
Suara dering ponsel mengetuk pintu alam mimpi seorang gadis yang sedang tidur. Dirinya meraba-raba nakas di samping tempat tidurnya untuk meraih ponselnya lalu mengangkatnya tanpa membuka mata.
"Cha jadi kan sekarang ketemu. Mau ketemu dimana? di FF atau dimana?" cerocos sang penelpon.
"Bisa gak sih pelan-pelan ya ampun gue baru melek ini" jawab Chacha.
"Ya ampun, matahari udah tadi nongol lo baru bangun"
"Tumben lo gini sih, Ze"
"Emang gue kenapa?"
"Gak tau gue. Ngumpul di QICF ajak tiga curut juga"
"Oke jam berapa?"
"Ini jam berapa?"
"Ditanya malah balik nanya ini orang ya ampun. Ini udah jam 7 Salsabila"
"Oh jam 8 kita ketemu ya"
"Lo lama liburan ngeselin ya"
"Dah sono siap-siap gue mau mandi terus berangkat" langsung mematikan panggilan. Diujung sana sang penelpon alias Zeze sedang menggerutu kesal karena teleponnya dimatikan sepihak oleh Chacha.
Chacha turun dari tempat tidurnya langsung menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Tak lama cukup 30 menit dia sudah keluar dari kamar mandi langsung masuk kedalam walk in closet untuk mengganti pakaiannya.
Sedangkan dilantai bawah semua keluarga berkumpul untuk melakukan sarapan hanya menunggu gadis bungsu mereka saja.
"Lama amat sih tuh anak gak tau orang lapar apa" gerutu Audy.
"Kan Bunda udah bilang susulin sana ke kamarnya" kata Bu Ratu sambil merapikan makanan di meja makan.
"Gak mau bikin repot aja" jawabnya.
"Semalem pulang jam berapa Rey?" tanya Ayah Gun pada Rey yang baru bergabung dimeja makan.
"Gak liat jam yah"
Tak lama Chacha turun dengan tergesa-gesa dengan membawa beberapa paperbag ditangannya. Dirinya sudah rapi dengan blue jeans yang menempel sempurna membentuk kaki mungilnya. Ditambah dengan kaos dipadukan dengan jaket army yang kebesaran di badan mungilnya. Jangan harap Chacha akan pakai sepatu kets karena kenyataannya dia hanya memakai sandal jepit.
"Mau kemana?" tanya Bu Ratu.
"Empat kucrut neror Chacha mulai tadi, Bunda" ucapnya mendramatisir keadaan.
"Lebay" timpal Rey.
"Chacha gak sarapan ya. Ini susu Chacha kan?" Bu Ratu hanya mengangguk dan Chacha langsung meminumnya hingga tandas.
"Karin semalem kenapa, Cha?" tanya Ayah Gun.
"Si Karin, Chacha kira dicegat apaan taunya orang minta tolong mobilnya mogok. Penakut banget" jawabnya sambil mengambil apel.
"Chacha berangkat" langsung menyalami semuanya kecuali Audy.
Pinter banget lo ngelesnya dek. Batin Rey.
"Ya sudah ayo sarapan" ucap Bu Ratu.
Mereka semua melakukan sarapan pagi dengan tenang. Sedangkan Chacha mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang karena masih pagi jadi jalanan lumayan ramai.
Setelah melewati kemacetan pagi akhirnya Chacha sampai di QICF. Dirinya langsung memarkirkan mobilnya di parkiran khusus di cafe tersebut.
"Mbak ada 4 gadis masuk ke sini?" tanya Chacha.
"Eh non" Chacha hanya mengangguk.
"Gimana mbak?"
"Banyak non yang masuk mulai tadi"
__ADS_1
Chacha hanya menghela napas. Lalu menelpon Zeze.
"Lo dimana?"
"VIP 2 sama yang lain"
"Oke" langsung mematikan sambungannya.
"Mbak tolong bilangin ke dapur buatkan sarapan saya ya terus diantar ke VIP 2"
"Minumnya non?"
"Air putih aja"
Chacha langsung melanjutkan langkahnya menuju VIP 2. Para pelayan yang berpapasan dengan Chacha langsung menunduk, Chacha hanya mengangguk sebagai respon. Karena Chacha hanya menutupi identitasnya ketika diperusahaan nya saja.
Sampai didepan ruang VIP 2 Chacha langsung membuka pintu membuat penghuni ruangan tersebut kaget.
"Pak bos mana?" tanya Chacha setelah meletakka paper bag di meja.
"Siape?" tanya Karin.
"Lele"
"Kejebak macet" jawab Putra, Chacha hanya mengangguk.
"Lo kapan sampek Cha?" tanya Elang.
"Kemaren. Ngantuk gue tau nggak" ucap Chacha merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang masih kosong lalu memejamkan matanya untuk menembus alam mimpi ronde ke dua.
"Setau gue Chacha itu gak doyan molor lah ini anak kok kayak susah banget buat melek" timpal Fany.
"Capek banget kali dia ya kali baru kemaren sampek kita langsung ngajak ketemu" sambung Kinos.
