
Setelah drama membuat anak lagi, kini Chacha tergeletak di ruang tengah rumah mewahnya dengan mata terpejam. Anak-anak nya juga berada di samping kanan dan kirinya. Mereka tertidur pulas di lantai yang beralaskan karpet bulu yang tebal itu.
Sedangkan Levy sedang menjemput Lena di rumahnya. Seluruh keluarga besar akan berkumpul untuk melihat si kembar yang baru kembali dari Paris itu.
Karin dan lainnya sudah sampai di rumah Chacha, namun ART Chacha mengatakan jika sang tuan rumah tertidur di ruang tengah. Para sahabat Chacha mengangguk dan memilih duduk di ruang tamu, mereka tak mau menganggu singa betina yang sedang tertidur itu.
"Rin, lo yakin mau buat acara gituan? " Tanya Fany.
"Gak ada masalah kan? Lagian itu lagi trend sekarang" Jawab Karin.
"Gak masalah sih menurut gue" Ujar Zeze.
"Emmm, cuma ditayang di youtube doang kan? " Tanya Nena.
"Iya, biar mereka bisa lihat, kita buat chanel khusus buat FF. Jadi isinya nanti seputar kegiatan kita. Gue jamin, channel kita bakal langsung rame" Jelas Karin.
"Apalagi ada Chacha dijamin rame" Tambah Fany.
"Kita tetep harus ijin dulu sama Chacha"
"Lo bener, Ze. Kalau nggak bisa dihack sama Chila" Nena menimpali ucapan Zeze.
Saat mereka sibuk berdiskusi, anggota keluarga Effendy datang dan bergabung dengan mereka.
"Kalian disini duluan rupanya" Ucap Bu Ratu yang ikut duduk di sofa, sedangkan para sahabat Chacha dengan sigap pindah ke karpet. Seperti kebiasaan mereka, jika ada yang lebih tua maka mereka akan memilih untuk duduk lesehan di bawah.
"Habis dari syuting yang tadi itu langsung ke sini, Bun" Jelas Karin.
"Bunda yakin, mereka akan telat sampai kesini karena terjebak sama wartawan. Tapi, untungnya jalan kesini aman"
"Akses masuk ke rumah ini sudah diubah sama Chacha, Bun. Kemungkinan hanya sedikit orang yang tahu keberadaan rumah ini" Fany memberi tahu Bu Ratu jika sistem keamanan rumah Chacha sudah di rubah.
"Ini tuan rumahnya mana? " Tanya Audy.
"Chacha tidur di ruang tengah bareng anak-anak. Levy masih jemput Tante Lena sama Leon, Om Lenardi lagi di luar negeri katanya" Jawab Nena.
"Tidurkan Mahavir sama adik-adiknya sana, Kak. Kasian kalau digendong terus" Perintah Bu Ratu pada Audy.
Audy hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya ke arah ruang tengah. Sekalipun dirinya pernah tinggal dan memiliki kamar sendiri di rumah ini, tapi tanpa seijin Chacha, Audy tidak akan pernah masuk ke kamar itu.
"Anak kamu mana, Rin? "
"Sama Mami, Bun. Lagi perjalanan kesini juga" Jawab Karin.
Mereka terlibat obrolan ringan selama menunggu satu per satu keluarga datang. Sebenarnya selain menjenguk si kembar, mereka sengaja berkumpul karena Reyhan akan mengenalkan calon istrinya. Sengaja memilih rumah Chacha karena permintaan sang tuan rumah sendiri.
__ADS_1
"Jadi beneran kalau Bang Rey bakalan nikah, Bun? " Tanya Karin heboh.
Mereka cukup dekat dengan Rey. Sekalipun Rey tergabung dengan Black Rose, namun Rey juga sesekali mampir ke markas Death Rose ketika anggota FF sedang berlatih di sana.
"Doakan semoga lancar, dan ini benar-benar jodoh Rey" Jawab Bu Ratu.
"Kalian sepemikiran sama gue kan? " Tanya Karin, yang lain hanya mengangguk mengiyakan.
"Kenapa kalian? " Tanya Putra saat melihat tunangan dan sahabatnya itu saling pandang.
"Gak jadi kaget, kita udah tau calonnya duluan" Jawab Nena.
"Siapa calonnya Rey, ayo kasih tau" Tanya Bu Ratu heboh.
"Aih, biar jadi kejutan aja Bunda" Zeze menolak memberi tahu.
"Wah, udah rame aja ini" Ucap Lena yang baru datang bersama Leon dan Levy.
"Lena, sini sini duduk" Bu Ratu langsung meminta besannya untuk duduk. Mereka terlibat dengan perbincangan ala ibu-ibu sosialita pada umumnya.
