha mengernyitkan dahi saat Levy bertanya seperti ini.


"Maka biarkan aku yang bermain"


"Aku usahakan selesai"


"Aku bisa mengerti. Aku berangkat, By"


"Harusnya aku mengantarmu" ucap Levy sendu.


"Kalau kamu yang antar yang ada aku gak jadi berangkat"


"Hehehe. Take care love"


"Emmm. Jaga mata jaga hati, By"


"Itu pasti sayang"


"Aku takut"


"Takut kenapa? "


"Aku pernah menghilang dan kamu bertunangan"


"Kali ini tidak sayang, percayalah. Surat nikah kita sudah keluar, jika aku menduakan mu, kamu bisa melakukan apapun"


"Itu mau mu"


"Ya"


"Good bye, love"


"Ya"


Setelah mengakhiri panggilannya Chacha langsung menaiki pesawat yang akan membawanya ke tempat tujuannya kali ini.


...****************...


Iring-iringan yang membawa kembali Nyonya Besar Izhaka itu hampir tiba di tempat tujuan. Namun salah satu dari mereka menyadari kejanggalan yang ada. Karena mereka percaya jika seorang Chacha sudah berfirasat itu tak pernah meleset.


"Hati-hati, di depan siap bermain dengan kalian" seru Chiara memperingati mereka.


Benar bukan, orang yang memiliki firasat saja tak ikut dalam rombongan kali ini. Tapi firasatnya tak pernah meleset.


"Perkiraan berapa orang? " tanya Fany.


"Tak banyak, kurang lebih lima puluh orang" Fany dan Zeze yang mengawal dari depan hanya bisa menelan salivanya. Mereka belum terbiasa dengan lawan langsung. Kecuali Karin.


"Sesuai instruksi dari Queen, si kembar akan menghalangi mereka. Karin akan memantau kalian dari atas. Elang lo dengar gue? " tanya Chiara pada Elang.


"Ya? "


"Tetap tenang, dengar gue baik-baik. Saat lo lihat mobil Fany dan Zeze dicegat, lo bisa secara perlahan nurunin kecepatan mobil lo, biarkan mobil dibelakang mendahului. Setelah itu lo putar balik, Nena sudah menunggu lo dibelakang"


"Itu bukan rencananya" seru Karin.


"Mereka tak menghadang dari belakang, namun semua dari depan. Nena akan melindungi Elang sementara waktu. Bawa ke tempat yang gue kirim, Na"


"Arah jam tiga" peringat Caesar pada Chiara. Dengan sigap Chiara langsung melihat melalui senjatanya.

__ADS_1


"Karin selesaikan sebelah kanan lo dulu. Itu akan merepotkan" Karin langsung berpindah ke sisi sebelah kanan, benar saja. Seorang sniper berniat membidik ke arahnya. Namun bukan Karin namanya jika tidak berbuat usil.


"Gue beresin setelah ini, sekarang jelasin kenapa lo ubah rencana? "


"Gak ada jalan lagi, semua jalan terblokir. Gue belum sempat kasih tau Queen soal ini"


"Terus gimana kita sekarang? " Tiba-tiba mereka gugup. Bukankah musuh tak bisa diprediksi kali ini. Bahkan Karin saja berwajah jelek saat ini.


"Gue udah hubungi Black Rose mereka sedang bersembunyi"


"Let's play baby" teriak Karin.


Teriakan Karin menyadarkan mereka kembali. Benar saja mereka sekarang sudah dicegat. Secara otomatis Fany dan Zeze merapatkan mobilnya, dengan tujuan membiarkan mobil yang Elang kendarai tak terlihat jika sedang memperlambat lajunya.


Fany dan Zeze turun dari mobilnya saat musuh langsung menyapanya dengan timah panas.


"Sialan banget, mobil gue jadi masuk rumah sakit kan habis ini" gerutu Zeze.


Karin secara membabi buta menyerang setiap sniper yang terlihat, kadang tak lupa juga dirinya membatu kedua sahabatnya dari atas. Fany dan Zeze bertarung tanpa lelah dengan para anak buahnya. Namun bukannya usai, mereka malah bertambah banyak. Membuat Fany dan lainnya kewalahan sendiri, bahkan Karin yang diatas kaget dengan pergerakan mereka.


"Mereka mulai berdatangan satu per satu. Gue urus yang akan datang, kalian semangat" Karin langsung membidik sasarannya. Ban mobil menjadi sasaran Karin saat ini. Benar saja saat Karin berhasil membidik salah satu mobil itu dan


Boom...


Ledakan tak terelakkan karena salah satu mobil yang oleng mengerem mendadak, sehingga mobil dibelakang tak siap dan menubruk nya. Karena menghindari kecelakaan salah satunya membanting setir tapi naas malah menabrak lainnya dan terbalik hingga meledak.


"Nena perintahkan separuh anak buah lo buat nyusul ke depan, ada satu jalan yang terbuka" Chiara kembali bersuara.


"Tapi siapa yang bakal kawal mereka dari udara? " Karin menyela ucapan Chiara.


"Sebentar lagi helikopter milik Chacha datang, gue bakal kawal Elang dan lainnya. Caesar akan mengawasi keseluruhan dari sini"


"Oke, gue selesaikan disini secepat mungkin"


Mereka mulai menjalankan rencana yang Chiara susun. Fany dan Zeze terus menerus menghajar bahkan sesekali melepaskan tembakan. Anggota dari Black Rose pun sudah datang dan bergabung dengan mereka. Karin bahkan seperti sedang bermain-main diatas sana. Sejauh ini mereka berhasil menekan musuh dan memukul mundur mereka.


"Gue selesai" seru Karin.


"Tunggu di persimpangan depan, gue memutar jalan"


"Oke"


Mereka bertemu di persimpangan depan. Lalu melanjutkan perjalanan, Chiara memutar helikopternya untuk menjemput Caesar.


Rombongan yang membawa Nyonya Besar Izhaka itu sudah sampai di pelataran mansion besar. Hanya tinggal tiga mobil dan satu sepeda motor, karena yang lainnya sudah kembali setelah mereka memasuki gerbang.


"Kalian tak apa? " tanya Elang saat turun dari mobil.


"Gue tak papa, hanya tergores sedikit"


"Kita obati di dalam" suara merdu menginterupsi mereka.


"Nenek"


"Kita masuk dulu, bahas di dalam. Teman kamu butuh pertolongan" Elang dan lainnya hanya mengangguk.


Sedangkan di dalam ruang tamu mereka sedang bersenda gurau satu sama lain hingga sebuah suara menginterupsi mereka.


"Mas Ibra"

__ADS_1


"Mama"


__ADS_2