Call Me Queen

Call Me Queen
Bastian 2


__ADS_3

"Oh jadi ini om om yang bantu lo buat ngejebak gue? "


Audy datang dengan wajah pongahnya. Rupanya dia berhasil membuat keluarga mertuanya percaya bahwa video itu hanya sebuah editan. Entah Audy yang terlalu licik atau keluarga Pandey yang begitu bodoh.


"Dia siapa? "


"Aku kakaknya, dia adikku"


"Oh ini kakak yang kamu ceritakan"


"Sorry kalo om harus dapat image buruk karena kelakuan dia, tapi hebat sih lo, dapet sugar daddy kayak begini" Audy terkekeh sendiri dengan perkataan nya.


Chacha yang mendengar Audy menuduh Bastian adalah sugar daddynya langsung tertawa terbahak-bahak, begitupun para sahabatnya yang sejak tadi menyimak apa yang terjadi. Mereka seperti melihat Audy sedang melawak saja, apalagi Bastian seperti menanggapi dengan sungguh-sungguh semakin membuat Audy layaknya lelucon.


"Dia adik mu nona? "


"Ya om, dia adikku yang paling manis" semua orang mengernyit heran dengan perkataan Audy.


"Lalu kenapa kau mengatakan jika aku adalah sugar daddy nya, padahal kita tak pernah bertemu sebelumnya"


"Aku hanya menebaknya, karena aku sudah sering melihat dia pergi dengan lelaki yang berbeda beberapa kali" Audy menyeringai pada Chacha. Chacha hanya memutar bola matanya malas.


"Oh benarkah? " Audy semakin semangat saat melihat Bastian terpengaruh akan ucapannya.


"Iya, dia juga menggandeng mesra laki-laki itu" Bastian menganggukkan kepalanya.


"Dimana kau melihatnya? " tanya Bastian dingin. Namun itu malah membuat Audy senang, karena dia berpikir Bastian marah pada Chacha.


"Di mall beberapa waktu lalu"


Chacha hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah Audy. Dirinya bahkan tak habis pikir dengan Bastian yang akan ikut dalam mempermainkan Audy.


"Shut up, Audy" ucap Chacha dingin.


"Kenapa? lo takut kalau om ini tahu siapa lo sebenarnya" ucapan Audy terdengar menantang Chacha.


"Gue takut, kenapa harus takut? "


"Gue tau, dia salah satu penyokong dana terbesar lo kan"


"Bisa jadi sih" Chacha menjawab seperti ini, karena dirinya juga mendapat uang bulanan dari Bastian.


"Sudah terbukti kan ayah bunda, kalau adik aku yang paling manis ini memang ja*ang" ucap Audy sinis.


Plakk...


"Anda tak berhak menghina putriku dengan sebutan itu nona" Bastian langsung menampar Audy tepat saat Audy mengatakan bahwa Chacha ja*ang.


Audy melotot tak percaya saat Bastian menyebut Chacha putrinya, pantas saja Chacha dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak saat Audy mengatakan Bastian adalah sugar daddy Chacha.


"Maksud anda? Dia adikku, anak dari ayah bunda ku"

__ADS_1


"Anak ya? " Bastian mengangguk-anggukkan kepalanya. "Tapi dia tidak terdaftar dikartu keluarga mu nona, atau bisa dikata nama dia tidak tercantum" tambahnya lagi. "Lalu dari sisi mana dia jadi adikmu? "


"Itu karena dia mencoreng nama baik keluarga jadi dia coret dari daftar kartu keluarga"


"Bukannya itu ulah mu yang memfitnahnya"


"Maksudnya? "


"Jangan berpura-pura bodoh di depanku nona Audy. Mungkin ayah bunda mu dan mertuamu bisa kau bohongi, tapi sesama orang licik gak bisa dibohongi" Bastian berucap pelan namun justru membuat tubuh Audy sedikit bergetar karena tatapan intimidasi darinya.


Chacha terkikik geli mendengar ucapan ayah angkatnya itu. Yang lain hanya menatap heran pada Bastian yang mengucapkan kata 'licik'.


"Maksud kamu apa menuduh anak ku licik? " tanya Ayah Gun.


"Oh anda ayahnya? " Ayah Gun mengangguk. "Suaminya Ratu? " Ayah Gun mengangguk lagi.


"Kenapa? "


"Tak apa, aku hanya kasihan padamu"


"Maksudmu apa? "


"Tak ada" jawab Bastian acuh tanpa berniat menjawab pertanyaan Ayah Gun tadi.


"My little queen, kemasi barangmu, kita berangkat malam ini juga"


"No"


"Tapi aku tak terluka, bah"


"Apa Babah harus menjemputmu saat kamu terbaring dirumah sakit, itu yang kamu mau" Chacha menggeleng. "Kamu pikir jika seluruh bawahan mu tahu kamu diperlakukan seperti ini, percayalah nak, keluarga yang kamu sayangi bisa hilang dalam sekejap" Chacha semakin menunduk kan kepalanya.


"Duniaku disini bah"


"Dunia mana yang kau maksud nak? Orang tuamu? Orang yang bahkan tak memiliki rasa percaya pada putrinya sendiri itu yang kamu maksud? "


Chacha menunduk memejamkan matanya, sesekali memijat pelipisnya. Semua kegiatan yang Chacha lakukan sejak tadi turun dari tangga tak lepas dari perhatian Levy. Levy bukannya tak ingin membela Chacha, tapi istrinya sendiri yang ingin bermain-main. Lagipun status mereka hanya kedua neneknya yang tahu. Levy sah sah saja untuk mengumumkan pada publik jika gadis mungil ini adalah istrinya. Namun, sepertinya Chacha memiliki rencana lain, dia hanya bisa mengikuti.