"Kita udah kangen banget tau nggak sama nih anak" tambah Karin.
"2 Minggu kita gak kabar-kabaran sama dia asal kalian tau" tambah Karin diangguki yang lainnya.
Tok... tok... tok...
"Masuk"
"Permisi nona saya mau mengantar sarapan nona Queen"
"Letak situ aja mbak orangnya masih molor"
"Makasih Mbak" pelayan itu hanya mengangguk lali meninggalkan ruangan itu.
"Cha" Fany membangunkan Chacha dengan lembut sedangkan yang dibangunkan hanya menggeser posisinya membelakangi Fany.
"Ngantuk banget kali ini anak" tambah Fany.
"Udah gak usah diganggu dulu biarin dia tidur" ucap Putra.
Tak lama kemudian pintu kembali terbuka kini menampilkan sosok pemuda tampan dengan wajah kusutnya.
"Lo nape Lev?" Tanya Kinos.
"Ampun dah capek gue. Gue baru sampek rumah oma terus kalian bilang princess ngajak ketemu gak sempet istirahat gue" jawab Levy sambil membanting dirinya di samping Kinos.
"Emang lo dari mana?" Tanya Karin.
"Amerika"
"Gila lo ya kenapa gak istirahat aja" timpal Putra.
"Kangen gue sama tuh anak"
"Noh yang ngajak ketemu lagi molor mana belum sarapan dianya tuh sarapannya masih utuh" adu Kinos pada Levy.
"Kenapa gak dibangunin?"
__ADS_1
"Fany bangunin dianggep angin lalu sama dia" jawab Elang. Levy beranjak dari tempat duduknya menuju sofa tempat Chacha tidur.
"Princess" ucap Levy menepuk lembut bahu Chacha.
"Cantik yuk bangun" ulangnya.
"Gembul ayok bangun" Chacha langsung berbalik mengerjapkan matanya.
"Dibilang gembul langsung melek dia" cerocos Karin. Levy membantu Chacha duduk lalu memberinya air.
"Dia paling gak suka di bilang gembul padahal pipinya udah kayak ditempel bakpau" jelas Levy yang lain hanya mengangguk tanda bahwa paham.
"Kenapa gak sarapan ini udah lewat jam sarapan" ucap Levy lembut sambil mengelus rambut Chacha.
"Baru tidur jam 5 pagi ngurusi berkas-berkas terus jam 7 dibangunin sama noh anak curut" jawabnya cemberut.
"Sudah sekarang sarapan dulu"
"Kamu sendiri?"
"Udah sarapan roti tadi di mobil kamu makan gih"
"Duh ile kalo udah berduaan lupa sama kita-kita" timpal Karin.
Chacha hanya mengacuhkannya lalu memulai sarapannya sedangkan yang lain hanya memperhatikan saja hingga Chacha selesai.
"Berapa hari lo gak makan Cha? lahap amat" ucap Kinos sambil terkekeh.
"Dari semalem gue gak ada asupan makanan sama sekali" jawabnya.
"Kebiasaan" ucap Levy sambil menyentil dahi Chacha.
"Sakit" ucapnya menoleh kearah Levy sambil mengeluarkan puppy eyesnya.
Levy menarik Chacha kedalam pelukannya dan dengan senang hati Chacha membalas pelukan itu. Entah kenapa dirinya begitu merindukan pelukan ini.
"Ehem" mereka semua serempak. Membuat Chacha malu dan menenggelamkan wajahnya didada Levy.
"Sejak kapan Chacha jadi gini sih?" tanya Fany.
"Kagak tau gue" jawab Zeze.
Chacha melepas pelukannya lalu menatap paper bag yang tak tersentuh di atas meja.
"Kok gak dibuka. Ambil masing-masing satu yang empat warna putih itu buat cewek-cewek yang warna hitam punya cowok ya"
Mereka membuka papperbag itu dengan semangat didalamnya berisi kaos dengan tulisan FF didepan dan sebuah softcase berwarna hitam dan putih untuk cowok dan cewek dengan bertulisan FF juga.
"FF apaan Cha?" tanya Kinos.
"FF itu buat kita berlima awalnya yang artinya Fantastic Five berhubung kalian berempat dan ya tak jauh beda dengan kita jadi gue mau kalian juga bagian dari FF yaitu Fantastic Four" jelas Chacha.
"Keren" ucap mereka serempak.
"Lo sendiri Cha?"
Chacha mengeluarkan ponselnya yang berbalut softcase sama dengan mereka berwarna putih, lalu membuka jaketnya Chacha juga menggunakan kaos berwarna hitam bertulisan FF dibagian dadanya.
"Habis ujian kita ada rekreasi kalau gak salah ya?" ucap Fany.
"Iye kenapa?"
"Pakai ini biar kompak"
"Bener-bener tuh biar yang iri makin iri"
"Yang panas makin panas"
"Yang benci makin benci"
"Udah stop kalian apaan sih" ucap Chacha. "Nge Mall yuk" ajak Chacha lagi.
__ADS_1
"Ayok" ucap mereka serempak