Call Me Queen

Call Me Queen
Identitas Chacha


__ADS_3

Setelah puas menertawakan kebodohan Kevin, Chacha kembali memejamkan matanya mencoba mengistirahatkan badannya. Namun...


Ting...


Lagi-lagi notif dari ponselnya menganggu ketenangannya. Dia membuka notif itu matanya membulat sempurna. Tanpa berpikir panjang dia menghubungi orang disebrang sana.


"King" ucapnya dengan semangat.


"Halo my little Queen"


"Beneran kabarnya itu?" tanya tergesa-gesa.


"Bener Queen"


"Oke. Libur sekolah ini aku langsung terbang kesana pastikan dapat lokasi strategis. Aku akan desain bangunannya sendiri"


"Kau terlalu bersemangat" cibir orang diseberang yang disebut King oleh Chacha.


"Perusahaan baru harus semangat dong"


"Terserah kau saja Queen. Asal kau bahagia"


"Aku bahagia jika kau bahagia King" lirihnya.


"Aku bahagia hanya saja aku menunggu kebahagian yang akan kau berikan seutuhnya, Queen"


"Kupastikan itu akan terjadi setelah aku memimpin perusahaan nenek sendiri"


"Akan aku tunggu. Kapan kau akan kesini?"


"Minggu depan libur sekolah. Aku akan terbang ke sana"


"Ck, kau bodoh Queen kau sudah lulus S3 tapi kau masih saja masuk sekolah yang jelas-jelas pelajaran itu sudah kau lewati"


"Lalu kenapa jika aku lulus S3 aku hanya ingin memiliki teman dan bergaul layaknya remaja lainnya" jawabnya sambil cemberut.


"Semerdeka kamu aja lah"


"Iya dong"

__ADS_1


"Sudah dulu. Aku akan berangkat ke kantor"


"Take care King" seperti biasa Chacha akan langsung mematikan sambungannya sepihak.


Tanpa dirinya sadari 8 sosok dibelakangnya berdiri mematung tak percaya dengan apa yang dirinya dengar. Gadis yang mereka polos dengan otak jeniusnya ternyata sekolah hanya untuk mencari teman.


"Sampai kapan kalian akan berdiri disana?" ucap Chacha yang memang menyadari kehadiran sahabatnya itu. Mereka berdelapan langsung menuju Chacha dan duduk ditempat yang kosong.


"Lo seriusan udah lulus S3, Queen?" tanya Putra heboh.


"Sebelum gue jawab pertanyaan lo gue mau jujur sama kalian yang udah gue anggap sahabat layaknya saudara gue sendiri"


"Pertama dari nama gue dulu, Queen Salsabila Putri Effendy bukanlah nama asli gue"


"Nama asli gue Salsabila Putri itu adalah gabungan dari nama kedua nenek gue. Namun bunda gue nyematin namanya di depan nama gue lalu diberi marga Effendy"


"Effendy pun bukan marga asli gue. Marga asli gue adalah Izhaka" Setelah mengucap marganya Chacha membuat semua yang ada disana menjatuhkan rahangnya tak percaya.


"Setiap keluar dari negara ini nama gue bukanlah Salsabila Putri lagi namun Queen Izhaka" sambungnya lagi.


"Salsabila Putri hanya nama kecil gue tapi Queen Izhaka adalah identitas gue saat ini"


Mereka bangkit dari keterkejutannya.


"Lo beneran bermarga Izhaka?" tanya Elang


"Gue Queen Izhaka penerus utama keluarga Izhaka pemimpin QI Company dan calon pemimpin Izhaka corp" jawabnya santai.


"Lo gak bercanda kan Cha?" ucap Fany tak percaya.


Siapa yang tak kenal dengan sepak terjang keluarga Izhaka dalam dunia bisnis, bahkan tak ada yang berani mengusik perusahaan itu karena dukungan kuat dari dunia bawah. Namun, herannya beberapa tahun ini perusahaan itu seakan stagnan tak naik dan tak turun.


Satu lagi yang membuat mereka heran ketika Chacha mengaku sebagai pemimpin QI Company. Siapa yang tak mengenal perusahaan itu, dengan pemimpin wanita yang tak pernah menampakkan dirinya didepan publik. Memiliki cabang dimana-mana dalam berbagai bidang. Hanya dalam beberapa tahun perusahaan tersebut mampu menduduki No. 1 di dunia sebagai perusahaan terbesar.


"Apa gue keliatan bercanda, Fan?" tanya Chacha balik.


"Gue tau kalian pasti kaget dengan kenyataan ini. Maka dari itu gue kasih tau kalian semua sekarang karena gue yakin kalian akan marah jika tau dari orang lain"


"Tunggu deh bukannya penerus nenek Izhaka berwarna mata biru?" tanya Levy.

__ADS_1


"Dan kamu bukannya warna mata kamu biru sejak kapan jadi hitam gini?" tambahnya.


"Aku pakai softlens, prince. Aku harus menyembunyikan identitas ku dulu" ucapnya seraya tersenyum.


"Bukankah ada syarat tertentu lainnya?" tanya Levy lagi.


"Aku memenuhi semua syarat itu, aku pernah mencobanya saat berumur 6 tahun" ucapnya santai.


"Siapapun dirimu kau tetap gadis kecilku" ucap Levy sambil merengkuh Chacha kedalam pelukannya. Chacha hanya tersenyum menerima perlakuan Levy.


"Bukannya Izhaka corp stagnan Cha?" tanya Elang hati-hati.


"Itu kerjaan gue. Gue sengaja perusahaan itu terlihat stagnan dari luar tapi hanya orang dalam yang tau jika perusahaan itu berkembang pesat. Gue melindunginya dari para perebut warisan"


"Lo melindungi aset lo, heh?" ucap Zeze.


"Gue tak ingin kerja keras kakek dan nenek jatuh pada orang serakah. Bahkan mereka rela melukai saudaranya sendiri hanya demi warisan" lirihnya.


"Gak nyangka gue temenan sama orang hebat" ucap Karin dengan polosnya.


"Gue besok berangkat pagi ke luar kota kalian jaga diri baik-baik"


"Terutama kalian berempat jangan keluar malem selama gue di luar kota kalo nggak gue iket kalian" ucap Chacha memperingati keempat sahabat wanitanya hanya dijawab anggukan oleh mereka.


"Berapa lama disana, sweety?" tanya Levy lembut membuat mereka heran. Benarkah pangeran es mencair?


"Satu minggu" jawabnya seraya menyandarkan kepalanya di dada Levy.


"Cha sabtu pembagian raport loh" ucap Nena.


"Raport doang kan?"


"Ho'o" jawab Karin.


"Nilai kan?" Karin mengangguk.


"Kertas kan?" Karin mengangguk lagi.


"Ya udah kertas doang santai lah gak usah heboh kayak pembagian sembako aja" jawabnya santai.

__ADS_1


"Minta digetok ya Cha" pekik Karin yang dihadiahi gelak tawa dari semuanya.


__ADS_2