
"Dia akan dipanggil Bang M oleh anak-anak ku nanti. Bawa kemari" Pinta Chacha saat melihat Baby M dalam gendongan Audy.
Bu Ratu mengambil alih Baby M dari Audy, memberikannya pada Chacha. Tampak Chacha menerimanya dengan sangat hati-hati.
"Hai, tampan. Ini Mama dan ini Papa" Chacha memperkenalkan diri pada bayi mungil itu. Seakan mengerti Baby M tersenyum pada Chacha.
"Ah dia tersenyum cinta" Ucap Levy dengan semangat. Semuanya menatap haru pada Chacha dan Levy.
Siapa yang tak tahu apa yang Audy perbuat pada Chacha. Membuat seorang anak harus terpisah dengan kedua orang tuanya, kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya, bahkan terang-terangan ingin menyingkirkan dirinya. Namun, setelah semuanya terungkap, Chacha masih dengan hati yang lapang merangkul kembali Audy yang sudah terperosok ke jurang penyesalan. Chacha mengangkat kembali Audy dengan kehangatan hatinya dibalut perkataan pedas nan sinis.
"Chia, kau sudah kembali? " Tanya Chacha tanpa memperhatikan Chiara.
Yang lain hanya saling menatap, pasalnya Chiara tidak ada di ruangan ini. Mereka saling menatap bingung satu sama lain. Chiara sendiri masih mematung di tempatnya. Dia masih memulihkan kesadarannya saat Chacha tiba-tiba menyapanya, padahal dia baru saja membuka pintu ruangan itu.
"Ya Queen" Semua orang langsung menoleh ke arah pintu. Tampak Chiara yang sedang menutup pintu dan berjalan ke arah Chacha. Tak lupa Chiara juga menunduk sebagai pengganti menyapa semua orang yang ada di ruangan itu.
"Dapat apa? " Tanya Chacha, pandangannya masih enggan beralih dari bayi Audy itu.
"Dua tikus"
"Ada dimana? "
"Di samping koko. Tikusnya masih meronta untuk dilepaskan" Jelas Chiara.
"Harusnya diletakkan di dekat cici agar tikusnya takut, secara cici kan kucing kecil yang manis" Balas Chacha.
Kalau cici kau anggap kucing kecil, lalu kucing yang sebenarnya kau anggap apa Queen. Batin Chiara berteriak.
"Ada lagi yang ingin di sampaikan? " Tanya Chacha masih dengan nada yang sama. Nada antara pemimpin dan anak buahnya.
"Tidak ada Queen"
"Kembalilah, istirahat Chia"
"Baik Queen" Chiara mundur setelah melaporkan semua yang dia butuh laporkan.
Namun bukannya pulang Chiara lebih memilih duduk diantara keluarga Chacha dan Levy. Dia masih ingin melihat wajah lucu para keponakannya itu. Hingga akhirnya suara gaduh kembali bergema di ruangan Chacha karena kembalinya tim gesrek ke dalam ruangan itu
"Woi dari mana aja lo baru muncul" Karin menepuk pelan bahu Chiara.
"Habis nangkep tikus" Jawab Chiara dengan nada dingin.
Mendengar nada dingin Chiara, mereka tak melanjutkan pembahasan. Mereka tahu maksud yang tersembunyi di balik kata-kata Chiara. Tampak para sahabat Chacha langsung memfokuskan dirinya pada ponsel. Rupanya mereka sedang menghubungi para bawahannya untuk mengetahui hasil dari penyelidikan Chiara.
"Audy sebaiknya lo tinggal di rumah Bunda aja dulu" Chacha berucap sambil menatap para anggota keluarganya.
"Tapi aku kan udah ada rumah sendiri"
__ADS_1
"Biar lo ada temennya Audy. Kalau ada apa-apa sama Baby M lo bisa tanya Bunda"
Audy terdiam, sebenarnya dia tak enak hati jika harus merepotkan Bu Ratu setelah tahu jika Bu Ratu bukan ibu kandungnya.
"Iya, Kak. Lebih baik kamu di rumah aja, Bunda juga gak tenang kalau kamu sendirian" Tambah Bu Ratu meyakinkan Audy, karena dia tahu jika Audy sedang merasa tak enak padanya.
"Terus kalau Audy di rumah Ayah sama Bunda, Chacha gimana? Chacha juga baru melahirkan kan, sama kayak aku. Aku gak mau merepotkan saja" Jawab Audy pelan.
"Siapa yang bilang gue bakal balik ke rumah Effendy? " Tanya Chacha pada Chiara.
"Jadi kamu mau balik ke kediaman Rahardian aja? " Tanya Lena dengan antusias, dia sudah membayangkan rumahnya akan rame dengan tangisan si kembar.
"Nggak juga" Jawabnya polos.
"Terus kamu mau dimana? Kita gak bakalan ijinin kamu buat balik ke rumah kamu sendiri selama kamu masa pemulihan ya" Tegas Ayah Gun.
"Levy sama Chacha mau balik ke rumah kita sendiri lah, Yah" Kini Levy yang menjawab.
"Iya Ayah tahu Lev, tapi rumah itu apa tidak terlalu kecil untuk kalian tempati ke depannya. Bukan maksud Ayah mempermasalahkan rumahnya ya"
"Kami mengerti Ayah. Namun rumah itu hanya rumah sementara kita, Yah. Levy dan Chacha sepakat membangun istana kami sendiri, untuk buah hati kita nantinya"
Yang lainnya melongo, mereka tak percaya jika sepasang suami istri ini bahkan sudah membangun kediamannya sendiri. Bahkan mereka berdua tak merundingkan itu semua pada orang tuanya.
