
"Nona Queen" Narendra tersentak kaget saat melihat Chacha yang menatapnya dengan pandangan dingin.
Mungkin Narendra terbilang cukup lama menjadi bawahan Chacha. Namun seperti biasa Chacha tak pernah mau turun tangan langsung untuk memerintah bawahannya. Namun, Chacha selalu mengawasi setiap gerak gerik bawahannya. Bukan ingin mengetahui untuk mengancamnya. Tapi, ketika kontrak ditandatangani sesuai janji dan kesepakatan, Chacha akan menjamin keselamatan seluruh keluarga bawahannya.
Jika bertanya soal Chiara yang saat itu terlepas dari penjagaan dan hampir berakhir ditangan mucikari. Anak buah Chacha yang ditugaskan menjaga keluarga Narendra sudah mendapatkan hukumannya tersendiri. Apalagi saat mereka bertemu dengan Chiara yang notabene nya adalah orang yang mereka jaga namun malah menyalahgunakan kekuasaannya, mereka hanya bisa diam dengan tubuh gemetar.
"Aku bertanya Narendra, apa ini balasan rasa terimakasih mu pada tuan mu? " Tanya Chacha lagi dengan suara yang semakin dingin.
Levy bangkit dan menuntun istrinya untuk duduk di sofa tempatnya tadi.
"Maksud nona apa? " Tanya Narendra bingung.
"Tunggu dulu, ini siapa pi? Kenapa papi begitu hormat sama dia? " Tanya Maya dengan nada sedikit sinis.
"Mi jaga bicara, Mami" Bisik Narendra.
Maya yang mendengar bisikan suaminya hanya mengerutkan keningnya. Dia melihat ke arah Chacha yang menatapnya intens. Lalu dia melihat Levy yang mengelus perut buncit nya.
"Apa dia ja*ang yang kau nikahi, Lev? " Tanya Maya dengan berani. Tak hanya Narendra yang melotot, kedua orang tua Levy tampak menahan amarahnya kali ini.
"Rupanya kau tak tau cara mendidik istrimu ini Narendra"
"Jaga cara bicara mu, ja*ang" Bentak Maya pada Chacha.
"Kau benar, memangnya kenapa jika aku ja*ang" Mereka lebih kaget lagi saat Chacha malah mengakui dirinya sebagai ja*ang.
"Lihat bukan, dia saja mengaku jika dirinya ja*ang. Lalu apa bagusnya wanita ini dibanding Angel"
"Aku memang ja*ang. Tapi aku hanya mengangkang untuk suami ku. Aku ja*ang suamiku. Dan atas dasar apa anda berani menghina saya?"
"Atas dasar apa katamu? Apa kau buta, kau merebut tunangan anakku. Apa kau menjebaknya dengan mengatakan kau hamil? " Maya kembali berteriak kepada Chacha.
"Cukup Mi" Tegas Narendra.
__ADS_1
"Papi jangan bela ja*ang ini, ingat anak kita Angel pi"
"Jika aku buta lalu apa sebutannya dengan anda. Menikah dengan seseorang yang sudah memiliki istri? Dan mengarang skenario tentang istri pertamanya? " Maya terbelalak kaget saat Chacha mengatakan hal ini. Otaknya dipaksa berpikir untuk sesuatu yang sudah terlewat hampir 24 tahun itu.
"Apa maksud kamu? "
"Jangan berlagak bodoh jika didepan saya. Jika anda ingin berteriak kepada saya, pastikan anda tak memiliki catatan kelam dahulu agar saya tak membanting anda dengan rasa malu yang sesungguhnya"
"Ada apa ini sebenarnya? " Tanya Narendra bingung saat Chacha menatap sengit ke arah istrinya.
Sedangkan Levy dan kedua orang tuanya hanya diam. Jika Chacha sudah ikut berbicara mereka hanya akan jadi penonton. Mereka yakin, dengan jika Chacha memiliki kemampuan membuat lawannya terpukul mundur hanya dengan kata-kata nya.
"Jangan dengarkan apa kata ja*ang itu, Pi. Dia pasti satu golongan dengan mantan istri Papi itu" Jawab Maya dengan nada sedikit panik. "Jangan berbicara omong kosong kamu. Kamu itu hanya pelakor"
"Anda menyebut saya pelakor, seakan-akan anda bukan pelakor. Tolong bercermin terlebih dahulu jika ingin menghina orang lain"
Satu hal yang harus dipelajari dari Chacha. Mata dibalas dengan mata, darah dibalas dengan darah, dan nyawa dibalas dengan nyawa. Itu kamus seorang mafia. Jika kau menghinanya di depan umum, maka saat itu juga hinaan akan berbalik kepadamu. Namun, jika dia hanya diam menerima. Maka berhati-hatilah karena balasan yang sesungguhnya bisa sangat kejam.
