Call Me Queen

Call Me Queen
Penyelesaian


__ADS_3

"Bagaimana kejutan ku Nyonya Maya. Atau mau satu kejutan lagi, tapi tolong siapkan jantung kalian dengan baik" Ucap Chiara lagi.


Chacha kembali menggelengkan kepalanya melihat tingkah tengil Chiara. Chacha kembali memberi kode lawa bawahannya untuk memutar rekaman kedua. Namun kali ini bukan hanya suara, tapi juga berupa tayangan.


Kini lampu di ballroom itu mati secara otomatis. Berganti dengan layar besar yang terpampang di sana. Semuanya memfokuskan diri untuk melihat tayangan apa yang di sajikan oleh Chiara kali ini.


Saat pertama kali gambar dan situasi dalam video itu nampak. Angel adalah orang pertama yang langsung pucat pasi dengan badan gemetar hebat. Kini terlihat Angel sedang mengutak-atik ponselnya. Mungkin menghubungi seseorang.


Angel ingat betul kapan dan dimana semua tempat itu. Apartemen cukup mewah milik Lucas. Tampak dalam tayangan tersebut Angel sedang memasang wajah jenuh karena tak bisa melakukan apapun. Hingga datangnya Lucas membuat semuanya kaget bukan main.


Hingga tayangan berpindah ke bagian kamar. Tampak di sana Angel sudah berganti dengan lingerie super seksi, sedangkan Lucas tak nampak karena sedang di dalam kamar mandi. Keluarga besar Narendra menatap Angel dengan tatapan horor. Mereka tak menyangka jika cucu kebanggaan mereka tak lebih murahannya dengan ibunya. Mereka seakan tertampar oleh kenyataan, dulu mereka dengan mudahnya merendahkan Mami Anna, bahkan dengan mudah mencaci makinya dan membanggakan Maya saat itu. Mereka tak pernah berfikir bagaimana hancurnya Mami Anna saat itu.


Mereka semakin tak percaya saat melihat adegan selanjutnya. Dimana dengan mudahnya Angel merayu Lucas. Yang lebih gila lagi saat Angel melepaskan lingerie yang menempel di tubuhnya, hingga tubuhnya terpampang polos. Mereka benar-benar tak habis pikir dengan sikap liat Angel. Bahkan mereka dapat melihat jika pria itu tidak bergerak sedikitpun. Hanya Angel yang bergerak layaknya cacing kepanasan. Apalagi gerakan eksotis Angel saat memimpin permainan, benar-benar ahli.


Angel sudah gemetar tak karuan. Perlahan langkahnya mundur untuk kabur dari ruangan itu. Namun sayang, langkahnya terbaca oleh Chiara yang langsung mencekal pergelangan tangannya dengan cukup kuat.


Tayangan berhenti saat tubuh Angel ambruk di samping tubuh laki-laki yang menjadi partner ranjangnya. Secara otomatis lampu kembali menyala terang. Angel langsung mendapat tatapan tajam dari anggota keluarga yang lain.


Plak..


Narendra langsung menampar Angel dengan keras. Harga dirinya benar-benar hancur saat melihat kelakuan putrinya yang ia suapi dengan kasih sayang dan materi yang berlimpah. Dia benar-benar malu, putri yang selama ini dia banggakan tak lebih dari seorang wanita murahan.


"Siapa pria itu Angel? " Tanya Narendra dengan nada dinginnya.


"Et ralat. Bukan gitu pertanyaannya Papi ku sayang. Tapi seperti ini, berapa banyak pria yang kau ajak bermain, Angel? Begitu Pi" Celetuk Chiara dengan memasang wajah polosnya.


Wajar jika mereka tidak tahu siapa Lucas. Karena dalam tayangan tadi wajah Lucas sengaja di blur jika terlihat. Atau lebih tepatnya Lucas banyak tak terekam dalan CCTV. CCTV itu memang sengaja dipasang untuk Angel saja.


Tubuh Angel semakin bergetar, selain tamparan Narendra yang terasa begitu sakit. Cekalan tangan Chiara juga tampak erat. Membuat Angel susah untuk bergerak.


"Jangan hanya diam, Angel. Katakan sesuatu. Katakan jika itu hanya rekayasa, Angel" Ucap Maya menenangkan.


Sesaat Angel merasa tenang dan ingin mengelak. Namun, bisikan Chiara membuatnya berpikir dua kali untuk berbohong.


"Berbohong lah, maka gue pastikan berita lo akan menjadi berita terpanas sepanjang sejarah" Bisik Chiara dengan senyum devilnya.


Angel terdiam, dia menimbang keputusan apa yang harus diambilnya sekarang. Jika dirinya mengelak, maka karir nya akan hancur saat itu juga. Namun, jika dia mengakui maka dia harus rela menerima amukan dari seluruh keluarga nya.

__ADS_1


"Angel, katakan sesuatu, nak" Mohon Maya. Kini hanya Angel harapan satu-satunya, karena setelah ini pasti dirinya akan didepak dari keluarga Narendra. Jika Angel berhasil menduduki kursi pemimpin di perusahaan, bukankah berarti dirinya juga akan hidup enak. Itu pikirnya.


Angel masih diam, kepalanya menunduk. Yang lain menahan amarah sekaligus menunggu kesaksian Angel.


"Kenapa kau diam, adik. Angkat kepala mu, mana Angel yang gue kenal sebagai wanita angkuh" Ucap Chiara cukup lantang.


"Diam kau anak pembawa sial" Teriak Maya.