"Ck, kalo pasangan sultan mah beda. Bangun rumah kayak orang bangun rumah-rumahan. Serba gampang, serba uang" Celetuk Karin.
"Lemes banget mulut si bumil ini. Serba uang gundul mu kui" Sinis Chacha pada sahabat sekaligus sepupu iparnya itu.
"Tanah itu milik Chacha, Pa. Awalnya tanah itu akan dibangun untuk cabang perusahaan. Tapi karena lokasinya cukup jauh dari keramaian kita memilih untuk membangun rumah saja" Jawab Levy santai.
Memang tanah luas milik sang istri itu agak jauh dari keramaian. Tidak cocok untuk lokasi perusahaan. Berkaca dari cabang perusahaan Chacha yang lain. Cabang perut Chacha setara dengan perusahaan pusat milik kolega bisnisnya. Jadi tak heran jika Chacha benar-benar tajir melintir. Tak pernah ada yang menyinggung soal kekayaannya, mereka lebih memilih diam daripada shock karena mengetahui kekayaan sang Queen.
"Jadi pulang dari rumah sakit kalian akan langsung menempati rumah baru kalian? "
"Tidak juga, Yah. Perabotannya belum lengkap. Mungkin kita kembali dulu ke rumah kita yang lainnya"
"Nak, kamu tak ingin memakai jasa babysitter? " Tanya Lena. Lena sudah menebak jika Chacha akan dibuat stres dengan tiga bayi sekaligus. Bukan meremehkan menantunya, tapi jika sendiri siapa yang akan mampu. Karena Levy sendiri sekarang sudah memegang dua perusahaan sekaligus.
"Sudah Ma. Mereka akan langsung ke rumah nantinya. Aku sendiri yang memilih babysitter nya. Kalian tenang saja, mereka sudah pengalaman dan memiliki anak"
Untuk menjadi pengasuh si kembar bukanlah perkara mudah. Selain harus bisa mengurus bayi, mereka juga harus dibekali dengan pengetahuan umum. Jangan lupakan mereka paling tidak harus bisa beladiri dan memegang senjata. Kualifikasi babysitter menurut Chacha harus paket komplit, karena untuk menjadi pendamping si kembar bukan main-main.
"Baiklah, Mama hanya khawatir kamu akan kewalahan nak"
"Chacha tau, Ma. Mama hanya tak ingin Chacha kelelahan bukan? " Lena hanya mengangguk.
"Nama cicit Oma dan Opa sudah ditentukan? " Tanya Opa.
__ADS_1
"Sudah dong" Levy membalasnya dengan nada sombong.
"Gak usah sombong, palingan juga Chacha yang mikir" Cibir Opa.
"Opa nih, semenjak Levy nikah kenapa berasa kayak cucu tiri deh"
"Sudah, kalian ini kebiasaan" Lerai Oma.
"Jadi siapa nama jagoan dan tuan putri kita ini? " Tanya Bu Ratu.
Para sahabat Chacha masih asik bermain dengan bayi-bayi mungil milik Chacha. Sebenarnya itu hanya alibi mereka, sesungguhnya mereka sedang meredam amarah ketika tahu jika Chacha terjatuh bukan karena ketidak sengajaan.
"Akmal Attarayhan Rahardian. Itu nama si Abang tampan" Ucap Chacha sambil menatap bayi sulungnya di gendongan nenek buyutnya.
"Dipanggil? "
"Akmal"
"Halo Baby Akmal" Baby Akmal tampak menampilkan senyum tipis diwajahnya, matanya tetap terpejam.
"Ck, calon es batu ini kayaknya" Celetuk Karin.
"Banyak protes lu, Rin" Sela Fanny.
"Terus jagoan yang satunya siapa? " Tanya Nena dengan semangat, karena sang jagoan sedang berada dalam gendongannya.
"Athaya Putra Effendy. Baby Atha, manisnya Mama"
"Ututututu, Hai Baby Atha, si manis. Jangan jadi es balok kayak Papa dan Mama ya nak" Ucap Zeze mengelus kepala Baby Atha pelan.
"Si bontot siapa namanya? " Tanya Fany.
"Anteng banget dia ya di gendong King" Ucap Bu Ratu saat melihat si montok anteng dalam gendongan King, bahkan mata bulatnya masih terbuka.
"Dek, boleh gak kalau dia manggil Abang Daddy? " King bertanya sekaligus meminta izin pada sang adik.
Chacha mengembangkan senyumnya, dia masih tak menyangka jika putrinya akan menempel pada abangnya.
"Boleh dong, biar nanti Abang ada yang morotin" Jawab Chacha sambil menaik turunkan alisnya.
"Kayak orang tuanya orang susah aja"
"Beda dong, kalau kita wajib ngasih mereka uang. Kalau Abang beda lagi"
"Terserah terserah. Jadi siapa nama anak cantik Daddy ini? "
"Aleta Queenby Elvina Izhaka. Baby Al si montok nan seksinya Mama" Jawab Chacha.
__ADS_1
"Punya anak mereka berdua makin sableng otaknya"
"Bodoamat"