"Bini gue dimana? " Tanya Levy saat tak melihat istrinya.
"Jiah, kang bucin bingung cari pawangnya" Ejek Kinos.
"Lev, ini kita gak disuguhi apa gitu? " Tanya Elang.
"Males gerak gue"
"Kang mager. Untung bukan karyawan gue lo, Lang"
"Sorry bro. Sepupu gue lebih berdamage daripada lo"
"Sialan"
"Hahaha"
"Papa"
Semuanya menoleh serempak pada suara kecil yang bergema di sana. Tampak gadis mungil berjalan dengan sedikit sempoyongan. Matanya sedikit terpejam berusaha berjalan lurus ke arah sang papa.
"Hati-hati cantik" Levy segera menggendong malaikat kecilnya itu.
Aleta meletakkan kepalanya di bahu sang papa. Matanya kembali terpejam sempurna, nafasnya juga kembali teratur.
"Lah dia tidur lagi" Seru Karin.
__ADS_1
Levy terkekeh saat mendapati gadis mungilnya kembali tertidur.
"Aleta ma.... Na? " Audy dengan terburu-buru mencari Aleta.
"Kamu kenapa Audy? " Tanya Ayah Gun saat melihat wajah Audy sedikit panik.
"Aleta tidur sambil jalan, Audy masih buatkan susunya Vir, Yah. Kaget lah tiba-tiba si cantik ini gak ada" Jelas Audy.
"Kagak heran sih, sekalipun papanya di ruang tamu, itu anak di ruang tengah pasti tau dia. Heran, kuat banget batinnya kalau sama papanya" Ucap Lena.
"Ini mama sama si kembar ada dimana? " Tanya Levy pada Audy.
"Di ruang tengah, mereka masih tidur" Jawab Audy. Levy hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya untuk bergabung dengan istri dan anak-anaknya.
"Audy disini aja, gak usah balik ke sana lagi" Ucap Bu Ratu yang langsung di angguki Audy.
Bukan tidak memperbolehkan Audy untuk kembali ke ruang tengah. Namun, Levy juga sedang menuju ke arah sana. Tidak baik jika Audy menjadi nyamuk diantara pasangan suami istri itu.
Levy yang sampai di ruang tengah bisa melihat jika sang istri sedang diapit oleh tiga pangeran kecil tampan. Levy hanya bisa tersenyum simpul melihat dia putranya memeluk sang mama dengan posesif. Sedangkan Mahavir tidur dengan tenang sambil memeluk dot susu besar ditangan.
Levy juga menurunkan Aleta untuk ditidurkan berdampingan dengan sang kakak. Bahkan Levy memindahkan semua anak-anaknya ke tengah. Setelah dirasa mereka aman barulah Levy ikut membaringkan tubuhnya di samping si istri yang tampak begitu pulas. Jarang sekali Levy melihat sang istri tidur begitu nyenyak seperti ini.
Levy ikut memejamkan matanya sambil memeluk tubuh sang istri dari samping. Setidaknya bisa tertidur walau sebentar itu sudah cukup untuk Levy.
Jika di ruang tengah terpantau tenang karena penghuninya sedang tertidur. Di ruang tamu terlihat sangat ramai saat dua keluarga besar itu berkumpul.
"Geffie, mau punya adik lagi? " Tanya Nena usil saat Geffie sedang dipangku oleh Fany.
Tampak bayi gembul itu mengangguk dengan tatapan polosnya. Seketika itu juga tawa meledak di ruang tamu.
"Yok Mi, gas kenceng Geffie mau punya adik katanya" Seloroh Elang, yang lain semakin bersemangat bersorak menggoda Karin.
"Papi bosen duduk manis? Mau tiduran di rumah sakit? " Tanya Karin menatap suaminya polos. Elang hanya bisa menelan ludahnya saat Karin mengatakan itu.
Para sahabatnya semakin tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi Elang.
"Leon tumben anteng? " Goda Zeze pada adik Levy itu.
Leon hanya menatap Zeze sekilas sebelum kembali fokus pada makanan di depannya.
"Ya ampun, kakaknya es balok adiknya es batu. Dah dah kalian satu gen emang" Zeze geleng-geleng kepala melihat wajah datar tanpa dosa adik Levy itu.
Hingga tak lama kemudian orang yang mereka tunggu datang menggandeng gadis cantik di sampingnya.
"Wah rame nih, Rey telat ya" Rey langsung menyapa semua yang ada di sana.
__ADS_1
"Kak Shaldon kangen" Teriak para sahabat Chacha, mereka langsung menghambur memeluk Shaldon bersamaan.