Call Me Queen

Call Me Queen
Kebencian Audy


__ADS_3

Setelah puas bercanda dengan para sahabatnya di rooftop, Chacha memutuskan untuk pulang lebih awal mengingat tak ada pelajaran membuatnya malas berada di sekolah terlalu lama.


"Gue pulang duluan ya. Mau packing buat esok" ucap Chacha tiba-tiba.


"Eh... baru jam segini loh Cha" jawab Nena.


"Sekalian gue mau ngecek berkas dan kalian jangan lupa dateng ke acara penyerahan jabatan abang gue"


"Ayo aku anter" ucap Levy sambil berdiri.


Chacha hanya menanggapi dengan senyum manisnya langsung menggandeng lengan Levy dan berlalu dari sana. Melihat adegan itu membuat yang lain tak percaya.


"Kamu mau diantar ke apartemen apa kemana?" tanya Levy setelah sampai di parkir sekolah.


"Ke rumah nanti aku kasih tau jalannya" jawab Chacha hanya diangguki oleh Levy.


Levy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tak ada percakapan yang terjadi karena Chacha sibuk dengan ponselnya. Mengecek setiap email masuk dengan teliti. Levy yang melihat itu hanya bisa geleng kepala gadis kecil yang tomboy dan petakilan itu kini disibukkan dengan urusan yang membawanya pada kedewasaan.


"Kita sampai princess" ucapan Levy membuat Chacha mengangkat pandangannya dari ponselnya.


"Maaf aku melupakanmu mulai tadi prince" ucapnya dengan wajah memelas.


"Tak apa aku mengerti. Gih turun jangan lupa kabari aku" tambahnya sambil mengusap kepala Chacha lembut.


Chacha hanya mengangguk lalu turun. "Kau tak mampir dulu?"


Levy hanya menggeleng "aku akan pulang, lain kali aku akan mampir"


Chacha hanya mengangguk dan melambai ketika mobil Levy mulai meninggalkan rumahnya.


"Chacha pulang" ucapnya dengan semangat empat lima.


"Loh kok udah pulang jam segini, nak. Biasanya sore?" tanya Bu Ratu ketika Chacha menyalami mereka yang ada di sana satu persatu kecuali kakaknya.


"Gak ada kegiatan juga Bun, bosen. Chacha keatas dulu"


"Kau tak menyapa kakak mu, Cha?" suara Ayah Gun mengehentikan langkahnya.


"Kurasa dia lebih senang tak aku sapa" jawabnya santai.


"Apa kau tak merindukan aku adik?" tanya Audy. Chacha hanya mengernyitkan dahi lalu menggeleng dan melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


"Ayah sepertinya Chacha marah aku disini" ucap Audy dengan wajah sedih mata berkaca-kaca. Dia menunduk seperti menahan tangis namun dibalik itu semua dia menyeringai penuh arti.


Ya semua itu hanya akting semata. Kepulangan dirinya kali ini bukan karena benar-benar ingin pulang tapi karena kemurkaannya pada Chacha. Bagaimana bisa dia yang selama ini berusaha membuat reputasi Chacha hancur tapi sekarang malah berbalik semuanya memuji Chacha.


Nona bungsu Effendy yang jenius mampu membangkitkan kembali perusahaan hanya dalam waktu satu bulan. Kalimat itu terus terngiang di kepalanya membuat dirinya harus menyingkirkan Chacha segera.


"Itu tak benar Audy. Adikmu mungkin sedang lelah saja" ucap Bu Ratu lembut. Tak lama kemudian Chacha terlihat menuruni tangga dengan baju rumahannya.


"Queen" panggil Rey melihat Chacha akan menuju dapur.


"Ada apa bang?"


"Ini" Rey menyerahkan kunci mobil milik adiknya itu.


"Pakai Abang saja itu mobil pemberian Ayah. Chacha pakai mobil Chacha sendiri besok"


"Tapi tetap saja ini mobil kamu"


"Pakai saja mobil Chacha masih ada, Bang" ucapnya lalu meninggalkan ruang tamu menuju dapur.


"Mobil yang mana Rey?" tanya Ayah Gun.


