
Mereka pun beradu di atas ranjang. Alih-alih berlaku pasrah, Chacha dengan aktif menggerakkan tubuhnya ke atas Levy. Harus terangsang katanya... Berarti Chacha sendiri yang harus mencari rangsangannya. Persetan dengan pasrah, Chacha harus menemukan kenikmatannya sendiri.
Maka ia pun menikmati tubuh Levy dengan bibirnya setelah sekian lama hanya ia kagumi lewat matanya saja. Chacha sungguh telah mabuk kepayang. Tubuhnya meliuk lihat di atas Levy sehingga membuat Levy semakin bergairah.
"Cha... " Levy mendesah dan memanggil nama istrinya ketika perempuan itu membuka celananya. Tubuhnya seperti terbakar oleh sentuhan jemari Chacha yang merambat dari betis ke bagian atas tubuhnya.
Chacha pun dibalikkan tubuhnya oleh Levy. Kini perempuan itu berada di bawah tubuh Levy dengan pergelangan tangan yang tergenggam erat.
"Gantian" Kata Levy dengan cepat sebelum melahap kulit Chacha. Chacha nyaris tertawa karena rasa geli ketika disentuh bibir dan lidah Levy. Tapi ada sesuatu dalam dirinya yang begitu mengharapkan sentuhan-sentuhan itu sehingga alih-alih tawa, Chacha malah mengeluarkan ******* yang kuat.
Tubuhnya begitu mendamba Levy, begitu pula sebaliknya. Kini tak ada lagi Chacha yang kikuk dan serba takut. Semuanya mengalir bersama dengan waktu.
"Do it, Mas" Bisik Chacha yang sudah diliputi na*su. Levy menatap Chacha sayur dan membenamkan kembali kepalanya di samping leher Chacha sambil mengusap belakang telinga Chacha dengan bibirnya.
Tepat saat hisapan cepat Levy di bawah tulang selangka Chacha, mereka bersatu. Levy melesak ke dalam tubuh Chacha dengan cepat, menyalurkan seluruh rasa dan damba akan gadis itu. Chacha mengerang kuat. Teriakan dan ******* terpadu keluar dari mulutnya. Levy mendekapnya erat agar Chacha dapat merasa nyaman.
Mereka mengambil jeda, mencoba menenangkan nafas mereka yang tersengal. Setelah keduanya merasa terbiasa dengan penyatuan itu, Levy dan Chacha saling berpandangan. Tanpa ada percakapan, hanya tatapan mata, mereka sepakat untuk melanjutkan.
Levy mulai bergerak perlahan. Saat itulah Chacha merasakan sensasi yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Kenikmatan yang membuatnya ikut bergerak mengikuti irama Levy.
"Cha... " Levy ikut mengerang ketika tubuh Chacha merespon. Chacha seolah menyerap seluruh cinta yang Levy alirkan dan Levy merasakan nikmat yang luar biasa karenanya. Ia berusaha bergerak perlahan agar Chacha tidak merasa sakit, tapi Chacha lalu menariknya kasar ke dalam dekapan.
"Lebih cepat, Mas" Kata Chacha yang tidak bisa menahan diri lagi. Ia ingin lebih. Levy pun langsung melahap bibir Chacha. Levy menggigit bibir bawah Chacha dan memasukkan lidahnya ke dalam sana. Chacha melenguh nikmat. Ia ingin terus merasakan apapun yang Levy lakukan kepadanya saat ini.
__ADS_1
"Cha... " Levy kembali menyebut nama istrinya itu, membuat tubuh Chacha semakin memanas.
Chacha pun langsung memutar tubuh mereka. Levy cukup takjub dengan kekuatan Chacha yang mampu mendorongnya jatuh, sehingga kini posisi mereka berbalik. Dalam kondisi masih bersatu, Chacha kini berada di atas Levy. Ia meliuk menggerakkan tubuhnya, mencari kenikmatan dari Levy.
Pemandangan Chacha yang menengadah sambil meliuk lincah di atasnya membuat seluruh tubuh Levy bereaksi. Levy menggeram dan mendudukkan tubuhnya. Ia menarik kasar tubuh Chacha dan mendesak tubuh di atasnya itu berkali-kali.
