Call Me Queen

Call Me Queen
Digigit


__ADS_3

"Loh, si kembar kok disini, papa sama mama kemana, nak? " Tanya Fany yang datang bersamaan dengan Zeze dan Nena, tak lupa pula juga pasangan mereka masing-masing.


"Nyonya dan tuan belum turun, non. Mungkin kecapekan, semalam mereka memilih istirahat di kamar mereka sendiri" Jelas pengasuh Baby Al.


"Gak heran kalau mereka berdua telat bangun pas weekend gini. Mereka sering kehilangan waktu tidur kalau malam. Jadi maklumi aja ya, Mbak" Jelas Nena.


"Iya, non. Susu untuk si kembar juga sudah tersedia. Karena nyonya memang sudah stok"


"Yuk si kembar main sama om dan tante aja"


Para sahabat Chacha bergabung dibawah bersama dengan si kembar yang begitu aktif merangkak ke sana kemari. Mereka hanya mengawasi karena si kembar masih begitu asik dengan dunia mereka. Hingga si montok terdiam menatap mereka satu per satu.


"Kenapa anak cantik ini? " Fany mencoba menghampiri si montok, namun bayi itu terlebih dahulu merangkak ke arah Pandu.


Tanpa ragu si montok langsung duduk dipangkuan Pandu yang sedang duduk bersila. Yang lain hanya terkekeh saat melihat si montok mengerucutkan bibirnya.


Jika dibandingkan dengan kedua saudaranya, si montok lebih banyak berekspresi. Dia lebih berani menunjukkan ekspresinya.


Hingga suara membahana datang dari arah depan. Mereka sudah tidak asing lagi dengan suara keras milik Karin. Rupanya Karin tidak sendiri, mereka kompak menoleh saat mendengar suara lembut keibuan. Bu Ratu dan Lena tampak juga berdiri di sana.


"Kalian di sini? " Tanya Bu Ratu.


"Bunda? " Kompak semuanya.


"Iya ini bunda. Tuan rumahnya mana? " Tanya Bu Ratu karena tak biasanya sang putri atau menantunya membiarkan tamunya tidak ada yang menemani.


"Lagi tidur, bunda. Mungkin habis lembur kejar berkas di kantor"


"Biar bunda bangunkan" Bu Ratu berniat membangunkan Chacha dan Levy itu harus menghentikan langkahnya ketika Karin meminta ikut dengannya.


"Bunda, Karin ikut"


"Ikut? "


"Hehehe, penasaran sama kamarnya Chacha" Jawab Karin dengan cengiran khasnya.


"Ya udah ayo" Serempak para sahabat Chacha berdiri semua. Bu Ratu hanya terkekeh melihat ke kompakan mereka.

__ADS_1


"Mbak Ratu bangunkan mereka berdua saja. Saya ke dapur dulu" Bu Ratu hanya mengangguk menanggapi ucapan Lena.


Lena bergegas menuju dapur. Bukan untuk memasak, lebih tepatnya menata barang-barang yang dia bawa. Lena memang selalu rutin mengunjungi si kembar. Maklum cucu pertama, sedang Bu Ratu akan mengunjungi si kembar di hari weekend. Karena ada Audy dan Mahavir yang menemaninya di kediamannya.


"Bunda, Kak Audy gak ikut? " Tanya Nena saat mereka menaiki tangga satu per satu.


"Nanti menyusul. Mereka masih mampir membeli keperluan Mahavir" Jawab Bu Ratu. Mereka hanya mengangguk saja.


"Gila demi apa, ini rumah luas banget. Gila, lantai tiganya kece parah" Karin berteriak tertahan saat mereka menginjakkan kakinya di lantai tiga.


Bahkan Bu Ratu yang sering membangunkan Chacha di kamarnya saja berulang kali dibuat takjub dengan desain interior yang anak bungsunya itu pilih.


"Bun emang kamarnya gak dikunci ya? " Tanya Karin, pasalnya dia melihat Bu Ratu tampak santai saat akan memutar handle pintu.


Cklek..


Pintu terbuka menampilkan keseluruhan kamar pribadi milik Chacha dan Levy. Bahkan Karin dibuat menganga tak percaya hingga melupakan pertanyaannya pada Bu Ratu.


"Kalian bisa bangunkan mereka, bunda ke bawah dulu. Kangen sama si kembar" Setelah mengatakan itu Bu Ratu meninggalkan kamar itu. Meninggalkan empat orang yang masih terdiam karena shock saat mengetahui kamar pribadi milik kedua sahabatnya itu.


"Ini kamar luas banget" Seru Zeze. Bahkan dirinya berputar untuk melihat seberapa luas kamar pribadi Chacha.


"Kamar gue sama Elang aja gak gini. Gue rasa kamar gue itu udah mewah tau nggak, lah ini apaan" Seru Karin.


