Call Me Queen

Call Me Queen
Rutinitas baru


__ADS_3

Jangan lupa sawerannya buat si montok nan seksinya Mama Chacha ya 🤣. Gak disawer yang penting Like maju terus.


...****************...


"Mbak tolong liatin Si Abang dulu ya, kayaknya rewel" Chacha sedikit berteriak pada pengasuh Baby Akmal.


Chacha sendiri sedang berkutat di dapur untuk membuat sarapan. Kini mereka tinggal di istana mereka sendiri. Lahannya milik Chacha, dan seluruh pembiayaan pembangunan ditanggung oleh Levy. Levy benar-benar membuat istana untuk ratunya.


"Nyonya muda, sepertinya tuan kecil haus" Ucap pengasuh Baby Akmal sambil menggendong si tampan ke arah mamanya.


"Ya tunggu sebentar, Mama cuci tangan dulu ya ganteng"


Chacha langsung membersihkan tangannya dan menggendong Baby Akmal. Acara masak memasaknya dilanjut oleh ART. Kini chacha menggunakan jasa ART, selain karena memiliki 3 bayi, rumah ini juga sangat besar. Terdiri dari tiga lantai, dengan lantai atas sebagai ruangan pribadi miliknya dan Levy.


"Halo anak-anak Mama" Chacha masuk ke kamar para bayinya. Tampak si manis Baby Atha sedang berjemur di balkon kamarnya. Berbeda dengan si montok Aleta, dia tak bisa terlalu lama di jemur. Karena selain akan rewel, tubuhnya juga akan terkena ruam-ruam merah. Jadi, si montok hanya berjemur sebentar.


Chacha mulai menyusui si tampan dengan telaten. Chacha bisa dibilang beruntung, karena si kembar belum pernah meminta nyusu secara bersamaan. Mereka akan berjarak paling lama setengah jam baru meminta asupan gizi darinya.


"Mama lihat Papa dulu, ya. Ayo cantik kita bangunkan Papa" Baby Al memang begitu dekat dengan Levy. Jika Baby Al rewel biasanya Levy akan langsung mengambil alih dari Chacha maupun pengasuhnya, dan ajaibnya Baby Al akan langsung anteng saat sang Papa yang menggendongnya.


Chacha menggendong si montok menuju lantai tiga, dimana kamar dirinya dan suami berada. Setelah masuk ke dalam kamar tampak Levy masih bergelung dibawah selimut, masih dalam bertelanjang dada. Chacha tak membangunkan Levy, melainkan meletakkan si montok dalam dekapan sang papa. Tampak bayi montok itu bergerak ke sana kemari. Akibat gerakan itu juga akhirnya Levy terbangun.


"Pagi princess, pintar ya bangunkan Papa" Levy langsung membuka matanya saat ratu kecilnya berada dalam dekapannya.


Mata Levy memindai seluruh kamar. Tak mungkin jika Baby Al berjalan sendiri ke kamarnya bukan, pasti dia bersama sang ratu hati disini. Namun sejauh Levy memandang, dirinya juga tak mendapati sosok sang istri dalam kamarnya. Hingga suara pintu terbuka membuatnya menoleh.


Cklek...


"Mandi dulu, Mas. Bajunya udah aku siapin" Ucap Chacha yang ternyata baru keluar dari walk in closet.


"Sebentar sayang" Levy menimang si montok dulu, bayi cantik itu tampak heboh dalam gendongan sang Papa. Membuat Levy gemas sendiri. "Ini Abang sama Kakaknya kemana, Yang? "


"Si Abang habis nyusu langsung mandi, mungkin Kakak juga sudah mandi, tadi masih berjemur" Jelas Chacha. Levy masih asik menguyel-uyel pipi tembem anaknya.


"Jadi princess Papa ini masih bau ya" Goda Levy pada putrinya. Tampak Baby Al merengek tak jelas membuat sang mama heran.


"Siniin princess, kamu ini senang banget godain anak. Anak Mama harum kok, Papa yang bau ya belum mandi" Ucap Chacha setelah mengambil Baby Al dalam gendongan Levy.


"Emang ibu ratu ku sudah mandi? "


"Sudah dong, sudah harum ini"


"Coba sini kiss dulu, siapa tahu boongan" Levy memajukan wajahnya untuk mencium pipi sang istri.


"Modus Pa, modus" Cibir Chacha setelah Levy mengecup pipinya. Levy hanya tergelak melihat wajah nyinyir istrinya. "Ayo mandi, Pa. Princess biar mandi, Mama mau lanjutin masak" Chacha langsung membawa putrinya keluar dari kamar itu.


Chacha masuk ke dalam kamar anak-anak nya. Tampak dua balita tampan itu sudah rapi karena sudah mandi.

__ADS_1


"Wah jagoan Mama sudah ganteng semua ya. Tinggal adik yang belum mandi, Mbak ini tolong princess di mandiin ya. Saya mau lanjut masak dulu" Chacha menyerahkan Baby Al pada pengasuhnya. Chacha sendiri langsung menuju dapur untuk melanjutkannya acara masaknya.


Setengah jam kemudian Chacha sudah selesai menata hasil masakannya di meja makan. Bertepatan juga dengan Levy yang datang dengan menggendong si montok. Sedangkan kedua jagoannya di gendong oleh pengasuhnya masing-masing.