"Mobil yang Ayah belikan yang dipake Rey buat jemput Audy"


"Oh ya. Besok Chacha ke luar kota buat tinjau cabang Ayah lagi, ini yang terakhir sebelum Chacha lepas sepenuhnya" ucap Chacha setelah kembali dari dapur.


"Kamu berangkat dengan siapa, Cha?" tanya Bu Ratu.


"Sendiri Bun, besok Ayah ada rapat penting jadi hanya Chacha yang berangkat"


"Kamu bisa berangkat bersama Abang mu Cha" timpal Ayah Gun.


"No abang punya kerjaan lain. Chacha tak apa berangkat sendiri"


"Ayah sama Bunda tak usah khawatir Chacha akan baik-baik saja. Ayah fokus kembangin perusahaan setelah ini setidaknya sampai sepadan dengan Rahardian Corp" ucap Chacha.


"Dan buat lo gak usah tertekan gitu lo bebas selama seminggu gak ketemu gue. Eh salah bukan satu minggu lebih tepatnya dua minggu"


"Chacha hampir lupa setelah dari luar kota Chacha langsung terbang ke luar negeri Yah, Bun, ada sesuatu yang tertinggal di rumah kakek" setelah mengatakan itu Chacha langsung berlalu bahkan orang tuanya belum menyangga setiap ucapannya.


"Anak itu seenaknya aja" ucap Bu Ratu.

__ADS_1


"Persis bunda waktu muda" timpal ayah Gun.


"Ayah apa sih" ucap Bu Ratu malu.


"Yah sejak kapan Chacha dipercaya buat ngurus cabang perusahaan Ayah?" tanya Audy.


"Sebulan yang lalu dia menerimanya dan berhasil, Ayah tak menyangka kalau adikmu ternyata jenius" ucapan sang ayah mampu memupuk kebencian Audy pada adiknya.


"Lalu apa hanya Chacha yang diberi kepercayaan aku tidak" ucapnya dengan cemberut.Ayah Gun hanya terkekeh melihat Audy terlihat cemburu pada adiknya.


"Bukankah kamu yang akan memimpin perusahaan kelak" ucap Ayah Gun membuat Audy merasa puas.


"Oh ya. Ayah bunda Audy mau ngasih tau aja kalau dua minggu lagi orang tua kekasih Audy mau berkunjung ke rumah" ucapnya malu-malu.


"Aiya anak bunda sudah besar rupanya" goda Bu Ratu.


Sedangkan Rey hanya geleng-geleng kepala. Saat hendak menimpali candaan Bu Ratu Chacha muncul lagi kali ini dengan earphone di telinganya dan kunci mobil ditangannya.


"Siapkan saja semuanya keberangkatan saya satu minggu dari sekarang waktu saya hanya satu minggu di sana"


"Bang tolong keluarkan mobil Chacha dulu mau Chacha cek" sambil melempar kunci mobil kearah Rey.


Rey berjalan untuk mengeluarkan mobil adik kesayangannya itu sedangkan Chacha berlalu kedalam kamarnya lagi. Tak selang beberapa lama dirinya keluar lagi dengan beberapa berkas ditangannya.


"Ayah ini tanda tangani dulu besok akan Chacha bawa ke cabang"


"Berkas apa ini?"


"Kerja sama ulang. Rekan kerja yang sempat lepas Chacha tarik ulang buat kerja sama" ucap Chacha langsung menuju teras depan. Audy dan Bu Ratu mengikuti Chacha ke depan.


"Yo mobil baru lagi Queen?" tanya Rey pada adiknya.


"Yap baru diantar saat Chacha ada acara disekolah" jawabnya.


"Beli pake apaan?" tanya Audy sinis.


"Pake daun" jawabnya asal.


"Dari hasil ngej****g ya" ucap Audy lagi.


"Audy apa maksud kamu?" tanya Bu Ratu dengan nada tak suka.

__ADS_1


"Gue bukan lo Audy. Lo mungkin polos didepan semuanya tapi enggak didepan gue dan terserah lo mau jatuhin gue kayak apa karena gue gak mungkin nurunin level gue cuma buat ngeladenin lo" ucapan Chacha membuat Audy geram. Dirinya langsung masuk kedalam mobilnya langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi lalu mengerem tepat didepan gerbang membuat Bu Ratu dan yang lain kaget bukan main.


__ADS_2