Call Me Queen

Call Me Queen
Maaf Cinta


__ADS_3

Setelah kepulangan Karin dan Elang, mereka hanya diam dan sibuk pada ponsel masing-masing.


"Ze, lo pulang sana. Gue sama Pandu nginep disini" titah Fany pada kembarannya.


"Kalian pulang aja gak papa, gue bisa sendiri"


"Gak papa, Lev. Kita jagain Chacha. Bunda sama Ayah lagi keluar kota, jadi kita sengaja gak ngasih tau. Lo udah kasih tau bokap sama nyokap lo? " tanya Nena.


"Udah kok, tapi mungkin mereka akan kesini besok. Leon demam"


"Shock mungkin Leon. Dia yang biasanya cerewet cuma diem aja" tebak Pandu.


"Mungkin, sekarang gimana keadaannya? "


"Udah turun panasnya, cuma masih sering ngigau"


"Ya udah mending kita istirahat aja dulu. Ze, lo gak pulang? "


"Nggak, Nos. Gue capek, juga udah ijin sama mama sama papa kok"


"Ya udahlah mending kita tidur sekarang"


"Gue cek Chacha dulu" Levy langsung bangkit menuju istrinya yang tertidur pulas.


Sesampainya di samping istrinya, Levy mengelus lembut kepala Chacha.


"Maaf cinta, aku janji gak gini lagi" bisiknya di telinga Chacha.


Lalu tangannya turun mengelus perut rata istrinya dari belakang, karena posisi Chacha masih membelakangi dirinya.


"Sehat-sehat di perut mama, nak. Jangan bikin mama susah, ya. Maafin papa juga. Papa sayang kalian" setelah mengucapkan itu Levy mengecup kepala Chacha. Duduk di kursi yang ada di samping bangsal istrinya.

__ADS_1


Levy menoleh ke arah sahabatnya yang mulai memejamkan matanya. Sedangkan Levy sendiri pikirannya sedang melayang entah kemana. Sesekali dirinya akan menghela napas. Lalu Levy meletakkan kepalanya di samping kepala istrinya. Masih dalam posisi terduduk Levy memejamkan matanya. Biarlah dirinya tak memeluk Chacha, berdekatan untuk saat ini mungkin cukup mengurai rasa lelahnya. Levy takut jika ia nekat memeluk Chacha, akan membuat panda cantiknya ini semakin marah.


Paginya Pandu bangun lebih dulu karena tak tahan untuk ke kamar mandi. Hingga selesai ke kamar mandi dirinya melihat ke arah tempat tidur membuat dirinya melotot kaget.


Dengan cepat dirinya membangunkan Levy, tampak Levy memegang tengkuknya tanda tidurnya tak nyaman. Namun Pandu tak peduli.


"Queen kemana? "


"Hah? "


"Queen kemana? " teriak Pandu membangunkan yang lain sekaligus langsung menarik kesadaran Levy.


Levy langsung menoleh ke arah tempat tidur yang semalam ditiduri istrinya, dirinya mematung. Bukankah sebelum tidur istrinya masih ada? Kenapa sekarang kosong?


Levy melirik ke arah infus yang semalam dipasang ke punggung tangan istrinya, masih ada di sana. Kemungkinan Chacha sendiri yang membukanya, terlihat dari ada sedikit bekas darah di jarum ingusnya. Levy berasumsi Chacha membukanya dengan tergesa-gesa.


"Untuk kemungkinan di culik gak mungkin, karena keamanan untuk sampai di lantai ini ketat banget" ujar Fany.


Terlihat Levy sedang menjambak rambutnya kasar, dirinya terlihat sangat frustasi. Levy terus menerus menyalahkan dirinya sendiri akan kepergian Chacha dari rumah sakit. Tanpa ia sadari air matanya menetes, Levy memperlihatkan sosok rapuhnya.


"Bagaimana keadaan mantu mama? " tanya Lena yang langsung membuka pintu. Membuat mereka semua kaget.


Lena lebih kaget saat melihat putranya terduduk di lantai dengan wajah rapuhnya. Sosok putra yang ia kenal dengan ketegasannya kini terduduk dengan pandangan putus asa nya. Lena langsung menghampiri anaknya dan memeluk nya.