"Sultan mah beda ya"


Bagaimana tidak kagum dengan kamar Chacha. Hot mama yang begitu pintar menata tata letak barang agar ruangan terlihat lebih luas dari biasanya. Penataan yang rapi dengan mempadu padankan warna adalah keahliannya.


Perpaduan warna abu-abu, hitam dan putih itu memberi kesan manly tersendiri. Namun, tidak menghilangkan sisi elegan karena sentuhan Chacha. Jika dilihat banyak pintu-pintu penghubung ke sebuah ruangan di sana. Namun, mereka tidak ambil pusing. Ini bukan room tour, jadi mereka tidak ada hak untuk masuk ke sama ke mari.


"Ini Chacha tidur dimana, kok ranjangnya kosong? " Ujar Nena saat melihat ranjang besar itu kosong.


"Gak lucu lah kalau kita harus cari di setiap ruangan. Ini kamar gede banget" Karin mulai memikirkan jika mereka akan melakukan room tour dalam kamar mewah ini.


Namun sayang pikirannya harus kandas saat Fany melihat pintu balkon yang terbuka. Mereka langsung melangkahkan kakinya menuju balkon yang ada dikamar itu.


Benar saja, sesampainya di balkon mereka melihat dua manusia yang sedang tertidur pulas sambil berpelukan. Tampak keduanya begitu pulas, mereka ragu untuk membangunkan.

__ADS_1


Karin si mami petakilan tidak lupa mengabadikan momen itu dan mengunggahnya di akun sosial media miliknya. Dengan caption 'my favorie couple ๐Ÿ’™' tak lupa menutup wajah keduanya. Jika yang lain akan mengidolakan orang tuanya sebagai couple goals impian mereka. Berbeda dengan Karin, yang sejak awal memang begitu menyukai Chacha dan Levy layaknya idol yang sedang berpacaran. Bagaimana perjuangan keduanya, lost contact selama lima tahun, kembali dipertemukan dengan status yang berbeda. Lalu di satukan dengan kejadian yang gak terduga.


"Daripada bangunin Chacha, mending bangunin Levy. Ini anak lebih mudah daripada singa tidur kita" Ucap Nena pelan yang disetujui oleh lainnya.


Fany menggoyangkan kaki Levy pelan. Mereka tidak bersuara, namun Fany masih tetap menggoyangkan kaki Levy, hingga Levy membuka matanya.


"Kalian disini? " Levy dengan suara seraknya langsung sadar saat melihat ke empat sahabat istrinya berdiri di sampingnya. "Kalian bisa tunggu di bawah, gue mandi dulu"


Tanpa berucap lagi, Levy langsung bangkit dengan Chacha dalam gendongannya. Mereka melotot saat melihat bahu mulus Chacha, ditambah dengan paha mulus nya juga terlihat. Karena selimut hanya menempel sebatas dada dan menutupi tanktop yang Chacha pakai. Pikiran mereka menebak-nebak hal tidak penting.


Levy merebahkan kembali tubuh sang istri di atas kasur, dia tahu jika sang istri begitu kelelahan. Tanpa menghiraukan keberadaan para sahabatnya, Levy langsung masuk ke dalam salah satu pintu yang mereka yakini itu adalah kamar mandi.


Mereka berempat saling melirik, melihat Chacha yang begitu lelap membuat mereka keluar dengan langkah pelan. Mereka tak ingin menganggu singa tidur.


Sesampai di lantai bawah mereka tampak jika semua orang sedang tertawa geli melihat dua bocah kembar saling memukul satu sama lain. Berbeda dengan Baby Akmal yang begitu tenang di pangkuan Elang. Karena Baby Geffie sedang di pangku oleh Bu Ratu.


"Kakak, adik sudah dong, nak" Lena berusaha melerai keduanya.


Namun tampaknya kedua bocah itu enggan untuk menghentikan aksinya. Mereka masih asik memukul satu sama lain.


"Mereka kenapa tante? " Tanya Karin langsung duduk di samping Bu Ratu.


"Biasa si kakak lagi godain adiknya" Jawab Lena, dia mencoba meraih Baby Atha ke dalam pangkuannya. Sedangkan si montok sudah kabur ke arah Pandu.


"Kakak usil ya" Baby Atha hanya tertawa saat Zeze mendekat ke arahnya.


"Coba uncle lihat, siapa tahu daging anak cantik ini berkurang" Tampak Kinos membalik-balik tangan si montok dengan seksama. Si montok hanya tertawa melihat kelakuan Kinos.


"Diapain si dia? "


"Digigit sama kakaknya"


...****************...



Ada yang kangen neng montok gak?

__ADS_1


Jangan lupa sawer pake kembang sekebon dong๐Ÿ˜…


__ADS_2