Call Me Queen

Call Me Queen
Hot Papa


__ADS_3

Jangan lupa neng montok disawer kembang ya😅. Bang ganteng sama Kakak tampan minta kopi katanya 🤣


...****************...


Kini si kembar dan Baby M sudah diboyong ke rumah keluarga Effendy. Awalnya memang Chacha bersikeras untuk pulang ke rumahnya. Melalui perdebatan alot akhirnya Bu Ratu yang menang. Bukan apa-apa, namun Bu Ratu di dukung oleh King, Ayah Gun dan Levy sendiri. Levy hanya tak tega jika harus meninggalkan istrinya sendiri. Meskipun ada pengasuh bayi, namun mereka tak mungkin langsung akrab dengan sikap Chacha yang dominan dingin itu.


"Welcome home, cucu-cucu Oma" Bu Ratu memilih dipanggil Oma oleh cucu-cucunya.


Keempat cucunya langsung dibawa ke ruang tengah. Tiga keluarga besar kini sedang berkumpul di kediaman Effendy. Ditambah dengan kehadiran para geng somplak alias sahabat Chacha dan Levy, membuat suasana semakin ramai. Chiara dan Ardan juga tampak berada di sana.


Berbeda dengan si kembar yang di gendong dengan cara di giliran, kecuali si montok Baby Al, dia masih anteng dan tak mau berpindah dari gendongan sang daddy. Membuat yang lainnya gemas sendiri.


Sedangkan Baby M begitu tenang berada dalam dekapan hangat Ardan. Sejak kepulangannya dari rumah sakit hingga kediaman Effendy, Ardan begitu betah menggendong bayi Audy itu. Dia tak henti-hentinya menatap wajah bayi mungil yang terlelap dalam dekapannya. Baby M begitu mirip dengan Kevin.


Hei boy, jadilah kuat untuk bunda mu, jadilah pelindung untuknya kelak. Jadilah cahaya semangatnya, kamu tak akan kehilangan sosok Ayah, jika Tuhan memberi jalan maka kau akan memiliki Ayah dalam waktu dekat. Batin Ardan bermonolog.


"Piu piu, kayaknya siap jadi bapak sambung nih" Karin memang lebih senang menggoda seniornya di Death Rose.


Ardan tak menanggapi ucapan Karin, dia masih terfokus pada bayi mungil dalam dekapannya. Bayi itu hanya menggeliat kecil saat Ardan bergerak untuk menyamankan posisi duduknya.


"Asek, Kak Ardan kagak jomblo lagi" Tambah Nena.


"Yuhuu, yok bisa yok"


Ardan hanya cuek-cuek saja. Sedangkan Audy tampak membuang muka ke arah lain. Audy tak bodoh, dia sadar jika Ardan sedang digoda dengan dirinya. Namun respon cuek Ardan juga membuat Audy tak bisa melakukan apapun. Dia tak mungkin bersikap agresif seperti dulu. Bisa digantung Chacha, kasihan Mahavir jika harus kehilangan bundanya.


"Bun, ada stok terong nggak? " Tanya Chacha tiba-tiba.


"Hah? " Bu Ratu masih kaget dengan pertanyaan sang putri.


"Dibelakang ada stok terong nggak? " Ulang Chacha.


"Buat apa? "


"Suami Chacha minta terong bakar sambel terasi, Mau Chacha buatin dulu"


"Biar Mama aja yang masak, kamu duduk aja" Cegah Lena saat melihat sang mantu berdiri.


"Mas Levy itu tau kalau bukan aku yang masak, Ma. Cuma bakar terong doang kok" Chacha langsung beranjak melangkahkan kakinya. Mumpung triple A sedang anteng, jadi Chacha bisa melakukan apapun. Lagipun ada pengasuh masing-masing yang juga berkumpul di sana.


Berbeda dengan Chacha yang sedang sibuk di dapur. Di ruang keluarga kini heboh saat Ratih datang untuk pertama kalinya melihat para cucunya.

__ADS_1


"Oh ya ampun, lucu sekali cucu Oma ini" Pekik Ratih saat melihat Bang Akmal dalam gendongan kakek buyutnya.


"Iya dong cetakan Levy sama Chacha gitu loh" Levy tiba-tiba saja nimbrung entah dari mana.


"Pa, besok meeting sama klien dari Jepang. Mereka mau bertemu dengan pemimpinnya langsung" Levy langsung menghempaskan tubuhnya di sofa samping Lenardi.


"Kamu juga pemimpinnya Lev"


"Nope, perusahaan itu aku hanya bantu mengelola. Sesuai kesepakatan, jika aku akan mengambil alih nya nanti"


"Tapi Lev"


"Ayolah, Pa. Ini proyek besar, bahkan Tuan Yamashita datang sendiri untuk proyek ini" Bujuk Levy.


"Iya iya, besok Papa hadir" Jawab Lenardi dengan malas. Sejak Levy memilih memimpin dua perusahaan, Lenardi malah merasa senang karena dirinya kini lebih banyak bersama istri dan anaknya. Dia tak ingin Leon seperti Levy yang tumbuh dengan keras. Karena saat Levy kecil usahanya baru dirintis. Alhasil dia dan Lena sangat sibuk hingga jarang memperhatikan Levy kecil saat itu.


"Lev, kamu tak menyapa anak-anak mu? " Tegur Lena.


"Bukan tak menyapa, Ma. Aku baru saja dari luar, entah virus atau bakteri apa yang menempel padaku. Aku tak ingin mereka sakit" Jelas Levy.


Mendengar suara Levy, si montok bereaksi. Dia bergerak-gerak kecil dalam dekapan sang daddy. Tampaknya dia merespon keberadaan sang Papa.