"Ceritakan ada apa ini sebenarnya? "


Nena maju untuk menceritakan. Karena Nena yang paling kalem diantara mereka, secara otomatis Nena mampu menceritakan tanpa memancing emosi seseorang.


"Bangkitlah, boy. Kau harus cari istrimu. Ingat dia sedang mengandung, jangan sampai terjadi sesuatu pada calon anak dan istri mu" tutur Lena menyemangati Levy setelah mendengar ceritanya.


Levy melepaskan pelukannya dari sang mama. Bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi. Semuanya hanya melihat apa yang akan Levy lakukan.

__ADS_1


Tampak Levy terlihat lebih segar setelah dari kamar mandi, mencuci muka, mungkin. Namun, tatapan mata itu masih kosong.


"Cari Nyonya muda kalian secepatnya. Menyebar lah, jika ketemu jangan langsung temui, beritahu dan ikuti dari jarak aman" Levy langsung memberi perintah pada anak buahnya melalui telepon.


Tanpa mengatakan apapun dirinya langsung keluar dari ruangan itu. Yang lain hanya diam, namun Pandu langsung bergerak.


"Lacak keberadaan Queen, kirimkan infonya padaku secepatnya, Cila" ucap Pandu tegas.


Si kembar dan Nena melotot tak percaya mendengar perintah Pandu. Bagaimana tidak, Pandu menghubungi salah satu tim elit milik Chacha. Mereka bertiga saja yang notabene nya sangat dekat dengan Chacha hanya tahu beberapa saja yang tergabung dengan tim elit. Salah satunya bernama Cila, sang hacker kesayangan Queen.


Fany menatap tunangannya dengan sorot mata yang tajam. Mencari celah yang dapat menunjukkan identitas Pandu dalam organisasi mafia milik sahabatnya. Bagaimana mungkin Pandu bisa menghubungi Cila jika dirinya tak memiliki status tinggi.


"Simpan kecurigaan mu, sayang. Nanti jika waktunya sudah tepat akan ku beritahu segalanya" ucap Pandu menatap Fany sekilas lalu kembali fokus pada ponselnya.


"Jangan berdiam diri disini, lebih baik kita kembali dan ganti baju. Setelah itu mulai pencarian" ujar Kinos.


"Ya, karena kita tak mungkin berpangku tangan menunggu kabar Chacha dari orang lain"


Lena yang melihat para sahabat anak dan menantunya hanya bisa tersenyum, dia bangga anak dan menantunya memiliki sahabat yang cerdas dan berpikiran logis. Jika kebanyakan anak muda yang lain mengedepankan emosi, mereka tidak. Mereka memilih diam dan memikirkan solusi dengan kepala dingin.


"Ya sudah, tante kembali duluan. Kasian Leon, semoga mantu tante cepat ditemukan" ucap Lena.


"Tante tenang saja, menurut kami Chacha hanya sedang berlibur, yakinlah jika Chacha tak akan melakukan hal yang membahayakan dirinya" ucap Zeze.


"Tante percaya bagaimana luar biasanya mantu tante itu"


"Emmm, tante tentang masalah yang semalam? " tanya Pandu takut menyinggung perasaan Lena.


"Biarkan Levy yang menangani masalah itu, tante harus mengontrol papanya anak-anak agar tidak menghajar Levy. Tante pulang dulu"


Mereka hanya mengangguk melihat Lena yang mulai berlalu dari hadapan mereka. Setelah bergantian mencuci muka di kamar mandi, mereka langsung bergegas pulang.

__ADS_1


Disisi lain, Levy melakukan kendaraannya tak tentu arah. Keluar dari rumah sakit dirinya langsung menghubungi kakak iparnya, King. Bahkan dirinya harus rela dihajar karena lalai menjaga adiknya, jangan lupakan masalah Angel semalam. Levy hanya bisa pasrah saat tinju abang iparnya itu mengenai wajah dan perutnya. Levy mengakui dirinya salah. Setelah merasa cukup puas memukuli Levy, akhirnya King berhenti. Levy langsung bangkit dan pergi meninggalkan King. Tak memperdulikan King yang berteriak menyuruh Levy mengobati lukanya. Levy harus bergegas mencari istrinya.


__ADS_2