
Maapkan author jika part ini mengecewakan, karena jujur author kehilangan ide. Awalnya ada tiba-tiba ilang gitu aja. mohon di maklumi ya. author juga manusia.
...****************...
Resepsi Elang dan Karin diadakan di mansion Izhaka, karena bagaimanapun Elang masih keturunan keluarga Izhaka. Acara resepsi diadakan di taman, karena Karin meminta hal yang berbeda. Alhasil Chacha mengikuti kemauan Karin.
Beberapa artis dan model terkenal sudah terlihat di acara malam ini. Tak hanya sederet artis dan model papan atas, beberapa pengusaha muda nanti sukses juga turut hadir. Rekam bisnis Elang pun tak terlewatkan.
Bahkan berita pernikahan mereka kini menjadi tajuk utama dibeberapa media cetak. Tak heran jika itu semua terjadi, di samping Elang sebagai wakil CEO termuda. Karin juga tak kalah berprestasinya. Pengusaha sekaligus publik figur.
Para tamu membaur jadi satu di acara tersebut. Kedua orang tua Elang dan Karin tak melepaskan senyum bahagia dari wajahnya. Tampak Tuan dan Nyonya besar Izhaka juga ada di tengah-tengah acara.
Hingga sang bintang kini muncul, Karin begitu manis dengan gaun berwarna baby blue. Make-up yang tak terlalu tebal menempel apik diwajahnya, membuat karin terlihat lebih segar. Elang juga gak kalah tampan dan gagah menggunakan setelan yang senada dengan warna gaun yang dikenakan oleh Karin.
Para sahabat Karin juga hadir, mereka sepakat menggunakan warna yang sama. Baby pink menjadi pilihan mereka saat ini. Mereka sudah berkumpul menjadi satu seperti biasa, namun formasi kali ini masih kurang lengkap.
"Udah hubungi si Levy? " Tanya Nena.
"Udah"
"Apa katanya"
"Chacha masih tidur. Kemungkinan mereka akan telat"
"Gak salah lo bilang Chacha tidur? " Tanya Zeze tak percaya dengan apa yang dikatakan Kinos.
"Ternyata acara tadi pagi tak semulus yang kita duga"
"Maksud lo? "
"Jadi sebelum akad nikah tadi pagi dilaksanakan itu Chacha udah tempur duluan. Chacha melihat ada gerakan mencurigakan jadi dia langsung atasi. Dan benar dugaannya, mereka musuh bebuyutan Karin. Chacha kerja keras, karena memang Chacha hanya gerak sendiri tanpa meminta bantuan yang lain. Bahkan Levy saja tak diberitahu nya. Levy tadi niatnya bakal hadir pas akad nikah pagi tadi, tapi saat hendak menjemput Chacha malah gak ada. Ketika di cek, Chacha malah berada cukup jauh dari kediaman Anderson. Setelah disusul, Levy menemukan Chacha sedang berkelahi dengan beberapa orang"
"Jadi itu alasan Levy gak sampek-sampek? "
"Kita juga taunya setelah akad selesai, gue khawatir awalnya, tapi Levy langsung telfon dan mengatakan semuanya"
"Nanti kita tanyain langsung sama mereka"
Di apartemen milik Levy, Chacha masih asik menggulung tubuhnya dibawah selimut. Chacha benar-benar merasakan tubuhnya begitu lelah. Bagaimana tidak, dirinya mengejar musuh bebuyutan Karin dengan berlari. Alih-alih mengambil mobil atau motor Chacha malah berlari. Namun, perjuangannya membuahkan hasil saat dirinya berhasil membekuk musuh.
Chacha yang geram saat melihat musuh membidik tepat di kamar yang Karin gunakan untuk berias. Saat itu Chacha sedang berdiri atap salah satu gedung miliknya yang tak jauh dari kediaman Anderson. Saat melihat sekitar, matanya tanpa sengaja melihat kilau cahaya yang memantul. Karena penasaran Chacha langsung mengambil senjatanya, mencoba memastikan dengan scope yang ada di senjatanya. Benar dugaannya jika sniper tersebut mengincar Karin.
Tak hanya satu sniper, namun ada beberapa. Mereka geram karena di dunia bawah Karin merebut gelar mereka semua sebagai sniper terbaik dan paling ditakuti.
"Sayang, bangun. Jadi ke resepsi Elang dan Karin, nggak? "
__ADS_1
"Bentar lagi, Mas. Kita gak bakal telat percaya deh" Jawab Chacha dengan mata terpejam.
"Kita udah telat lima belas menit sayang"
Sontak Chacha langsung terduduk. Menoleh ke arah jam, benar saja mereka telat. Chacha melihat ke arah Levy yang sudah rapi mengenakan setelan yang Chacha siapkan sebelumnya. Tanpa pikir panjang, Chacha langsung berlari kearah kamar mandi.
