Call Me Queen

Call Me Queen
Mencuri Perhatian


__ADS_3

"Kita keluar dulu, lo mau disini apa gimana Lev? " tanya Zeze.


"Nunggu Chacha gue, jas gue kan masih dipake dia, ya kali gue keluar pake kaos doang"


"Ya udah kita duluan" Levy hanya mengangkat jempolnya menanggapi ucapan Zeze.


Cklek...


Tak selang berapa lama pintu kembali terbuka, menampilkan sosok gadis dengan wajah cemberut nya.


"Kenapa? " Levy berdiri menghampiri istrinya yang cemberut.


"Laper" rengeknya.


"Lah kebawah bukannya cari makan kamu"


"Gak mau. Makanannya gak ada yang bikin mood, Mas"


"Tumben pemilih? "


"Bukan pemilih, cuma lagi pengen makan bakso" Levy menghembuskan napasnya saat mengetahui apa yang diinginkan istrinya itu.


"Ya udah besok beli, aku temenin. Sekarang siap-siap aku keluar duluan" Levy hendak membuka jas yang dipakai Chacha, tapi malah ditahan.


"Aku udah minta asisten kamu buat bawain setelan baju buat kamu malam ini"


"Ini kan ada, Yang"


"Ya kali ginian. Gini ya Levy Rahardian suaminya Queen Danisha Izhaka yang tampan nan tajir, mana ada ke resepsi cuma pakai kaos sama jas doang. Kamu pasti ketemu rekan bisnis kamu disini, rapi dikit kenapa sih, Mas"


"Ini kan juga rapi, Sayang"


"Rapi sih iya, tapi kesannya itu ini santai banget"


"Gini nih enaknya punya istri, ada yang merhatiin" Chacha melebarkan senyumnya saat Levy mengecup keningnya.


"Aku siap-siap dulu. Nanti baju kamu diantar sama pelayan, kamu ambil terus ganti. Kalau mau turun duluan gak papa gak usah nunggu aku" Levy hanya mengangguk menanggapi istrinya itu.


Chacha langsung berlalu meninggalkam Levy sendiri.

__ADS_1


...****************...


Di lantai bawah, para tamu sudah mulai ramai. Ayah Gun dan Bu Ratu tak henti-hentinya mengeluh senyum bangganya saat menyapa para tamu. Elang dan Karin juga tak kalah sibuk menyapa beberapa rekan bisnis yang kebetulan hadir malam ini. Begitu juga dengan kedua orang tuanya.


Terlihat yang paling santai hanyalah dua pasang lansia yang duduk bangku yang agak mojok. Lebih tenang dan cukup terhindar dari kebisingan.


Pesta Audy benar-benar meriah, selain mengundang beberapa artis papan atas, para pejabat dan orang penting lainnya. Audy juga mengundang beberapa rekam reporter untuk meliput acaranya.


"Hebat ya si Audy"


"Iya, gue kira dia cuma keturunan keluarga Effendy, tapi siapa sangka dia juga keturunan Izhaka"


"Pantes aja sombong"


"Wajar sih kan sultan"


Sedikit banyak para tamu pasti bergosip tentang apa saja menyangkut acara tersebut. Namun mereka tetap memuji kemewahan dekorasi yang diusung kali ini. Apalagi dengan penataan yang begitu tepat, membuat seakan-akan ruangan itu sangat luas.


Hingga acara berlangsung, Audy yang keluar menggandeng lengan Kevin, suaminya. Menjadi sorotan para tamu. Audy tampak cantik menggunakan gaun dengan bandrol ratusan juta itu.


Jika ditanya kenapa Audy keluar dari kamar tamu, bukan dari kamar atas? Karena Chacha melarang siapapun untuk naik ke atas, kecuali mereka yang memiliki kamar di atas. Kenapa Chacha yang mengatur, Nyonya Besar Izhaka kan sudah kembali? Ingat, kunci mansion Izhaka dipegang oleh Chacha. Yang secara tidak langsung, Chacha menunjukkan kepemilikan akan mansion ini. Perintahnya adalah mutlak, tanpa bantahan.


"Masih siap-siap"


"Chacha mana Lev? " tanya Nena yang melihat Levy bergabung dengan mereka.


"Masih siap-siap"


"Eh Lev, kalo gak salah lihat nih ya. Gue kayaknya liat si Angel"


"Bodoh amat"


"Bukan masalah bodoh amatnya goblok. Kan publik taunya lo masih tunangan dia"


"Biarin dia lakuin apa yang dia mau. Cuma kalo dia mengklaim gue sebagai miliknya, ya siap-siap aja pawang gue ngamuk"


"Lah udah ada gantinya? " Levy hanya menaik turunkan alisnya. Namun, mereka menebak kalau Levy kembali merajut hubungan dengan Chacha. Sangat kentara dari sikap mereka berdua.