"Mereka dibawa ke ruang tengah aja Mbak. Saya mau nyusuin Si Kakak dulu. Mumpung si montok lagi anteng sama Papanya. Kalian bisa sarapan terlebih dahulu, setelah itu baru kami" Chacha langsung berlalu ke ruang tengah setelah mencuci tangannya, dengan Baby Atha dalam gendongannya.


Begitulah rutinitas pagi di kediaman Levy. Chacha dan Levy akan sarapan setelah para pengasuh bayinya sarapan. Sebelum Baby Akmal mandi, dia akan kebagian jatah menyusu terlebih dahulu. Disusul setelahnya Baby Atha yang mendapat asupan sebelum Chacha sarapan pagi. Si bontot mendapat giliran paling akhir, setelah sarapan. Karena Baby Al jika sudah menyusu seakan lupa pada kedua saudara kembarnya yang lain.


"Ma, luka pasca operasi Mama gimana? " Tanya Levy sambil menimang si montok agar tetap tenang selama Chacha menyusui Baby Atha. Sedangkan Baby Akmal sudah tertidur pulas di atas box bayi yang sengaja diletakkan di ruang tengah itu.


"Sudah kering, Pa. Mungkin satu minggu lagi sudah sembuh total" Jawabnya pelan, karena Baby Atha tampaknya sudah mengantuk.


"Obatnya masih ada? "


"Ah hampir lupa. Nanti mampir ke perusahaan aku ya, obatnya sudah Kak Shaldon ambil. Sebenarnya Kak Shaldon mau ke sini, tapi nanti malam ada perjamuan katanya"


"Aku juga dapat undangan kayaknya" Levy berusaha mengingat.


"Mas mau datang? Mau aku siapin bajunya? " Tawar Chacha.


"Biar David aja yang dateng, daripada datang ke acara begituan mending sama kalian di rumah" Levy berbicara tanpa menatap Chacha, fokusnya masih pada putri kecilnya.


"Aku kira Mas bakalan hadir"


"Aku mau kesana kalau kamu yang dampingi. Nanti princess Papa bisa ngamuk kalau Papa gak pulang ya" Levy kembali menggoda putrinya. Tampak balita cantik itu mengerucutkan bibirnya membuat Levy terkekeh pelan.


"Sudah cinta? "


"Sudah Mas, siniin si cantik" Chacha mengambil alih kembali Baby Al dari sang Papa. "Ayo aku temani sarapan" Ajak Chacha pada suaminya.


"Kamu sarapan juga sayang"


"Iya nanti, setelah Mbak-mbaknya selesai makan" Jawabnya mendahului Levy ke meja makan.


"Nggak ada gitu-gituan. Kamu makan aku suapin aja, jadiin satu piring aja. Kamu menyusui cinta, jangan telat makan" Levy dengan lembut mengelus kepala istrinya.


"Kamu bisa kan ambil sendiri, aku mau minta Mbak Ida buatin kamu minum dulu. Mau teh atau susu? "


"Susu kamu boleh? " Tanya Levy dengan tatapan genitnya.


"Siap denger si cantik nangis? " Tantang Chacha.


"Kalah, kalah, kalah. Repot kalau udah bawa si montok nan seksinya Papa ini" Levy mencium Baby Al dengan gemas.


"Jadi mau teh atau susu, Mas? "


"Teh hijau ya cinta"

__ADS_1


"Aku kasih tau Mbak Ida dulu. Kamu gak papa kan ambil sendiri sarapannya" Levy mengangguk saja.


"Kamu langsung ke sini, kita sarapan bareng" Chacha mengangguk.


Chacha langsung mengarahkan kakinya ke arah dapur, meminta Mbak Ida membuatkan teh hijau untuk Levy. Mbak Ida, kepala ART di Mansion Izhaka itu terpaksa Chacha boyong ke istananya karena malas mencari pelayan baru. Kinerja Mbak Ida yang tak diragukan lagi dalam mengatur pekerjaan seluruh ART membuat Chacha enggan mencari yang lain.


Sebenarnya itu hanya alibi Chacha semata, dia memasukkan salah satu anggota tim elit untuk menyamar sebagai pelayan di Mansion Izhaka. Hanya untuk berjaga-jaga, karena sebentar lagi penyerahan jabatan dan seluruh kekayaan keluarga Izhaka akan di lakukan. Sebenarnya Chacha menginginkan jika semua masalah selesai, namun sang kakek tak ingin terlalu lama lagi.


"Mbak Ida, Mas Levy minta teh hijau"


"Siap Non kecil"


"Udah punya buntut pun masih dikata non kecil? "


"Nona muda" Ralat Mbak Ida.


"Sarapan satpam di depan jangan lupa ya, Mbak. Suruh Mang Asep aja yang anter. Setelah itu baru ART sama tukang kebun yang lainnya dipanggil buat sarapan"


"Siap nona muda"


"Oh iya satu lagi. Stok buah di cek, kalau ada yang habis minta Mang Nanang buat beli, kayaknya nanti sahabat aku mau kesini deh"


"Ada lagi non? "


"Uang bulanan aku transfer nanti"


"Sayang ayo sarapan dulu" Teriak Levy dari meja makan.


"Teh hijaunya jangan lupa"


"Siap nona muda"


...****************...



Bang Tampan : Atha kamu sebelah sana, Queen di tengah.


Kakak Manis : Sekali doang Bang, Atha ditengah.


Si Montok : Kakak nakal, aku aduin Papa nih.


Kakak Manis : Tukang ngadu huuu


Bang Tampan : Atha?


Kakak Tampan : Ampun yang mulia putra mahkota 😅

__ADS_1


__ADS_2