
Setelah kepergian Chacha tak lama kemudian Rey turun langsung menuju ruang makan.
"Kamu kemana Rey kata Si Mbok kok gak ada dikamar?" tanya Ayah Gun.
"Dikamar mandi berendem Yah. Capek, salah sendiri mobil gak diservis, mogok Rey yang repot"
"Kamu sendiri tadi yang buru-buru, salah ambil kunci mobil disusul ke garasi udah ilang aja"
"Udah-udah ayo makan kok malah debat ada tamu ini loh" Bu Ratu menimpali.
Mereka makan malam dengan tenang tanpa pembicaraan apapun.
"Jadi kapan kita akan melangsungkan acara pertunangan mereka berdua?" tanya Tuan Pandey.
"Aku ikut enaknya saja, Sean" jawab Ayah Gun.
"Gimana kalau 2 minggu lagi?" ucap Bu Ratu.
"Emm mama setuju pa cukup kok itu buat ngurus ini itu nya" timpal Nyonya Pandey.
"Ya sudah kita putuskan 2 minggu lagi acara pertunangan mereka"
"Gak kecepetan ya Yah?" protes Rey.
"Gak lah Rey. Kenapa kamu mau tunangan juga?" goda Ayah Gun.
"Kalau Rey mah langsung nikah" jawabnya santai.
"Emang calonnya ada?" timpal Bu Ratu.
"Ada dong. Mantu Bunda tidak mengecewakan pokoknya. Chacha juga udah kenal kok"
"Chacha mulu akunya nggak dikenalin, Bang?" tanya Audy kali ini.
"Nanti kalo ada waktu" jawabnya santai.
"Vin besok ajak calon mantu mama pilih cincin ya" ucap Nyonya Pandey yang diangguki oleh Kevin.
"Gak papa kan jeng anaknya dibawa Kevin dulu?"
"Gak papa kok asal tau batasan saja" jawab Bu Ratu.
__ADS_1
Mereka meneruskan dengan perbincangan ringan karena waktu juga baru menunjukkan pukul delapan malam. Tak lama kemudian pintu utama terbuka dengan keras membuat semuanya mengalihkan pandangan mereka.
"Chacha kenapa pulang lagi nak?" tanya Bu Ratu.
Chacha tak menjawab pertanyaan Bu Ratu tapi langsung bergegas ke kamarnya. Dari tampilannya dia sedang terburu-buru.
"Rey ada apa dengan adikmu?" tanya Ayah Gun.
"Gak tau Yah" Rey terdiam sejenak "Ya ampun Ayah dia tadi ijin mau kemana?" tanya Rey panik.
"Ke rumah mu" jawab Bu Ratu.
"Rey lupa kasih kunci rumah. Ngambek dah tuh anak" ucap Rey lesu.
"Chacha doang bang" sinis Audy.
"Lo gak tau gimana dia kalo ngambek. Mending dia ngomel-ngomel daripada ngambek tau nggak"
Setelah Rey menyelesaikan ucapannya terdengar suara langkah kaki menuruni tangga.
"Kan gue udah bilang selama gue belum balik jangan keluar malem dulu. Lo ngerti gak sih"
" .... "
"Bang kunci motor aku. cepet" Rey langsung beranjak dari tempat duduknya ke arah kamarnya.
"Lo ngerusak acara gue tau nggak" tekan Audy.
"Gue ngerusak acara lo dari mananya?"
"Dengan tingkah lo mulai tadi dan ini lagi apa-apan coba lo" ucap Audy.
"Gue gak bakalan gini kalo nyawa sahabat gue gak dalam bahaya, Audy" jawab Chacha dingin kali ini.
Chacha menekan beberapa tombol di ponselnya. "Langsung ke lokasi yang saya kirim selamatkan dia terlebih dahulu sisanya saya urus" setelah memutuskan panggilannya Chacha berlari ke arah kamar Rey.
"Bang lama amat sih?"
"Abang ikut jadi ganti baju dulu"
"Abang nyusul kita langsung serang markasnya Abang pimpin pasukan" Chacha meraih kunci motornya lalu keluar.
__ADS_1
"Chacha ada urusan dulu Yah Bun. Karin dicegat orang" setelah mengatakan itu Chacha langsung berlari keluar secepat mungkin dia harus menyelamatkan sahabatnya itu.
Tak selang berapa lama Rey juga keluar dengan pakaian yang berbeda.
"Ayah Bunda Rey nyusul Queen dulu"
"Rey sebenarnya ada apa?" Tanya Bu Ratu.
"Karin dicegat orang Bun, itu Chacha lagi mau nolong makanya Rey mau nyusulin itu anak"
"Cih sok-sok an nolong kayak tau bela diri aja" cibir Audy.
"Dia bukan nona muda manja kayak lo" ucap Rey tanpa sadar lalu berlari keluar.
"Maafin kelakuan anak-anak ku ya, Sean" ucap Ayah Gun tak enak hati.
"Tak apa Gun aku heran sebenarnya ada apa kenapa bungsu mu itu terlihat khawatir sekali"
"Karin. Dia sahabatnya entah dicegat dalam artian apa aku pun tak tau tapi aku harap mereka baik-baik saja"
"Kau bahkan terlihat santai Gun"
"Bungsuku itu terlalu banyak kejutan, Sean. Aku bahkan tak menyangka dia akan dengan mudah membalik cabang perusahaan ku"
"Lalu bagaimana dengan mantuku ini?"
"Dia sedang kuliah akan melanjutkan disini aku tak tau apa alasannya. Mungkin karena anak mu dia kesini"
"Eh Ayah apa sih kan malu" jawab Audy.
"Kamu kuliah dimana Vin?" tanya Bu Ratu.
"Di QI University tante"
"Sama dong kayak Audy atau jangan-jangan memang janjian ya" goda Bu Ratu. Mereka berdua hanya tersipu mendengar godaan Bu Ratu.
"Ceila Vin tumben malu biasanya juga malu-maluin" celetuk Nyonya Pandey.
"Mama apaan sih" ucap Kevin.
"Malu-maluin apanya bukankah dia terdengar sebagai tuan muda yang baik dan ramah itu darimana nya malu-maluin" timpal Bu Ratu.
__ADS_1
"Jangan dengerin mama tante. Mama suka sensi sendiri sama Kevin padahal Kevin gak salah apa-apa" sambung Kevin.
Nyonya Pandey hanya mendelik kepada anaknya sebagai respon dari ucapannya hanya dihadiahi gelak tawa oleh yang lainnya.