"Kenapa Bang? " Tanya Levy saat melihat King mengerjap beberapa kali kala Baby Al bergerak.


"Sabar ya cantiknya Papa, Papa ganti baju dulu" Levy bangkit dari duduknya, hendak melangkahkan kakinya ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti, "istri aku mana? "


"Di dapur, kamu aneh-aneh ngapain minta masakin. Udah tau istri kamu baru aja melahirkan" Omel Lena pada putra sulungnya itu.


Levy tak menanggapi omelan sang mama. Dia lebih tertarik untuk menemui sang ratu terlebih dahulu.


"Sayang? " Panggil Levy saat sampai di pintu dapur. Melihat sang istri yang berada di depan pemanggang yang diletakkan di atas kompor. Chacha hanya menoleh sekilas ke arahnya. Dia masih sibuk dengan para terong yang minta di bolak balik di atas pemanggang.


"Kapan sampai, Mas? " Tanya Chacha tanpa menoleh. Rupanya Levy yang mendekat ke arahnya.


"Baru aja, Mas ke kamar dulu mau ganti baju. Si cantik udah rewel di depan" Ucap Levy setelah berhasil memberi ciuman di pipi sang istri.


"Loh Aleta rewel? Mbak tolong ini dilanjut dulu ya, Chacha mau ke depan bentar" Chacha langsung meninggalkan pekerjaannya. "Kamu mandi atau ganti baju dulu sana. Gak papa kan sendiri, aku mau liat adik dulu" Levy hanya mengangguk, Chacha langsung berlalu begitu saja dari hadapannya.


Levy langsung meninggalkan dapur dan menuju kamar Chacha yang sekarang menjadi kamar miliknya juga. Levy hanya membasuh mukanya agar terlihat lebih segar. Jujur sebenarnya Levy sangat lelah. Dia baru saja selesai meeting langsung pulang dengan menempuh jarak yang cukup jauh. Karena kediaman Effendy dan perusahaan memang jauh. Ditambah semalam dia kurang tidur karena harus memastikan kondisi Chacha baik-baik saja sejak memakai salep racikan nya sendiri. Bahkan Chacha juga memakan obat buatannya. Hanya untuk mempercepat pemulihan luka bekas operasi.


"Cantiknya Mama kenapa? " Seru Chacha setelah membersihkan dirinya di kamar mandi. Sebelum menghampiri tak lupa dirinya membersihkan diri terlebih dahulu, apalagi dia baru saja dari dari dapur.

__ADS_1


Chacha melihat Baby Al yang merengek tak jelas dalam dekapan sang Abang. Namun King tampak diam, sesekali senyum tipisnya tampak saat melihat wajah Baby Al yang begitu menggemaskan. Bagaimana tidak, Baby Al tampak bergerak-gerak sambil mengerucutkan bibir mungilnya.


Chacha mengambil alih si bontot dari gendongan sang daddy. Namun, tampaknya bayi cantik itu tak haus. Dia masih merengek kecil dalam gendongannya. Chacha dilanda kebingungan, semuanya menatap ke arahnya saat si cantik masih tak tenang saat berada dalam dekapannya. Hampir saja dia menangis, hingga Levy hadir memeluknya dari samping.


"Kenapa sayang? " Tanya Levy sambil merangkul sang ratu. Chacha hanya menggeleng pelan. Perasaannya campur aduk saat Baby Al tak tenang dalam dekapannya, berbeda dengan kedua saudaranya. Ketika merengek akan langsung tenang saat Chacha gendong.


"Cantiknya Papa kenapa? Sini gendong Papa yok, kasian Mama pasti capek ya" Levy berkata begitu pelan sambil mengambil alih Baby Al dari dekapan istrinya.


Baby Al masih menggeliat kecil dalam gendongan Levy. Bukannya panik Levy malah terkekeh, dia mengambil langkah menjauhi sedikit keluarganya yang sedang berkumpul. Menimang anaknya dengan begitu lembut.


"Anak cantik ini kangen sama Papa rupanya ya" Levy masih terkekeh saat Baby Al kembali bergerak mendengar ucapannya.


"Papa kerja sayang. Setiap pagi sebelum berangkat dan sore pulang kerja, malam juga deh, Papa janji bakal gendong princess Papa ini. Tapi jangan rewel selama Papa kerja ya, cantik" Seakan mengerti Baby Al tampak tersenyum dengan mata terpejam nya.


"Anak pintar" Levy mencium pipi bakpao putrinya itu berkali-kali. Dia dibuat gemas sendiri oleh anaknya.


Ucapan Levy di dengar dengan jelas oleh anggota keluarganya. Mereka masih tak menyangka jika Levy akan bersikap begitu hangat dan lembut pada keluarganya. Mereka mengira jika Levy akan tetap dengan sikap dinginnya.


"Ya ampun hot Papa beneran kalau gini, mah"


"Gak nyangka gue kalau Levy bisa romantis gitu sama anaknya"


"Ternyata pesona hot Papa benar adanya"


"Liat aja, belum sebulan dia jadi bapak-bapak. Tapi kenapa makin keren ya"


"Dahlah jangan muji dia keren, nanti bisa besar kepala dia. Meskipun itu kenyataan nya sih"


"Tugas kita nambah nih buat jagain para krucil mereka berdua"


"Apa gue harus jadi hot Papa dulu biar keren? "


...****************...


Nih kecil-kecil Sultan yang sesungguhnya



Neng montok : Kak merem Kak😒


Bang Tampan : Atha merem ngapain melek sih ini anak 😌

__ADS_1


Kakak Tampan : ish ngintip doang bang, rame gak yang baca😅


__ADS_2