
"Ini nyata atau hanya pengalihan berita saja? " Tanya sang host masih dengan wajah linglung nya.
"Is real, anda tahu saya seorang pemimpin. Pantang untuk saya berbohong, karena selama ini saya menjalankan bisnis saya dengan sehat tanpa melakukan hal licik" Bantah Levy dengan nada dinginnya saat ditanya pernikahannya hanya sebagai pengalihan berita.
Tak lama setelah Levy mengatakan itu, layar LED dibelakang mereka menampilkan foto buku nikah keduanya. Momen-momen keduanya juga ditampilkan. Chacha dan Levy bahkan kaget saat melihat foto-foto candid yang tampil dilayar itu. Jangan ditanya, itu ulah Chiara dan Karin.
Disusul dengan foto si kembar yang baru lahir menjadi penutup video yang sedang berputar di layar tersebut. Para penonton masih terdiam karena kaget. Hingga gemuruh tepuk tangan menggema, itu berasal dari shipper Chacha dan Levy. Bahkan beberapa dari mereka berteriak heboh. Mereka seakan melupakan jika Angel masih duduk di sana.
Chacha memberi kode agar kamera off, karena dirinya ingin berbicara dengan Angel.
"Jangan berulah lagi kedepannya, lo lebih tahu siapa gue dan bagaimana cara gue bertindak. Jangan macam-macam sama rumah tangga gue, Angel? " Ucap Chacha.
"Mengancam ku? Apa kau tak takut aku laporkan, nona? " Angel masih bisa menatap Chacha karena dia menyadari banyak fancam yang menyorotnya.
"Laporkan itupun kalau kau bernyali di depan ku? " Chacha memiringkan kepalanya dan tersenyum smirk.
"Laporkan jika kau bosan menjadi nona bungsu keluarga Narendra" Suara dingin menyapa Angel dari belakang.
Pandu tersenyum mengenali suara ini. Dia langsung menoleh dan merentangkan tangannya saat melihat sang pemilik suara mendekat ke stage.
"Ingat Angel, kursi kepemimpinan keluarga Narendra adalah milik gue. Jangan membuat rumor yang menjatuhkan nama lo sendiri. Jangan membuat nama Narendra tercemar, lo tau gue sodara macam apa" Chiara tidak takut ketika menyadari banyak kamera yang menyorot pertengkarannya itu, karena sebelumnya dia sudah menghubungi Chila untuk mengatasi masalah ini.
Penerus Narendra memang bukan Pandu yang sejatinya anak laki-laki pertama di keluarga itu. Pandu menolak dan memilih memberikan posisinya pada adik kembarnya, Chiara. Pandu lebih mementingkan untuk mengembangkan usaha milik orang tua angkatnya daripada memimpin perusahaan yang menjadi perebutan itu nantinya.
"Oleh-oleh dong, kan dari Paris nih" Karin langsung menodong Chiara.
"Kagak ada, gue kagak beli apapun. Gue di sana sakit kampret" Jelas Chiara.
"Seriusan lo bisa sakit juga? "
"Kalau bukan kembaran kakak ipar gue, udah gue tampol lo, Ze" Zeze tergelak mendengar ucapan Chiara.
__ADS_1
"Kalian lanjutkan acaranya, kita balik. Kangen si kembar" Pamit Chacha pada lainnya.
"Emmm, kita mampir nanti" Nena mewakili lainnya.
"Gue tunggu" Ucap Chacha yang langsung digandeng oleh Levy. Penonton kembali berteriak heboh melihat kemesraan dua pemimpin perusahaan besar itu.
Acara kembali dilanjutkan, Karin memberi kode agar mengalihkan topik. Angel sendiri mengurus kebenaran siapa Chacha di DD entertainment.
"Ketika yang lain koar-koar mau jadi rich aunty, mereka yang rich baby masih anteng di persembunyiannya" Seloroh Putra mengenai pembahasan yang sedang mereka bicarakan.
"Berita itu udah lewat, kagak usah diungkit lagi" Tambah Nena. Yang lain hanya bisa tergelak melihat tingkah pasangan ini.
"Jangan kalian bayangkan apa yang terjadi kalau dua sultan itu nikah. Yang pasti kita juga pusing mikir itu" Tambah Karin. Mereka kembali tertawa mendengar celetukan Karin.
"Bisa dibilang si kembar itu crazy rich yang sesungguhnya ya" Tambah Zeze.
"Makanya jangan sombong, mereka yang kaya dari lahir aja santai" Fany juga ikut menimpali.
