
"Lo gak papa?"
"Emang gue kenapa?"
"Berita lo udah nyebar di media" lirihnya.
"Berita apaan sih?" tanya Chacha lagi.
"Mending duduk dulu deh" sambung Zeze. Lalu Chacha duduk disusul Levy disampingnya.
"Lo beneran gak tau apa pura-pura gak tau" ucap Karin.
"Ish, ini anak lagi kalo gue tau ngapain gue balik nanya ke kalian"
"Berita lo udah nyebar di media. Emang lo gak buka berita sama sekali" sambung Nena hanya mendapat gelengan dari Chacha.
"Ini" ucap Fany sambil memberikan ponselnya yang berisi berita tentang Chacha.
Chacha hanya diam melihat ponsel Fany. "Gila sih ini"
"Lo gak papa kan?" tanya Fany sekali lagi, dia kasihan melihat sahabatnya itu.
"Gila sih ya gue jadi viral dalam sekejap" respon Chacha.
Jangan tanyakan yang lain mereka semua cengo mendengar penuturan Chacha.
Pletak
"Gue serius nanya lo malah jawab begituan" Fany menyentil dahi Chacha cukup keras.
"Sakit ih. Ya gue harus bereaksi gimana?"
"Lah, otak lo geser ya Cha?" tanya Karin.
"Semprul" jawab Chacha sambil melempar bantal ke arah Karin.
"Lo gak sedih gitu?" Nena angkat bicara.
"Awalnya gue sedih lah. Bayangin aja Ayah kandung gue setega itu sama gue" jawabnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Levy.
"Kok bisa sih Cha lo sampek ke usir gini?"
"Aiya adu bacot doang gue sama si Audy. Biasalah dia mah kagak bisa liat gue diatas dia langsung dia mancing gue, emosi lah gue"
"Padahal dia kakak lo ya" timpal Putra.
__ADS_1
"Maybe" jawab Chacha acuh.
"Respon Bunda gimana?" tanya Fany.
"Bunda kaget pas Ayah nampar gue semalem sih"
"Kamu ditampar?" Levy langsung mengangkat wajah Chacha untuk dilihatnya dengan jelas. Benar saja terdapat memar pudar di pipinya.
"Iya gara-gara ngatain Si Audy murahan" jawabnya sambil terkekeh.
"Gila ini anak sih menurut gue kagak ada sedih-sedihnya heran gue" seru Kinos.
"Ngapain gue sedih Nos. Niat awal gue cuma mau nenangin pikiran doang eh kalo lewat pintu bukan bagian dari keluarga lagi katanya, ya terobos ajalah"
"Gila kan dia"
"Gak kasian sama orang tuanya?" Levy bersuara lagi.
"Kasian sih. Tapi sakit banget tau nggak. Aku juga anaknya Lele tapi kenapa harus pilih kasih, kamu tau sendiri gimana aku dulu kalo kangen sama Ayah Bunda pasti meluknya mama sama papa kamu kan" jawabnya sambil menatap mata Levy. Levy merangkul Chacha dengan erat dia yakin jika diteruskan sebentar lagi gadis kecilnya ini akan menangis.
"Apapun yang terjadi kita tetep bakal dukung lo kok Cha" tambah Elang yang sedari tadi diam.
"Yaps apapun yang terjadi kita bakalan tetep ada di samping lo, support lo, pokoknya selalu adalah buat lo" sambung Nena.
"Sapa yang gak mau temenan sama penerus Izhaka apalagi pemimpin QI Company coba" seru Kinos.
"Oh lo jadi temenan sama gue cuma ada maunya?" selidik Chacha.
"Ceila baper amat buk" tambah Kinos lagi yang lain hanya tertawa.
"Terus Cha tunangan kakak lo apa kabar?" tanya Zeze.
"Kagak tau gue. Udah gue blacklist dari hotel gue"
"Serius lo?"
"Iya kesel sih"
"Gak kasian?"
"Bodo amat lah ya"
"Nah ini baru princess izhaka, barbarnya keluar" sambung Levy yang lain hanya tertawa.
"Sampek sore disini ya" pinta Chacha dengan puppy eyesnya.
__ADS_1
"Nah susah nih nolaknya kalo dia udah gini" ujar Elang sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Yang lainnya hanya mengangguk tanda menyetujui.
"Cha bentar lagi masuk sekolah lo gak papa ada berita kek gini?" tanya Kinos sambil memakan cemilan yang ada.
"Gak papa. Gue mah bodoh amat ya" jawabnya santai.
"Ini anak ada takut atau rasa minder gak sih. Heran gue?" timpal Karin.
"Kagak cuma lo gue juga heran santai banget ini anak, pasti disekolah dia bakal jadi bahan omongan anak satu sekolah, tapi santai masyaallah ini anak" tambah Nena hanya geleng-geleng kepala.
"Gak heran sih ya. Dia lepas dari Effendy bukannya sedih malah seneng, iyalah gak usah jaga image ya kan?" Zeze ikutan nyambung.
Mereka masih asyik mengomentari tingkah Chacha menghadapi masalahnya sedangkan yang jadi topik pembicaraan sedang asyik berdua dengan Levy.
"Tidur jam berapa sih kok masih ngantuk?"
"Gak terlalu malem kok. Gak tau deh kenapa ngantuk lagi"
"Tidur gih di kamarnya, kita-kita disini aja nungguin kamu bangun" tambah Levy lagi yang masih asyik memainkan rambut Chacha yang tergerai.
"Nggak etis Lele. Aku nyuruh kalian disini kalian malah aku tinggal tidur"
"Daripada ngantuk"
"Tidur sini aja gak papa ya?"
"Gak capek emangnya kalo tidur sambil senderan gini?"
"Nggak kok"
"Gemes deh gue sama kalian berdua kenapa gak jadian aja sih" interupsi Karin membuat keduanya menghentikan obrolannya.
"Mesra-mesraan tau tempat dong bos. Kita kan jomblo" timpal Kinos.
"Bodo amat ya" jawab Levy.
"Rambut kamu kok ada hitam ada coklat?" tanya Levy lagi pada Chacha mengabaikan sahabatnya yang menggerutu.
"Udah luntur warnanya niatnya pengen diwarna hitam lagi tapi males ah biarin aja"
"Lebih cantik rambut coklat, sweety" ucapan Levy sukses membuat Chacha merona.
"Eh Cha mata lo kok biru. Pake softlens lo ya?" tanya Elang yang sedari tadi memperhatikan dua sejoli itu.
"Emang biru Elang. Selama ini gue pake softlens buat nutupin warna aslinya"
__ADS_1