"Tapi mereka tetap orang tua ku bah"


"Babah ngerti nak, Babah paham. Tapi Babah tak sanggup melihat penderitaan di matamu, Babah mohon ikutlah nak. Babah bisa membahagiakan kamu. Jika kamu khawatir dengan kakek nenek mu, bukankah selama ini mereka tinggal di luar negeri. Kita bisa bangun rumah berdampingan disana" Chacha menggeleng pelan.


"Duniaku disini, bah. Babah juga duniaku, namun aku nyaman disini"


Levy mendekat kearah mereka, dan memberi kode pada Bastian untuk tak melanjutkan dulu. Bastian hanya mengernyit bingung saat Levy memberinya kode.


Levy sampai disamping Chacha, lalu menarik tubuh mungil istrinya kedalam pelukannya. Dibenamkan wajah Chacha dalam dada bidangnya. Mengusap lembut kepalanya.


"Menangislah" bisiknya lembut namun disambut gelengan kepala oleh Chacha.


"Aku suamimu sayang, tempatmu berbagi. Jika kamu terus seperti ini, lalu apa gunanya aku? " masih berbisik dengan terus mengelus lembut kepala Chacha.

__ADS_1


"Aku mau disini, Mas" lirih masih dalam pelukan Levy, namun tak urung dirinya juga menangis.


"Aku mengerti, tenangkan dirimu. Biarkan aku yang akan bicara dengan babah"


"Bah, bisa kita bicara diluar? "


"Ada apa, Lev? " Levy hanya memberi kode mata pada Bastian yang langsung diangguki.


Semua kaget saat melihat Bastian dan Levy ternyata saling mengenal. Bahkan cara bicara mereka terlihat akrab. Bahkan Bastian mengikuti Levy yang keluar terlebih dahulu, setelah melihat Chacha berpindah memeluk neneknya.


Chacha beralih ke pelukan neneknya. Para sahabatnya juga mendekat, mereka berusaha menghibur Chacha meskipun tak begitu paham dengan bahasan dua orang beda usia itu.


"Sebenarnya apa yang kamu janjikan pada dia, nak? " tanya Tuan Ibra.


"Awalnya Chacha tak diijinkan kembali oleh semuanya, kek. Namun Chacha memaksa, hingga salah satu dari pemimpin mereka menawarkan kesepakatan" Chacha mulai menjelaskan.


"Apa isinya? "


"Chacha dilarang terluka saat Chacha kembali ke sini atau Chacha akan dijemput paksa oleh mereka. Lebih parahnya lagi mereka akan menggunakan cara apapun untuk membawa Chacha"


"Lalu sekarang bagaimana? "


"Chacha tak tau, Kek"


"Lo emang pembawa sial tau nggak" celetuk Audy yang sedang bergelayut manja pada suaminya.


"Sekate-kate ini manusia satu kalo ngomong ya" sindir Karin.


"Kak Audy lo bisa jaga omongan lo gak sih? Kalo gak bisa, maaf ayah bunda biar Elang yang mendisiplinkan dia" Elang melihat ada peluang untuk menyerang Audy, karena dirinya memang kurang tabiat Audy sejak dulu.


"Ngapain lo minta maaf sama ayah sama bunda, dia sekarang udah jadi tanggungan suaminya, oncom" Putra menggeplak tengkuk Elang.


"Baru tadi pagi jadi suaminya, jadi dia belom mengajarkan apapun"


Kini Bastian dan Levy memasuki kembali ruangan tersebut, terlihat jika raut wajah Bastian lebih melunak daripada tadi saat berdebat agar Chacha ikut dengannya. Entah apa yang dibicarakan mereka berdua, yang pasti Levy memberikan senyum menenangkan untuk istrinya.


"Kemari, nak" Bastian merentangkan tangannya, Chacha langsung masuk ke dalam pelukannya.


"Maafkan babah, babah tak akan lagi memaksamu. Babah akan sabar menunggu kamu di rumah kita, nak. Jadi sering-sering lah pulang, ya" Chacha mendongak, melihat Bastian dengan tatapan bingung.


"Babah hampir saja menjadi orang yang egois tanpa memikirkan kebahagiaan mu. Maafkan babah, berbahagialah nak, jangan sungkan hubungi babah jika terjadi sesuatu dengar" Chacha hanya mengangguk seraya menampilkan senyum manisnya.


"Ingat babah adalah tameng hidup milikmu. Babah akan menjadi perisai terluarmu saat kamu dalam bahaya" Chacha semakin mengeratkan pelukannya, dirinya merasa benar-benar dimanjakan oleh Bastian.


"Kamu beruntung, dia suami yang pengertian dan sangat menggilaimu" bisik nya ditelinga Chacha. Chacha hanya terkekeh mendengar penuturan ayah angkatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Maapkeun yang harus up di jam pocong. karena ada sedikit trouble pada real life, yang mengharuskan author gak pegang HP ...


...Tapi ini masih diusahakan up banyak kok buat kalian, cuma ya sabar aja dulu sayang ku😘...

__ADS_1


__ADS_2