"Ngomong-ngomong kita ini lagi nyindir siapa sih? " Karin menatap para sahabatnya.
"Ini gak ada pertanyaan lagi karena kaget sama berita tadi ya? " Tanya Nena yang diangguki host.
...****************...
"Mama" Teriak si kembar saat melihat Chacha memasuki pintu rumah mereka.
Chacha langsung berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya. Ketiga bocah kembar itu langsung memeluk Chacha secara bersamaan. Mereka tidak pernah berpisah dengan sang mama, namun kali ini mereka cukup lama berpisah membuat kerinduan mereka memuncak.
"Papa? " Akmal kebetulan mendongak dan melihat Levy yang berdiri di belakang sang mama.
Mereka melepaskan pelukannya pada Chacha dan bergantian memeluk Levy. Aleta tampak memeluk sang papa dengan posesif, bahkan kedua saudara kembarnya harus mengantri untuk memeluk sang papa.
__ADS_1
"Babah? " Chacha langsung menghampiri ayah angkatnya yang ikut mengantarkan kepulangan si kembar.
Chacha langsung memeluk ayah angkatnya ini. Setelah melewati pertempuran panjang, dimana Bastian berulang kali memberikan nyawanya untuk menyelamatkannya dirinya, membuat Chacha menyayangi nya sama seperti dirinya menyayangi Gunawan.
"Kau tau, nak. Si kembar begitu mengerikan" Cerita Bastian, si kembar juga sudah mulai bergabung dan bermain di lantai seperti biasanya. Berbeda dengan si cantik yang nangkring dalam gendongan sang papa.
"Mengerikan dalam hal apa dulu? " Tanya Chacha lagi.
"Mana ada bayi umur 1 tahun bisa lancar bicara. Perkembangan mereka bertiga diluar nalar" Bastian menggelengkan kepalanya saat mengetahui cucunya bisa bicara.
"Tidak usah kaget, Bah. Aku tahu mereka memang luar biasa" Jelas Chacha.
"Babah tidak heran hanya kaget. Melihat kegeniusan kamu dan Levy membuat mereka menjadi bibit paling unggul" Ucap Bastian.
"Aku akan menjadi orang tua yang paling beruntung jika mereka memang terlahir genius ketiganya, dan beban ku akan bertambah karena mendidik anak dengan otak genius berbeda dengan anak berkemampuan di atas rata-rata" Jelas Chacha lagi.
"Babah tahu, tapi Babah yakin kalian berdua bisa menjadi orang tua yang baik dan menjadi panutan untuk keluarga kecil kalian"
"Kami berharap juga seperti itu. Itu kenapa kami berdua meminta tegur kalau kita salah dalam mendidik putra-putri kami" Levy menjawab perkataan Bastian.
"Kita hanya bisa mengingatkan nak. Sejatinya hanya kalian yang bisa membentuk karakter dari anak-anak kalian nantinya" Bastian kembali berucap. "Babah juga berharap si kembar bisa setangguh kalian nantinya"
"Semoga saja, kita akan melihat bagaimana perkembangan si kembar kedepannya" Ucap Chacha yang tengah memperhatikan kedua putra yang sedang bermain.
"Kalian berdua juga memberi mereka masing-masing marga dari keluarga kalian. Apa kalian berniat membuat mereka bersitegang di masa depan? "
"Tidak Bah. Karena sejatinya Izhaka dan Effendy jatuh ditangan ku. Meskipun Effendy akan aku serahkan pada Bang Nial, tapi saham tertinggi masih milikku di sana. Atha akan tetap memegang salah satu perusahaan Effendy nantinya" Jelas Chacha.
"Babah hanya takut mereka merebutkan warisan nantinya"
"Akmal akan memimpin perusahaan Mas Levy nantinya. Sedangkan untuk Aleta, Chacha tidak mau dia bekerja. Dia wanita, mengejar pendidikannya memang diperbolehkan. Tapi, jika bekerja aku kurang setuju, karena kebanyakan wanita yang bekerja akan kecanduan untuk tetap bekerja ketika mereka berumah tangga nantinya. Atha sendiri, kita akan melihat anak itu kedepannya. Dia akan memimpin Effendy atau QI" Jelas Chacha.
__ADS_1
"Lalu Izhaka? " Tanya Bastian.
"Nanti Levy buatkan lagi, Bah" Ucap Levy dengan nada santainya. Chacha langsung menoleh dengan cepat ke arahnya.