Call Me Queen

Call Me Queen
Sleep Tight, Love


__ADS_3

Setelah meluruskan apa yang mereka salah pahami dari Chacha, mereka berniat membangunkan Chacha dan Levy. Tapi mereka dikejutkan dengan keadaan mereka yang sudah berkumpul dengan lainnya. Alhasil, mereka juga bergabung.


"Kenapa? " tanya Levy pada Chacha yang menyandarkan kepalanya pada bahunya.


"Gak papa, pusing dikit"


"Sini pindah ke paha aja"


"Gak, gini aja. Kalo dibawa rebahan lagi malah kebablasan nanti"


"Ya gak papa, kamu kan capek"


"Capek dikit doang"


"Dikit apaan, semalem udah dibilangin istirahat malah bandel bantuin ini itu. Sekarang pusing" omel Levy.


"Ish, udah tau pusing malah ngomel" Chacha mengangkat kepalanya dan berpindah di samping Elang. Levy hanya menghembuskan napasnya melihat kelakuan istrinya.


"Kenapa? "


"Diomelin Lele, Elang" Elang hanya menghela napas melihat Chacha mengadu pada dirinya.


"Dia ngomel pasti ada alasannya"


"Jangan ngomel juga, tolong. Biarkan aku tenang sebentar" Chacha menyandarkan kepalanya di bahu Elang, kali ini dengan memejamkan matanya.


Saat yang lain ingin bertanya pada Elang tentang apa yang terjadi, Elang hanya meletakkan satu jarinya di bibirnya. Tanda mereka untuk diam.


"Kak Levy" Angel datang langsung duduk di samping Levy. Mereka hanya memutar bola matanya, malas.


"Apa? "


"Kakak kenapa sih, akhir-akhir ini kayak jaga jarak sama Angel? "


"Kamu yakin nanya itu? " Angel hanya mengangguk.

__ADS_1


"Liat tempat dan waktu, gue lagi capek gak mau bahas ginian, jangan sampek lo nyesel"


"Kan, Kakak makin aneh deh"


"Udah deh Angel, Levy mungkin capek. Jadi berhenti manja sama dia, bersikap lebih dewasa dikit" ujar Kinos.


"Kok Kak Kinos jadi marahin Angel"


"Gue gak marahin lo, cuma nih ya cuma. Lo harus belajar dewasa, gue akui lo masih labil, tapi tunangan lo itu dewasa. Cobalah mengimbangi dia" tambah Kinos.


"Percuma lo jelasin panjang lebar ke dia" perdebatan mereka terhenti ketika Chacha berdiri dengan wajah dinginnya.


"Gue cuma butuh ketenangan sebentar aja, bisa gak sih. Ya ampun gue capek" ini pertama kali Chacha mengeluh di depan sahabatnya. Dirinya benar-benar merasa lelah, beberapa hari ini dirinya terlalu memforsir tenaganya. Wajar jika dia lelah.


"Kalo capek itu istirahat" Angel malah mulai membakar api amarah Chacha.


"Diem lo anak kecil" Chacha berlalu masuk ke dalam rumah Bu Kades.


"Angel, Chacha punya salah apa sih sama lo? Kok gue perhatiin lo dendam banget sama dia? " Fany yang sejak tadi lebih banyak diam kini bersuara. Keempat sahabat Chacha memperhatikan raut wajah Angel yang gugup.


"Gak usah dijawab, percuma juga lo jawab. Gak bakal dapat jawaban jujur juga" sindir Chiara.


Para warga yang mendengar perdebatan mereka hanya diam, karena mereka tak mengerti apa yang mereka bahas. Terlebih lagi atmosfir disana berubah, membuat para warga jadi serba salah. Beberapa dari mereka memilih menjauh dari kumpulan anak muda itu.


Levy yang pergi meninggalkan tempatnya duduk tadi memilih masuk kedalam dan mencari istrinya. Jujur dirinya merasa tak enak pada Chacha karena mengomelinya. Bukannya memperhatikan malah membuat istrinya itu kesal. Levy mencari Chacha ke berbagai tempat, mulai dari dapur dan tempat yang mungkin Chacha datangi di rumah itu. Lelah mencari yang tak membuahkan hasil, dirinya memilih menuju kamarnya utuk beristirahat, badannya terasa remuk karena lelah, ditambah lagi dirinya tidur di lantai.