"Sssttt" Chiara menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri. "Jangan berteriak padaku, Mami. Kamu tak mengenal siapa aku, jika bukan karena kau telah merawat ku dari kecil. Ku pastikan kembalinya aku setelah lima tahun menghilang mampu membuat jantung mu berhenti berdetak"


"Kamu hanya anak kemarin sore, memang apa yang bisa kamu lakukan" Tantang Maya. Kini tak ada gunanya lagi jika dirinya berpura-pura menjadi orang lain.


Klak...


Pandu langsung menodongkan pistolnya ke arah Maya. Dengan sebelah tangannya memeluk Mami Anna. Semua anggota keluarga Narendra kaget saat melihat Pandu dengan mudahnya menodongkan pistol. Kini rasa takut mengalir dalam diri mereka. Jika Maya yang hanya berteriak pada Chiara langsung ditodong pistol, bagaimana dengan mereka saat di masa lalu bahkan mempermalukan Mami Anna.


"Jangan menantangnya Nyonya. Tak akan ada yang mampu menghentikan dia jika sedang lepas kendali" Peringat Pandu.


Tampak Maya hanya tersenyum remeh. "Kalian memang cocok, kau hebat Anna melahirkan dua anak yang sok jagoan"


Srett..


"Bicaralah sesuka hati mu, Nyonya Maya. Satu kata yang menyakiti Mami ku maka akan menekan belati ku semakin dalam. Tak percaya cobalah" Kini berbalik Chiara yang menantang Maya.


Anggota keluarga Narendra yang lain menelan ludahnya kasar. Mereka tak menyangka jika keturunan Narendra begitu kejam seperti iblis. Sedangkan Narendra sendiri terlalu shock dengan keadaan sekarang. Hingga membuat dirinya terdiam layaknya patung.


Pandu melepas pelukan Mami Anna saat dirasa sang Mami sudah mulai tenang. Mami Anna yang terlihat begitu tenang dan lembut akan begitu menggebu saat menyinggung kedua anaknya.


Brughh..


Mami Anna kaget saat melihat sebagian dari keluarga Narendra berlutut dihadapannya. Dia kaget melihat pemandangan di depannya kali ini. Sedangkan Pandu dan Chiara memasang sikap waspada.


"Anna maafkan kami, selama ini kami telah salah menilai mu"


"Bukankah nenek maha benar, kenapa sekarang malah meminta maaf. Apa karena takut saat melihat kedua cucu kembar mu ini? " Timpal Chiara saat melihat nyonya besar Narendra bersuara dihadapan sang Mami.


"Tidak, Chia"

__ADS_1


"Jangan sebut nama ku, nenek. Itu akan membuat mu sariawan" Chiara terkekeh saat berhasil membalik kata-kata neneknya saat itu.


"Bangun lah, kalian tak pantas merendahkan diri dihadapan wanita ja*ang ini" Ucap Mami Anna pelan.


"Mami ku terlalu baik" Gerutu Chiara.


Di sudut ruangan, tiga pasang manusia yang sedang menikmati acara live didepan matanya itu tampak menampilkan raut jengkel diwajahnya.


"Chiara ini minta dihajar apa gimana sih? " Gerutu Karin.


"Gak nyangka ternyata Chiara ngeselin juga ya. Pantes aja ribut mulu sama Si Karin dan Zeze" Ucap Nena.


Berbeda dengan Chacha yang menghela napas berat. Dirinya beranjak dari duduknya. Lalu melangkahkan kakinya ke zona panas yang sedang berlangsung.


"Kalian terlalu lama. Aku tak punya banyak waktu" Gerutu Chacha pada Chiara dan Pandu.


"Maaf Queen" Jawab keduanya kompak.


"Kita langsung ke intinya saja. Mami, bagaimana pendapat Mami tentang permohonan maaf mereka? " Tanya Chacha.


"Mami sebenarnya sudah memaafkan mereka untuk semua penghinaan yang Mami dapatkan dulu. Namun, Mami masih tak terima tentang perlakuan mereka terhadap Chiara selama ini" Jawabnya tenang.


"Oke, jadi kesimpulannya adalah, Mami Anna tak bersalah disini. Tapi dia dijebak atau sengaja dijual oleh menantu keluarga Narendra. Itu fakta pertama. Fakta kedua, Angel ternyata tak sepolos yang kalian kira. Jika dia mengelak nantinya, silahkan hubungi saya untuk meminta bukti yang lebih akurat, saya memiliki semua buktinya" Chacha menoleh ke arah belakang, memberi kode pada Levy untuk menghampiri dirinya. Chacha ingin segera pulang.


"Narendra selesaikan masalah ini di kediaman kalian. Mami sudah memaafkan, namun masalah ini akan tetap sampai dijalur hukum. Sampai bertemu di sana" Ucap Chacha pelan.


Levy datang langsung memeluk pinggang ramping istrinya itu. Anggota keluarga Narendra bertanya-tanya ketika Levy seakan tak melihat Angel yang mereka ketahui sebagai tunangan Levy.


"Kami permisi terlebih dahulu" Pamit Chacha.


"Angel, segera umumkan putusnya hubungan pertunangan kita. Sebelum gue yang buat pernyataan" Ucap Levy dengan nada dinginnya.


"Kita cabut ya, kita sudah terlalu lama disini" Pamit Levy.


"Hati-hati kalian, besok gue main ke sana" Balas Fany.


...****************...

__ADS_1



Kangen aku tidak Aunty??? kalau kangen sawer pake bunga sekebon dong biar aku rutin muncul walau seuprit😅


__ADS_2