"Mas.. " Seru Chacha tiap kali Levy menggali dalam kenikmatan dari tubuhnya. Mendengar namanya diteriakkan berkali-kali, gerakan Levy pun semakin menjadi.Apalagi setelah Chacha merangkul Levy dan menancapkan jari-jarinya di bahu pria itu.
Chacha pun memasrahkan tubuhnya seutuhnya pada Levy dan percaya sepenuhnya bahwa pria itu mampu membuatnya mencapai surga dunia.
Keduanya menyerukan nama pasangannya masing-masing ketika akhirnya mereka sampai ke puncak. Indah dan penuh gairah, Chacha tak tahu bahwa kebahagiaan karena hubungan ini dapat membuat kepalanya begitu pening, ia mendesah puas, seulas senyum tergambar diwajahnya.
Chacha mengatur kembali nafasnya yang sempat tercuri beberapa kali karena sibuk dilahap Levy. Lelah langsung menyergap matanya. Ia pikir saat ini tubuhnya dapat beristirahat dalam balutan kenikmatan sepanjang malam dan perlahan matanya terpejam.
"Kamu nggak berpikir kita udah selesai, kan? "
Bisikan Levy diikuti hisapan kuat di leher langsung menyadarkan Chacha. Sebuah seringai terpasang di wajah perempuan itu ketika mengetahui semua ini belum berakhir.
Kelelahan, kali ini Chacha membiarkan Levy memimpin seutuhnya. Chacha hanya sanggul mendesah nikmat dan meremas sprei kasur seiring dengan gerakan Levy yang semakin kuat dan cepat.
Chacha tidak menyesal membiarkan Levy beraksi sepenuhnya. Levy benar-benar pemimpin sejati. Dengan gagah dan penuh stamina ia mengarahkan Chacha untuk bergerak.
Tindihan Levy yang kuat membenamkan tubuh Chacha ke dalam kasur berkali-kali, sementara cengkraman tangan Levy ke kedua tangannya malah membuat tubuh Chacha bergerak semakin liar.
__ADS_1
Chacha dapat merasakan ranjang mereka bergerak kuat dan ada sedikit kekhawatiran bahwa ranjang itu akan roboh. Levy yang begitu kuat dan penuh gairah melahap tubuh Chacha dengan tergesa.
Tapi tidak satu pun kekhawatiran membuat Chacha ingin berhenti. Levy betul-betul luar biasa! Setelah gairah yang selama ini ditahan dilepas, ia pun menikmati tubuh Chacha dan melampiaskannya tanpa ampun.
Dalam tiap dekapan dan sentuhan tubuh Levy, Chacha dapat merasakan seluruh perasaan Levy untuknya. Tubuh Chacha membara dan kepalanya serasa meleleh, tapi ia tak ingin berhenti berpacu.
Chacha merasa dicintai, diinginkan dan dipuja-puja bagaikan bidadari kahyangan. Levy begitu terampil menyampaikan itu semua ketika memompa Chacha dan menggeram nikmat di atas istrinya itu.
Mereka kembali menyamakan ritme dan memanjat mencapai puncak bersama-sama. Setelah itu, nafas keduanya kembali tersengal-sengal. Chacha didekap kuat oleh Levy ketika keduanya mengambil udara dengan rakus sampai akhirnya tubuh mereka mendapatkan cukup oksigen.
Suasana sudah kembali tenang, tapi Levy masih menyatukan tubuhnya dengan Chacha.
"Lagi? " Tanya Levy dengan tatapan berkilat. Na*sunya masih menggebu dan sepertinya ia siap menghabiskan sepanjang malam untuk melakukan kegiatan yang seperti candu ini.
Chacha tersenyum sambil menarik Levy agar mulai mencumbu tubuhnya kembali.Malam ini, tubuh Levy di atas tubuhnya menjadi pemandangan favoritnya. Gerakan naik turun Levy membuatnya sangat ketagihan.
Ranjang mereka berdecit riang sampai ia menuntaskan tugasnya yang tertunda setelah sekian lama. Erangan dan ******* yang tercipta diatasnya memenuhi ruangan sepanjang malam.
...****************...
Done ya MP-nya. Author harap kalian puas, karena author gak tau harus nulis gimana lagi. Pening oi pening 🤣🤣🤣
Jangan lupa like, coment and vote ya cintaaahhh 🤣🤣🤣 (maap alay🤭)
__ADS_1