Mereka malah asik mengobrol tanpa memperhatikan acara yang tengah berlangsung. Padahal pesta tersebut sangat meriah, namun entah angin apa mereka bahkan asik dengan dunia mereka sendiri. Hingga mereka bingung karena keadaan tiba-tiba hening.

__ADS_1


Tak... Tak... Tak..


Para tamu mendadak hening saat melihat gadis dengan balutan gaun malam berwarna baby blue turun dengan wajah polosnya. Bahkan gadis tersebut nampak sibuk dengan ponselnya. Tak terusik bahwa dirinya kini menjadi pusat perhatian seluruh mata yang hadir.


Hingga dirinya mendongakkan pandangannya dari ponselnya. Para tamu hanya bisa menahan nafas melihat kecantikan yang tersaji didepan mata mereka. Mata biru cerahnya meneduhkan siapapun yang melihatnya. Namun ekspresi dinginnya membuat siapapun yang melihat menyayangkan,jika gadis itu tak tersenyum hangat. Matanya yang berkedip dengan pandangan tajam, seolah sedang mencari sesuatu. Namun sedetik kemudian, sudut bibirnya terangkat.


"Siapa dia? "


"Cantik sekali"


"Iya bahkan pengantinnya kalah cantik"


"Lihatlah baik-baik dia begitu sempurna"


"Iya, tapi sayang wajahnya dingin sekali"


"Coba senyum sedikit pasti cantik"


Bisik-bisik para tamu yang membandingkan dirinya dengan Chacha, membuat Audy mengepalkan tangannya. Bahkan Kevin, juga tak berkedip melihat Chacha yang turun dari tangga demi tangga, hingga bergabung dengan lainnya. Hingga semuanya tersadar dengan suara MC yang melanjutkan acaranya.


Chacha sengaja memilih tempat duduk yang mengarah langsung ke arah Audy. Seakan-akan dirinya kini berhadapan dengan Audy, meskipun jarak memisahkan mereka. Chacha menampilkan senyum mengejeknya sambil menaik turunkan alisnya. Hingga gerakan bibirnya membuat Audy geram setengah mati.


"Loser"


Satu kata dari Chacha berhasil menyulut emosi Audy. Namun dirinya masih menahannya dengan sekuat tenaga, agar tak meledak sekarang. Bahkan wajahnya sudah memerah karena menahan amarah. Kilatan kebencian terpancar jelas di mata Audy. Chacha menanggapinya hanya dengan tatapan malas.


Setelah puas mempermainkan emosi Audy, Chacha berjalan menghampiri Audy dan Kevin. Sekedar basa-basi untuk mengucapkan selamat. Namun saat menjabat tangan Audy, dirinya menarik Audy agar mendekat pada dirinya.


"Nantikan kejutan dari gue kakak ku sayang" baiknya di telinga Audy.


Awalnya Audy bingung saat Chacha membisikkan kalimat tersebut di telinganya, namun saat melihat Chacha yang tersenyum smirk, Audy merasa bahaya mendekat tak lama lagi.


Audy yang melihat Chacha berjalan ke arah tangga langsung merubah mimik wajahnya, dirinya bahkan tak bisa menyembunyikan kegugupan nya. Entah apa yang Chacha ketahui, namun dirinya saat ini benar-benar merasa terancam.


"Selamat malam para tamu yang saya hormati" Chacha bertepuk tangan sebentar guna mendapat perhatian dari seluruh tamu.


"Saya sebagai tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kehadirannya pada acara kalo ini. Sebagai tuan rumah saya merasa tersanjung karena anda sekalian berkenan hadir dan meramaikan acara kali ini. Guna meramaikan acara kali ini, saya ingin mempersembahkan satu buah video. Ah tidak, hanya cuplikannya saja. Hanya untuk meramaikan saja. Selamat menikmati "


Chacha menjentikkan jari. Seketika lampu di ruangan itu mati, berganti dengan munculnya layar besar yang menampilkan beberapa cuplikan video. Meskipun video itu tak lengkap, rupanya ada beberapa orang yang sudah menyimpulkan apa kejadian selanjutnya. Bahkan beberapa dari para tamu sudah pucat pasi saat melihat cuplikan video tersebut. Audy? Jangan ditanya, wajahnya yang bahagia diawal kini sudah berubah menjadi pias.

__ADS_1


__ADS_2