...****************...
Di acara resepsi, Elang dan Karin melayani satu per satu tamu yang mengucapkan selamat pada mereka. Acara berjalan begitu meriah, namun Karin terlihat sedikit lesu.
"Kenapa, Ay? "
"Chacha gak hadir, Ay. Padahal dia menyiapkan ini dengan begitu baik buat kita. Aku takut Chacha sakit karena terlalu memforsir tenaganya" Sendu Karin.
"Mungkin kejebak macet, Ay. Aku tau bagaimana sifat Chacha, udah ah jangan gitu. Gak enak sama tamu. Kita tanya mereka aja Chacha udah dateng apa belum"
Belum juga Elang ingin bertanya pada para sahabat nya mengenai Chacha, acara sudah dihebohkan dengan beberapa teriakan para gadis saat melihat sepasang manusia berjalan menuju kedua mempelai.
"Ya ampun, tuan muda Rahardian benar-benar memukau"
"Ya kau benar, makin tampan saja"
"Tapi sikapnya dingin"
"Gak papa dingin, orang tampan mah bebas"
"Iya, kenapa? "
"Sedangkan wanita yang bersamanya itu, kalau gak salah nona bungsu Effendy"
"Loh kok bisa ya"
"Wajar sih menurut aku. Mereka kan sahabat"
Bisikan-bisikan para tamu memenuhi acara itu, nama baik Chacha kembali dipertaruhkan saat ini. Tapi, yang namanya Chacha pasti akan bersikap biasa saja. Menganggap semua orang yang berargumen buruk tentang dirinya sebagai angin lalu.
"Sorry gue telat" Ucap Chacha saat sampai di depan Karin.
Karin langsung memeluk Chacha, matanya berkaca-kaca. Dirinya pikir sahabat yang sekarang menjadi saudara iparnya ini tak akan hadir. Bagaimanapun Chacha memiliki peran besar di acara ini.
Ini adalah janji Chacha, ketika bawahannya nanti menikah siapapun itu. Chacha akan menggelarkan pesta yang mewah untuknya. Chacha menyuarakan itu didepan anggota Death Rose. Karin adalah salah satunya, karena bagaimanapun Karin adalah bawahannya di Death Rose.
"Selamat bro. Akhirnya sold out"
"Lo juga harus nyusul, jangan dianggurin kelamaan tuh anak. Digaet orang tau rasa lo ntar"
__ADS_1
"Ck, gak tau sih lo makanya ngomong gini. Aw.... Sakit Yang" Levy mengaduh saat Chacha melayangkan cubitan pedas di pinggangnya.
"Apa ada hal kita lewatkan? "
"Banyak, Rin"
"Apa apa? " Karin bertanya dengan antusias, mereka lupa jika saat ini masih ada di atas pelaminan.
"Mau gue kasih tahu rahasia, Rin"
"Apa apa? "
Chacha dan Elang hanya memutar bola matanya malas.
"Turun Mas. Yang lain masih antri dibelakang kita"
"Oh oke. Gue cuma bilang sama kalian berdua, kita berdua udah nikah sebelum kalian"
Elang dan Karin melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Levy. Apalagi melihat senyum jahil di wajah Levy, benar-benar bukan seperti Levy yang biasanya dingin dan cuek.
"Jangan bercanda, Levy. Chacha bukan bahan lelucon" Elang menekan suaranya.
"Gue gak bercanda"
"Udah udah ih. Kamu juga, tadi udah janji bakal ngasih taunya nanti pas acara udah selesai. Kenapa malah dikasih tau sekarang sih Mas"
" Kamu lupa kalau aku gak bisa nemenin kamu disini? "
Chacha terdiam, dirinya benar-benar lupa. Jika setelah mengantarkan dirinya ke acara ini. Levy akan langsung bertolak ke luar negeri untuk menjemput sang mama dan adiknya yang tengah berlibur. Padahal bukan hari libur.
"Mau ikut? " Tawar Levy saat mereka telah bergabung dengan lainnya.
"Nggak enak ninggalin acara mereka, Mas. Bisa digantung mami aku. Oh iya aku belum sapa mami dari tadi"
"Tante Ratih, barusan masuk"
"Oh"
"Gimana kabar bunda? " Tanya Chacha pada Audy yang mendekat ke arahnya.
"Baik-baik aja. Bunda balik lagi ke kediaman Effendy" Jawabnya seadanya.
"Lo udah kasih surat gue ke ayah? "
"Udah, ayah kaget dapat surat ancaman dari lo"
__ADS_1
"Itu belum apa-apa. Kalau ayah berulah lagi, aku pastikan abang akan mendepak ayah dari perusahaan Effendy" Jawabnya seraya terkekeh.