"Perlu kau ingat satu hal. Aku tidak merebut siapapun, jika ada yang mengatakan aku merebut maka itu salah. Aku berhubungan dengan Levy Rahardian adalah sejak kita duduk di bangku SMA. Jika kau tak percaya kalian bisa bertanya pada anak kalian, Chiara"
"Sebenarnya kau mencari pembelaan untuk siapa? Dan tujuan kalian kesini itu apa? " Tanya Chacha lagi. "Narendra kamu saja yang jawab. Aku sedang malas berceloteh dengan kaleng rombeng" Chacha mengibaskan tangannya.
"Kau... " Ucapan Maya tertahan saat Narendra langsung memegang tangannya.
Sedangkan Levy dan kedua orang tuanya hampir saja tertawa mendengar ucapan Chacha.
"Tujuan awal kami ke sini ingin meminta bantuan Levy untuk mencari Angel, anak kami nona" Jawab Narendra.
"Lalu? "
"Kami malah mendengar jika mereka sudah membatalkan pertunangan itu"
"Ya, dan sekarang Levy menjadi suamiku" Ucapan Chacha membuat Narendra terbelalak kaget. Awalnya dia hanya berpikir jika Chacha bertamu ke rumah ini, namun ternyata Chacha malah menjadi menantu di rumah ini.
__ADS_1
"No-na? "
"Ya, kami menikah sah secara agama dan negara. Jauhkan pemikiran buruk itu dari otakmu. Aku tak menikah karena accident. Kami hanya belum mengadakan resepsi saja"
"Pasti keluarga Rahardian malu memiliki menantu seperti mu, bagaimana mungkin seorang Levy Rahardian bersanding dengan ja*ang seperti mu" Sinis Maya.
"Mas malu bersanding dengan aku? " Tanya Chacha sambil menatap Levy.
"No, bahkan Mas ingin sekali memamerkan hubungan kita. Tapi Mas masih mengikuti keinginan kamu, cinta" Jawab Levy dengan lembut seraya mengelus rambut Chacha.
"Papa dan Mama malu punya menantu seperti Chacha? " Tanya Chacha menatap kedua mertuanya.
"Gak ada gitu, meskipun kamu bukan menantu mama sekalipun kamu tetap anak perempuan mama" Jawab Lena tagas.
"Bukankah kau sudah mengetahui itu nak. Dari kecil kamu sudah menjadi putri kita, satu-satunya. Kamu itu princessnya papa dan mama" Chacha bangkit dan memeluk kedua mertuanya secara bergantian.
"Sudah sayang sini. Jangan kelamaan peluk mereka, nanti Mas iri" Levy menarik tangan istrinya untuk duduk kembali. Kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak sulungnya itu.
"Kau dengar sendiri nyonya, jika suami dan mertuaku tak malu akan kehadiran ku di keluarga besarnya. Narendra ajari istrimu caranya beretika dan berbicara dengan baik lagi"
"Baik nona" Maya tak bisa lagi menyangkal karena tangannya dicekal erat oleh suaminya. Dia hanya bisa meringis menahan sakit.
"Narendra, apa yang aku katakan dulu saat pertama kali kita bekerja sama? " Tanya Chacha tiba-tiba.
"Nona hanya mengatakan akan menjaga keamanan keluarga saya saja" Jawab Narendra dengan sedikit takut.
"Di kontrak tertulis, di sana tertera jika kau harus mendidik semua keluarga mu untuk memiliki perilaku yang baik. Jangan semena-mena. Karena aku tak ingin memiliki anak buah yang akan menggunakan jabatan dan kekuasaan untuk menindas orang lain. Kau paham"
"Paham nona"
"Kau tau dimana letak kesalahan mu sekarang? " Narendra mengangguk, dia tak berani menjawab saat tahu dirinya salah. Dia slaah selama ini membiarkan istrinya dan Angel hidup dalam balutan kemewahan tanpa mendidik untuk menghormati orang yang lebih tau, apalagi dengan ekonomi dibawah mereka.
"Aku tak menegur mu karena aku pikir kau cukup tua untuk aku tegur. Ternyata aku salah, kamu terlalu tua dan bodoh untuk melihat dan menilai sebuah kesalahan" Kini suara Chacha berubah menjadi sangat dingin.
__ADS_1
"No-na" Narendra gugup seketika.
"Ini soal Chiara" Tak hanya Narendra, kini Maya juga dibanjiri dengan keringat dingin ditubuhnya.