Levy terkejut ketika membuka pintu kamarnya, bagaimana tak terkejut jika mendapati seorang gadis tidur di kasurnya. Meskipun itu istrinya sendiri. Levy hanya menggelengkan kepalanya, dirinya sibuk mencari keberadaannya, tapi malah menemukan di kamarnya sendiri. Bahkan sedang terlelap dengan tenangnya. Levy hanya tersenyum melihat istrinya yang tertidur menyamping.


Levy merebahkan tubuhnya di samping tubuh istrinya. Posisinya Chacha memunggungi Levy, Levy menelusup kan tangannya diperut istrinya. Memeluk tubuhnya dari belakang. Mengarahkan kepalanya ke ceruk leher Chacha. Menenangkan. Itu pikirnya.


"Sleep tight, love" bisik nya pada Chacha yang terlelap. Dirinya juga menyusul sang istri mendayung di alam mimpi.


Sedangkan di luar, di kumpulan anak muda keadaan menjadi hening sejak kepergian Levy. Tak ada yang berniat membuka suara sedikitpun, sepertinya mereka malas bicara saat ini. Mereka hanya sibuk dengan ponsel masing-masing. Entah apa saja yang mereka kerjakan, mereka seakan memiliki dunianya sendiri.


"Eh, Chacha kemana ya? " tiba-tiba Zeze bersuara, membuat mereka mengangkat pandangan mereka serempak.

__ADS_1


"Numpang tidur kali di dalam" jawab Putra asal.


"Bisa jadi sih. Keliatan banget kalau dia butuh tidur"


"Chacha gak pernah ngeluh selama ini. Mungkin dia benar-benar lelah kali ini"


"Gimana gak capek, setelah ngehajar Chiara Chacha malah bertarung lagi sama orang yang menurut Chacha lagi ngawasin Karin" Karin yang namanya disebut hanya acuh tak acuh. Dirinya sudah tau dari Chiara yang memperingatinya untuk berhati-hati.


"Maksud lo? " tanya Elang penasaran.


"Lebih detailnya kalian tanya sama Queen aja. Gue belum dapet rinciannya dari bawahan gue" jawab Pandu.


"Jadi Chacha malam itu pergi bukan buat nenangin diri? " tanya Nena.


"Habis ngehajar mereka, Queen jadi lebih tenang kok. Cuma ya waktunya mepet jadi dia gak bisa istirahat. Setelah membekuk orang itu Chacha langsung kembali kesini, karena orang itu sempat kabur. Dia berhenti di pom bensin buat mandi sama ganti baju, kesini langsung ngerias Mutia" Pandu dengan sabar menjawab pertanyaan mereka satu per satu.


"Tapi paginya dia tidur kan"


"Ya tapi, tak cukup pulas gue rasa, mana dia langsung ambil bagian buat nata ulang tempat pesta kemarin kan" mereka hanya mengangguk mendengar ucapan Pandu.


"Malamnya yang harusnya istirahat malah balik lagi kesini. Gue yakin dia gak cuma bantu buat ngelepasin baju Mutia, tapi bantu-bantu lainnya"


"Keliatan banget dari mukanya kalo dia capek banget" tambah Karin. Lainnya hanya mengangguk mengiyakan.


"Gue yakin dia lewatin jam sarapan dia" ujar Pandu.


"Kebiasaan" Chiara yang sejak tadi tak bersuara kini mulai menunjukkan suaranya.


"Gue kira lo gak disini, Chi"


"Jelas-jelas mulai tadi kita bareng, lo anggep gue apaan"


"Salah sendiri gak bersuara mulai tadi"


"Lagi males ngomong aja, daripada debat yang tak berfaedah. Kuy, cari Queen aja. Ini hampir jam makan siang" ajak Chiara.

__ADS_1


"Biar gue aja yang cari, kalian siapin makan aja buat Queen" Pandu bersuara, entah keyakinan dari mana Pandu merasa jika saat ini keduanya sedang bersama. Bisa gawat jika lainnya yang menemukan jika mereka benar-benar bersama saat ini.


Pandu beranjak dari tempat duduknya, masuk kedalam rumah Bu Kades, tempat dimana Chacha dan Levy masuk namun tak keluar lagi. Jujur sampai di dalam Pandu bingung harus melangkahkan kakinya kemana, pasalnya dirinya juga tak tau ada dimana keduanya. Hingga akhirnya dirinya berniat mencari ibu angkat Levy, untuk mencoba menanyakan kamar Levy.


__ADS_2