
"Bun kenapa acara kita gak diadakan di hotel juga sih?" tanya Audy setelah Chacha pergi meninggalkan ruang tamu.
"Kita terakhir rayain ulang tahun adik mu sebelum dia ikut kakek dan nenek kan?" Audy mengangguk menjawab ucapan Bu Ratu.
"Maka dari itu kita bakalan buat acara meriah buat dia, karena Chacha akan kuliah di luar negeri kak" ucap Bu Ratu lembut disertai elusan di kepala Audy.
"Kenapa gak kuliah disini aja?"
"Itu perjanjian Chacha dan ayah ketika kita jemput dulu"
"Maksudnya?"
"Dulu Chacha waktu kita jemput secara paksa dia memberikam penawaran jika dia akan kuliah dinegara itu lagi" Audy hanya mendengus kesal mendengar jawaban Bu Ratu.
"Audy ke atas dulu bun" Bu Ratu hanya menggeleng melihat Audy berlalu dari hadapannya.
Sesampainya di kamar Audy terus mengumpati sang adik.
"Sial*n lo Cha, lo bisa kuliah di luar negeri kenapa gue enggak"
Praang
Botol parfum miliknya dia banting hingga pecah.
"Kenapa lo selalu beruntung, bre**sek"
"Tapi, gak lama lagi lo bakal ditendang dari keluarga Effendy, nantikan kejutan dari gue adikku sayang" ucap Audy dengan senyum sinisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Formasi lengkap untuk makan malam kali ini. Dimana Rey yang tak lembur, Chacha yang entah kerasukan apa mau makan malam semeja dengan Audy.
"Jarang sekali kita seperti ini" ujar Ayah Gun sebelum memulai acara makan malam tersebut.
"Bukannya gak pernah ya" timpal Rey dengan sinis.
Sejak kejadian penembakan yang membuat Chacha terluka, Rey belum berdamai dengan sang ayah.
__ADS_1
"Debat teros, Chacha laper loh" ucap Chacha diakhiri dengan delikan ke arah abangnya.
"Kok abang?"
"Laper" rengeknya pada sang abang.
"Chacha resek kalo lagi laper"
"Abang ih"
"Sudah, ayo makan" lerai Bu Ratu setelah selesai menata semua masakan diatas meja.
Mereka makan dalam keadaan hening hanya gesekan antara garpu, sendok, dan piring yang terdengar diruangan itu.
"Cha mau kemana?" tanya Ayah Gun melihat bungsunya beranjak duluan setelah menyelesaikan makannya.
"Gak tau" mengangkat bahunya acuh.
"Kalo gak tau ngapain berdiri"
"Pengen jalan aja"
"Kedapur kek, ke taman kek, ke ruang tamu atau kemana gitu yang penting jalan" jawabnya polos membuat yang lain hanya tepuk jidat dengan kelakuannya.
"Bunda ngidam apa sih pas hamil dia" tanya Rey karena gemas dengan tingkah sang adik.
"Gak tau"
"Duduk dulu Cha kita ngobrol" titah sang ayah.
"Di ruang keluarga aja, Chacha duluan. Bang adek tunggu, temenin main PS ya" Rey hanya mengangguk.
"Lama amat sih bang" ucap Chacha kesal setelah Rey tiba diruang keluarga.
"Ambil ini dulu dikamar" menunjukkan ponselnya.
"Yok lah main"
__ADS_1
Rey langsung menuruti keinginan makhluk absurd yang satu ini.
"Cha, Rey" tegur Ayah Gun.
"Ngomong aja yah, kita denger kok" jawab Chacha tanpa mengalihkan pandangannya.
"Lusa kan ulang tahun bunda sama Audy rencanya ayah bakal buat acara dirumah ini"
"Manut" jawab Chacha dan Rey serempak.
"Ayah juga sudah pesankan baju buat acara nanti, kalian gak keberatan kan?"
"Manut"
"Tak lama setelahnya ulang tahun Chacha kan?" mereka mengangguk serempak.
"Rencananya ayah mau buat acara …"
"Gak usah Chacha buat acara di mansion" ucap Chacha memotong perkataan sang ayah.
"Mansion siapa?" tanya Audy yang sejak tadi penasaran.
"Mansion orang yakali hantu" Rey terkekeh mendengar jawaban Chacha.
"Cha, kakak mu bertanya baik-baik"
"Maapkeun lah"
"Jadi di mansion siapa Cha?" tanya Ayah Gun.
"Mansion Chacha lah"
"Jangan halu deh" sinis Audy.
"Maaf saya bukan orang yang kebanyakan halu"
"Kenapa kalian debat sih"
__ADS_1
"Jadi acara Chacha buat acara di mansion aja dah gitu. Sudah bang Chacha mau cek laporan bubay ayah bunda"